Moto GP
Hasil Practice MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Tercepat, Pol Espargaro Kejutkan KTM
Pedro Acosta menunjukkan kecepatan kuat pada Practice MotoGP Austria 2026. Tampil di hadapan publik tuan rumah KTM, pembalap Red Bull KTM tersebut berhasil membawa RC16 menjadi yang tercepat sekaligus menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus catatan waktu di bawah 1 menit 29 detik.
Acosta memimpin papan waktu hampir sepanjang sesi. Ia menutup Practice dengan catatan 1 menit 29,851 detik, unggul 0,233 detik atas Pol Espargaro yang secara mengejutkan mengamankan posisi kedua.

Pol Espargaro, yang turun sebagai pembalap pengganti di Tech3 KTM, kembali menunjukkan strategi memanfaatkan slipstream dari motor Acosta pada fase akhir sesi. Taktik tersebut membantunya mendapatkan tambahan kecepatan di lintasan lurus dan mengamankan posisi runner-up melalui lap terakhir.
Hasil ini membuat KTM menempatkan dua RC16 di posisi teratas Practice MotoGP Austria 2026. Jorge Martin menjadi pembalap tercepat ketiga dengan selisih 0,308 detik dari Acosta, sementara Marc Marquez melengkapi empat besar dengan gap 0,335 detik.
Jorge Martin Sempat Terkendala Masalah Teknis
Jorge Martin sebenarnya sempat berada di antara Acosta dan Marc Marquez pada pertengahan sesi. Namun, catatan waktunya kemudian disalip Pol Espargaro pada lap terakhir sehingga pembalap Aprilia tersebut harus puas berada di posisi ketiga.
Martin juga menghadapi kendala teknis pada Aprilia RS-GP26 di awal sesi. Situasi tersebut datang ketika dirinya masih harus mengevaluasi kondisi fisiknya setelah masalah yang dialami pada balapan MotoGP sebelumnya.
Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi kelima dengan selisih 0,513 detik. Di belakangnya terdapat Marco Bezzecchi yang menempati posisi keenam, sekaligus menjadi hasil awal yang cukup positif setelah mengalami kecelakaan ketika memimpin lap pertama balapan MotoGP Misano akhir pekan lalu.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh, diikuti Alex Marquez di urutan kedelapan. Diogo Moreira menjadi pembalap kesembilan, sementara Luca Marini melengkapi 10 besar.
Bagnaia Masih Kesulitan, Hanya P18
Salah satu hasil yang cukup mencuri perhatian datang dari Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo tersebut belum menemukan kecepatan terbaiknya dan hanya mampu menempati posisi ke-18.
Bagnaia terpaut 1,122 detik dari catatan waktu Acosta. Posisi tersebut menempatkannya cukup jauh dari persaingan grup terdepan pada sesi Practice.

Ai Ogura yang menjalani penampilan perdananya di MotoGP Austria 2026 berada satu posisi di belakang Bagnaia, yakni P19 dengan selisih 1,404 detik. Sementara Toprak Razgatlioglu masih harus beradaptasi dengan YZR-M1 di Red Bull Ring dan menutup sesi di posisi ke-22 dengan gap 2,512 detik.
Hasil Practice MotoGP Austria 2026
- Pedro Acosta – Red Bull KTM – 1:29.851
- Pol Espargaro – Red Bull KTM Tech3 – +0.233 detik
- Jorge Martin – Aprilia Racing – +0.308 detik
- Marc Marquez – Ducati Lenovo – +0.335 detik
- Johann Zarco – Castrol Honda LCR – +0.513 detik
- Marco Bezzecchi – Aprilia Racing – +0.533 detik
- Raul Fernandez – Trackhouse Aprilia – +0.566 detik
- Alex Marquez – BK8 Gresini Ducati – +0.631 detik
- Diogo Moreira – Pro Honda LCR – +0.669 detik
- Luca Marini – Honda HRC Castrol – +0.680 detik
- Fermin Aldeguer – BK8 Gresini Ducati – +0.709 detik
- Fabio Di Giannantonio – Pertamina VR46 Ducati – +0.800 detik
- Jack Miller – Pramac Yamaha – +0.843 detik
- Brad Binder – Red Bull KTM – +0.861 detik
- Fabio Quartararo – Monster Yamaha – +0.921 detik
- Franco Morbidelli – Pertamina VR46 Ducati – +0.997 detik
- Enea Bastianini – Red Bull KTM Tech3 – +1.010 detik
- Francesco Bagnaia – Ducati Lenovo – +1.122 detik
- Ai Ogura – Trackhouse Aprilia – +1.404 detik
- Takaaki Nakagami – Honda Test Rider – +1.438 detik
- Alex Rins – Monster Yamaha – +1.487 detik
- Toprak Razgatlioglu – Pramac Yamaha – +2.512 detik
Dengan hasil Practice ini, persaingan menuju sesi kualifikasi MotoGP Austria 2026 semakin menarik. Acosta menunjukkan pace kuat bersama KTM, sementara posisi Pol Espargaro di P2 membuat perhatian tertuju pada performa Tech3. Di sisi lain, Ducati masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar kecepatan KTM dan Aprilia, terutama setelah Bagnaia hanya berada di P18.
Moto GP
Veda Ega Pratama Bidik Hasil Positif di Moto3 Malaysia 2026, Modal Pole Australia Jadi Motivasi
SEPANG – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali membidik hasil kompetitif pada putaran ke-19 Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Rider Honda Team Asia tersebut datang dengan motivasi tinggi setelah gagal menjalani balapan di GP Australia, meski sebelumnya berhasil merebut pole position pertamanya di kelas Moto3.
Pembatalan balapan di Phillip Island akibat kondisi cuaca buruk membuat Veda kehilangan kesempatan mengubah posisi start terdepan menjadi hasil balapan. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi kabut dan keterbatasan visibilitas mengganggu operasional helikopter medis, sehingga penyelenggara tidak dapat menjamin aspek keselamatan untuk menggelar balapan.
Meski kecewa, Veda memilih mengambil sisi positif dari penampilannya di Australia. Keberhasilan mengamankan pole position menjadi bukti perkembangan performanya bersama Honda Team Asia, sekaligus modal kepercayaan diri untuk menghadapi seri berikutnya.
“Saya sangat menantikan balapan di Malaysia. Tentu saja, sangat mengecewakan tidak bisa balapan di Australia, terutama setelah meraih pole position dan merasa kuat sepanjang akhir pekan. Saya benar-benar ingin bertarung dalam balapan, tetapi terkadang hal-hal seperti ini terjadi, dan kita harus menerima keputusan tersebut dan terus maju,” ujar Veda.
Veda Punya Pengalaman di Sirkuit Sepang

Menghadapi GP Malaysia, Veda memiliki modal pengalaman di Sirkuit Internasional Sepang. Karakter lintasan yang memiliki kombinasi tikungan lambat hingga cepat serta dua trek lurus panjang menjadi tantangan tersendiri bagi para pebalap Moto3.
Sepang juga dikenal memiliki beberapa titik pengereman keras yang membuka peluang untuk melakukan manuver menyalip. Namun, temperatur tinggi dan kelembapan udara menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan dalam menjaga kondisi fisik serta konsistensi performa sepanjang balapan.
Veda berharap pengalaman sebelumnya di sirkuit tersebut dapat membantunya beradaptasi lebih cepat sejak sesi latihan pertama. Fokus utamanya adalah mendapatkan setelan motor yang sesuai, menjaga konsistensi catatan waktu, dan membangun kecepatan untuk bersaing di barisan depan.
“Hal positifnya adalah kami telah menunjukkan potensi kami, dan saya senang dengan kemajuan yang telah kami raih selama tur Asia. Sekarang kami memiliki kesempatan lain di Sepang, sirkuit yang saya kenal dari pengalaman sebelumnya. Saya ingin terus membangun kepercayaan diri, bekerja keras bersama tim sejak sesi pertama, dan berjuang untuk hasil yang bagus,” lanjutnya.
Zen Mitani Juga Incar Perbaikan Performa
Selain Veda, rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, juga menargetkan hasil lebih baik di GP Malaysia. Pebalap rookie asal Jepang tersebut turut kehilangan kesempatan balapan di Australia akibat pembatalan lomba.
Mitani ingin memanfaatkan pengalamannya di Sepang untuk meningkatkan performa sepanjang akhir pekan. Ia diharapkan mampu menemukan ritme berkendara yang kompetitif dan menjaga konsistensi saat menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3.
Bagi Honda Team Asia, GP Malaysia menjadi kesempatan bagi kedua pebalapnya untuk kembali menunjukkan potensi setelah akhir pekan yang tidak berjalan sesuai harapan di Australia.

Veda Langsung Tembus Tiga Besar Sesi Practice
Veda mengawali rangkaian GP Malaysia dengan hasil positif. Pada sesi Practice Jumat (30 Oktober), pebalap bernomor 9 tersebut berhasil menempati posisi ketiga dalam catatan waktu gabungan dengan torehan 2 menit 11,519 detik.
Hasil tersebut membuat Veda berhak melaju langsung ke sesi Qualifying 2 (Q2), sehingga tidak perlu melewati Q1. Posisi ini menjadi modal penting untuk memperebutkan posisi start terbaik pada balapan utama.
Moto3 Malaysia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November. Sesi kualifikasi digelar Sabtu (31 Oktober), sedangkan balapan utama sepanjang 15 lap dijadwalkan berlangsung Minggu (1 November).
Dengan modal pole position di Australia, pengalaman di Sepang, serta hasil positif pada sesi Practice, Veda memiliki peluang untuk kembali menunjukkan perkembangan performanya di panggung balap dunia. Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan menerjemahkan kecepatan tersebut menjadi hasil maksimal saat balapan berlangsung.
Moto GP
Marc Marquez Tegaskan Tak Akan Gunakan Media untuk Menyerang Rival, Bayang-Bayang Konflik Rossi Kembali Mencuat
Marc Marquez kembali menyinggung batasan dalam persaingan di MotoGP. Pebalap Ducati Lenovo tersebut mengakui bahwa media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tetapi ia menegaskan tidak ingin menggunakan pengaruhnya untuk menyerang atau menjatuhkan pebalap lain.
Pernyataan ini menarik perhatian karena Marquez pernah terlibat perseteruan panas dengan Valentino Rossi pada musim MotoGP 2015. Konflik yang berawal dari tuduhan Rossi menjelang perebutan gelar juara dunia itu menjadi salah satu rivalitas paling kontroversial dalam sejarah MotoGP modern.

Marquez menegaskan bahwa pengaruh media dapat digunakan untuk menjaga ketenangan dan mendukung kepentingannya sendiri, tetapi bukan untuk menyerang pihak lain. Sikap tersebut kembali membuka pembahasan tentang rivalitas, tekanan psikologis, dan peran media dalam persaingan antarpembalap kelas premier.

Event
Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute, Edisi Spesial yang Rayakan Sejarah Balap
Aprilia menghadirkan penghormatan khusus untuk salah satu sirkuit paling ikonik dalam sejarah balap motor melalui RS 660 Phillip Island Tribute. Motor sport kelas menengah ini tampil dengan livery eksklusif yang terinspirasi dari karakter sirkuit Phillip Island, Australia, sekaligus membawa cerita panjang kesuksesan pabrikan asal Italia tersebut di arena balap dunia.
Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute dijadwalkan tampil di pameran otomotif EICMA 2026 yang berlangsung di Milan, Italia, pada 5–8 November 2026. Motor edisi spesial ini akan dipamerkan di booth Aprilia, Hall 9, sebagai perpaduan antara desain eksklusif, teknologi modern, dan warisan kompetisi Aprilia.

Phillip Island memiliki posisi penting dalam perjalanan Aprilia di dunia balap. Pabrikan ini telah mengoleksi sedikitnya 10 kemenangan di berbagai kelas Kejuaraan Dunia MotoGP di sirkuit Australia tersebut, belum termasuk pencapaiannya di World Superbike bersama Aprilia RSV4.
Salah satu momen penting terjadi pada MotoGP Australia 2025 ketika Raúl Fernández meraih kemenangan bersama motor Aprilia RS-GP. Hasil tersebut menjadi bagian dari pencapaian Aprilia yang menembus 300 kemenangan di Kejuaraan Dunia Balap Motor, sekaligus memperkuat rekam jejaknya sebagai salah satu pabrikan Eropa tersukses di kompetisi tersebut.
Kehadiran RS 660 Phillip Island Tribute juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sirkuit yang telah lama menjadi bagian dari kalender MotoGP. Phillip Island dijadwalkan tidak lagi menjadi tuan rumah MotoGP mulai musim 2027, mengakhiri kiprahnya di kalender kejuaraan setelah hampir tiga dekade.
Livery Eksklusif dengan Identitas Phillip Island
Dari sisi visual, Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute mengusung kombinasi warna putih, hijau, dan merah yang terinspirasi dari identitas sirkuit. Aksen hijau menghiasi bagian samping dan buritan, sedangkan pelek merah memberikan kontras yang memperkuat karakter sporty motor ini.
Panel sampingnya menampilkan grafis berbentuk lintasan Phillip Island, lengkap dengan tulisan “Phillip Island Circuit” dan motif bendera kotak-kotak yang identik dengan garis finis balap. Detail tersebut membuat edisi ini tampil berbeda dari RS 660 standar.

Aprilia turut menyematkan emblem khusus pada tangki bahan bakar yang menunjukkan jumlah kemenangan pabrikan di sirkuit tersebut. Sementara itu, nomor seri masing-masing unit dicantumkan pada pelat di area kepala kemudi, mempertegas identitasnya sebagai model edisi khusus.
Mesin 660 cc dan Elektronik Berorientasi Performa
Untuk sektor teknis, RS 660 Phillip Island Tribute tetap mengandalkan platform Aprilia RS 660 dengan mesin dua silinder berkapasitas 660 cc dan konfigurasi empat katup. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 105 HP pada 10.400 rpm serta torsi puncak 70 Nm pada 8.400 rpm.
Aprilia juga menyediakan pilihan dengan tenaga yang dibatasi hingga 35 kW untuk kebutuhan pengendara yang sesuai dengan persyaratan lisensi di pasar tertentu. Ketersediaan varian ini dapat berbeda menurut negara dan regulasi yang berlaku.
Karakter sport modernnya didukung sistem elektronik Aprilia Performance Ride Control (aPRC) generasi terbaru. Paket tersebut mencakup traction control, wheelie control, engine braking control, cornering ABS, serta pengaturan pemetaan mesin melalui sistem throttle elektronik Ride-by-Wire.
Pengendara juga mendapatkan fitur launch control, sistem perpindahan gigi elektronik dua arah, cruise control, dan sensor inersia enam sumbu yang membantu sistem elektronik membaca dinamika pergerakan motor. Berbagai pengaturan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan berkendara di jalan raya maupun penggunaan di lintasan balap.
Konstruksi Ringkas untuk Karakter Sport
Aprilia RS 660 menggunakan mesin sebagai bagian struktural yang turut menopang konstruksi motor. Rangkanya mengandalkan dua balok samping yang terhubung melalui sambungan baut pada area kepala kemudi dan bagian belakang.
Konsep ini menjadi bagian dari pendekatan desain RS 660 yang mengutamakan konstruksi ringkas sekaligus mendukung karakter handling motor sport. Perpaduan mesin bertenaga, rangka yang dirancang untuk performa, serta dukungan elektronik menjadikan RS 660 salah satu model penting dalam lini sport menengah Aprilia.
Melalui RS 660 Phillip Island Tribute, Aprilia tidak sekadar menawarkan perbedaan tampilan. Edisi ini membawa narasi sejarah kemenangan, identitas sirkuit legendaris, dan teknologi motor sport modern dalam satu paket. Detail harga, jumlah unit produksi, serta ketersediaan di tiap pasar perlu menunggu informasi resmi lebih lanjut dari Aprilia.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
