Motor Balap
Kejurnas Mandalika Racing Series 2025 Resmi Digelar 5 Putaran, Jadi Ajang Seleksi VR46 Riders Academy!
Resmi diumumkan di Jakarta, Senin (17/3/2025), Kejuaraan Nasional Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2025 bakal bergulir dalam lima putaran penuh di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB.
Event tahunan yang diorganisir oleh PRIDE Motorsport bersama MGPA, IMI, dan ITDC, serta didukung langsung oleh Pertamina dan Kementerian Pariwisata RI ini menjadi salah satu kalender balap paling dinanti di Indonesia.
Sejak akhir tahun lalu, panitia telah mempersiapkan musim 2025 dengan serius, termasuk mengadakan forum khusus bersama para manajer dan pemilik tim untuk meracik formula kompetisi yang lebih baik. Salah satu gebrakan tahun ini adalah naiknya status Kelas Junior Sport 150 U-15 yang kini resmi masuk dalam kategori Kejurnas, membuka jalan pembinaan bagi talenta muda menuju level internasional.
Tak hanya itu, kelas Sport 250 Community juga resmi dibuka demi mengakomodir antusiasme dari para pembalap komunitas di Tanah Air. Kelas ini melengkapi deretan kelas yang sudah ada seperti Underbone 150 U-25, Supersport, dan Superbike Community.
Menariknya, Mandalika Racing Series 2025 juga menjadi gerbang seleksi bagi rider Tanah Air yang berpeluang mengikuti pelatihan di Pertamina Enduro VR46 Riders Academy, Italia. Program ini merupakan buah kerja sama strategis antara Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy milik legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyebut bahwa setiap edisi MRS selalu membawa inovasi baru. “Event ini terus berkembang berkat kolaborasi erat antara stakeholder, mulai dari sponsor, tim, hingga dukungan pemerintah daerah NTB. Tahun ini kami juga akan mengemas event dengan format yang lebih fresh, termasuk lewat tayangan live streaming untuk menjangkau lebih banyak penonton,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat, Eddy Saputra, menambahkan bahwa penambahan status Kejurnas di kelas Junior Sport 150 adalah langkah konkret dalam membina pembalap muda Indonesia agar lebih siap menghadapi atmosfer kejuaraan internasional.
MRS 2025 kembali membuktikan komitmennya sebagai kawah candradimuka pembalap Indonesia menuju pentas dunia!
Moto GP
Veda Ega Pratama Dapat Tandem Baru, Kiattisak Singhapong Debut di Moto3 Silverstone 2026
Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali bergulir setelah jeda musim panas selama tiga pekan. Memasuki seri ke-12 di Sirkuit Silverstone, Inggris, Honda Team Asia menghadirkan perubahan pada susunan pembalap. Kiattisak Singhapong dipercaya menggantikan Zen Mitani yang masih menjalani pemulihan cedera tangan akibat insiden di MotoGP Belanda, Assen.

Pembalap muda asal Thailand tersebut akan menjalani debutnya di Moto3 World Championship sekaligus menjadi tandem baru bagi Veda Ega Pratama. Sebelumnya, Kiattisak berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pengalamannya di ajang balap pembinaan menjadi modal untuk menghadapi tantangan baru di kelas Grand Prix bersama Honda Team Asia.
Sementara itu, Veda datang ke Silverstone dengan momentum positif. Rookie asal Indonesia tersebut berhasil finis kedelapan di Sachsenring pada seri terakhir sebelum jeda musim panas. Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi pembalap bernomor #9 untuk melanjutkan perkembangan performanya di paruh kedua musim.
Silverstone Jadi Tantangan Besar bagi Debutan
Silverstone menjadi salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3. Sirkuit sepanjang hampir 6 km ini memiliki kombinasi tikungan berkecepatan tinggi, area pengereman keras, lintasan lebar, serta sejumlah peluang overtaking.
Karakter tersebut membuat Silverstone membutuhkan presisi tinggi dalam menentukan racing line dan menjaga momentum. Bagi Kiattisak, tantangannya semakin besar karena ia harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW, lingkungan tim baru, sekaligus atmosfer Kejuaraan Dunia Moto3 dalam waktu singkat.
Kiattisak mengaku tidak ingin memasang target berlebihan pada debutnya. Fokus utamanya adalah memahami karakter motor dan bekerja secara bertahap di setiap sesi.
“Ekspektasi saya adalah berkembang selangkah demi selangkah di setiap sesi, belajar sebanyak mungkin, dan memberikan usaha maksimal.”
Pendekatan tersebut menjadi strategi realistis bagi pembalap muda Thailand tersebut untuk membangun pengalaman sebelum menentukan target yang lebih tinggi.

Veda Bidik Performa Lebih Konsisten
Di sisi lain, Veda memiliki target yang berbeda. Setelah mengakhiri paruh pertama musim dengan finis kedelapan di Jerman, pembalap #9 ingin mempertahankan tren positif sekaligus semakin mendekati kelompok terdepan.
Veda menilai Silverstone merupakan sirkuit yang spesial karena karakter lintasannya yang panjang dan cepat. Ia bersama Honda Team Asia akan berusaha menemukan set-up motor terbaik sejak sesi pertama agar dapat tampil kompetitif hingga race day.
“Target saya adalah terus berkembang, tampil kompetitif sepanjang akhir pekan, dan bertarung lebih dekat di barisan depan.”
Team Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga berharap Veda mampu melanjutkan progresnya. Sementara bagi Kiattisak, seri Silverstone menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan pengalaman di panggung balap dunia.
Dengan absennya Zen Mitani dan hadirnya Kiattisak Singhapong, perhatian publik Indonesia tentu akan tertuju pada garasi Honda Team Asia. Akankah Veda kembali mencetak hasil positif, sementara Kiattisak mampu memberikan kejutan dalam debutnya di Moto3?
Motor
Veda Ega Pratama Optimistis Lanjutkan Tren Positif di Moto3 Inggris 2026
Paruh kedua Moto3 World Championship 2026 resmi dimulai akhir pekan ini melalui Grand Prix Qatar Airways Inggris di Sirkuit Silverstone. Balapan legendaris tersebut menjadi momentum penting bagi para pembalap untuk kembali berburu poin usai jeda musim panas, termasuk rookie Indonesia, Veda Ega Pratama, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif di seri sebelumnya.
Pembalap Honda Team Asia itu sukses mengamankan finis kedelapan pada Moto3 GP Jerman di Sachsenring, hasil yang menjadi salah satu pencapaian terbaiknya sepanjang musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3. Performa tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi karakter Silverstone yang dikenal cepat, mengalir (flowing), dan memiliki cuaca yang sulit diprediksi.
Selain Veda, Honda Team Asia juga menghadirkan pembalap Thailand Kiattisak Singhapong yang menjalani debut di Moto3 World Championship menggantikan Zen Mitani yang masih menjalani pemulihan cedera tangan. Kiattisak sendiri merupakan pembalap binaan Honda yang saat ini berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship serta Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Silverstone menjadi salah satu sirkuit paling ikonik dalam kalender MotoGP dengan sejarah lebih dari tujuh dekade. Kombinasi tikungan berkecepatan tinggi, lintasan panjang, serta perubahan cuaca yang cepat membuat sirkuit ini menjadi tantangan besar bagi seluruh pembalap dan tim.

Veda mengaku jeda musim dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua musim. Ia merasa hasil positif di Sachsenring memberikan tambahan kepercayaan diri untuk terus berkembang.
“Balapan terakhir di Jerman memberi saya lebih banyak kepercayaan diri karena kami kembali menunjukkan kecepatan yang bagus dan mencetak poin penting. Setiap akhir pekan saya terus belajar tentang Moto3 dan itu memberi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik,” ujar Veda.
Pembalap bernomor #9 tersebut juga menegaskan targetnya adalah mempertahankan konsistensi sejak sesi latihan bebas hingga balapan utama agar mampu kembali bersaing di rombongan depan dan membawa pulang poin penting bagi Honda Team Asia.

Event
ARRC Mandalika 2026 Seri 4 Resmi Digelar, 102 Pembalap Siap Bertarung di Sirkuit Mandalika
Putaran keempat FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 siap berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 7–9 Agustus 2026. Seri ini menjadi salah satu balapan paling dinantikan karena mempertemukan para pembalap terbaik Asia sekaligus menjadi kesempatan emas bagi wakil Indonesia untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Sebanyak 102 pembalap dipastikan ambil bagian pada seri Mandalika kali ini. Dari jumlah tersebut, 32 pembalap Indonesia akan bersaing di lima kelas berbeda, mulai dari Underbone 150 (UB150), Asia Production 250 (AP250), Supersport 600 (SS600), Asia Superbike 1000 (ASB1000), hingga TVS Asia One Make Championship.
Menariknya, masyarakat dapat menyaksikan langsung seluruh rangkaian balapan secara gratis dari tribun Sirkuit Mandalika selama tiga hari penyelenggaraan.
Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik di Berbagai Kelas
Pada kelas UB150, Indonesia diperkuat sejumlah nama berpengalaman seperti Rendi Odding, Gupita Kresna Wardhana, Fadli Rigani, hingga Aqshal Ilham Safatulah. Sementara di kelas TVS Asia, terdapat Savion Sabu dan Fadhil Algasani yang siap bersaing memperebutkan podium.
Persaingan di kelas Asia Production 250 (AP250) juga dipastikan berlangsung sengit. Indonesia menurunkan 11 pembalap, termasuk Fahmi Basam, Galang Hendra Pratama, Candra Hermawan, serta Irfan Ardiansyah yang tampil melalui jalur wildcard usai tampil impresif di Mandalika Racing Series 2026. Wakil tuan rumah NTB, Aldiaz Aqsal Ismaya, juga siap memanfaatkan dukungan publik lokal.
Di kelas Supersport 600 (SS600), harapan Indonesia berada di pundak Muhammad Faerozi, Wahyu Nugroho, Herjun Atna Firdaus, Fadillah Arbi Aditama, serta Felix Putra Mulya.
Sementara itu, kelas premier Asia Superbike 1000 (ASB1000) hanya diwakili oleh Muhammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team. Sedangkan Andi Farid Izdihar dipastikan absen karena masih menjalani proses pemulihan cedera.
Mandalika Jadi Ujian Sesungguhnya Bagi Pembalap Indonesia
Pengamat otomotif nasional, Priandhi Satria, menilai putaran Mandalika menjadi momentum penting bagi pembalap Indonesia untuk membuktikan kualitas mereka di level Asia.

Menurutnya, tampil di kandang sendiri memang memberikan keuntungan berupa pemahaman karakter lintasan, racing line, titik pengereman, hingga kondisi cuaca tropis yang sudah sangat dikenal oleh pembalap nasional.
Namun, keuntungan tersebut tidak otomatis menjamin hasil maksimal. Persaingan tetap ditentukan oleh kesiapan motor, strategi tim, konsistensi pembalap, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi lintasan selama akhir pekan balapan.
Selain itu, para pembalap luar negeri kini juga telah beberapa kali tampil di Mandalika sehingga tingkat adaptasi mereka terhadap karakter sirkuit semakin baik. Hal inilah yang membuat persaingan pada putaran keempat ARRC 2026 diprediksi berlangsung semakin ketat.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor12 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
