Connect with us

Mobil

Chery Hadirkan Himla, Pikap Anyar Penantang Hilux di Auto Shanghai 2025

Published

on

Chery resmi memperkenalkan merek kendaraan terbarunya khusus untuk segmen pikap, lewat model Himla yang tampil perdana di ajang Auto Shanghai 2025. Berformat mid-size truck, Himla siap bersaing langsung dengan dominasi Toyota Hilux di pasar global.

Melansir laporan Carnewschina, tampilan Himla masih mewarisi garis desain dari prototipe KP11 yang sempat muncul Oktober 2024. Namun kini tampilannya lebih matang, dengan warna bodi baru, desain pelek terkini, serta versi tanpa banyak ornamen untuk segmen konsumen yang lebih fungsional.

Gril depan masih mempertahankan identitas Chery, namun di bagian belakang, nama Himla tampil menonjol dengan logo yang terinspirasi dari siluet pegunungan Himalaya—melambangkan kekuatan dan daya jelajah.

Secara desain, Himla tampil garang dan modern dengan lampu utama LED model terpisah, pelindung bawah bergaya aluminium, kap mesin kekar, serta fender besar. Tak ketinggalan, pelek alloy berprofil tinggi dan ban segala medan mendukung tampilannya sebagai pikap siap tempur. Pijakan kaki pada bumper belakang juga hadir sebagai fitur fungsional.

Interior Himla pun tak kalah impresif. Sebuah layar sentuh besar ala Tesla mendominasi dasbor dan terhubung langsung dengan panel instrumen digital. Material kabin menggunakan pelapis berwarna terang menyerupai kulit, menambah kesan premium, lengkap dengan ventilasi AC untuk penumpang belakang.

Meskipun belum ada detail resmi mengenai jantung mekanisnya, Himla diprediksi mengusung sasis ladder-frame dan akan tersedia dalam varian mesin bensin, diesel, serta kemungkinan versi elektrifikasi.

Chery Himla menjadi langkah strategis Chery untuk masuk ke pasar pikap global dengan percaya diri—membidik konsumen yang membutuhkan kendaraan tangguh namun tetap modern.

Mobil

Honda Zoomer e: 2027 Meluncur, Skuter Listrik Mungil Kini Dibekali TCS

Published

on

By

Honda kembali menghadirkan model unik di segmen kendaraan listrik melalui Zoomer e: 2027. Skuter listrik ini diperkenalkan oleh Wuyang-Honda di China dengan tetap mempertahankan DNA desain khas keluarga Zoomer yang dikenal nyentrik, minimalis, dan memiliki tampilan mekanis.

Meski dimensinya ringkas, Honda Zoomer e: 2027 justru membawa sejumlah fitur yang cukup menarik. Salah satunya adalah Traction Control System atau TCS, fitur yang membantu menjaga traksi roda belakang saat pengendara membuka akselerasi, terutama ketika melintasi permukaan jalan dengan tingkat grip yang rendah.

Dengan bobot hanya 54,5 kg, tinggi jok 728 mm, serta pilihan jarak tempuh hingga 105 km, Zoomer e: 2027 dirancang sebagai kendaraan listrik perkotaan yang ringan dan mudah dikendalikan. Desainnya yang ikonik dipadukan dengan teknologi modern membuat motor listrik ini tampil berbeda dari kebanyakan skuter listrik kompak.

Desain Khas Zoomer dengan Rangka Terbuka

Secara tampilan, Honda Zoomer e: 2027 masih membawa karakter khas keluarga Zoomer. Bagian depan mengusung desain kotak dengan dua lampu utama berbentuk bulat yang langsung memberikan identitas unik.

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada penggunaan rangka baja tubular yang dibuat terbuka. Selain memberikan kesan mekanis dan kokoh, desain tersebut juga membuka peluang bagi pemilik untuk melakukan personalisasi menggunakan berbagai aksesori.

Karakter urban adventure semakin terasa melalui penggunaan ban lebar dengan pola tapak yang agresif. Honda juga menggunakan setang terpisah dan panel instrumen LCD berbentuk bulat yang menyatu dengan konsep desain lampu depan.

Skuter Listrik Kecil dengan Fitur TCS

Salah satu hal yang membuat Honda Zoomer e: 2027 menarik adalah kehadiran Traction Control System. Fitur ini membantu menjaga roda belakang tetap mendapatkan traksi ketika motor berakselerasi.

Selain TCS, sistem pengereman sudah menggunakan cakram pada roda depan dan belakang. Honda juga menyematkan sensor standar samping untuk membantu mencegah motor bergerak ketika standar belum dilipat.

Sektor kenyamanan turut mendapat perhatian melalui suspensi belakang yang dapat diatur hingga lima tingkat. Pengendara dapat menyesuaikan karakter suspensi sesuai kondisi jalan maupun beban yang dibawa.

Bobot Ringan, Jarak Tempuh Hingga 105 Km

Honda Zoomer e: 2027 menggunakan motor listrik dengan daya maksimum 400W dan kecepatan tertinggi 25 km/jam. Angka tersebut disesuaikan dengan regulasi kendaraan listrik yang berlaku di pasar China.

Tersedia dua pilihan baterai. Varian pertama menggunakan baterai 48V 24Ah dengan jarak tempuh sekitar 80 km. Sementara varian tertinggi dibekali baterai 48V 30Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 105 km dalam sekali pengisian.

Fitur lainnya juga cukup lengkap untuk kendaraan listrik kompak, mulai dari sistem kunci pintar Wi-Fi LINK, konektivitas aplikasi dan Bluetooth, cruise control, fitur bantuan dorong, hingga port USB untuk mengisi daya perangkat.

Di China, Honda Zoomer e: 2027 dipasarkan mulai 5.999 RMB atau sekitar Rp15 jutaan untuk varian baterai 48V 24Ah. Sementara versi 48V 30Ah dibanderol sekitar 6.699 RMB atau setara Rp16 jutaan.

Dengan desain khas, bobot super ringan, fitur TCS, hingga jarak tempuh lebih dari 100 km, Honda Zoomer e: 2027 menjadi salah satu skuter listrik unik yang menarik perhatian. Jika suatu saat masuk ke Indonesia, menurut kalian apakah Zoomer e: bisa menjadi pilihan menarik untuk mobilitas perkotaan?

Continue Reading

Event

Bosch Tampilkan Teknologi Keselamatan Pintar di GIIAS 2026, Begini Cara Kerja Sistem Sense, Think, dan Act

Published

on

By

Keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus utama dalam perkembangan industri otomotif modern. Melalui GIIAS 2026, Bosch Indonesia memperkenalkan teknologi keselamatan terbaru yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya, mengambil keputusan lebih cepat, hingga mengurangi risiko kecelakaan melalui sistem cerdas berbasis sensor.

Tiga Tahap Kerja Teknologi Keselamatan Bosch

Di Booth Safety & Advanced Technology, Bosch mendemonstrasikan konsep Sense, Think, dan Act, sebuah sistem yang menjadi fondasi berbagai teknologi keselamatan aktif (Active Safety) pada kendaraan modern.

Tahap pertama adalah Sense, di mana kendaraan memanfaatkan kombinasi Multi-Purpose Camera, Radar Sensor, dan Ultrasonic Sensor untuk memantau lingkungan sekitar secara real-time. Kamera berfungsi mengenali marka jalan, kendaraan, pejalan kaki, maupun objek lain di depan mobil. Radar menghitung jarak dan kecepatan kendaraan di sekitar, sedangkan sensor ultrasonik mendeteksi objek pada area dekat kendaraan, terutama saat parkir atau bermanuver.

Seluruh data tersebut kemudian diteruskan ke tahap Think. Pada proses ini, sistem komputasi kendaraan mengolah seluruh informasi dalam hitungan milidetik untuk menganalisis kondisi lalu lintas, memprediksi potensi tabrakan, serta menentukan tindakan paling tepat sebelum pengemudi sempat bereaksi.

Jika sistem mendeteksi risiko benturan yang tinggi, maka tahap Act akan bekerja melalui teknologi Integrated Power Brake. Sistem ini membantu memberikan tekanan pengereman secara otomatis sebagai bentuk asistensi kepada pengemudi. Teknologi tersebut tidak mengambil alih kendali kendaraan, melainkan membantu mengurangi kecepatan sehingga dampak kecelakaan dapat diminimalkan.

Keselamatan Aktif Menjadi Standar Kendaraan Masa Depan

Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi otomotif kini tidak lagi hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu memberikan bantuan yang tepat pada waktu yang tepat.

Menurutnya, meningkatnya kompleksitas lalu lintas membuat teknologi keselamatan aktif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.

Konsep ini juga sejalan dengan target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan secara global pada tahun 2030. Di Indonesia, upaya tersebut turut diperkuat melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menempatkan keselamatan kendaraan sebagai salah satu pilar utama transportasi nasional.

Edukasi Keselamatan dan Program Sosial Bosch

Selain memperagakan teknologi keselamatan modern, Bosch juga mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala agar seluruh sistem keselamatan tetap bekerja secara optimal.

Bosch turut menghadirkan berbagai produk aftermarket seperti wiper, busi, filter, lampu, klakson, hingga komponen otomotif lainnya yang berperan mendukung keselamatan berkendara sehari-hari.

Tak hanya itu, Bosch juga menggelar program sosial selama GIIAS 2026. Setiap pembelian satu pasang Bosch Advantage maupun Clear Advantage Wiper akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan layanan keselamatan masyarakat.

Continue Reading

Mobil

Prototipe Dodge Charger SRT Tertangkap Kamera, Bawa Mesin Twin-Turbo 550 HP

Published

on

By

Dodge Charger varian performa tinggi terbaru mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Dua unit prototipe yang diduga sebagai Charger versi paling bertenaga tertangkap kamera ketika menjalani pengujian di jalan raya.

Kemunculan prototipe tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Dodge sedang mempersiapkan Charger SRT generasi terbaru. Meski kedua unit masih menggunakan kamuflase, sejumlah detail pada bodinya mengindikasikan bahwa mobil ini bukan Charger biasa.

Dikutip dari Carscoops, kedua prototipe memperlihatkan sejumlah perangkat yang berorientasi pada peningkatan performa, mulai dari bodi widebody, kap mesin dengan air scoop besar, hingga spoiler belakang berukuran agresif.

Widebody dan Aero Agresif Jadi Petunjuk

Perubahan pada sektor eksterior tidak hanya bertujuan memperkuat tampilan muscle car. Konfigurasi widebody memberikan ruang lebih besar untuk penggunaan roda dan ban berperforma tinggi, sekaligus berpotensi meningkatkan stabilitas kendaraan ketika digeber pada kecepatan tinggi.

Prototipe tersebut juga terlihat menggunakan pelek berdiameter besar yang dipadukan dengan sistem pengereman berperforma tinggi. Kombinasi ini mengindikasikan bahwa Dodge tidak hanya mengejar angka tenaga, tetapi juga meningkatkan kemampuan handling dan pengereman.

Menariknya, salah satu unit terlihat membawa Racepak data logger. Perangkat tersebut digunakan untuk merekam berbagai parameter kendaraan selama proses pengujian.

Kehadiran alat tersebut memperkuat dugaan bahwa prototipe Charger ini sedang menjalani pengembangan serius, termasuk pengujian performa dan kemungkinan pengujian di lintasan.

Mesin Hurricane Twin-Turbo Jadi Senjata

Dodge memang belum mengungkap spesifikasi resmi mobil tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa varian performa tinggi ini berpotensi menggunakan mesin 3.0 liter Hurricane twin-turbo inline-six.

Mesin enam silinder segaris tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga lebih dari 550 hp.

Jika angka tersebut terealisasi, model ini berpotensi menjadi salah satu Charger bermesin bensin paling bertenaga di jajaran terbaru Dodge, sekaligus menawarkan karakter berbeda dari Charger Daytona yang mengandalkan tenaga listrik.

Perkiraan harganya disebut berada di bawah US$60.000, atau sekitar Rp1,07 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut.

Charger Kembali Perkuat DNA Muscle Car

Kehadiran prototipe ini semakin menarik karena generasi terbaru Dodge Charger saat ini sudah hadir dengan dua pendekatan powertrain, yakni versi listrik Daytona dan versi bensin Sixpack.

Jika varian SRT bermesin Hurricane twin-turbo benar-benar meluncur, Dodge akan memiliki senjata baru untuk konsumen yang masih menginginkan sensasi muscle car dengan mesin pembakaran internal.

Dodge juga sebelumnya memberikan sinyal akan memperkenalkan sejumlah produk baru pada ajang Roadkill Nights pada Agustus. Karena itu, kemunculan prototipe Charger berperforma tinggi ini semakin memperkuat dugaan bahwa debut resminya mungkin tidak akan berlangsung terlalu lama.

Untuk saat ini, Dodge masih belum mengonfirmasi nama varian, spesifikasi final maupun harga resminya.

Namun, kombinasi widebody, aero agresif, perangkat pengujian performa, dan mesin Hurricane twin-turbo lebih dari 550 hp sudah cukup menjadi sinyal bahwa Charger baru ini sedang dipersiapkan sebagai muscle car yang jauh lebih serius.

Continue Reading

Trending