Connect with us

Motor

Tripper Dash di Royal Enfield Guerrilla 450: Praktis & Canggih, Tapi Belum Sempurna

Published

on

Royal Enfield Guerrilla 450 hadir sebagai motor bergaya klasik-modern yang dibekali teknologi masa kini, salah satunya adalah fitur Tripper Dash—sistem navigasi pintar yang terintegrasi langsung ke kluster instrumen digital.

Dengan Tripper Dash, pengendara bisa menghubungkan smartphone ke motor melalui Bluetooth, lalu melihat tampilan navigasi, pemutar lagu, hingga notifikasi pesan dan telepon langsung dari layar TFT yang simpel namun informatif. Cukup dengan mengunduh aplikasi Royal Enfield di Play Store atau App Store, menyambungkan kode Bluetooth, dan dalam hitungan detik, motor pun siap diajak berkendara dengan arahan yang jelas.

Namun, fitur ini masih menyisakan beberapa catatan penting. Bagi pengguna iOS, fitur Tripper Dash belum sekomplit Android. Hanya navigasi dan musik yang tersedia—tanpa integrasi pesan atau panggilan.

Tak hanya itu, sistem navigasi ini tidak menggunakan Google Maps, melainkan sistem internal dari aplikasi Royal Enfield, yang kadang menimbulkan tantangan tersendiri. Dalam uji coba dari Bogor ke Jakarta, navigasi justru merekomendasikan rute melalui jalan tol—sesuatu yang jelas bukan jalur sepeda motor.

Fungsi pemutar lagu menjadi nilai tambah, terutama jika motor sudah terhubung dengan intercom. Pengendara bisa mengatur lagu dan volume langsung dari handlebar tanpa harus menyentuh ponsel—sangat praktis saat riding jauh atau touring.

Namun satu hal penting: selama aplikasi tidak aktif atau layar ponsel terkunci, tampilan di layar TFT akan menghilang, menyisakan petunjuk arah minimal seperti panah belok dan jarak.

Secara keseluruhan, Tripper Dash adalah fitur pintar yang menyederhanakan perjalanan, terutama untuk mereka yang sering menjelajah ke lokasi baru. Tapi, Royal Enfield masih perlu menyempurnakan sistemnya—terutama untuk pengguna iPhone dan akurasi navigasi agar sesuai dengan kebutuhan pengendara roda dua.

Motor

Veda Ega Pratama Optimistis Lanjutkan Tren Positif di Moto3 Inggris 2026

Published

on

By

Paruh kedua Moto3 World Championship 2026 resmi dimulai akhir pekan ini melalui Grand Prix Qatar Airways Inggris di Sirkuit Silverstone. Balapan legendaris tersebut menjadi momentum penting bagi para pembalap untuk kembali berburu poin usai jeda musim panas, termasuk rookie Indonesia, Veda Ega Pratama, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif di seri sebelumnya.

Pembalap Honda Team Asia itu sukses mengamankan finis kedelapan pada Moto3 GP Jerman di Sachsenring, hasil yang menjadi salah satu pencapaian terbaiknya sepanjang musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3. Performa tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi karakter Silverstone yang dikenal cepat, mengalir (flowing), dan memiliki cuaca yang sulit diprediksi.

Selain Veda, Honda Team Asia juga menghadirkan pembalap Thailand Kiattisak Singhapong yang menjalani debut di Moto3 World Championship menggantikan Zen Mitani yang masih menjalani pemulihan cedera tangan. Kiattisak sendiri merupakan pembalap binaan Honda yang saat ini berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship serta Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Silverstone menjadi salah satu sirkuit paling ikonik dalam kalender MotoGP dengan sejarah lebih dari tujuh dekade. Kombinasi tikungan berkecepatan tinggi, lintasan panjang, serta perubahan cuaca yang cepat membuat sirkuit ini menjadi tantangan besar bagi seluruh pembalap dan tim.

Veda mengaku jeda musim dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua musim. Ia merasa hasil positif di Sachsenring memberikan tambahan kepercayaan diri untuk terus berkembang.

“Balapan terakhir di Jerman memberi saya lebih banyak kepercayaan diri karena kami kembali menunjukkan kecepatan yang bagus dan mencetak poin penting. Setiap akhir pekan saya terus belajar tentang Moto3 dan itu memberi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik,” ujar Veda.

Pembalap bernomor #9 tersebut juga menegaskan targetnya adalah mempertahankan konsistensi sejak sesi latihan bebas hingga balapan utama agar mampu kembali bersaing di rombongan depan dan membawa pulang poin penting bagi Honda Team Asia.

Continue Reading

Event

ARRC Mandalika 2026 Seri 4 Resmi Digelar, 102 Pembalap Siap Bertarung di Sirkuit Mandalika

Published

on

By

Putaran keempat FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 siap berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 7–9 Agustus 2026. Seri ini menjadi salah satu balapan paling dinantikan karena mempertemukan para pembalap terbaik Asia sekaligus menjadi kesempatan emas bagi wakil Indonesia untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Sebanyak 102 pembalap dipastikan ambil bagian pada seri Mandalika kali ini. Dari jumlah tersebut, 32 pembalap Indonesia akan bersaing di lima kelas berbeda, mulai dari Underbone 150 (UB150), Asia Production 250 (AP250), Supersport 600 (SS600), Asia Superbike 1000 (ASB1000), hingga TVS Asia One Make Championship.

Menariknya, masyarakat dapat menyaksikan langsung seluruh rangkaian balapan secara gratis dari tribun Sirkuit Mandalika selama tiga hari penyelenggaraan.

Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik di Berbagai Kelas

Pada kelas UB150, Indonesia diperkuat sejumlah nama berpengalaman seperti Rendi Odding, Gupita Kresna Wardhana, Fadli Rigani, hingga Aqshal Ilham Safatulah. Sementara di kelas TVS Asia, terdapat Savion Sabu dan Fadhil Algasani yang siap bersaing memperebutkan podium.

Persaingan di kelas Asia Production 250 (AP250) juga dipastikan berlangsung sengit. Indonesia menurunkan 11 pembalap, termasuk Fahmi Basam, Galang Hendra Pratama, Candra Hermawan, serta Irfan Ardiansyah yang tampil melalui jalur wildcard usai tampil impresif di Mandalika Racing Series 2026. Wakil tuan rumah NTB, Aldiaz Aqsal Ismaya, juga siap memanfaatkan dukungan publik lokal.

Di kelas Supersport 600 (SS600), harapan Indonesia berada di pundak Muhammad Faerozi, Wahyu Nugroho, Herjun Atna Firdaus, Fadillah Arbi Aditama, serta Felix Putra Mulya.

Sementara itu, kelas premier Asia Superbike 1000 (ASB1000) hanya diwakili oleh Muhammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team. Sedangkan Andi Farid Izdihar dipastikan absen karena masih menjalani proses pemulihan cedera.

Mandalika Jadi Ujian Sesungguhnya Bagi Pembalap Indonesia

Pengamat otomotif nasional, Priandhi Satria, menilai putaran Mandalika menjadi momentum penting bagi pembalap Indonesia untuk membuktikan kualitas mereka di level Asia.

Menurutnya, tampil di kandang sendiri memang memberikan keuntungan berupa pemahaman karakter lintasan, racing line, titik pengereman, hingga kondisi cuaca tropis yang sudah sangat dikenal oleh pembalap nasional.

Namun, keuntungan tersebut tidak otomatis menjamin hasil maksimal. Persaingan tetap ditentukan oleh kesiapan motor, strategi tim, konsistensi pembalap, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi lintasan selama akhir pekan balapan.

Selain itu, para pembalap luar negeri kini juga telah beberapa kali tampil di Mandalika sehingga tingkat adaptasi mereka terhadap karakter sirkuit semakin baik. Hal inilah yang membuat persaingan pada putaran keempat ARRC 2026 diprediksi berlangsung semakin ketat.

Continue Reading

Event

Bosch Tampilkan Teknologi Keselamatan Pintar di GIIAS 2026, Begini Cara Kerja Sistem Sense, Think, dan Act

Published

on

By

Keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus utama dalam perkembangan industri otomotif modern. Melalui GIIAS 2026, Bosch Indonesia memperkenalkan teknologi keselamatan terbaru yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya, mengambil keputusan lebih cepat, hingga mengurangi risiko kecelakaan melalui sistem cerdas berbasis sensor.

Tiga Tahap Kerja Teknologi Keselamatan Bosch

Di Booth Safety & Advanced Technology, Bosch mendemonstrasikan konsep Sense, Think, dan Act, sebuah sistem yang menjadi fondasi berbagai teknologi keselamatan aktif (Active Safety) pada kendaraan modern.

Tahap pertama adalah Sense, di mana kendaraan memanfaatkan kombinasi Multi-Purpose Camera, Radar Sensor, dan Ultrasonic Sensor untuk memantau lingkungan sekitar secara real-time. Kamera berfungsi mengenali marka jalan, kendaraan, pejalan kaki, maupun objek lain di depan mobil. Radar menghitung jarak dan kecepatan kendaraan di sekitar, sedangkan sensor ultrasonik mendeteksi objek pada area dekat kendaraan, terutama saat parkir atau bermanuver.

Seluruh data tersebut kemudian diteruskan ke tahap Think. Pada proses ini, sistem komputasi kendaraan mengolah seluruh informasi dalam hitungan milidetik untuk menganalisis kondisi lalu lintas, memprediksi potensi tabrakan, serta menentukan tindakan paling tepat sebelum pengemudi sempat bereaksi.

Jika sistem mendeteksi risiko benturan yang tinggi, maka tahap Act akan bekerja melalui teknologi Integrated Power Brake. Sistem ini membantu memberikan tekanan pengereman secara otomatis sebagai bentuk asistensi kepada pengemudi. Teknologi tersebut tidak mengambil alih kendali kendaraan, melainkan membantu mengurangi kecepatan sehingga dampak kecelakaan dapat diminimalkan.

Keselamatan Aktif Menjadi Standar Kendaraan Masa Depan

Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi otomotif kini tidak lagi hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu memberikan bantuan yang tepat pada waktu yang tepat.

Menurutnya, meningkatnya kompleksitas lalu lintas membuat teknologi keselamatan aktif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.

Konsep ini juga sejalan dengan target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan secara global pada tahun 2030. Di Indonesia, upaya tersebut turut diperkuat melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menempatkan keselamatan kendaraan sebagai salah satu pilar utama transportasi nasional.

Edukasi Keselamatan dan Program Sosial Bosch

Selain memperagakan teknologi keselamatan modern, Bosch juga mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala agar seluruh sistem keselamatan tetap bekerja secara optimal.

Bosch turut menghadirkan berbagai produk aftermarket seperti wiper, busi, filter, lampu, klakson, hingga komponen otomotif lainnya yang berperan mendukung keselamatan berkendara sehari-hari.

Tak hanya itu, Bosch juga menggelar program sosial selama GIIAS 2026. Setiap pembelian satu pasang Bosch Advantage maupun Clear Advantage Wiper akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan layanan keselamatan masyarakat.

Continue Reading

Trending