Connect with us

Electric Vehicle

Yangwang U9 Track Edition Resmi Jadi Mobil Listrik Tercepat Dunia, Catat 472,41 km/jam!

Published

on

Dunia otomotif kembali dikejutkan oleh lompatan besar dari BYD. Setelah sebelumnya sempat viral dengan kemampuan “joget” di GIIAS 2025, kini Yangwang U9 Track Edition menorehkan sejarah baru dengan mencatat kecepatan tertinggi 472,41 km/jam di lintasan ATP Automotive Testing Papenburg, Jerman.

Rekor ini membuatnya resmi menyandang gelar mobil listrik tercepat di dunia, menggeser posisi Rimac Nevera yang sebelumnya mencatat 431,45 km/jam.

Dikendalikan oleh pembalap profesional Marc Basseng, U9 Track Edition menunjukkan betapa jauh evolusi teknologi BYD dalam mencetak kecepatan ekstrem.

“Tahun lalu saya pikir sudah mencapai batas dengan U9 standar. Tapi kali ini, teknologi baru membuktikan kalau batas itu bisa ditembus lagi. Rasanya luar biasa,” ungkap Basseng dengan penuh emosi.

Dibangun dengan platform ultra-high voltage 1200V, sistem suspensi cerdas DiSus-X, hingga ban semi-slick khusus hasil kolaborasi dengan Giti Tire, mobil ini bukan hanya sekadar cepat, tapi juga stabil dan presisi di lintasan.

Yangwang U9 Track Edition bukan sekadar supercar listrik—ia adalah simbol bagaimana masa depan otomotif bisa menggabungkan kecepatan, kecerdasan, dan keberania

Electric Vehicle

🚨 Royal Enfield Flying Flea C6: Motor Listrik Ringkas yang Lahir dari Sejarah, Diuji di Pegunungan Ladakh! 🚨

Published

on

By

Royal Enfield resmi mengguncang dunia otomotif dengan uji coba motor listrik terbarunya, Flying Flea C6, di jalur ekstrem pegunungan Ladakh, India. Dalam video resmi yang diunggah, motor mungil ini terlihat gagah menaklukkan tanjakan curam, turunan tajam, hingga tikungan berbahaya tanpa kehilangan tenaga sedikit pun.

Nama Flying Flea bukan sekadar label — motor ini membawa warisan sejarah panjang sejak era Perang Dunia II, ketika Royal Enfield menciptakan motor ringan yang bisa dijatuhkan dari pesawat dengan parasut. Kini, versi C6 hadir bukan untuk perang, melainkan untuk menjawab kebutuhan era baru: motor listrik komuter yang praktis, ringan, dan ramah kota.

Dalam pengujian, motor ini dipacu di mode Eco hingga Sport, bahkan dengan penumpang. Hasilnya? Tenaga tetap responsif saat mendaki, mulus saat menuruni bukit, dan distribusi dayanya terasa halus tanpa jeda. Sebuah performa yang membuat hati percaya bahwa motor listrik kecil ini mampu menghadirkan sensasi berkendara penuh jiwa petualang.

Dari sisi teknis, Flying Flea C6 dibekali rangka aluminium-magnesium, baterai berlapis magnesium, velg alloy 18 inci, garpu girder bergaya klasik, serta layar TFT bundar modern dengan fitur Bluetooth, navigasi, OTA update, kontrol traksi, ABS menikung, cruise control, hingga keyless system. Meski belum diumumkan secara resmi, performanya diperkirakan setara dengan motor bensin 125–150cc, menjadikannya penantang serius di segmen motor listrik komuter global.

Royal Enfield tidak sekadar meluncurkan produk baru, mereka seolah menghidupkan kembali warisan sejarah dengan sentuhan teknologi modern — sebuah kombinasi yang menggetarkan hati pecinta roda dua.

Continue Reading

Electric Vehicle

BYD Buka ‘Taman Bermain’ untuk Pecinta Mobil Listrik, Tiket Mulai Rp 1 Jutaan!

Published

on

By

Zhengzhou – Bayangkan sebuah taman bermain, tapi bukan roller coaster atau bianglala yang jadi bintangnya, melainkan supercar listrik dengan lintasan menantang yang siap memompa adrenalin. Itulah yang baru saja dihadirkan BYD lewat wahana otomotif terbarunya di Zhengzhou, China.

Dibangun khusus untuk semua kalangan—bukan hanya pebalap profesional—sirkuit all-terrain ini menghadirkan 27 skenario off-road ekstrem. Mulai dari tanah bukit raksasa setinggi hampir 30 meter yang masuk Guinness World Record, kolam air sepanjang 70 meter untuk menguji ketangguhan SUV listrik, hingga area drift melingkar dengan permukaan licin.

Tak hanya itu, ada juga trek aspal 1,7 km dengan lintasan lurus 550 meter—tempat sempurna untuk merasakan hentakan akselerasi supercar listrik BYD di jalur lurus.

“Sirkuit ini akan mempercepat profesionalisasi ajang balap kendaraan listrik baru di China, sekaligus mengubah wajah budaya otomotif negeri ini,” ujar Guojun Zhan, Presiden China Automobile Manufacturers’ Federation (CAMF).

Yang paling seru, pengunjung bisa merasakan sensasi duduk di kursi penumpang Yangwang U9, supercar listrik senilai Rp 3,2 miliar, hanya dengan tiket masuk Rp 1,3 juta (599 Yuan). Paket berdurasi 60 menit itu sudah termasuk tur museum teknologi BYD dan pengalaman uji lintasan aman di jalan basah.

Ada juga paket lebih lengkap seharga Rp 2 jutaan (999 Yuan) dengan durasi 75 menit, termasuk drifting, menjajal sedan sport Z9GT, hingga off-road seru. Sementara untuk mereka yang ingin merasakan semua wahana plus layanan eksklusif, tersedia paket Super VIP senilai Rp 14 jutaan—dengan akses all-area, lounge mewah, hingga menginap di hotel bintang lima.

Wahana serupa sebelumnya telah hadir di Hefei, dan tak lama lagi BYD akan membuka atraksi ini di Shaoxing serta kawasan pegunungan timur China.

Bagi pecinta otomotif, ini bukan sekadar hiburan—ini adalah panggung masa depan mobil listrik yang menggabungkan adrenalin, teknologi, dan gaya hidup dalam satu arena.

Continue Reading

Electric Vehicle

Volkswagen & Xpeng: Kolaborasi Strategis Bikin Mobil Bensin dan Hybrid Jadi “Lebih Cerdas”

Published

on

By

Volkswagen dan Xpeng resmi memperluas kolaborasi teknologi mereka ke level yang lebih dalam. Tidak hanya fokus pada mobil listrik murni, arsitektur elektronik/elektrikal canggih bernama CEA (Centralized Electrical Architecture) kini juga akan ditanamkan pada mobil bermesin bensin dan hybrid (PHEV) yang diproduksi di China mulai 2027.

Langkah ini bukan sekadar upgrade teknis, tapi juga sebuah lompatan emosional dalam perjalanan evolusi otomotif. Bagi Volkswagen, ini adalah bukti bahwa teknologi pintar tak hanya milik mobil listrik, tapi bisa menghidupkan kembali “jiwa” kendaraan bermesin konvensional agar tetap relevan di era elektrifikasi.

CEA sendiri adalah otak komputasi terpusat berperforma tinggi yang mampu mengendalikan sistem ADAS mutakhir, asisten AI pintar, hingga pembaruan software over-the-air (OTA) dengan stabil dan cepat. Dengan mengurangi jumlah ECU (Electronic Control Unit), Volkswagen dan Xpeng berharap sistem menjadi lebih simpel, kendaraan lebih berkelanjutan, dan nilai pakai tetap terjaga dalam jangka panjang.

Ralf Brandstätter, anggota Dewan Manajemen Volkswagen Group (China), menegaskan bahwa ekspansi teknologi ini adalah kunci memperkuat dominasi VW di pasar otomotif:

“Dengan memperluas CEA ke model berbahan bakar bensin dan hybrid, kami bukan hanya menawarkan mobil yang lebih cerdas, tapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih emosional, relevan, dan tahan lama,” tegasnya.

Sementara itu, Chairman sekaligus CEO Xpeng, He Xiaopeng, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak sejarah dalam strategi jangka panjang:

“Kerjasama ini mencerminkan kepercayaan strategis dan komitmen bersama kami untuk terus menghadirkan inovasi kendaraan cerdas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Strategi ini sejalan dengan visi “In China, for China” milik Volkswagen, di mana riset dan pengembangan lokal akan menjadi pusat penggerak. Melalui pusat inovasi VCTC di Hefei dan integrasi dengan Cariad China, Volkswagen mempercepat langkah menuju mobil-mobil cerdas terkoneksi, dengan target menghadirkan 30 model elektrifikasi di China pada 2027 dan 30 model full-electric pada 2030.

Continue Reading

Trending