Electric Vehicle
BBM Hiro: Motor Listrik Sport Retro 94 HP, Isi Daya 15 Menit!
Motor listrik performa tinggi kembali mencuri perhatian lewat kehadiran Barras Brothers Motorcycles (BBM) yang memperkenalkan proyek ambisius mereka bernama Hiro. Dikembangkan di wilayah Basque, Spanyol utara, motor ini menjadi simbol perpaduan antara desain sport-retro yang berkarakter dengan teknologi listrik paling mutakhir.
BBM sendiri lahir dari tangan dingin kakak-beradik Guillaume dan Benoit Barras, dua nama yang sebelumnya dikenal luas di dunia motor kustom lewat bendera Angry Lane. Pengalaman panjang di ranah kustom inilah yang kini diterjemahkan ke dalam sepeda motor listrik murni, dengan pendekatan teknik yang serius dan visioner.

Meski baru diperkenalkan secara virtual, BBM Hiro bukan sekadar konsep kosong. Proyek ini diklaim mendapat dukungan teknis dari pionir motor listrik asal Belgia, Sarolea, yang sudah lebih dulu berkiprah di pengembangan motor listrik performa tinggi. Platform yang digunakan pun dikembangkan khusus dan diberi nama “Hiro”, menjadi fondasi utama seluruh lini model BBM ke depan.
Secara visual, Hiro mengusung siluet naked bike klasik dengan sentuhan modern. Roda jari-jari, proporsi ramping, serta detail minimalis memberi nuansa retro yang kuat, namun di balik tampilannya yang nostalgia, seluruh sistem penggerak sudah sepenuhnya elektrik. Motor dan sistem kontrol elektroniknya didinginkan cairan, serta dipasang secara koaksial pada poros lengan ayun untuk menjaga distribusi bobot tetap seimbang dan ketegangan rantai selalu konsisten.
Soal performa, BBM Hiro berada di level yang membuat motor konvensional harus waspada. Torsi puncaknya mencapai 150 Nm dengan tenaga maksimum 94 hp (70 kW). Namun demi kepatuhan regulasi SIM A2 Eropa, tenaga berkelanjutan dibatasi di angka 48 hp. Tanpa transmisi konvensional, akselerasi 0–100 km/jam dapat dituntaskan dalam sekitar 3,5 detik, sementara kecepatan puncaknya diklaim menembus 190 km/jam. Sistem kontrol traksi dan pengereman regeneratif tersedia dengan pengaturan fleksibel, bahkan bisa dimatikan sepenuhnya sesuai gaya berkendara.
Sumber energi Hiro berasal dari baterai lithium-ion 360 volt berkapasitas sekitar 13 kWh yang ditempatkan di tengah rangka aluminium. Konfigurasi ini tak hanya menjaga keseimbangan, tetapi juga memungkinkan jarak tempuh hingga 225 km dalam sekali pengisian. Daya tarik utamanya terletak pada teknologi pengisian cepat: lewat fast charging DC menggunakan port CCS2 atau NACS, baterai dapat terisi 80 persen hanya dalam 15 menit. Untuk penggunaan harian, charger onboard 6,6 kW atau colokan rumah tangga tetap disediakan.

Dari sisi sasis, BBM Hiro mengandalkan rangka tubular baja krom-molibdenum yang dipadukan subframe dan lengan ayun aluminium. Suspensi depan memakai garpu upside down dengan sudut kemudi sporty, sementara bagian belakang menggunakan monoshock langsung. Komponen kelas atas juga menjadi standar, mulai dari velg Excel berbalut ban Michelin Road, hingga sistem pengereman cakram ganda dengan kaliper Brembo serta ABS yang bisa diaktifkan atau dinonaktifkan.
Dengan bobot total sekitar 200 kg dan tinggi jok 79 cm, Hiro tetap terasa rasional untuk penggunaan harian meski menyimpan performa buas. BBM berencana menghadirkan motor ini dalam empat varian karakter—Roadster, Streetfighter, Café Racer, dan Scrambler—lengkap dengan panel TFT, layar LED, serta konektivitas berbasis aplikasi.
BBM Hiro dijadwalkan meluncur pada Juli 2026 dengan harga awal sekitar €16.900 atau setara Rp337 jutaan. Sebuah pernyataan tegas bahwa motor listrik bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga emosi, karakter, dan performa sejati.
Electric Vehicle
BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem
BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.
Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.
Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.
CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.
Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.
Electric Vehicle
Kairos EV: Kendaraan Roda Tiga Futuristis dengan Keamanan Tingkat Mobil
Dunia kendaraan listrik kembali menghadirkan inovasi unik lewat kemunculan Kairos EV, kendaraan roda tiga futuristis yang menggabungkan sensasi berkendara motor dengan sistem keselamatan layaknya mobil modern.
Kairos EV merupakan prototipe trike listrik hasil rancangan dua desainer asal Prancis, Mathieu L’Hopitault dan Philippe Girardi. Konsep kendaraan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman tanpa menghilangkan karakter lincah sepeda motor.
Secara desain, Kairos tampil sangat futuristis dengan bodi aerodinamis dan konfigurasi tiga roda. Menariknya, kendaraan ini mampu miring saat menikung seperti motor sport, sehingga tetap memberikan sensasi riding yang natural dan agresif.
Namun yang paling revolusioner bukan hanya desainnya, melainkan sistem keselamatannya. Kairos EV dibekali teknologi keselamatan pasif yang terinspirasi dari dunia otomotif roda empat, termasuk konsep crumple zone seperti pada mobil modern.
Teknologi pertama bernama Programmed Restraint Device (PRD), yaitu struktur tubular di bagian depan kendaraan yang dirancang untuk menyerap energi benturan frontal ringan. Sistem ini bekerja mirip crumple zone dan seatbelt pretensioner pada mobil, menjaga pengendara tetap aman saat terjadi tabrakan.
Jika benturan terjadi dalam kecepatan lebih tinggi, sistem PRD akan melepaskan pengendara secara terkontrol untuk meminimalkan risiko cedera serius. Konsep ini menjadi salah satu inovasi keselamatan paling unik di segmen kendaraan roda tiga listrik.
Selain itu, Kairos juga menggunakan teknologi Mobile Lateral Elements (MLE). Komponen berbentuk baji di sisi roda depan ini berfungsi membantu keseimbangan saat kendaraan miring, sekaligus menjadi penyerap energi tambahan ketika terjadi benturan samping.
Untuk sektor performa, Kairos EV dikabarkan menggunakan baterai solid-state berkapasitas 30 kWh yang dirancang untuk menghadirkan jarak tempuh setara motor bensin konvensional. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga 70 kW atau setara 93,8 hp, dengan kecepatan maksimum mencapai 150 km/jam.

Saat ini Kairos EV masih berada dalam tahap validasi dan sertifikasi, dengan target pengembangan menuju produksi sekitar tahun 2029 hingga 2030. Meski spesifikasi final belum diumumkan sepenuhnya, konsep ini menunjukkan bagaimana masa depan kendaraan roda dua dan roda tiga akan semakin mengutamakan keselamatan tanpa mengorbankan sensasi berkendara.
Electric Vehicle
Chery e-Vo REEV Debut di Beijing, Motor Hybrid Futuristik dengan Teknologi Range Extender
Chery resmi membuat kejutan di ajang Beijing Auto Show 2026 dengan memperkenalkan motor konsep futuristik bernama e-Vo REEV. Ini menjadi langkah perdana pabrikan otomotif asal China tersebut untuk masuk ke pasar roda dua, sekaligus membawa pendekatan berbeda di era elektrifikasi.
Berbeda dari motor listrik konvensional, Chery e-Vo REEV mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Sistem ini membuat roda belakang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin berkapasitas kecil hanya berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

Konsep ini mirip seperti extender pada mobil listrik modern, di mana mesin pembakaran internal tidak terhubung langsung ke roda, melainkan menjaga suplai energi agar baterai tetap terisi selama perjalanan.
Desain Cyber-Cruiser Futuristik
Secara desain, e-Vo REEV tampil agresif dengan gaya Cyber-Cruiser. Siluet bodinya dibuat tajam dan muscular dengan sentuhan industrial yang cukup kuat.
Bagian depan dibekali lampu LED minimalis bergaya horizontal, sementara pelek alloy multi-spoke memberikan kesan modern dan ringan. Posisi riding dibuat lebih santai dengan footstep agak maju, memberikan ergonomi khas cruiser modern.
Motor konsep ini juga sudah dibekali:

- ABS dual-channel
- Suspensi modern
- Rem cakram depan-belakang
- Layar TFT full digital resolusi tinggi
Solusi Range Anxiety Motor Listrik?
Hal paling menarik tentu ada di teknologi REEV yang dibawa Chery.
Saat daya baterai mulai menipis, mesin bensin internal otomatis bekerja sebagai generator untuk mengisi ulang energi baterai. Dengan konsep ini, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada charging station karena tetap bisa mengisi bensin di SPBU.
Pendekatan ini menjadi solusi menarik untuk masalah klasik motor listrik: range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Jika teknologi ini benar-benar masuk tahap produksi, e-Vo REEV bisa membuka kategori baru di industri roda dua: motor hybrid listrik dengan generator bensin.
Fitur ADAS di Motor
Tak hanya bicara elektrifikasi, Chery juga menyematkan fitur teknologi tinggi pada e-Vo REEV.
Motor ini dibekali sistem ADAS level menengah, termasuk:
- Blind spot warning dengan getaran pada setang
- Monitoring aliran energi real-time
- Interface digital modern
Langkah ini menunjukkan bahwa Chery tidak hanya ingin membuat motor listrik biasa, tetapi juga membawa pendekatan kendaraan roda dua yang lebih connected dan intelligent.
Meski masih berstatus konsep, kehadiran Chery e-Vo REEV menunjukkan keseriusan Chery dalam merambah segmen roda dua dengan inovasi yang cukup berbeda dari kompetitor.
Jika diproduksi massal, motor ini bisa menjadi salah satu konsep paling menarik di era elektrifikasi roda dua.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
