Event
Morbidelli Days China 2025: Kebangkitan DNA Italia di Tanah Inovasi Tiongkok
Suara mesin kembali bergema dari timur. Di bawah langit Chengdu yang modern dan penuh semangat, Morbidelli Days China 2025 menjadi saksi kebangkitan merek legendaris Italia dalam wujud baru yang lebih maju dan global.
Lebih dari 500 peserta dari 40 negara — mulai dari jurnalis, teknisi, distributor, hingga mitra industri — berkumpul untuk menyaksikan babak baru sejarah Morbidelli. Acara ini bukan sekadar perayaan, tapi sebuah momen simbolis lahirnya sinergi desain Italia dengan kecanggihan industri Tiongkok.

“Ziyang adalah lompatan kami menuju era baru manufaktur cerdas, tempat di mana desain Italia, inovasi Tiongkok, dan visi global berpadu untuk mendefinisikan ulang masa depan mobilitas,” ujar George Wang, Presiden Keeway Group, yang menaungi Morbidelli.
Dalam satu dekade terakhir, Keeway Group berevolusi pesat dari sekadar eksportir menjadi pemain global penuh, dengan jaringan kantor di Italia, Spanyol, Indonesia, AS, hingga Tiongkok, mempekerjakan lebih dari 2.000 tenaga ahli di seluruh dunia. Visi mereka jelas: memproduksi lebih dari satu juta sepeda motor per tahun pada 2028.
Kompleks industri baru di Ziyang kini menjadi pusat produksi inti motor-motor Morbidelli berkapasitas menengah dan besar. Di atas lahan 70.000 meter persegi, berdiri fasilitas modern dengan lini perakitan AGV otomatis, inspeksi kualitas berbasis AI, dan sistem Digital Twin yang memantau setiap proses secara real time.
Kapasitas awal mencapai 230.000 unit per tahun, dengan potensi ekspansi hingga setengah juta unit pada tahap kedua. Ambisi besar ini menegaskan tekad Morbidelli untuk kembali menjadi nama yang disegani dalam dunia roda dua.
Setelah menyaksikan proses produksi, para peserta diajak ke Chengdu Tianfu International Circuit — sirkuit berlisensi FIA Grade A dan FIM Standard A — untuk merasakan langsung sensasi performa motor Morbidelli terbaru.
Dari trek F2 sepanjang 3,2 km hingga sirkuit gokart teknikal 1,1 km, hingga trek off-road dengan batu, kerikil, dan gundukan ekstrem, setiap model seperti T1002V, T502X, hingga T250X PRO menunjukkan jati diri Morbidelli: sporty, presisi, dan penuh karakter.
Suspensi yang bisa disesuaikan, sistem ABS dual-channel, serta traksi yang stabil di berbagai permukaan membuktikan satu hal — Morbidelli bukan sekadar nama legendaris, tapi ikon yang bangkit dengan kekuatan baru.
Acara ditutup dengan gala dinner elegan di Hotel Lin Kong Jin Jiang, tempat para tamu dari lima benua bersulang untuk masa depan mobilitas dunia. Malam itu, bukan hanya mesin yang bergetar — tapi juga semangat Italia yang kembali hidup dalam denyut inovasi Tiongkok.
Event
Exclusive Media Day GIIAS 2026 Resmi Dimulai, GAIKINDO Optimistis Industri Otomotif Terus Bertumbuh
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, resmi memasuki rangkaian Exclusive Media Day. Momen ini menjadi pembuka sebelum pameran dibuka untuk masyarakat umum sekaligus menjadi panggung bagi berbagai produsen otomotif untuk memperkenalkan inovasi dan produk terbarunya.
Melalui penyelenggaraan GIIAS 2026, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) kembali menunjukkan optimisme terhadap prospek industri otomotif nasional yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar di tengah perubahan tren menuju kendaraan elektrifikasi dan teknologi mobilitas masa depan.

Exclusive Media Day juga menjadi kesempatan bagi media untuk melihat lebih dekat berbagai peluncuran kendaraan baru, teknologi terkini, hingga strategi para pabrikan dalam menghadapi persaingan industri otomotif yang semakin kompetitif.
GIIAS Jadi Barometer Industri Otomotif Nasional
Sebagai salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara, GIIAS tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk baru, tetapi juga menjadi indikator perkembangan industri otomotif Indonesia.
Berbagai merek otomotif global memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan kendaraan terbaru, baik di segmen mobil penumpang, kendaraan listrik, sepeda motor, kendaraan komersial, maupun teknologi pendukung industri otomotif.
Kehadiran puluhan merek dunia menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu pasar strategis di kawasan Asia.
GAIKINDO Yakin Pasar Otomotif Terus Bertumbuh

GAIKINDO menilai antusiasme peserta dan tingginya partisipasi berbagai merek otomotif menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri nasional.
Selain menjadi ajang promosi produk baru, GIIAS juga diharapkan mampu mendorong peningkatan penjualan kendaraan, mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan, serta memperkuat investasi sektor otomotif di Indonesia.
Optimisme tersebut didukung semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi, teknologi keselamatan modern, hingga inovasi digital yang mulai diterapkan berbagai produsen.
Ajang Peluncuran Kendaraan dan Teknologi Baru
Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, pengunjung akan disuguhkan berbagai peluncuran kendaraan baru dari sejumlah pabrikan ternama.
Tidak hanya mobil dan sepeda motor terbaru, berbagai teknologi masa depan seperti kendaraan listrik, sistem konektivitas pintar, Advanced Driver Assistance System (ADAS), hingga solusi mobilitas berkelanjutan juga menjadi daya tarik utama dalam pameran tahun ini.
GIIAS 2026 kembali menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia terus berkembang dan siap mengikuti transformasi global menuju era kendaraan yang lebih canggih, efisien, dan ramah lingkungan.
Event
Arjuna EV UGM Luncurkan Surasakti AF-06, Mobil Formula Student Listrik 104 HP Siap Taklukkan Jepang
Tim riset mobil listrik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arjuna EV UGM, resmi memperkenalkan mobil balap Formula Student generasi terbaru bernama Surasakti AF-06. Mobil listrik generasi ke-14 ini diluncurkan pada 17 Juli 2026 di Joglo Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai senjata utama untuk menghadapi Formula SAE Japan 2026.
Tak sekadar hadir dengan desain baru, Surasakti AF-06 membawa peningkatan besar di sektor engineering, aerodinamika, hingga sistem kelistrikan yang seluruhnya dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia. Mobil ini menjadi bukti bahwa teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa semakin kompetitif di level internasional.
Performa Buas, Bobot Ringan
Surasakti AF-06 mengalami pengembangan menyeluruh dibanding pendahulunya. Tim Arjuna EV berhasil memangkas bobot kendaraan sekaligus mengoptimalkan aerodinamika sehingga mobil memiliki karakter yang lebih ringan, stabil, dan responsif saat melibas tikungan maupun berakselerasi.
Berbagai komponen penting juga dikembangkan secara mandiri (in-house development), mulai dari Battery Management System (BMS), Vehicle Control Unit (VCU), Power Distribution Unit (PDU), hingga Pit Monitoring System.
Spesifikasi utamanya meliputi:
- Daya maksimum: 104,6 hp
- Torsi maksimum: 900 Nm
- Bobot kendaraan: 298 kg
- Akselerasi 0–100 km/jam: 4,3 detik
- Aerodynamic Downforce: 350 Newton
Dengan kombinasi tenaga besar dan bobot yang ringan, Surasakti AF-06 diproyeksikan mampu meningkatkan performa pada berbagai dynamic event Formula SAE Japan, mulai dari acceleration, skidpad, autocross, hingga endurance.
Livery Wayang dengan Filosofi Arjuna
Tak hanya unggul secara teknis, Surasakti AF-06 juga tampil berbeda melalui livery bertema pewayangan.

Mengusung filosofi “Back to the Roots”, nama Surasakti serta grafis kendaraan terinspirasi dari tokoh Arjuna, yang melambangkan keberanian, kebijaksanaan, kejujuran, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan.
Desain visual tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Esa Unggul, Gabriel Joseph.
Tim Arjuna EV mengusung filosofi pengembangan:
- 20% Art
- 40% Engineering
- 40% Teamwork
Konsep tersebut menjadi identitas baru yang memadukan unsur budaya Indonesia dengan teknologi balap modern.
Target Harumkan Nama Indonesia
Melalui Surasakti AF-06, Arjuna EV UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik berbasis riset.
Bagi tim, Formula Student bukan sekadar kompetisi adu cepat, melainkan wadah untuk menguji inovasi, kemampuan engineering, strategi tim, hingga manajemen proyek dalam standar industri otomotif global.
Seluruh pengembangan pada Surasakti AF-06 kini difokuskan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di ajang Formula SAE Japan 2026, sekaligus membuktikan bahwa mobil balap listrik buatan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan universitas terbaik dunia.
Event
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran 3 Jadi Ajang Pemanasan Menuju ARRC
Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki Putaran 3 dengan atmosfer persaingan yang semakin kompetitif. Sebanyak 107 pembalap ambil bagian dalam seri kali ini yang tak hanya menjadi perebutan poin Kejuaraan Nasional (Kejurnas), tetapi juga menjadi ajang simulasi penting sebelum tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika.
Sebagai salah satu kejuaraan balap motor nasional paling bergengsi, MRS terus berkembang menjadi wadah pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional. Pada putaran ketiga ini, penyelenggara bahkan memperkenalkan sistem kualifikasi baru yang mengadopsi standar kompetisi dunia.
107 Starter Bertarung di Enam Kelas Balap

Putaran ketiga MRS 2026 mempertandingkan enam kelas yang terdiri atas empat kelas Kejuaraan Nasional dan dua kelas pendukung.
Kelas Kejurnas meliputi:
- National Sport 150 (NS150)
- National Sport 250 (NS250)
- Supersport 600 (SS600)
- Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC)
Sedangkan kelas pendukung terdiri dari:
- Underbone 150
- Junior Sport 250 U-18
Kehadiran lebih dari 100 starter menunjukkan antusiasme tinggi para pembalap nasional untuk bersaing di Sirkuit Mandalika.
Sistem Kualifikasi Baru Ala Kejuaraan Internasional
Salah satu pembaruan terbesar pada Putaran 3 adalah diterapkannya format kualifikasi baru untuk kelas NS250 dan Indonesia Junior Talent Cup U-15.
Dalam sistem tersebut, 10 pembalap tercepat berdasarkan akumulasi dua sesi Free Practice langsung lolos ke Q2.
Sementara pembalap yang berada di luar 10 besar harus terlebih dahulu menjalani Q1, di mana hanya lima pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2.
Format ini diperkenalkan agar para pembalap Indonesia terbiasa dengan sistem yang digunakan di berbagai kejuaraan internasional.
CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menegaskan bahwa MRS bukan hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga sarana edukasi agar pembalap memahami regulasi internasional sejak usia dini.
Persiapan Penting Menuju ARRC Mandalika
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyebut Putaran 3 menjadi tahapan yang sangat penting menjelang penyelenggaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) di Mandalika.
Menurutnya, seri ini menjadi kesempatan terbaik bagi para pembalap untuk mematangkan fisik, teknik, strategi balap, hingga adaptasi terhadap karakter lintasan sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.
Di sisi lain, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan motorsport Indonesia melalui program Energizing Indonesia, dengan harapan lahir semakin banyak pembalap nasional yang mampu bersaing di level internasional.
Mandalika Racing Series 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung dalam lima putaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata RI, Bank BRI, Pirelli, Honda, Yamaha, GS Astra, Ohlins Indonesia, Arai Indonesia, Cargloss Helmets, RCB, UMA, Speedwork, dan sejumlah mitra otomotif lainnya.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor12 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
