Uncategorized
Suzuki GSX-8T & GSX-8TT: Perpaduan Warisan Legenda dan Inovasi Masa Depan
Suzuki kembali menghidupkan semangat masa lalu dengan cara yang elegan. Di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025, pabrikan berlogo “S” itu memperkenalkan dua motor besar terbarunya — GSX-8T dan GSX-8TT — yang menjadi simbol dari perpaduan antara nostalgia dan kemajuan teknologi modern.
Mengusung filosofi “Timeless Innovation”, keduanya dirancang untuk menyentuh sisi emosional para pencinta motor klasik, sekaligus memuaskan dahaga akan performa dan teknologi masa kini. Suzuki seperti ingin berkata, “warisan bukan untuk dikenang, tapi untuk terus hidup di masa depan.”

Aura Klasik, Tenaga Modern
GSX-8T tampil gagah dengan desain naked yang terinspirasi dari Suzuki T500 “Titan” era 1960-an — motor legendaris yang menjadi tonggak sejarah performa Suzuki. Sentuhan modern terlihat pada pencahayaan full LED dan panel digital futuristik, menjadikannya sosok retro yang hidup di dunia modern.
Sementara GSX-8TT hadir lebih agresif, memadukan gaya café racer 1970-an dengan sentuhan aerodinamis masa kini. Huruf “TT” (Timeless Titan) menjadi simbol bahwa motor ini tak sekadar desain klasik — tapi sebuah penghormatan bagi kejayaan Suzuki di lintasan balap masa lalu.
Detail yang Penuh Makna
Kedua motor dibalut warna hitam matte elegan dengan emblem bola biliar angka delapan tiga dimensi di sisi bodi — simbol kemenangan dan ketepatan. Lampu depan bundar khas era retro, dipadukan dengan garis DRL modern dan spion bar-end, menjadi representasi kuat dari filosofi Suzuki: membangun masa depan tanpa melupakan akar sejarahnya.
Kombinasi elemen estetika klasik dan kecanggihan teknologi inilah yang menjadikan GSX-8T dan GSX-8TT bukan hanya sekadar motor, tapi ikon emosional bagi para pencinta moge neo-retro di era modern.
Uncategorized
Honda Navi 2026, Motor Matic Mini dengan Aura Grom yang Bikin Penasaran
Honda kembali menghadirkan warna baru di segmen motor mini lewat Honda Navi 2026, sebuah kendaraan unik yang berada di antara skuter dan motor mini bergaya sporty. Model ini tidak sepenuhnya matic konvensional, namun juga bukan motor manual, sehingga oleh Honda disebut sebagai Hybrid MiniMoto.
Konsep tersebut memadukan kepraktisan skuter dengan tampilan motor mini yang agresif dan playful. Sekilas, siluetnya mengingatkan pada Honda Grom, namun dengan pendekatan berkendara yang jauh lebih santai dan ramah untuk semua kalangan.

Di sektor dapur pacu, Honda Navi mengandalkan mesin 109 cc yang dirancang untuk efisiensi dan kehalusan. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis V-Matic, membuat pengendara cukup memutar gas tanpa perlu repot mengoper gigi. Sensasinya mirip skuter, tetapi dibalut karakter motor mini yang lebih fun.
Dimensi yang ringkas dan bobot ringan menjadi salah satu daya tarik utama Navi. Karakter ini membuatnya sangat mudah dikendalikan, baik oleh pemula, pengendara baru, maupun mereka yang membutuhkan motor praktis untuk mobilitas harian di kawasan perkotaan.
Respons mesin di putaran bawah hingga menengah terasa lincah, cocok untuk stop-and-go di lalu lintas padat. Ditambah radius putar yang kecil, Honda Navi mampu bermanuver dengan mudah di jalan sempit—sebuah keunggulan penting untuk penggunaan urban.
Sebagai nilai tambah, Honda membekali Navi dengan kompartemen penyimpanan depan yang bisa dikunci. Fitur ini praktis untuk menyimpan barang kecil tanpa harus menambahkan boks atau aksesori tambahan.
Untuk model tahun 2026, Honda Navi hadir dengan pilihan warna segar seperti Putih, Arctic Silver Metallic, Pearl Red, dan Blue Metallic. Soal harga, motor matic mini ini dipasarkan di angka US$2.199, atau setara sekitar Rp36 jutaan, menjadikannya opsi menarik bagi pencari motor unik, praktis, dan bergaya.

Motor
Fitur HSTC New Honda ADV160, Teman Setia Berkendara Aman Saat Libur Lebaran
Menjelang momen libur Lebaran, keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama bagi pemotor yang harus melintasi jalur mudik panjang hingga kawasan wisata dengan kondisi jalan yang tak selalu ideal. Hujan, permukaan licin, hingga kontur jalan yang beragam kerap menjadi tantangan tersendiri di perjalanan.
Di sinilah New Honda ADV160 hadir sebagai partner perjalanan yang lebih menenangkan. Skutik petualang ini dibekali fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), sebuah sistem kontrol traksi pintar yang dirancang untuk menjaga stabilitas motor saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

HSTC bekerja dengan memantau perbedaan putaran roda dan secara otomatis mengatur torsi mesin ketika roda belakang terdeteksi kehilangan traksi. Hasilnya, akselerasi tetap terasa halus dan ban belakang tidak mudah selip, terutama saat melewati jalan basah, berpasir, atau permukaan yang tidak rata.
Manfaatnya sangat terasa di musim hujan. Dalam situasi tertentu, membuka gas di jalan licin sering membuat roda belakang terasa “ngesot” atau seperti ingin mendahului roda depan. Dengan HSTC, distribusi tenaga dijaga tetap seimbang, sehingga motor lebih patuh mengikuti arah kemudi dan pengendara bisa tetap percaya diri.

Tak hanya canggih, fitur ini juga mudah digunakan. Status HSTC dapat dipantau langsung melalui panel meter, sementara pengaktifan atau penonaktifan cukup dilakukan lewat tombol di setang kiri. Pengendara pun bebas menyesuaikan fitur ini sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dihadapi.
Memasuki libur Lebaran, kesiapan motor bukan hanya soal mesin prima dan ban tebal, tetapi juga dukungan teknologi keselamatan. Kehadiran HSTC pada New Honda ADV160 menjadi nilai tambah penting yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan sepanjang perjalanan—baik saat mudik maupun berwisata bersama keluarga.
Dengan teknologi ini, Honda kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya di kondisi berkendara sehari-hari.
Motor
Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa
Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.
Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.
Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.
Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.
Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.
Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.
Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.
Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
