Connect with us

Mobil

Dari Lelucon April Mop Jadi Mobil Balap, BMW Siapkan M3 GT3 Touring untuk Nurburgring 24 Jam 2026

Published

on

Langkah unik datang dari pabrikan asal Jerman, BMW, yang akan menghadirkan proyek balap tak biasa pada ajang Nürburgring 24 Hours 2026. Mobil yang awalnya hanya muncul sebagai lelucon April Mop kini benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata: BMW M3 GT3 Touring.

Mobil balap berbasis wagon tersebut akan turun di kategori SPX yang diperuntukkan bagi kendaraan eksperimental di sirkuit legendaris Nürburgring Nordschleife.

Menariknya, proyek ini berawal dari unggahan iseng di media sosial BMW pada 1 April 2025. Saat itu BMW menampilkan render mobil GT3 berbasis BMW M3 Touring G81. Alih-alih sekadar menjadi bahan candaan, respons komunitas motorsport justru luar biasa.

Unggahan tersebut meraih lebih dari 1,6 juta penayangan, memicu antusiasme besar dari penggemar balap yang meminta agar konsep tersebut benar-benar diwujudkan. Reaksi itu akhirnya menarik perhatian manajemen BMW di Munich, yang kemudian memutuskan untuk mengembangkan mobil tersebut secara serius.

Hanya dalam waktu sekitar delapan bulan, lahirlah proyek BMW M3 Touring 24H. Secara teknis, mobil ini menggunakan basis yang sama dengan BMW M4 GT3 Evo, namun mengusung bodi wagon dari M3 Touring.

Dimensi mobil ini sedikit berbeda dari saudara GT3-nya. Panjangnya bertambah sekitar 200 mm, sementara tinggi keseluruhan termasuk sayap belakang sekitar 32 mm lebih tinggi dibanding M4 GT3 Evo, meski secara teknis spesifikasi performanya tetap identik.

Untuk menjalankan proyek ini di lintasan, BMW mempercayakan tim Schubert Motorsport sebagai operator mobil. Tim tersebut juga akan menggunakan ban dari Yokohama, sama seperti program balap M4 GT3 di kelas SP9.

Empat pembalap pabrikan telah disiapkan untuk mengemudikan mobil unik ini, yakni Jens Klingmann, Ugo de Wilde, Connor De Phillippi, dan Neil Verhagen.

Direktur BMW M Motorsport, Andreas Roos, mengaku sangat antusias dengan proyek ini karena belum pernah ada program serupa sebelumnya dalam sejarah divisi motorsport BMW.

Menurutnya, Nürburgring selalu menjadi tempat spesial bagi BMW dan para penggemarnya, sehingga menghadirkan mobil unik seperti M3 Touring GT3 di “Neraka Hijau” akan menjadi pengalaman yang sangat menarik.

Di kelas SPX nanti, BMW wagon tersebut juga berpotensi menghadapi rival unik lainnya, yakni HWA EVO.R, reinterpretasi modern dari legenda Mercedes-Benz 190E 2.5-16 Evo II.

Menariknya lagi, mobil HWA tersebut sempat diuji dengan pembalap Bruno Spengler, mantan bintang BMW, yang kemungkinan akan bertarung melawan mantan pabrikan yang pernah dibelanya di Nürburgring.

Kemunculan M3 Touring GT3 juga menghidupkan kembali tradisi mobil estate di dunia balap. Dalam sejarah touring car, mobil wagon pernah menjadi sorotan melalui Volvo 850 Estate di British Touring Car Championship musim 1994.

Beberapa tahun kemudian, mobil estate juga meraih sukses melalui Honda Civic Tourer dan Subaru Levorg GT, yang bahkan mengantarkan Ash Sutton meraih gelar juara BTCC 2017.

Bagi BMW, proyek ini juga menjadi semacam penutup lingkaran sejarah. Pada tahun 2000, BMW sebenarnya pernah membuat prototipe rahasia BMW M3 E46 Touring, namun mobil tersebut tidak pernah diproduksi massal.

Barulah pada 2022, BMW resmi menghadirkan M3 Touring generasi G81 ke pasar. Kini, model tersebut bahkan berkembang lebih jauh dengan menjelma menjadi mobil balap GT3 yang siap menantang kerasnya lintasan Nürburgring.

Dari sebuah candaan April Mop hingga menjadi mobil balap sungguhan, kisah BMW M3 GT3 Touring menjadi bukti bahwa ide paling tak terduga pun bisa berubah menjadi proyek motorsport yang spektakuler.

Electric Vehicle

Wuling Motors Buka Suara soal Permasalahan Konsumen di Salah Satu Dealer Surabaya

Published

on

By

Jakarta, 3 September 2026 – Wuling Motors akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan yang terjadi dalam proses pembelian kendaraan di salah satu jaringan dealer resminya di Surabaya.

Melalui keterangan resminya, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian maupun ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat permasalahan tersebut.

Dari hasil penelusuran internal, Wuling Motors menyebut telah ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam proses transaksi yang dilakukan oleh oknum wiraniaga.

Wuling Motors menegaskan bahwa tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur perusahaan, terlebih apabila berpotensi merugikan konsumen, tidak dapat ditoleransi.

Wuling Motors Siapkan Langkah Korektif

Sebagai tindak lanjut, Wuling Motors akan mengambil tindakan terhadap dealer yang bersangkutan sekaligus melakukan langkah korektif untuk memastikan seluruh proses pelayanan dan transaksi kendaraan kembali berjalan sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Evaluasi juga akan dilakukan terhadap penerapan standar operasional di jaringan dealer resmi Wuling Motors. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan konsumen memperoleh haknya dalam setiap proses transaksi kendaraan.

Bagi konsumen, penerapan SOP dalam proses pembelian kendaraan menjadi salah satu aspek penting. Pasalnya, transaksi kendaraan tidak hanya berkaitan dengan produk yang dibeli, tetapi juga mencakup proses administrasi, pembayaran, dokumen kendaraan, hingga pemenuhan hak konsumen setelah transaksi berlangsung.

Perkuat Pengawasan Jaringan Dealer

Wuling Motors menyatakan akan terus memperkuat pengawasan terhadap penerapan SOP di seluruh jaringan dealer resminya. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjaga standar kualitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya permasalahan serupa di kemudian hari.

Perusahaan juga menegaskan apresiasinya terhadap kepercayaan yang diberikan konsumen. Pernyataan resmi ini sekaligus menjadi bentuk respons Wuling Motors atas persoalan yang terjadi di salah satu jaringan dealer di Surabaya.

Dengan adanya langkah korektif dan evaluasi internal, Wuling Motors berkomitmen untuk memastikan proses pembelian kendaraan di jaringan resminya tetap mengikuti standar perusahaan dan memberikan perlindungan terhadap hak konsumen.

Continue Reading

Electric Vehicle

MPV Listrik Li Mega Terbaru Punya Kabin Bak Ruang Tamu, Ada Meja Lipat!

Published

on

By

Li Auto bersiap memperkenalkan versi penyegaran Li Mega di pasar Tiongkok pada 2 September 2026. Bukan sekadar mendapatkan perubahan kosmetik, MPV listrik premium ini membawa sejumlah pembaruan yang berfokus pada kenyamanan dan fleksibilitas kabin.

Mengusung konsep “rumah kedua”, Li Mega terbaru mencoba menghadirkan pengalaman seperti berada di ruang keluarga selama perjalanan. Area kabinnya dibuat lebih terang, lapang, dan fleksibel agar penumpang bisa menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih santai.

Salah satu ubahan paling mencolok berada di bagian atap. Li Auto menyematkan lampu plafon berukuran besar yang ditempatkan di antara baris kedua dan ketiga. Kehadiran lampu tersebut bukan hanya memperkuat nuansa premium, tetapi juga membuat interior terasa lebih terbuka dan nyaman.

Kabin Fleksibel Bak Ruang Tamu

Konsep ruang tamu semakin terasa berkat pembaruan pada kursi baris kedua. Li Auto menggunakan sistem rel yang lebih panjang sehingga kursi dapat digeser dengan rentang lebih luas.

Menariknya, kursi tersebut juga bisa diputar sesuai kebutuhan penumpang. Fleksibilitas ini kemudian dipadukan dengan meja lipat di area tengah kabin.

Kombinasi tersebut membuat interior Li Mega terasa lebih dari sekadar kabin mobil. Penumpang bisa mendapatkan ruang untuk bersantai, bekerja, menikmati makanan, maupun beraktivitas selama perjalanan.

Li Auto juga memberikan sejumlah detail tambahan seperti kaca spion rias terintegrasi di bagian atap, panel kontrol AC berbasis layar sentuh, serta desain jok baru dengan motif diamond atau belah ketupat.

Dengan pendekatan tersebut, Li Mega semakin jelas diposisikan sebagai MPV listrik premium yang mengutamakan pengalaman penumpang, bukan hanya performa kendaraan.

Tenaga 553 HP dari Dua Motor Listrik

Meski fokus pada kenyamanan, sektor performa Li Mega juga tidak bisa dianggap remeh.

MPV listrik ini memiliki panjang 5.355 mm dengan wheelbase mencapai 3.300 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang yang cukup besar untuk mengakomodasi kabin dengan konfigurasi yang fleksibel.

Di balik bodinya terdapat sistem penggerak dual motor listrik dengan output gabungan mencapai 413 kW atau sekitar 553 hp.

Sumber energinya berasal dari baterai NMC Qilin 108 kWh yang dipasok oleh CATL. Dalam kondisi tertentu, Li Mega diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 710 km dalam sekali pengisian.

Charging 5C, Tambah 500 Km dalam 10 Menit

Salah satu teknologi yang menjadi daya tarik Li Mega adalah sistem kelistrikan 800 volt yang dikombinasikan dengan teknologi fast charging 5C.

Li Auto mengklaim sistem tersebut mampu memberikan tambahan jarak tempuh hingga 500 km hanya dalam waktu sekitar 10 menit pengisian.

Namun, angka tersebut tentunya bergantung pada kondisi baterai, infrastruktur charger, suhu, serta kondisi pengisian. Meski begitu, kemampuan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi pengisian cepat menjadi salah satu fokus penting dalam perkembangan mobil listrik premium.

Untuk menunjang kenyamanan, Li Mega menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan multi-link di belakang.

Tidak berhenti di situ, MPV ini juga mendapatkan suspensi udara dual-chamber yang dirancang untuk meningkatkan kualitas redaman sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

Li Mega Jadi Andalan Baru Li Auto

Penyegaran Li Mega menjadi langkah penting bagi Li Auto untuk kembali memperkuat posisi di segmen MPV listrik premium.

Model sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan di pasar, mulai dari kontroversi desain hingga isu recall. Karena itu, versi terbaru membawa sejumlah pembaruan untuk meningkatkan daya tarik, terutama melalui sektor kenyamanan kabin dan teknologi pengisian daya.

Li Mega generasi sebelumnya tersedia dalam dua trim, yakni Ultra dan Home, dengan harga masing-masing sekitar 529.800 yuan dan 559.800 yuan.

Sementara untuk model penyegaran, harga diperkirakan berada di kisaran US$80.000 atau sekitar Rp1,24 miliar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan harga resmi akan diumumkan saat peluncuran di China pada 2 September 2026.

Dengan kabin ala ruang tamu, dua motor listrik bertenaga 553 hp, baterai 108 kWh, arsitektur 800 volt, hingga teknologi fast charging 5C, Li Mega terbaru menunjukkan bahwa masa depan MPV listrik premium bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bagaimana kabin menjadi ruang hidup selama perjalanan.

Continue Reading

Mobil

Modifikasi Otomotif Resmi Jadi Industri Kreatif Nasional, Bukan Sekadar Hobi

Published

on

By

JAKARTA – Dunia modifikasi otomotif Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah kini menetapkan modifikasi otomotif sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif nasional, sehingga aktivitas yang selama ini identik dengan hobi dan komunitas mulai mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari sektor ekonomi.

Penetapan tersebut masuk dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai perkembangan ekosistem modifikasi di Indonesia telah menunjukkan potensi ekonomi yang semakin besar.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengakuan tersebut membuat modifikasi otomotif tidak lagi hanya dilihat sebagai aktivitas hobi. Sektor ini dapat memiliki kontribusi yang lebih terukur melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja hingga kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Modifikasi Otomotif Dinilai Mampu Ciptakan Nilai Tambah

Menurut Riefky, berkembangnya industri modifikasi otomotif Indonesia tidak terlepas dari kreativitas serta kemampuan talenta lokal dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

Pengembangan kendaraan melalui modifikasi melibatkan berbagai aspek, mulai dari desain, kreativitas, inovasi, rekayasa teknik hingga personalisasi kendaraan.

“Pengakuan modifikasi otomotif sebagai bagian dari industri kreatif nasional tidak lepas dari perkembangan positif talenta dan ekosistem modifikasi otomotif yang mampu menciptakan nilai tambah melalui kreativitas, inovasi, rekayasa, dan personalisasi kendaraan,” ujar Riefky dalam keterangan resminya.

Dengan masuknya modifikasi otomotif ke dalam ekosistem ekonomi kreatif, pemerintah juga melihat perlunya penguatan industri dari berbagai sisi.

Mulai dari pengembangan talenta, inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan hingga perluasan pasar menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem modifikasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bukan Cuma Builder, Banyak Sektor Ikut Bergerak

Industri modifikasi otomotif memiliki rantai ekosistem yang cukup luas.

Di dalamnya terdapat builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media hingga content creator.

Artinya, satu proyek modifikasi tidak hanya menghasilkan sebuah kendaraan dengan tampilan berbeda. Di baliknya terdapat banyak profesi dan sektor usaha yang ikut bergerak.

Riefky menilai para pelaku industri tersebut tidak hanya menciptakan karya secara estetika, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan memperkuat rantai industri otomotif dari hulu hingga hilir.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa modifikasi otomotif dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan industri kreatif.

Kreativitas menjadi bahan bakar, teknologi menjadi alat, sementara kendaraan menjadi medium untuk menghasilkan sebuah karya.

Karya Modifikasi Indonesia Mulai Mendunia

Potensi industri modifikasi Indonesia juga terlihat dari semakin banyaknya karya builder lokal yang mendapat perhatian di panggung internasional.

Karya modifikasi Indonesia telah mulai tampil dalam berbagai ajang otomotif global. Salah satunya melalui proyek BMW Passato yang dipersiapkan untuk tampil di SEMA Show di Las Vegas, Amerika Serikat.

Kehadiran karya Indonesia di pameran aftermarket dan modifikasi berskala global menjadi salah satu gambaran bahwa kemampuan builder dan pelaku industri lokal memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional.

Menurut Riefky, ketika karya modifikasi Indonesia tampil di panggung global, yang dibawa bukan hanya kendaraan.

Ada cerita mengenai kreativitas, kemampuan teknis, desain, serta kualitas ekosistem modifikasi Indonesia.

Momentum Modifikasi Indonesia Naik Kelas

Pengakuan pemerintah terhadap modifikasi otomotif sebagai bagian dari industri kreatif nasional dapat menjadi momentum bagi pelaku aftermarket dan modifikasi untuk berkembang lebih jauh.

Ke depan, tantangannya bukan hanya menghasilkan kendaraan yang menarik secara visual, tetapi juga membangun industri yang memiliki standar kualitas, inovasi, kekayaan intelektual, daya saing serta akses pasar yang lebih luas.

Dengan ekosistem yang semakin berkembang, industri modifikasi Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pusat kreativitas otomotif di dalam negeri, tetapi juga membawa karya lokal ke pasar internasional.

Dari garasi, workshop dan komunitas, modifikasi otomotif kini punya peluang untuk naik kelas menjadi industri yang memiliki nilai ekonomi nyata bagi Indonesia.

Continue Reading

Trending