Connect with us

Event

Shammie Zacky Tunjukkan Mental Baja di Paruh Pertama Dakar 2026

Published

on

Paruh pertama Reli Dakar 2026 menjadi panggung pembuktian bagi pereli Indonesia, Shammie Zacky Baridwan. Menghadapi kerasnya medan gurun dan rute ekstrem, Shammie berhasil menembus 10 besar klasemen sementara Dakar Classic, sebuah pencapaian prestisius di tengah kompetisi kelas dunia.

Hasil ini terasa semakin istimewa mengingat Dakar dikenal sebagai salah satu ajang reli paling brutal di dunia. Shammie, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Land Rover Club Indonesia (LRCI), mampu menunjukkan ketangguhan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan lintasan yang menguji batas kemampuan manusia dan mesin.

Saat jeda balapan atau rest day pada Sabtu (10/01), Shammie membagikan pengalamannya setelah melakoni tujuh hari perlombaan. Ia menegaskan bahwa di Dakar, target utama bukan sekadar kecepatan, melainkan bertahan dan mencapai garis finis di setiap etape.

“Balapan ini sangat berat. Setiap hari kami dihadapkan pada jarak tempuh yang sangat panjang. Itu benar-benar menguras energi dan fokus, tapi semua harus ditaklukkan,” ungkap Shammie.

Ratusan kilometer lintasan gurun pasir menjadi ujian nyata. Rasa lelah, kantuk, hingga dehidrasi kerap datang tanpa kompromi. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian tak terlupakan dari perjalanan Dakar.

“Untuk menyiasati kelelahan dan dehidrasi, saya selalu membawa camilan dan air minum dalam jumlah kecil agar stamina tetap terjaga,” tambahnya.

Meski harus berjuang ekstra di setiap etape, hasil yang diraih Shammie terbilang sangat solid. Hingga tujuh stage, termasuk Special Stage Prologue, pereli yang tergabung bersama tim Compagnie Saharienne asal Prancis ini mampu mencatatkan performa konsisten di papan atas.

Saat ini, Shammie berada di peringkat kedelapan klasemen overall Dakar Classic dan posisi keempat Kelas H1. Sebuah hasil yang patut diapresiasi, mengingat ia bersaing langsung dengan para pereli legendaris dunia yang telah puluhan kali mencicipi kerasnya Dakar.

“Bersyukur bisa berada di posisi ini. Tidak mudah bersaing dengan pereli-pereli yang sudah sangat berpengalaman di Dakar. Mereka tahu betul cara membaca medan, tapi sejauh ini hasil yang kami raih sudah sangat memuaskan,” tutup Shammie dengan optimisme.

Event

Exclusive Media Day GIIAS 2026 Resmi Dimulai, GAIKINDO Optimistis Industri Otomotif Terus Bertumbuh

Published

on

By

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, resmi memasuki rangkaian Exclusive Media Day. Momen ini menjadi pembuka sebelum pameran dibuka untuk masyarakat umum sekaligus menjadi panggung bagi berbagai produsen otomotif untuk memperkenalkan inovasi dan produk terbarunya.

Melalui penyelenggaraan GIIAS 2026, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) kembali menunjukkan optimisme terhadap prospek industri otomotif nasional yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar di tengah perubahan tren menuju kendaraan elektrifikasi dan teknologi mobilitas masa depan.

Exclusive Media Day juga menjadi kesempatan bagi media untuk melihat lebih dekat berbagai peluncuran kendaraan baru, teknologi terkini, hingga strategi para pabrikan dalam menghadapi persaingan industri otomotif yang semakin kompetitif.

GIIAS Jadi Barometer Industri Otomotif Nasional

Sebagai salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara, GIIAS tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk baru, tetapi juga menjadi indikator perkembangan industri otomotif Indonesia.

Berbagai merek otomotif global memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan kendaraan terbaru, baik di segmen mobil penumpang, kendaraan listrik, sepeda motor, kendaraan komersial, maupun teknologi pendukung industri otomotif.

Kehadiran puluhan merek dunia menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu pasar strategis di kawasan Asia.

GAIKINDO Yakin Pasar Otomotif Terus Bertumbuh

GAIKINDO menilai antusiasme peserta dan tingginya partisipasi berbagai merek otomotif menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri nasional.

Selain menjadi ajang promosi produk baru, GIIAS juga diharapkan mampu mendorong peningkatan penjualan kendaraan, mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan, serta memperkuat investasi sektor otomotif di Indonesia.

Optimisme tersebut didukung semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi, teknologi keselamatan modern, hingga inovasi digital yang mulai diterapkan berbagai produsen.

Ajang Peluncuran Kendaraan dan Teknologi Baru

Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, pengunjung akan disuguhkan berbagai peluncuran kendaraan baru dari sejumlah pabrikan ternama.

Tidak hanya mobil dan sepeda motor terbaru, berbagai teknologi masa depan seperti kendaraan listrik, sistem konektivitas pintar, Advanced Driver Assistance System (ADAS), hingga solusi mobilitas berkelanjutan juga menjadi daya tarik utama dalam pameran tahun ini.

GIIAS 2026 kembali menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia terus berkembang dan siap mengikuti transformasi global menuju era kendaraan yang lebih canggih, efisien, dan ramah lingkungan.

Continue Reading

Event

Arjuna EV UGM Luncurkan Surasakti AF-06, Mobil Formula Student Listrik 104 HP Siap Taklukkan Jepang

Published

on

By

Tim riset mobil listrik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arjuna EV UGM, resmi memperkenalkan mobil balap Formula Student generasi terbaru bernama Surasakti AF-06. Mobil listrik generasi ke-14 ini diluncurkan pada 17 Juli 2026 di Joglo Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai senjata utama untuk menghadapi Formula SAE Japan 2026.

Tak sekadar hadir dengan desain baru, Surasakti AF-06 membawa peningkatan besar di sektor engineering, aerodinamika, hingga sistem kelistrikan yang seluruhnya dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia. Mobil ini menjadi bukti bahwa teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa semakin kompetitif di level internasional.

Performa Buas, Bobot Ringan

Surasakti AF-06 mengalami pengembangan menyeluruh dibanding pendahulunya. Tim Arjuna EV berhasil memangkas bobot kendaraan sekaligus mengoptimalkan aerodinamika sehingga mobil memiliki karakter yang lebih ringan, stabil, dan responsif saat melibas tikungan maupun berakselerasi.

Berbagai komponen penting juga dikembangkan secara mandiri (in-house development), mulai dari Battery Management System (BMS), Vehicle Control Unit (VCU), Power Distribution Unit (PDU), hingga Pit Monitoring System.

Spesifikasi utamanya meliputi:

  • Daya maksimum: 104,6 hp
  • Torsi maksimum: 900 Nm
  • Bobot kendaraan: 298 kg
  • Akselerasi 0–100 km/jam: 4,3 detik
  • Aerodynamic Downforce: 350 Newton

Dengan kombinasi tenaga besar dan bobot yang ringan, Surasakti AF-06 diproyeksikan mampu meningkatkan performa pada berbagai dynamic event Formula SAE Japan, mulai dari acceleration, skidpad, autocross, hingga endurance.

Livery Wayang dengan Filosofi Arjuna

Tak hanya unggul secara teknis, Surasakti AF-06 juga tampil berbeda melalui livery bertema pewayangan.

Mengusung filosofi “Back to the Roots”, nama Surasakti serta grafis kendaraan terinspirasi dari tokoh Arjuna, yang melambangkan keberanian, kebijaksanaan, kejujuran, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan.

Desain visual tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Esa Unggul, Gabriel Joseph.

Tim Arjuna EV mengusung filosofi pengembangan:

  • 20% Art
  • 40% Engineering
  • 40% Teamwork

Konsep tersebut menjadi identitas baru yang memadukan unsur budaya Indonesia dengan teknologi balap modern.

Target Harumkan Nama Indonesia

Melalui Surasakti AF-06, Arjuna EV UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik berbasis riset.

Bagi tim, Formula Student bukan sekadar kompetisi adu cepat, melainkan wadah untuk menguji inovasi, kemampuan engineering, strategi tim, hingga manajemen proyek dalam standar industri otomotif global.

Seluruh pengembangan pada Surasakti AF-06 kini difokuskan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di ajang Formula SAE Japan 2026, sekaligus membuktikan bahwa mobil balap listrik buatan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan universitas terbaik dunia.

Continue Reading

Event

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran 3 Jadi Ajang Pemanasan Menuju ARRC

Published

on

By

Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki Putaran 3 dengan atmosfer persaingan yang semakin kompetitif. Sebanyak 107 pembalap ambil bagian dalam seri kali ini yang tak hanya menjadi perebutan poin Kejuaraan Nasional (Kejurnas), tetapi juga menjadi ajang simulasi penting sebelum tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika.

Sebagai salah satu kejuaraan balap motor nasional paling bergengsi, MRS terus berkembang menjadi wadah pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional. Pada putaran ketiga ini, penyelenggara bahkan memperkenalkan sistem kualifikasi baru yang mengadopsi standar kompetisi dunia.

107 Starter Bertarung di Enam Kelas Balap

Putaran ketiga MRS 2026 mempertandingkan enam kelas yang terdiri atas empat kelas Kejuaraan Nasional dan dua kelas pendukung.

Kelas Kejurnas meliputi:

  • National Sport 150 (NS150)
  • National Sport 250 (NS250)
  • Supersport 600 (SS600)
  • Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC)

Sedangkan kelas pendukung terdiri dari:

  • Underbone 150
  • Junior Sport 250 U-18

Kehadiran lebih dari 100 starter menunjukkan antusiasme tinggi para pembalap nasional untuk bersaing di Sirkuit Mandalika.


Sistem Kualifikasi Baru Ala Kejuaraan Internasional

Salah satu pembaruan terbesar pada Putaran 3 adalah diterapkannya format kualifikasi baru untuk kelas NS250 dan Indonesia Junior Talent Cup U-15.

Dalam sistem tersebut, 10 pembalap tercepat berdasarkan akumulasi dua sesi Free Practice langsung lolos ke Q2.

Sementara pembalap yang berada di luar 10 besar harus terlebih dahulu menjalani Q1, di mana hanya lima pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2.

Format ini diperkenalkan agar para pembalap Indonesia terbiasa dengan sistem yang digunakan di berbagai kejuaraan internasional.

CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menegaskan bahwa MRS bukan hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga sarana edukasi agar pembalap memahami regulasi internasional sejak usia dini.


Persiapan Penting Menuju ARRC Mandalika

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyebut Putaran 3 menjadi tahapan yang sangat penting menjelang penyelenggaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) di Mandalika.

Menurutnya, seri ini menjadi kesempatan terbaik bagi para pembalap untuk mematangkan fisik, teknik, strategi balap, hingga adaptasi terhadap karakter lintasan sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.

Di sisi lain, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan motorsport Indonesia melalui program Energizing Indonesia, dengan harapan lahir semakin banyak pembalap nasional yang mampu bersaing di level internasional.

Mandalika Racing Series 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung dalam lima putaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata RI, Bank BRI, Pirelli, Honda, Yamaha, GS Astra, Ohlins Indonesia, Arai Indonesia, Cargloss Helmets, RCB, UMA, Speedwork, dan sejumlah mitra otomotif lainnya.

Continue Reading

Trending