Connect with us

Moto GP

Serius Garap Regenerasi! Pertamina Enduro dan VR46 Bina Rider & Mekanik Muda Indonesia

Published

on

Pertamina Enduro kembali menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan balap motor Indonesia dengan melanjutkan kolaborasi strategis bersama VR46 Riders Academy di Sirkuit Mandalika. Program pembinaan ini menjadi wujud nyata investasi jangka panjang untuk menyiapkan talenta muda Tanah Air agar siap bersaing di level internasional.

Sebanyak 10 pembalap muda Indonesia terpilih mengikuti program ini setelah melewati proses seleksi ketat yang melibatkan PT Pertamina Lubricants dan manajemen Mandalika Racing Series (MRS). Para rider berasal dari kelas 150cc dan 250cc, dua jenjang krusial dalam piramida pembinaan balap nasional yang kerap melahirkan bintang masa depan.

Di Mandalika, para peserta tidak sekadar berlatih mengejar waktu tercepat. Mereka mendapatkan pembinaan menyeluruh, mulai dari peningkatan teknik berkendara, pemahaman karakter mesin dan spesifikasi motor, hingga penguatan mental bertanding—aspek krusial yang membedakan pembalap cepat dengan pembalap juara.

Nilai tambah terbesar dari program ini adalah kesempatan emas untuk berlatih langsung bersama lulusan VR46 Riders Academy serta didampingi tim mekanik berpengalaman. Tak berhenti di aspek teknis lintasan, peserta juga dibekali kemampuan non-teknis seperti public speaking dan pemahaman digital marketing, menyesuaikan tuntutan dunia motorsport modern yang menuntut pembalap tampil profesional di dalam dan luar sirkuit.

“Pembinaan balap bukan hanya soal kecepatan. Ini tentang membentuk talenta pembalap dan mekanik yang punya pemahaman teknis mendalam serta mental kompetisi yang kuat. Kolaborasi ini adalah upaya kami menghadirkan standar pembinaan balap dunia agar bisa diakses langsung oleh talenta Indonesia,” ujar Nugroho Setyo Utomo, Vice President Marketing PT Pertamina Lubricants.

Tak hanya fokus pada pembalap, ekosistem balap juga diperkuat melalui keterlibatan 10 mekanik muda dari berbagai SMK binaan CSR Pertamina Lubricants. Para mekanik ini mendapat kesempatan langka belajar langsung bersama tim mekanik VR46 Racing Team, memahami proses penyiapan motor balap, sistem pelumasan, hingga standar perawatan kendaraan profesional—sebuah fondasi penting yang sering luput dari sorotan.

Program pembinaan ini bahkan melampaui batas sirkuit. Pertamina Enduro bersama pembalap dan tim mekanik Pertamina Enduro VR46 Racing Team turut mengunjungi SMK Negeri 1 Kopang, Lombok, untuk berbagi ilmu dan pengalaman langsung kepada para siswa. Kunjungan ini menjadi sumber motivasi nyata bagi generasi muda yang bercita-cita meniti karier di dunia motorsport internasional.

Dari pihak VR46 Riders Academy, Carlo Casabianca menilai Indonesia memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan dengan pendekatan jangka panjang.
“Setiap negara punya karakter pembalap yang berbeda. Melalui program ini, kami ingin memahami cara terbaik mengembangkan talenta Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar hasil instan,” ungkapnya.

Pandangan serupa disampaikan Gianluca Falcioni, Team Manager VR46 Racing Team. Menurutnya, Mandalika adalah laboratorium ideal untuk pembelajaran balap.
“Karakter sirkuit dan lingkungannya sangat mendukung proses pembinaan. Program seperti ini penting untuk membangun fondasi teknis dan mental yang kuat bagi talenta lokal,” ujarnya.

Sementara itu, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, menekankan bahwa balap adalah proses panjang.
“Balap motor bukan hanya soal hasil di setiap akhir pekan. Ini tentang bagaimana pembalap berkembang setiap hari—memahami motor, tim, dan dirinya sendiri,” tutur Morbidelli.

Antusiasme besar juga dirasakan para peserta. Arai Agaska, salah satu pembalap Mandalika Racing Series yang terpilih, mengaku semakin termotivasi.
“Mendengar cerita dari senior yang pernah ikut VR46 Riders Academy membuka perspektif saya. Bukan cuma soal latihan, tapi cara berpikir dan bersikap sebagai pembalap profesional. Itu yang membuat saya ingin belajar langsung di sini,” ujarnya.

Adapun daftar pembalap terpilih dalam program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Mandalika terdiri dari: Felix Putra Mulya, M. Haikal Ramadhan, Arai Agaska, Fadhil Musyavi, Abid Azhar Musyarafa, M. Jallu Vesgio, Kenzie Akbar, M. Arkana Ardin Kurniawan, Agam Pratama, dan Ziven Rosul.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Pertamina Enduro dan VR46 Racing Team berharap dapat memperkuat fondasi ekosistem balap Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pembalap dan mekanik nasional yang siap bersaing di panggung balap dunia dengan standar MotoGP™.

Moto GP

Veda Ega Pratama Tercepat di Practice Moto3 GP Jerman 2026, Honda Team Asia Tunjukkan Performa Menjanjikan

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil luar biasa pada hari pertama Moto3 GP Jerman 2026. Rider Honda Team Asia tersebut sukses mencatatkan waktu tercepat di sesi Practice setelah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan sesi Free Practice 1 (FP1).

Menghadapi akhir pekan balap di Sachsenring tanpa rekan setimnya, Zen Mitani, yang masih menjalani pemulihan cedera, Veda mampu memikul tanggung jawab sebagai ujung tombak Honda Team Asia dengan sangat baik.

Bangkit Setelah Kesulitan di FP1

Awal akhir pekan balap tidak berjalan mudah bagi Veda. Pada sesi Free Practice 1 (FP1), pembalap bernomor 9 itu masih berusaha memahami karakter teknis Sachsenring yang dikenal memiliki dominasi tikungan kiri serta perubahan elevasi yang cukup ekstrem.

Proses adaptasi tersebut membuat Veda menutup FP1 di posisi ke-23.

Namun, perubahan besar terjadi pada sesi Practice yang digelar pada sore hari.

Bersama kru Honda Team Asia, Veda melakukan sejumlah penyempurnaan setelan motor yang membuat performanya meningkat drastis.

Hasilnya sangat impresif.

Veda Ega Pratama berhasil mencatatkan waktu 1 menit 25,848 detik, sekaligus menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice Moto3 GP Jerman 2026.

Catatan tersebut menjadi modal yang sangat positif menjelang FP2, sesi kualifikasi, dan balapan utama akhir pekan ini.

Performa Positif Berlanjut

Hasil di Sachsenring semakin mempertegas perkembangan performa Veda sepanjang musim Moto3 2026.

Dalam beberapa putaran terakhir, pembalap asal Indonesia tersebut terus menunjukkan peningkatan kecepatan dan semakin sering bersaing di kelompok depan bersama para pembalap papan atas Moto3.

Menjadi yang tercepat pada hari pertama juga memberikan suntikan motivasi besar bagi Honda Team Asia untuk menghadapi sisa akhir pekan balap.

Veda: Ini Baru Permulaan

Meski berhasil memimpin Practice, Veda memilih untuk tetap fokus.

“Saya sangat senang dengan hasil hari ini. Pagi tadi saya sedikit kesulitan menemukan feeling yang tepat dengan motor, jadi bersama tim kami bekerja keras memperbaikinya untuk sesi sore. Menjadi yang tercepat pada hari Jumat tentu memberikan perasaan yang luar biasa dan meningkatkan kepercayaan diri, tetapi ini baru hari pertama. Kami masih memiliki FP2, kualifikasi, dan balapan, jadi pekerjaan kami belum selesai,” ujar Veda.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh kru Honda Team Asia yang mampu menemukan setelan motor terbaik setelah FP1.

“Motor terasa jauh lebih baik pada sesi sore. Saya bisa berkendara lebih percaya diri dan mendorong motor mendekati batas maksimal. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja luar biasa. Kami harus tetap fokus dan terus meningkatkan performa agar bisa meraih hasil terbaik di akhir pekan ini.”

Peluang Besar di Sachsenring

Dengan performa yang ditunjukkan pada hari pertama, peluang Veda Ega Pratama untuk kembali bersaing di barisan depan Moto3 GP Jerman semakin terbuka.

Apabila mampu mempertahankan konsistensi saat FP2 dan kualifikasi, pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut memiliki peluang besar untuk memulai balapan dari posisi depan dan memburu hasil terbaiknya pada musim Moto3 2026.

Continue Reading

Moto GP

Veda Ega Pratama Jadi Tumpuan Honda Team Asia di Moto3 GP Jerman 2026

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akan menjadi harapan utama Honda Team Asia pada putaran Moto3 GP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Absennya Zen Mitani akibat cedera membuat tanggung jawab besar kini berada di pundak rider asal Gunungkidul tersebut.

Zen Mitani dipastikan tidak dapat tampil setelah mengalami kecelakaan pada balapan Moto3 GP Belanda di Assen pekan lalu. Rookie asal Jepang itu telah menjalani operasi dengan sukses dan kini fokus menjalani masa pemulihan sebelum kembali ke lintasan.

Dengan kondisi tersebut, Honda Team Asia hanya akan mengandalkan Veda Ega Pratama untuk mengamankan hasil maksimal di Sachsenring.

Modal Positif dari Assen

Meski gagal menyelesaikan balapan di Assen akibat terjatuh, Veda meninggalkan kesan positif sepanjang akhir pekan. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu mampu menunjukkan kecepatan yang kompetitif dan beberapa kali bertarung di rombongan depan bersama para pembalap papan atas Moto3.

Performa tersebut menjadi bekal berharga menghadapi putaran berikutnya di Jerman, terlebih kepercayaan dirinya terus meningkat setelah mampu tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Belanda.

Sachsenring, Sirkuit Teknis yang Menuntut Presisi

Moto3 GP Jerman akan digelar di Sachsenring, salah satu sirkuit paling unik dalam kalender MotoGP.

Lintasan sepanjang 3,67 kilometer itu memiliki karakter yang sangat teknis dengan dominasi tikungan ke kiri, perubahan elevasi yang signifikan, serta ritme balap yang menuntut konsentrasi tinggi dari para pembalap.

Walaupun dikenal sebagai sirkuit dengan kecepatan rata-rata yang relatif rendah, Sachsenring hampir selalu menghadirkan pertarungan ketat hingga lap terakhir di seluruh kelas.

Veda Optimistis Raih Hasil Maksimal

Menjelang balapan, Veda mengaku sangat antusias kembali mengaspal di Sachsenring.

Menurutnya, meski hasil di Assen tidak sesuai harapan, performa yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan memberikan tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi seri berikutnya.

“Saya senang bisa kembali balapan setelah Assen. Memang hasilnya mengecewakan karena kami gagal finis, tetapi kami menunjukkan kecepatan untuk bertarung di depan. Itu memberi saya banyak kepercayaan diri,” ujar Veda.

Pembalap berusia muda tersebut juga mengaku menyukai karakter Sachsenring yang berbeda dari sirkuit lainnya.

“Sachsenring adalah salah satu sirkuit favorit saya. Trek ini sangat teknis dan memberikan tantangan yang berbeda. Target saya adalah terus meningkatkan performa sejak sesi pertama, bekerja sama dengan tim, dan menjalani akhir pekan yang kuat.”

Veda juga mendedikasikan penampilannya untuk rekan setimnya, Zen Mitani.

“Saya ingin mendedikasikan akhir pekan ini untuk Zen. Semoga dia segera pulih dan kembali balapan. Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim.”

Harapan Indonesia di Moto3

Absennya Zen Mitani membuat seluruh perhatian Honda Team Asia kini tertuju kepada Veda Ega Pratama.

Dengan tren performa yang terus meningkat dalam beberapa putaran terakhir, pembalap Indonesia tersebut diharapkan mampu mengubah kecepatan yang dimilikinya menjadi hasil maksimal sekaligus membawa pulang poin penting dari Sachsenring.

Apabila mampu tampil konsisten sejak sesi latihan hingga balapan utama, bukan tidak mungkin Veda kembali bersaing di rombongan depan dan mencatatkan hasil terbaiknya pada musim Moto3 2026.

Continue Reading

Moto GP

Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio Resmi Perkuat KTM untuk MotoGP 2027

Published

on

By

Pergerakan bursa transfer pembalap MotoGP kembali memanas jelang musim 2027. KTM secara resmi mengumumkan bergabungnya Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio sebagai duet pembalap baru yang akan memperkuat tim pabrikan asal Austria tersebut mulai musim depan.

Kehadiran Alex Marquez menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang dilakukan KTM setelah Pedro Acosta dipastikan meninggalkan tim dan bergabung dengan Ducati Lenovo Team untuk menghadapi MotoGP 2027. Dengan pengalaman dan performa yang terus meningkat dalam beberapa musim terakhir, Marquez diharapkan mampu menjadi salah satu ujung tombak KTM dalam perebutan gelar juara dunia.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menyambut positif kedatangan pembalap asal Spanyol tersebut.

“Kami sangat senang menyambut Alex Marquez ke keluarga KTM. Statusnya sebagai runner-up Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pembalap papan atas saat ini,” ujar Beirer.

Selama membela Gresini Racing, Alex Marquez menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia berhasil mengoleksi empat kemenangan Grand Prix serta enam kemenangan Sprint Race, sekaligus menjelma menjadi salah satu pembalap paling konsisten di barisan depan.

Tak hanya Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio juga dipastikan akan memperkuat KTM pada musim 2027. Pembalap asal Italia tersebut dipercaya melengkapi komposisi baru tim untuk menghadapi persaingan yang diprediksi semakin ketat.

Meski demikian, KTM hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depan Brad Binder. Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa pembalap asal Afrika Selatan itu akan meninggalkan tim setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting dalam proyek MotoGP KTM.

Di sisi lain, kepergian Alex Marquez menjadi kehilangan besar bagi Gresini Racing. Tim satelit Ducati itu harus merombak susunan pembalapnya demi menjaga daya saing pada musim mendatang.

Sebagai pengganti, Gresini Racing telah mengumumkan duet baru yang terdiri dari Joan Mir dan Dani Holgado untuk MotoGP 2027. Kombinasi mantan juara dunia dan talenta muda tersebut diharapkan mampu membawa tim kembali bersaing di papan atas.

Dengan perubahan komposisi pembalap di sejumlah tim besar, MotoGP 2027 diprediksi akan menghadirkan persaingan yang semakin sengit sejak seri pembuka

.

Continue Reading

Trending