Moto GP
Tes Shakedown MotoGP 2026 Jadi Panggung Awal Revolusi Yamaha V4
Tes Shakedown MotoGP 2026 menjadi langkah awal yang krusial bagi seluruh pabrikan sebelum memasuki rangkaian uji coba resmi. Sesi ini dimanfaatkan tim untuk melakukan pemanasan teknis: mulai dari menguji komponen baru, memastikan sistem elektronik bekerja optimal, hingga mendeteksi potensi masalah mekanis sejak dini agar tidak mengganggu agenda pengembangan utama.

Shakedown memiliki arti khusus karena menjadi satu-satunya celah pengujian resmi di tengah larangan tes umum sepanjang Januari. Namun, tidak semua pembalap reguler diperbolehkan turun ke lintasan. Sesuai regulasi, hanya pembalap penguji (test rider) dan pembalap rookie yang mendapat kesempatan, demi mempercepat proses adaptasi dan pengembangan motor.
Musim ini, sorotan juga tertuju pada jajaran rookie seperti Diogo Moreira, juara dunia Moto2 2025 yang memperkuat Pro Honda LCR, serta Toprak Razgatlioglu, tiga kali juara WorldSBK yang menjalani debut MotoGP bersama Prima Pramac Yamaha. Keduanya memanfaatkan sesi ini untuk mengenal karakter motor dan atmosfer kelas premier.

Keistimewaan lain datang dari Yamaha, satu-satunya pabrikan yang saat ini memegang konsesi level D. Status tersebut memberi keuntungan strategis berupa izin menurunkan pembalap utama lebih awal, termasuk Fabio Quartararo dan Alex Rins. Keuntungan waktu ini menjadi sangat penting, mengingat Yamaha tengah menjalani perubahan teknis terbesar dalam sejarah modern mereka: transisi dari mesin inline-4 menuju konfigurasi V4.
Mesin V4 Yamaha pun langsung menjadi pusat perhatian paddock. Ini bukan sekadar pengembangan biasa, melainkan simbol tekad Yamaha untuk mengejar ketertinggalan performa dari Ducati dan Aprilia, terutama dalam hal tenaga dan akselerasi.
Sinyal positif mulai terlihat sejak hari-hari awal. Di tangan Jack Miller, proyek V4 Yamaha menunjukkan potensi menjanjikan. Meski harus menghadapi kondisi cuaca yang lebih panas dan lembap, performa motor tampak melonjak signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Pada hari kedua Tes Shakedown, Miller mencatat waktu tercepat 1 menit 57,908 detik, unggul tipis 0,025 detik dari pesaing terdekat. Catatan ini hampir satu detik lebih cepat dibandingkan waktu terbaik Yamaha pada tes tahun 2025—sebuah indikasi kuat bahwa arah pengembangan mereka berada di jalur yang tepat.
Fabio Quartararo juga membuka musim 2026 dengan optimisme, menempatkan dua motornya di posisi lima besar. Sementara itu, Toprak Razgatlioglu terus menunjukkan progres adaptasi yang impresif terhadap mesin V4 dan ban Michelin, memangkas waktu hingga 0,8 detik dari hari pertama dan menembus posisi sepuluh besar.
Tes Shakedown ini bukan sekadar catatan waktu, melainkan pembuktian awal bahwa Yamaha benar-benar serius menulis ulang kisah kebangkitan mereka di era baru MotoGP.
Moto GP
Klasemen MotoGP 2026: Konsistensi Pedro Acosta Menggema, Marc Marquez Tertekan di Awal Musim
Awal musim MotoGP 2026 langsung menghadirkan peta persaingan yang menarik. Berdasarkan laporan Crash.net, performa stabil yang ditunjukkan Pedro Acosta mengantarkannya ke puncak klasemen sementara kejuaraan dunia.
Pembalap Red Bull KTM itu tampil nyaris sempurna di seri pembuka Thailand. Kemenangan di Sprint Race yang disusul finis kedua pada balapan utama menjadi modal kuat Acosta untuk langsung memberi tekanan kepada para rivalnya sejak awal musim.

Sementara itu, Marco Bezzecchi harus membayar mahal insiden terjatuh saat memimpin Sprint Race. Meski sukses menebusnya dengan kemenangan di race utama Buriram, rider Aprilia tersebut tetap kehilangan poin krusial dan kini tertinggal tujuh angka dari Acosta.
Nasib berbeda dialami juara bertahan Marc Marquez. Akhir pekan yang penuh tantangan membuatnya gagal memaksimalkan potensi. Finis kedua di sprint sempat memberi harapan, namun kendala ban di penghujung balapan utama memaksanya puas di posisi keempat. Hasil tersebut membuat Marquez sudah tertinggal 23 poin dari pimpinan klasemen—situasi yang jarang terjadi di awal musim.
Di barisan penantang, Raul Fernandez menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Trackhouse Aprilia. Dua kali finis ketiga, baik di sprint maupun balapan utama, mengantarkannya ke posisi tiga besar klasemen sementara.
Dari kubu Ducati, Fabio Di Giannantonio menjadi rider paling kompetitif dengan menempati posisi ketujuh klasemen. Sementara Francesco Bagnaia masih belum menemukan performa terbaiknya dan kini terpaut satu poin dari Marc Marquez.

Dengan jarak poin yang masih relatif rapat dan performa Acosta yang langsung stabil sejak seri pertama, MotoGP 2026 dipastikan akan berjalan panas. Tekanan sudah terasa, dan musim baru ini menjanjikan duel panjang penuh drama di lintasan.
Moto GP
Sejarah Baru di Buriram, Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Moto3 Thailand 2026
Debut manis langsung ditorehkan Veda Ega Pratama di panggung Moto3 dunia. Tampil untuk pertama kalinya di musim Moto3 2026, pembalap muda Indonesia itu sukses mengakhiri balapan Moto3 Thailand dengan finis di posisi kelima—sebuah pencapaian bersejarah bagi Merah Putih.
Start dari grid kelima hasil kualifikasi impresif, Veda langsung menunjukkan mental bertarung sejak lampu start padam. Sepanjang lap awal, ia tampil agresif dan berani menekan grup terdepan, bahkan sempat mencicipi posisi tiga besar di tengah ketatnya persaingan.

Meski sempat melakukan kesalahan kecil di pertengahan lomba yang membuatnya turun satu posisi, Veda tak kehilangan fokus. Dengan ketenangan dan ritme balap yang matang, ia mampu bangkit, menjaga konsistensi, dan mengamankan finis P5 hingga bendera kotak-kotak dikibarkan.
Balapan Moto3 Thailand 2026 sendiri dimenangi oleh David Almansa, diikuti Maximo Quiles dan Valentin Perrone. Namun sorotan utama justru tertuju pada Veda, yang mencatatkan hasil finis terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di kelas Moto3.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa musim 2026 bisa menjadi awal perjalanan besar Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia. Buriram bukan sekadar seri pembuka, melainkan panggung pembuktian bahwa talenta Indonesia kini benar-benar siap bersaing di level tertinggi.

Moto GP
Lap Terakhir Penuh Kontroversi! Acosta Juara Sprint Race Thailand
Sprint Race MotoGP Thailand 2026 menyajikan tontonan penuh tensi dan kejutan hingga lap terakhir. Balapan yang digelar di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/2/2026) WIB, berubah menjadi panggung drama setelah insiden jatuhnya Marco Bezzecchi serta hukuman yang menjatuhkan Marc Marquez dari posisi terdepan. Di tengah kekacauan itu, Pedro Acosta justru tampil dingin dan keluar sebagai pemenang.

Sejak lampu start padam, balapan langsung memanas. Marc Marquez yang memulai balapan dari grid kedua langsung melejit dan merebut pimpinan lomba, menyalip pole sitter Marco Bezzecchi hanya dalam beberapa tikungan awal.
Namun drama tak terelakkan sejak lap pembuka. Alex Marquez terseret insiden usai bersenggolan dengan Fabio Di Giannantonio, membuat keduanya tercecer dari sepuluh besar. Di saat bersamaan, Acosta memanfaatkan celah dengan sempurna, merangsek ke posisi tiga setelah melewati Raul Fernandez.
Persaingan sengit terjadi di lap-lap awal ketika Marquez dan Bezzecchi saling bertukar posisi di barisan terdepan. Sayangnya, duel panas itu berakhir pahit bagi Bezzecchi. Pembalap Italia tersebut terjatuh di awal balapan dan harus mengakhiri sprint race lebih cepat, sekaligus mengubah peta persaingan.

Marquez kembali memimpin balapan dengan Acosta terus membayangi dari dekat. Tekanan demi tekanan dilancarkan pembalap muda KTM itu, hingga akhirnya momen krusial terjadi di dua lap terakhir. Acosta sukses merebut posisi pertama, meski Marquez sempat membalas di lap berikutnya lewat manuver agresif di tikungan terakhir.
Insiden hampir bersenggolan membuat Acosta melebar, dan keputusan pun datang dari steward. Marquez dinyatakan bersalah dan dikenai penalti turun satu posisi. Keputusan tersebut memastikan Acosta resmi menjadi pemenang Sprint Race, disusul Marquez dan Raul Fernandez di posisi podium.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Acosta. Selain menjadi kemenangan perdananya di Sprint Race MotoGP, ia juga mencatatkan sejarah sebagai pembalap termuda yang memenangi sprint race, di usia 21 tahun 279 hari. Sebuah sinyal kuat bahwa era baru MotoGP sedang dimulai.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
