Niti Racing Team resmi memulai lembaran perjalanan menuju panggung dunia Bagger World Cup 2026. Persiapan awal tim dilakukan di Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (12/2), sebagai langkah krusial sebelum menghadapi kerasnya kompetisi internasional.
Dua pembalap andalan, Dimas Ekky Pratama dan Oscar Gutierrez, mulai menjinakkan motor Harley-Davidson Bagger dalam sesi adaptasi awal. Mandalika dipilih sebagai arena pemanasan sebelum seri pembuka FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang akan digelar di Circuit of The Americas, Amerika Serikat.
Kejuaraan ini menjadi musim perdana balap bagger berskala dunia, dengan kalender ambisius yang mencakup enam sirkuit legendaris: Mugello Circuit, TT Circuit Assen, Silverstone Circuit, MotorLand Aragon, dan Red Bull Ring. Total 12 balapan siap menguji konsistensi dan mental para pembalap sepanjang musim.
Bagi Dimas Ekky, mantan rider Moto2, ajang ini menghadirkan tantangan yang benar-benar baru. Selain karakter motor yang berbeda ekstrem, spesifikasi Bagger World Cup belum tersedia di Indonesia, membuat proses adaptasi harus dimulai dari nol.
“Alhamdulillah saya dipercaya Niti Racing Team untuk tampil di Bagger World Cup 2026. Tantangannya besar karena motor spek World Cup belum ada di Indonesia, jadi adaptasi harus dipercepat,” ungkap Dimas.
Meski motor yang digunakan di Mandalika masih mendekati versi touring, pembalap asal Sentul ini tetap memaksimalkan sesi latihan untuk membaca karakter mesin, ergonomi, serta respons motor.
“Cornering belum bisa maksimal karena belum simulasi balap penuh. Tapi ada banyak catatan positif yang bisa jadi bekal,” tambahnya.
Sementara itu, Oscar Gutierrez yang telah berpengalaman di MotoE sejak 2023 mengaku terkesan dengan karakter Sirkuit Mandalika. Menurutnya, lintasan ini menawarkan kombinasi unik antara kecepatan dan teknikal, sekaligus menjadi tempat ideal untuk membangun rasa percaya diri sebelum menatap kompetisi dunia.
Dengan langkah awal yang matang di Mandalika, Niti Racing Team menunjukkan keseriusannya untuk bersaing dan membawa nama Indonesia bersinar di era baru balap Harley-Davidson Bagger World Cup 2026.
BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.
BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.
Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.
Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.
BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.
CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.
Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.
Pabrikan legendaris asal Inggris, Norton Motorcycles, resmi memperkenalkan superbike terbaru mereka bernama Norton Manx R 2026. Motor ini hadir sebagai simbol kebangkitan Norton di era modern dengan desain agresif, teknologi canggih, dan performa yang siap bersaing melawan superbike Eropa papan atas seperti Ducati Panigale V4 hingga BMW S1000RR.
Norton Manx R dirancang langsung oleh Simon Skinner bersama Gerry McGovern, sosok penting di balik desain Jaguar Land Rover. Berbeda dari superbike modern yang dipenuhi winglet aerodinamika, Manx R justru tampil bersih dan elegan tanpa tambahan aero wing. Stabilitas motor lebih mengandalkan sistem suspensi semi-aktif modern yang mampu menyesuaikan karakter motor secara real-time saat melibas tikungan maupun trek lurus.
Motor ini hadir dalam empat varian berbeda, yakni Base, Apex, Signature, dan First Edition. Varian dasar dibanderol mulai Rp485 jutaan, sementara varian paling eksklusif yaitu First Edition diproduksi sangat terbatas dan memiliki harga tergantung spesifikasi khusus pesanan konsumen.
Secara teknis, Norton Manx R menggunakan rangka twin-spar aluminium die-cast dengan swingarm single-sided yang memberikan tampilan premium sekaligus meningkatkan rigiditas saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Suspensi depan memakai Marzocchi 45 mm untuk versi standar, sedangkan varian Apex ke atas sudah dibekali suspensi elektronik semi-aktif lengkap dengan rem Brembo Hypure dan Bosch Cornering ABS EVO.
Sektor elektronik menjadi salah satu nilai jual utama motor ini. Norton membekali Manx R dengan ECU Bosch 10.3ME dan IMU 6-axis yang mengontrol traction control, wheelie control, dynamic cruise control, hingga lima mode berkendara berbeda. Panel instrumen TFT 8 inci juga sudah mendukung Bluetooth, Wi-Fi, navigasi, sampai konektivitas GoPro.
Untuk dapur pacu, Norton Manx R menggunakan mesin V4 1.200cc berpendingin cairan yang sepenuhnya baru. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 206 hp pada 11.500 rpm dengan torsi maksimum 130 Nm di 9.000 rpm. Menariknya, 77 persen torsi sudah tersedia sejak 5.000 rpm sehingga karakter tenaga tetap nyaman digunakan di jalan raya maupun trek balap.
Mesin ini juga dibekali balancer shaft untuk mengurangi getaran, transmisi 6-percepatan, serta fitur up/down quickshifter yang membuat perpindahan gigi semakin agresif dan responsif. Berat motor berkisar antara 201 hingga 210 kg tergantung varian yang dipilih.
Dengan hadirnya Norton Manx R, Norton akhirnya memiliki superbike modern pertama yang sudah memenuhi regulasi Euro5+. Pemesanan motor ini dibuka mulai akhir Mei 2026, dengan pengiriman perdana untuk pasar Inggris dijadwalkan berlangsung Juni 2026 sebelum menyusul pasar global lainnya.
Suzuki kembali menarik perhatian pecinta motor naked retro lewat kehadiran Suzuki Cool Biao 150 di pasar Tiongkok. Motor ini langsung menjadi perbincangan karena desain dan karakter mesinnya disebut sangat mirip dengan Suzuki Thunder 125 dan Suzuki EN150-A, dua motor legendaris yang pernah populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Secara tampilan, Suzuki Cool Biao 150 mengusung konsep motor harian bergaya retro sederhana. Desainnya mempertahankan nuansa motor naked klasik dengan lampu depan bulat, tangki membulat, jok rendah, serta posisi setang tinggi yang nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Aura motor Suzuki lawas terasa sangat kuat pada model ini. Karakter desain yang simpel membuat Cool Biao 150 terlihat seperti penerus spiritual Suzuki Thunder, motor yang dulu terkenal tangguh, mudah dirawat, dan memiliki biaya operasional rendah.
Di sektor performa, Suzuki membekali Cool Biao 150 dengan mesin 149cc satu silinder berpendingin udara. Mesin tersebut diklaim memiliki karakter mirip Suzuki EN150-A, dengan fokus pada durability, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan penggunaan harian.
Menariknya, konsumsi BBM motor ini diklaim sangat irit, yakni sekitar 1,7 liter untuk 100 km. Dengan kapasitas tangki lebih dari 10 liter, Suzuki Cool Biao 150 disebut mampu menempuh jarak hingga lebih dari 500 km dalam sekali pengisian penuh.
Meski hadir di era modern, Suzuki Cool Biao 150 justru tidak terlalu mengejar fitur canggih. Motor ini belum menggunakan ABS, lampu LED, maupun panel instrumen digital. Sistem pengereman belakangnya bahkan masih memakai rem tromol.
Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tarik utama motor ini. Suzuki Cool Biao 150 menawarkan sensasi motor harian yang praktis, mudah diperbaiki, irit bahan bakar, serta cocok digunakan dalam jangka panjang tanpa biaya perawatan tinggi.
Soal harga, Suzuki Cool Biao 150 juga tergolong sangat menarik. Di pasar Tiongkok, motor ini dijual sekitar 8.680 Yuan atau setara Rp22 jutaan, membuatnya menjadi salah satu motor retro harian dengan harga paling terjangkau di kelasnya.
Jika melihat karakter dan konsepnya, tidak sedikit pecinta otomotif yang berharap Suzuki menghadirkan motor serupa ke pasar Indonesia sebagai penerus spiritual Suzuki Thunder yang legendaris.