Connect with us

Motor

Mini Moto2 Turun ke Jalan! CFMoto Papio Racer 2026 Punya Fairing, ABS & TCS

Published

on

CFMoto kembali mencuri perhatian lewat kehadiran Papio Racer 2026, sebuah motor sport mini yang tampil paling agresif dalam keluarga Papio. Model ini resmi meluncur di Malaysia dengan pendekatan desain balap yang lebih kental, menghadirkan aura Moto2 dalam paket motor berukuran ringkas.

Berangkat dari basis Papio XO yang selama ini dikenal sebagai fun bike, Papio Racer 2026 mengalami evolusi besar dari sisi visual. Fairing penuh kini membungkus bodi mungilnya, menciptakan siluet layaknya motor balap sungguhan. Sentuhan retro-modern semakin kuat lewat penggunaan lampu depan ganda berbentuk bulat, detail unik yang membuat tampilannya langsung mudah dikenali.

CFMoto menawarkan tiga pilihan warna untuk Papio Racer 2026, yakni Champion Blue, Clay Yellow, dan Nebula White. Varian Champion Blue menjadi sorotan utama berkat livery yang terinspirasi langsung dari motor balap pabrikan, mempertegas karakter mini racer yang siap mencuri perhatian di jalan raya.

Tak hanya tampang, ergonomi juga ikut disempurnakan. Setang jepit dibuat lebih tinggi sekitar 48 mm, sementara posisi footstep digeser ke depan sejauh 114 mm. Racikan ini membuat posisi berkendara lebih santai dan ramah untuk penggunaan harian, tanpa menghilangkan sensasi sporty khas motor sport. Dengan bobot hanya 114 kg dan dimensi kompak, Papio Racer 2026 terasa lincah saat bermanuver di jalanan kota yang padat.

Di sektor mesin, motor ini dibekali dapur pacu 126 cc satu silinder berpendingin udara dengan sistem injeksi elektronik. Tenaga yang dihasilkan mencapai 9,5 hp pada 8.250 rpm dan torsi 9,2 Nm di 6.500 rpm, disalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan. Karakter mesin dibuat responsif di putaran bawah hingga menengah, ideal untuk kebutuhan harian maupun riding santai akhir pekan.

Nilai jual utama Papio Racer 2026 juga terletak pada kelengkapan fiturnya. Suspensi depan upside down, monoshock belakang, serta sistem pengereman cakram depan-belakang dengan ABS dua kanal sudah menjadi standar. Menariknya, untuk pertama kalinya di lini Papio, CFMoto menyematkan Traction Control System (TCS), fitur yang terbilang langka di kelas motor mini.

Fitur modern lain seperti lampu full LED, layar LCD 3 inci, panel instrumen kombinasi analog-digital, hingga port USB semakin menegaskan bahwa motor ini bukan sekadar mainan, melainkan paket sport mini yang serius.

Di Malaysia, CFMoto Papio Racer 2026 dipasarkan dengan harga RM 8.888 atau sekitar Rp38 jutaan. Melihat Papio XO-1 dan XO-2 sudah lebih dulu hadir resmi di Indonesia, peluang Papio Racer 2026 menyusul masuk Tanah Air pun terbuka lebar—tinggal menunggu waktu.

Electric Vehicle

BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem

Published

on

By

BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.

Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.

Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.

CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.

Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.

Continue Reading

Motor

Norton Manx R First Edition Super Langka, Performa Brutal dan Teknologi Modern

Published

on

By

Pabrikan legendaris asal Inggris, Norton Motorcycles, resmi memperkenalkan superbike terbaru mereka bernama Norton Manx R 2026. Motor ini hadir sebagai simbol kebangkitan Norton di era modern dengan desain agresif, teknologi canggih, dan performa yang siap bersaing melawan superbike Eropa papan atas seperti Ducati Panigale V4 hingga BMW S1000RR.

Norton Manx R dirancang langsung oleh Simon Skinner bersama Gerry McGovern, sosok penting di balik desain Jaguar Land Rover. Berbeda dari superbike modern yang dipenuhi winglet aerodinamika, Manx R justru tampil bersih dan elegan tanpa tambahan aero wing. Stabilitas motor lebih mengandalkan sistem suspensi semi-aktif modern yang mampu menyesuaikan karakter motor secara real-time saat melibas tikungan maupun trek lurus.

Motor ini hadir dalam empat varian berbeda, yakni Base, Apex, Signature, dan First Edition. Varian dasar dibanderol mulai Rp485 jutaan, sementara varian paling eksklusif yaitu First Edition diproduksi sangat terbatas dan memiliki harga tergantung spesifikasi khusus pesanan konsumen.

Secara teknis, Norton Manx R menggunakan rangka twin-spar aluminium die-cast dengan swingarm single-sided yang memberikan tampilan premium sekaligus meningkatkan rigiditas saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Suspensi depan memakai Marzocchi 45 mm untuk versi standar, sedangkan varian Apex ke atas sudah dibekali suspensi elektronik semi-aktif lengkap dengan rem Brembo Hypure dan Bosch Cornering ABS EVO.

Sektor elektronik menjadi salah satu nilai jual utama motor ini. Norton membekali Manx R dengan ECU Bosch 10.3ME dan IMU 6-axis yang mengontrol traction control, wheelie control, dynamic cruise control, hingga lima mode berkendara berbeda. Panel instrumen TFT 8 inci juga sudah mendukung Bluetooth, Wi-Fi, navigasi, sampai konektivitas GoPro.

Untuk dapur pacu, Norton Manx R menggunakan mesin V4 1.200cc berpendingin cairan yang sepenuhnya baru. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 206 hp pada 11.500 rpm dengan torsi maksimum 130 Nm di 9.000 rpm. Menariknya, 77 persen torsi sudah tersedia sejak 5.000 rpm sehingga karakter tenaga tetap nyaman digunakan di jalan raya maupun trek balap.

Mesin ini juga dibekali balancer shaft untuk mengurangi getaran, transmisi 6-percepatan, serta fitur up/down quickshifter yang membuat perpindahan gigi semakin agresif dan responsif. Berat motor berkisar antara 201 hingga 210 kg tergantung varian yang dipilih.

Dengan hadirnya Norton Manx R, Norton akhirnya memiliki superbike modern pertama yang sudah memenuhi regulasi Euro5+. Pemesanan motor ini dibuka mulai akhir Mei 2026, dengan pengiriman perdana untuk pasar Inggris dijadwalkan berlangsung Juni 2026 sebelum menyusul pasar global lainnya.

Continue Reading

Motor

Suzuki Cool Biao 150, Seperti Suzuki Thunder yang Lahir Kembali

Published

on

By

Suzuki kembali menarik perhatian pecinta motor naked retro lewat kehadiran Suzuki Cool Biao 150 di pasar Tiongkok. Motor ini langsung menjadi perbincangan karena desain dan karakter mesinnya disebut sangat mirip dengan Suzuki Thunder 125 dan Suzuki EN150-A, dua motor legendaris yang pernah populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Secara tampilan, Suzuki Cool Biao 150 mengusung konsep motor harian bergaya retro sederhana. Desainnya mempertahankan nuansa motor naked klasik dengan lampu depan bulat, tangki membulat, jok rendah, serta posisi setang tinggi yang nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Aura motor Suzuki lawas terasa sangat kuat pada model ini. Karakter desain yang simpel membuat Cool Biao 150 terlihat seperti penerus spiritual Suzuki Thunder, motor yang dulu terkenal tangguh, mudah dirawat, dan memiliki biaya operasional rendah.

Di sektor performa, Suzuki membekali Cool Biao 150 dengan mesin 149cc satu silinder berpendingin udara. Mesin tersebut diklaim memiliki karakter mirip Suzuki EN150-A, dengan fokus pada durability, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan penggunaan harian.

Menariknya, konsumsi BBM motor ini diklaim sangat irit, yakni sekitar 1,7 liter untuk 100 km. Dengan kapasitas tangki lebih dari 10 liter, Suzuki Cool Biao 150 disebut mampu menempuh jarak hingga lebih dari 500 km dalam sekali pengisian penuh.

Meski hadir di era modern, Suzuki Cool Biao 150 justru tidak terlalu mengejar fitur canggih. Motor ini belum menggunakan ABS, lampu LED, maupun panel instrumen digital. Sistem pengereman belakangnya bahkan masih memakai rem tromol.

Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tarik utama motor ini. Suzuki Cool Biao 150 menawarkan sensasi motor harian yang praktis, mudah diperbaiki, irit bahan bakar, serta cocok digunakan dalam jangka panjang tanpa biaya perawatan tinggi.

Soal harga, Suzuki Cool Biao 150 juga tergolong sangat menarik. Di pasar Tiongkok, motor ini dijual sekitar 8.680 Yuan atau setara Rp22 jutaan, membuatnya menjadi salah satu motor retro harian dengan harga paling terjangkau di kelasnya.

Jika melihat karakter dan konsepnya, tidak sedikit pecinta otomotif yang berharap Suzuki menghadirkan motor serupa ke pasar Indonesia sebagai penerus spiritual Suzuki Thunder yang legendaris.

Continue Reading

Trending