Connect with us

Motor

Chigee SR-1 Hadir, Radar Blind Spot Universal yang Membawa Teknologi Keselamatan Premium ke Semua Motor

Published

on

Teknologi keselamatan aktif kini tidak lagi menjadi hak eksklusif motor adventure premium atau motor touring berharga ratusan juta rupiah. Melalui produk terbarunya, Chigee SR-1, perusahaan teknologi asal China menghadirkan sistem radar blind spot universal yang dapat dipasang pada hampir semua jenis sepeda motor.

Perangkat ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengendara dengan menghadirkan fitur keselamatan layaknya motor premium. Mulai dari motor sport, naked bike, skutik, motor klasik hingga motor touring kini dapat menikmati teknologi radar modern tanpa harus mengganti kendaraan.

Mengandalkan Radar Gelombang Milimeter 77 GHz

Chigee SR-1 menggunakan sensor radar gelombang milimeter (Millimeter Wave Radar) berfrekuensi 77 GHz, teknologi yang juga digunakan pada berbagai kendaraan premium.

Radar tersebut bekerja dengan memantau area belakang dan samping motor secara real-time untuk mendeteksi keberadaan kendaraan yang berada di titik buta (blind spot).

Menariknya, sistem ini dikembangkan khusus untuk karakteristik sepeda motor, sehingga mampu membaca perubahan posisi kendaraan saat berpindah jalur, menyalip, hingga melakukan lane splitting di tengah kemacetan.

Empat Fitur Keselamatan Aktif dalam Satu Perangkat

Chigee membekali SR-1 dengan empat fitur utama yang bekerja secara bersamaan, yaitu:

  • Blind Spot Detection (BSD) untuk mendeteksi kendaraan di area titik buta.
  • Lane Change Assist (LCA) yang membantu memastikan jalur aman sebelum berpindah lajur.
  • Overtaking Warning sebagai peringatan ketika ada kendaraan yang sedang menyalip.
  • Rear Collision Warning (RCW) untuk memberi peringatan dini jika terdapat potensi tabrakan dari arah belakang.

Seluruh sistem bekerja secara otomatis menggunakan radar dengan sudut pemindaian mencapai 110 derajat dan jangkauan hingga 70 meter.

Tetap Akurat di Berbagai Kondisi Cuaca

Keunggulan lain Chigee SR-1 terletak pada kemampuannya bekerja di berbagai kondisi lingkungan.

Radar tetap mampu membaca objek secara akurat saat hujan, berkabut, berdebu, maupun pada malam hari dengan minim pencahayaan.

Teknologi radar juga mampu mengukur jarak dan kecepatan relatif kendaraan lain dengan tingkat presisi tinggi, sehingga peringatan yang diberikan lebih cepat dan akurat dibanding sistem berbasis kamera.

Instalasi Praktis Tanpa Mengubah Sistem Motor

Salah satu daya tarik utama Chigee SR-1 adalah proses pemasangannya yang relatif sederhana.

Modul radar ditempatkan di bagian belakang motor, umumnya di sekitar area pelat nomor, sedangkan indikator peringatan dipasang di dekat spion agar mudah terlihat oleh pengendara.

Menariknya, perangkat ini dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus menggunakan layar tambahan. Namun bagi pengguna smart display Chigee, radar dapat diintegrasikan sehingga peringatan visual juga dilengkapi notifikasi suara.

Membawa Teknologi Motor Premium ke Kendaraan Harian

Hadirnya Chigee SR-1 menjadi solusi menarik bagi pemilik motor lawas maupun motor harian yang menginginkan fitur keselamatan modern tanpa harus membeli motor baru.

Dengan teknologi radar 77 GHz, blind spot detection, hingga rear collision warning, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu aksesori keselamatan paling inovatif yang hadir di dunia roda dua dalam beberapa tahun terakhir.

Motor

Suzuki GN160 2027 Hadir dengan Mesin 162 cc, Gaya Retro dan Fitur Modern

Published

on

By

Suzuki kembali memperkuat lini motor bergaya klasik melalui GN160 model tahun 2027. Motor naked neo-retro ini menawarkan perpaduan desain klasik khas keluarga GN dengan sejumlah fitur modern yang membuatnya lebih relevan untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

Secara karakter, Suzuki GN160 mengusung desain yang sederhana dan timeless. Lampu depan berbentuk bulat, tangki bergaya teardrop, jok panjang satu bagian, serta spatbor belakang berukuran besar menjadi elemen utama yang mempertahankan identitas retro.

Meski begitu, Suzuki memberikan sentuhan modern pada bagian belakang. Area buritan dibuat lebih terbuka sehingga rangka dan suspensi belakang ganda terlihat jelas dan memberikan kesan klasik yang lebih kuat.

Lampu LED dan Panel Instrumen Semi-Digital

Sektor pencahayaan Suzuki GN160 sudah menggunakan teknologi LED. Lampu depan berbentuk bulat juga dilengkapi Daytime Running Light atau DRL, sementara desain lampu belakang tetap mempertahankan bentuk membulat agar tidak kehilangan nuansa klasik.

Panel instrumennya mengombinasikan speedometer analog dengan layar digital. Kombinasi tersebut memungkinkan pengendara mendapatkan informasi berkendara yang lebih lengkap tanpa menghilangkan atmosfer retro.

Suzuki juga menyematkan port USB yang dapat digunakan untuk mengisi daya smartphone selama perjalanan. Fitur sederhana ini menjadi nilai tambah untuk penggunaan harian, terutama bagi pengendara yang mengandalkan smartphone untuk navigasi.

Mesin 162 cc, Fokus Torsi Putaran Bawah

Di balik desain klasiknya, Suzuki GN160 mengandalkan mesin satu silinder 162 cc SOHC berpendingin udara dengan sistem injeksi elektronik.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 14,1 hp pada 8.000 rpm dan torsi puncak 14,5 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual lima percepatan.

Karakter mesinnya lebih diarahkan pada torsi di putaran rendah hingga menengah. Konfigurasi tersebut membuat GN160 lebih cocok untuk mobilitas harian, sekaligus cukup bersahabat bagi pengendara yang baru beradaptasi dengan motor manual.

Bobot Ringan dan Jok 760 mm

Suzuki juga memperhatikan aspek ergonomi. GN160 memiliki tinggi jok hanya 760 mm dengan bobot kosong sekitar 128 kg.

Dimensinya juga tergolong kompak, dengan panjang 2.005 mm, lebar 770 mm, tinggi 1.090 mm, dan wheelbase 1.280 mm. Ground clearance mencapai 178 mm, sehingga cukup menunjang penggunaan di jalan perkotaan maupun ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Kombinasi bobot ringan dan jok yang relatif rendah membuat motor ini lebih mudah dikendalikan, terutama ketika harus berhenti, bermanuver di lalu lintas padat, maupun saat parkir.

Kaki-Kaki Bergaya Klasik

Untuk sektor suspensi, Suzuki GN160 menggunakan fork teleskopik di depan dan suspensi ganda hidrolik di belakang.

Motor ini menggunakan pelek berukuran 18 inci yang dibalut ban 80/100 R18 di depan dan 90/90 R18 di belakang. Kombinasi tersebut tidak hanya memperkuat tampilan klasik, tetapi juga memberikan karakter handling yang sesuai untuk penggunaan harian.

Sistem pengeremannya cukup menarik karena roda depan sudah menggunakan rem cakram dengan ABS, sedangkan roda belakang masih mengandalkan rem tromol.

Punya Kemiripan dengan Haojue DN150

Secara visual, Suzuki GN160 memiliki sejumlah kemiripan dengan Haojue DN150 yang dipasarkan di China. Kemiripan tersebut berkaitan dengan hubungan kerja sama Suzuki dan Haojue dalam pengembangan sepeda motor berkapasitas kecil.

Untuk pasar Kolombia, Suzuki GN160 tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam mengilap, merah mengilap, dan abu-abu doff.

Motor ini dibanderol 10.630.000 Peso Kolombia, atau sekitar Rp59 jutaan jika dikonversikan ke rupiah.

Dengan kombinasi desain retro, mesin 162 cc, bobot ringan, ABS, lampu LED, panel semi-digital, dan USB charger, Suzuki GN160 memiliki paket yang cukup menarik di kelas motor neo-retro.

Jika nantinya masuk ke pasar Indonesia, GN160 berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mencari motor bergaya klasik dengan kapasitas mesin di atas 150 cc.

Continue Reading

Motor

Thrust LT190 Hadir dengan Konsep Unik, Motor Bebek Adventure 190 cc Pakai CVT

Published

on

By

Segmen motor adventure kembali kedatangan model dengan konsep yang cukup berbeda. Thrust LT190 hadir sebagai motor bebek bergaya adventure yang menawarkan kepraktisan layaknya skuter matik berkat penggunaan transmisi CVT.

Model yang dipasarkan di Yunani ini memiliki desain yang mengingatkan pada Yamaha PG-1, WMOTO Porter 125, hingga Honda CT125. Namun, Thrust LT190 menawarkan pendekatan berbeda karena pengendara tidak perlu mengoperasikan tuas kopling maupun perpindahan gigi secara manual.

Cukup memutar gas, tenaga mesin langsung disalurkan ke roda belakang. Konfigurasi tersebut membuat Thrust LT190 menjadi perpaduan menarik antara karakter motor bebek adventure dan kemudahan berkendara khas skutik.

Tampilan Adventure, Siap Melibas Jalan Rusak

Secara visual, Thrust LT190 membawa desain yang cukup tangguh. Motor ini menggunakan pelek jari-jari 17 inci dengan ban tubeless semi-off-road berukuran 90/90 di depan dan 110/80 di belakang.

Ground clearance yang mencapai 186 mm juga memberikan keuntungan ketika motor diajak melewati jalan berlubang, permukaan tidak rata, maupun jalur tanah ringan.

Kesan adventure semakin kuat berkat penggunaan skid plate aluminium sebagai pelindung bagian bawah mesin. Area garpu depan juga mendapatkan pelindung tambahan untuk membantu mengurangi risiko benturan saat melewati medan yang lebih menantang.

Mesin 190 cc dengan Tenaga 19 HP

Di balik desainnya yang bergaya adventure, Thrust LT190 mengandalkan mesin satu silinder 190 cc DOHC, empat katup, berpendingin cairan.

Mesin tersebut sudah menggunakan sistem injeksi elektronik Bosch dan mampu menghasilkan tenaga maksimum 19 hp serta torsi puncak 16,5 Nm.

Dengan tenaga tersebut, Thrust LT190 diklaim mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 120 km/jam. Karakter mesinnya cukup menarik untuk motor yang memiliki bobot kering hanya sekitar 138 kg.

Transmisi CVT Jadi Daya Tarik Utama

Hal paling unik dari Thrust LT190 tentu berada pada sistem transmisinya.

Alih-alih menggunakan transmisi manual seperti kebanyakan motor bebek atau motor adventure, Thrust LT190 mengadopsi CVT yang terintegrasi di dalam mesin.

Tenaga kemudian diteruskan menuju roda belakang melalui rantai. Artinya, pengendara tidak perlu menarik tuas kopling atau melakukan perpindahan gigi secara manual.

Konfigurasi tersebut memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis, tetapi tetap mempertahankan karakter visual dan konstruksi motor adventure dengan penggerak rantai.

Klaim Konsumsi BBM 2,6 Liter per 100 Km

Tidak hanya menawarkan kepraktisan, Thrust LT190 juga memiliki efisiensi bahan bakar yang cukup menarik.

Berdasarkan pengujian dengan standar WMTC, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai sekitar 2,6 liter per 100 km.

Dengan kapasitas tangki 10 liter, secara teoritis motor ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 385 km dalam kondisi tangki penuh. Angka aktual tentu dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, beban, serta kecepatan.

Dibekali ABS dan Traction Control

Untuk menunjang pengendalian, Thrust LT190 menggunakan suspensi teleskopik di bagian depan dan air/oil shock absorber di belakang yang dapat disesuaikan hingga lima tingkat kekerasan.

Tinggi joknya mencapai 790 mm, sedangkan bobot kering sekitar 138 kg. Kombinasi tersebut membuatnya relatif ringan untuk sebuah motor adventure dengan kapasitas mesin 190 cc.

Sektor keselamatan juga tergolong lengkap. Thrust LT190 sudah dilengkapi ABS dua kanal dan Traction Control System (TCS).

Menariknya, kedua sistem tersebut dapat dinonaktifkan ketika motor digunakan di jalur off-road. Fitur ini memungkinkan roda mendapatkan kebebasan traksi lebih besar ketika melintasi permukaan tanah atau medan dengan grip rendah.

Fitur Modern Cukup Lengkap

Thrust LT190 juga tidak hanya mengandalkan kemampuan adventure. Sejumlah fitur modern disematkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepraktisan.

Motor ini dilengkapi panel instrumen TFT berwarna, konektivitas Bluetooth, navigasi, TPMS untuk memantau tekanan ban, smart key, serta sistem pencahayaan LED.

Setang berpemanas juga tersedia untuk meningkatkan kenyamanan ketika motor digunakan dalam kondisi cuaca dingin.

Kepraktisan semakin terasa berkat desain jok belakang yang dapat dilipat. Konfigurasi tersebut memungkinkan area belakang digunakan sebagai ruang tambahan untuk membawa barang.

Harga Mulai Rp59 Jutaan di Yunani

Di pasar Yunani, Thrust LT190 ditawarkan dengan harga mulai 2.880 euro, atau sekitar Rp59 jutaan jika dikonversikan.

Dengan kombinasi mesin 190 cc, transmisi CVT, penggerak rantai, ABS dual channel, TCS, serta fitur modern seperti TFT dan TPMS, Thrust LT190 menawarkan konsep yang cukup berbeda di antara motor bebek adventure.

Motor ini membuktikan bahwa format adventure tidak selalu harus menggunakan transmisi manual konvensional. Dengan CVT, Thrust LT190 mencoba menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis tanpa menghilangkan karakter motor petualang.

Continue Reading

Motor

CFMoto Siapkan Langkah ke WorldSBK dan MotoGP, V4 SR-RR Jadi Senjata Baru

Published

on

By

CFMoto menunjukkan ambisi besar untuk menjadi salah satu kekuatan baru di dunia balap motor internasional. Setelah beberapa musim aktif berkompetisi di Moto2 dan Moto3 melalui kemitraan bersama Aspar Team, pabrikan asal Tiongkok itu kini dikabarkan tengah mempersiapkan langkah menuju FIM Superbike World Championship (WorldSBK) sebelum akhirnya menargetkan debut di MotoGP.

Sinyal tersebut semakin kuat setelah kemunculan CFMoto V4 SR-RR, motor superbike bermesin V4 yang diyakini akan menjadi basis pengembangan motor balap untuk kejuaraan dunia.

WorldSBK Jadi Target Awal

Mengutip Speedweek, pemilik Aspar Team, Jorge Martinez, mengungkapkan bahwa arah pengembangan CFMoto kini sudah sangat jelas. Menurutnya, WorldSBK menjadi prioritas utama sebelum pabrikan tersebut melangkah ke kelas premier MotoGP.

Martinez menjelaskan bahwa CFMoto telah menginvestasikan dana besar untuk membangun fondasi balap yang kuat, mulai dari pengembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, hingga pembinaan pembalap muda.

“Prioritas telah ditetapkan. Mitra kami, CFMoto, sangat tertarik berkembang menuju Kejuaraan Dunia Superbike, kemudian MotoGP. Ini merupakan investasi besar yang mencakup pengembangan talenta, dukungan tim, teknologi, dan infrastruktur,” ujar Jorge Martinez.

Pengalaman di Moto2 dan Moto3 Jadi Modal Berharga

Selama beberapa musim terakhir, CFMoto telah tampil di Moto2 dan Moto3 bersama Aspar Team. Kehadiran mereka di paddock Grand Prix menjadi bekal penting untuk memahami pengembangan motor prototipe, strategi balap, hingga pembinaan pembalap.

Kolaborasi jangka panjang tersebut dinilai menjadi keuntungan besar apabila proyek MotoGP benar-benar direalisasikan. Dibanding membangun program dari awal, CFMoto sudah memiliki pengalaman teknis dan operasional yang cukup matang.

Apabila berhasil masuk ke dua kejuaraan tersebut, CFMoto akan bergabung dengan Ducati, Honda, dan Yamaha sebagai pabrikan yang berkompetisi di MotoGP sekaligus WorldSBK.

V4 SR-RR, Superbike 200 HP Lebih

Keseriusan CFMoto juga terlihat dari pengembangan V4 SR-RR, motor superbike yang diproyeksikan menjadi tulang punggung program balap mereka.

Motor ini dikabarkan menggunakan mesin V4 dengan tenaga lebih dari 200 hp, serta sempat mencatat kecepatan maksimum 315,82 km/jam pada sesi pengujian yang berlangsung Juni lalu.

Catatan tersebut disebut sebagai rekor top speed tertinggi untuk motor bermesin pembakaran internal (ICE) buatan Tiongkok.

Angka itu juga cukup kompetitif jika dibandingkan dengan motor MotoGP yang musim ini mencatat rekor kecepatan sekitar 369 km/jam di Sirkuit Mugello.

Ambisi Besar Pabrikan China

Meski belum ada jadwal resmi mengenai debut CFMoto di WorldSBK maupun MotoGP, berbagai pernyataan dari pihak terkait menunjukkan bahwa proyek tersebut sudah memasuki tahap pengembangan yang serius.

Dengan dukungan investasi besar di bidang riset, teknologi, pembinaan pembalap, hingga pengembangan motor V4 performa tinggi, CFMoto berpeluang menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi balap motor dunia.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, kehadiran CFMoto diprediksi akan menambah persaingan baru di WorldSBK maupun MotoGP dalam beberapa tahun mendatang.

Continue Reading

Trending