Moto GP
Honda Rekrut David Alonso untuk MotoGP 2027, HRC atau LCR Masih Jadi Teka-teki
Honda Racing Corporation (HRC) terus mempersiapkan skuad masa depan dengan merekrut salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia balap, David Alonso, untuk mengarungi MotoGP musim 2027. Meski kepastian bergabungnya Alonso telah dikonfirmasi, Honda masih belum memutuskan apakah pembalap muda tersebut akan langsung memperkuat tim pabrikan HRC atau memulai kariernya bersama LCR Honda.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Honda dalam membangun kembali kekuatannya menjelang era baru MotoGP yang akan menggunakan mesin 850 cc mulai 2027. Dengan mengombinasikan pembalap berpengalaman dan talenta muda, HRC berharap mampu kembali bersaing di papan atas.
David Alonso Jadi Investasi Masa Depan Honda
Nama David Alonso bukan sosok asing di paddock Grand Prix.
Pembalap muda yang sukses meraih gelar Juara Dunia Moto3 2024 tersebut kini menjalani musim keduanya di kelas Moto2.
Performa konsisten membuat Alonso mampu bersaing di papan atas klasemen sementara Moto2 2026 dengan menempati posisi keempat, sekaligus menarik perhatian Honda untuk mengamankan jasanya sebelum direkrut pabrikan lain.
HRC atau LCR? Kursi Alonso Belum Dipastikan
Meski telah resmi direkrut untuk MotoGP 2027, Honda masih belum menentukan di tim mana Alonso akan memulai debutnya.
Salah satu kursi tim pabrikan HRC telah dipastikan ditempati Fabio Quartararo mulai musim depan.
Sementara itu, Johann Zarco dan Diogo Moreira masih memiliki kontrak jangka panjang bersama Honda sehingga komposisi pembalap masih belum final.
Situasi tersebut membuka dua kemungkinan. Alonso bisa langsung dipromosikan ke tim pabrikan HRC, atau memulai adaptasi bersama LCR Honda apabila Moreira mendapat promosi ke tim utama.

Honda Siapkan Regenerasi Menuju Era Baru MotoGP
Rekrutmen David Alonso menjadi bagian dari strategi jangka panjang Honda menghadapi perubahan regulasi MotoGP 2027.
Era baru dengan mesin 850 cc diprediksi akan mengubah peta persaingan sehingga memiliki pembalap muda berbakat menjadi aset penting bagi setiap pabrikan.
Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman sebagai Juara Dunia Moto3, serta performa kompetitif di Moto2, David Alonso dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu bintang MotoGP di masa depan.
Kini, perhatian tertuju pada keputusan Honda mengenai penempatan Alonso, apakah langsung mengenakan seragam tim pabrikan HRC atau terlebih dahulu mengasah kemampuannya bersama LCR Honda.

Moto GP
Hasil Practice MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Tercepat, Pol Espargaro Kejutkan KTM
Pedro Acosta menunjukkan kecepatan kuat pada Practice MotoGP Austria 2026. Tampil di hadapan publik tuan rumah KTM, pembalap Red Bull KTM tersebut berhasil membawa RC16 menjadi yang tercepat sekaligus menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus catatan waktu di bawah 1 menit 29 detik.
Acosta memimpin papan waktu hampir sepanjang sesi. Ia menutup Practice dengan catatan 1 menit 29,851 detik, unggul 0,233 detik atas Pol Espargaro yang secara mengejutkan mengamankan posisi kedua.

Pol Espargaro, yang turun sebagai pembalap pengganti di Tech3 KTM, kembali menunjukkan strategi memanfaatkan slipstream dari motor Acosta pada fase akhir sesi. Taktik tersebut membantunya mendapatkan tambahan kecepatan di lintasan lurus dan mengamankan posisi runner-up melalui lap terakhir.
Hasil ini membuat KTM menempatkan dua RC16 di posisi teratas Practice MotoGP Austria 2026. Jorge Martin menjadi pembalap tercepat ketiga dengan selisih 0,308 detik dari Acosta, sementara Marc Marquez melengkapi empat besar dengan gap 0,335 detik.
Jorge Martin Sempat Terkendala Masalah Teknis
Jorge Martin sebenarnya sempat berada di antara Acosta dan Marc Marquez pada pertengahan sesi. Namun, catatan waktunya kemudian disalip Pol Espargaro pada lap terakhir sehingga pembalap Aprilia tersebut harus puas berada di posisi ketiga.
Martin juga menghadapi kendala teknis pada Aprilia RS-GP26 di awal sesi. Situasi tersebut datang ketika dirinya masih harus mengevaluasi kondisi fisiknya setelah masalah yang dialami pada balapan MotoGP sebelumnya.
Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi kelima dengan selisih 0,513 detik. Di belakangnya terdapat Marco Bezzecchi yang menempati posisi keenam, sekaligus menjadi hasil awal yang cukup positif setelah mengalami kecelakaan ketika memimpin lap pertama balapan MotoGP Misano akhir pekan lalu.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh, diikuti Alex Marquez di urutan kedelapan. Diogo Moreira menjadi pembalap kesembilan, sementara Luca Marini melengkapi 10 besar.
Bagnaia Masih Kesulitan, Hanya P18
Salah satu hasil yang cukup mencuri perhatian datang dari Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo tersebut belum menemukan kecepatan terbaiknya dan hanya mampu menempati posisi ke-18.
Bagnaia terpaut 1,122 detik dari catatan waktu Acosta. Posisi tersebut menempatkannya cukup jauh dari persaingan grup terdepan pada sesi Practice.

Ai Ogura yang menjalani penampilan perdananya di MotoGP Austria 2026 berada satu posisi di belakang Bagnaia, yakni P19 dengan selisih 1,404 detik. Sementara Toprak Razgatlioglu masih harus beradaptasi dengan YZR-M1 di Red Bull Ring dan menutup sesi di posisi ke-22 dengan gap 2,512 detik.
Hasil Practice MotoGP Austria 2026
- Pedro Acosta – Red Bull KTM – 1:29.851
- Pol Espargaro – Red Bull KTM Tech3 – +0.233 detik
- Jorge Martin – Aprilia Racing – +0.308 detik
- Marc Marquez – Ducati Lenovo – +0.335 detik
- Johann Zarco – Castrol Honda LCR – +0.513 detik
- Marco Bezzecchi – Aprilia Racing – +0.533 detik
- Raul Fernandez – Trackhouse Aprilia – +0.566 detik
- Alex Marquez – BK8 Gresini Ducati – +0.631 detik
- Diogo Moreira – Pro Honda LCR – +0.669 detik
- Luca Marini – Honda HRC Castrol – +0.680 detik
- Fermin Aldeguer – BK8 Gresini Ducati – +0.709 detik
- Fabio Di Giannantonio – Pertamina VR46 Ducati – +0.800 detik
- Jack Miller – Pramac Yamaha – +0.843 detik
- Brad Binder – Red Bull KTM – +0.861 detik
- Fabio Quartararo – Monster Yamaha – +0.921 detik
- Franco Morbidelli – Pertamina VR46 Ducati – +0.997 detik
- Enea Bastianini – Red Bull KTM Tech3 – +1.010 detik
- Francesco Bagnaia – Ducati Lenovo – +1.122 detik
- Ai Ogura – Trackhouse Aprilia – +1.404 detik
- Takaaki Nakagami – Honda Test Rider – +1.438 detik
- Alex Rins – Monster Yamaha – +1.487 detik
- Toprak Razgatlioglu – Pramac Yamaha – +2.512 detik
Dengan hasil Practice ini, persaingan menuju sesi kualifikasi MotoGP Austria 2026 semakin menarik. Acosta menunjukkan pace kuat bersama KTM, sementara posisi Pol Espargaro di P2 membuat perhatian tertuju pada performa Tech3. Di sisi lain, Ducati masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar kecepatan KTM dan Aprilia, terutama setelah Bagnaia hanya berada di P18.
Moto GP
Lenovo Gunakan AI untuk Bantu Pembalap Muda Ducati Tingkatkan Performa Balap
Perkembangan teknologi di dunia balap semakin jauh dari sekadar urusan mesin dan elektronik. Lenovo kini memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembalap muda Ducati membaca sekaligus meningkatkan performa mereka di lintasan.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui Lenovo V2 Future Champ Academy – Garage 51 | Ducati. Program yang dikembangkan oleh Ducati, Michele Pirro, dan Garage 51 ini dirancang untuk menemukan serta membina talenta muda yang berpotensi melanjutkan karier ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Lenovo hadir sebagai mitra utama akademi dengan membawa teknologi analisis data yang memungkinkan pembalap mendapatkan gambaran lebih detail mengenai performa mereka sepanjang akhir pekan balap.
Data Balap Diolah Menjadi Informasi yang Lebih Mudah Dipahami
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Lenovo Race Performance Analysis. Sistem berbasis AI ini dirancang untuk mengolah data waktu resmi balapan menjadi informasi visual yang lebih mudah dipahami oleh pembalap.

Dengan bantuan workstation Lenovo ThinkStation P8 sebagai perangkat pengolahan data, pembalap dapat melihat perkembangan catatan waktu, tingkat konsistensi, hingga performa di setiap sektor lintasan.
Bagi pembalap, informasi tersebut menjadi penting karena selisih waktu tidak selalu berasal dari satu kesalahan besar. Kehilangan sepersekian detik dapat terjadi di beberapa sektor lintasan dan kemudian terakumulasi menjadi perbedaan waktu yang cukup signifikan ketika mencapai garis finis.
Melalui visualisasi data, pembalap dapat mengetahui bagian lintasan mana yang menjadi sumber keuntungan waktu dan sektor mana yang masih membutuhkan peningkatan.
Bisa Dipakai Selama Akhir Pekan Balap
Analisis performa tidak berhenti setelah balapan selesai. Lenovo Race Performance Analysis juga dapat diakses melalui laptop Lenovo ThinkBook sebelum maupun selama akhir pekan balap.
Artinya, pembalap dapat mengevaluasi hasil dari setiap sesi dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan pendekatan pada sesi berikutnya.
Konsep seperti ini membuat proses evaluasi menjadi lebih terukur. Pembalap tidak hanya mengandalkan feeling saat berada di atas motor, tetapi juga dapat membandingkannya dengan data lap time dan performa di masing-masing sektor.
Lenovo V2 Future Champ Academy sendiri mencakup enam seri kejuaraan dan tiga sesi tes resmi untuk para pembalap. Selain kemampuan di lintasan, program ini juga memberikan pembinaan terkait komunikasi dan pengembangan profesional.

Michele Pirro: Pemahaman Data Penting Sejak Awal Karier
Michele Pirro, yang terlibat sebagai salah satu pencipta sekaligus ambassador akademi, menilai pemahaman terhadap data menjadi bagian penting dalam perkembangan pembalap sejak awal karier.
Analisis berbasis data dapat membantu pembalap muda memahami performa mereka secara lebih mendalam. Bukan hanya soal seberapa cepat sebuah lap time dibuat, tetapi juga bagaimana waktu tersebut diperoleh dan di bagian mana masih terdapat peluang peningkatan.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika para pembalap melanjutkan karier menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk MotoGP maupun World Superbike.
Salah satu pembalap yang menggunakan sistem ini adalah Devis Bergamini dari Team Bull Bikes – WRS. Bergamini disebut hanya terpaut tiga poin dari pemimpin klasemen dengan satu seri tersisa.
Bagi Bergamini, analisis data menjadi salah satu cara untuk terus mencari peningkatan performa, baik ketika berada di lintasan maupun saat melakukan evaluasi di luar lintasan.
Teknologi yang sama juga digunakan oleh pembalap muda dengan pengalaman yang masih terbatas, termasuk Andrea Mercaldo dari Garage 51 yang baru memulai karier balap profesional pada tahun ini.
Data Balap Tak Hanya untuk Pembalap
Menariknya, Lenovo Race Performance Analysis tidak hanya ditujukan untuk pembalap dan tim.
Dashboard tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh penggemar untuk melihat perkembangan lap time dan konsistensi pembalap. Penggemar bisa mendapatkan gambaran mengenai sektor lintasan tempat seorang pembalap memperoleh waktu maupun kehilangan waktu.
Pendekatan ini membuat data balap menjadi lebih mudah dipahami oleh publik. Performa pembalap tidak lagi hanya terlihat dari posisi finis, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun kecepatan di setiap bagian sirkuit.
Ke depan, Lenovo bersama Garage 51 juga mempertimbangkan pengembangan sistem ke tahap berikutnya. Salah satu potensi pengembangannya adalah integrasi data dari sensor sepeda motor dan berbagai metrik performa pembalap.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, analisis dapat menjadi semakin detail dengan memperlihatkan hubungan antara input pembalap, respons motor, perilaku sepeda motor, hingga catatan waktu.
Di era balap modern, data memang sudah menjadi bagian penting dari proses mencari performa. Kehadiran AI seperti Lenovo Race Performance Analysis menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai dimanfaatkan sejak jenjang pembinaan pembalap, bukan hanya di level kompetisi profesional.
Moto GP
Klasemen MotoGP 2026: Marc Marquez Geser Jorge Martin, Poin Sama di Puncak
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 semakin panas setelah seri Misano. Marc Marquez berhasil merebut posisi puncak klasemen dari Jorge Martin setelah meraih kemenangan di MotoGP Misano.
Menariknya, kedua pembalap kini memiliki jumlah poin yang sama, yakni 274 angka. Namun, Marc Marquez berhak menempati posisi pertama karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak sepanjang musim.
Marquez sudah mengoleksi lima kemenangan Grand Prix pada MotoGP 2026, sedangkan Jorge Martin baru mencatat satu kemenangan. Regulasi klasemen menggunakan jumlah kemenangan sebagai penentu ketika pembalap memiliki jumlah poin yang sama.
Marc Marquez Bangkit dari Defisit 102 Poin

Posisi teratas menjadi pencapaian penting bagi Marc Marquez musim ini. Pasalnya, pembalap Ducati Lenovo tersebut sempat tertinggal hingga 102 poin dari pemimpin klasemen pada awal musim.
Perlahan tetapi konsisten, Marquez memangkas defisit tersebut melalui rangkaian hasil positif. Kemenangan di Misano akhirnya membuat perolehan poinnya menyamai Jorge Martin sekaligus mengubah posisi teratas klasemen.
Momentum ini tentu menjadi modal penting bagi Marquez. Dengan delapan seri masih tersisa, perebutan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka dan setiap kesalahan dapat berdampak besar terhadap klasemen.
Jorge Martin Turun ke Posisi Kedua
Jorge Martin harus menyerahkan posisi puncak yang sebelumnya sudah ditempatinya sejak seri Assen.
Pembalap Aprilia Racing tersebut finis kelima di MotoGP Misano. Hasil tersebut membuat Martin gagal mempertahankan keunggulan poinnya setelah Marquez berhasil memenangkan balapan.
Dengan 274 poin, Martin sebenarnya masih berada dalam posisi yang sangat kuat. Namun, karena jumlah kemenangan Grand Prix-nya lebih sedikit dibandingkan Marquez, ia harus berada di posisi kedua.

Artinya, persaingan kedua pembalap saat ini benar-benar dimulai dari nol secara matematis. Keduanya memiliki poin yang sama, tetapi Marquez unggul dalam tie-break melalui jumlah kemenangan.
Bezzecchi Masih Jadi Ancaman
Marco Bezzecchi tetap berada di posisi ketiga dengan koleksi 241 poin.
Pembalap Aprilia tersebut sebenarnya mengawali akhir pekan Misano dengan performa impresif. Bezzecchi berhasil merebut pole position dan kemudian memenangkan Sprint.
Namun, peluang mengamankan poin besar di Grand Prix justru berakhir lebih cepat. Bezzecchi mengalami kecelakaan pada lap pertama ketika sedang memimpin balapan.
Akibatnya, Bezzecchi kini tertinggal 33 poin dari Marquez dan Martin. Selisih tersebut memang cukup besar, tetapi dengan delapan seri yang masih tersedia, peluangnya untuk kembali masuk ke dalam pertarungan gelar belum tertutup.
Fabio Di Giannantonio dan Pedro Acosta Membuntuti
Di belakang tiga besar, Fabio Di Giannantonio mempertahankan posisi keempat dengan 223 poin.
Pedro Acosta naik ke posisi kelima dengan 209 poin, menggeser Ai Ogura yang kini berada di posisi keenam dengan 203 poin.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh dengan 199 poin, disusul Alex Marquez di posisi kedelapan dengan 153 poin.
Francesco Bagnaia masih berada di posisi kesembilan dengan 143 poin, sementara Fermin Aldeguer melengkapi 10 besar dengan 105 poin.
Klasemen MotoGP 2026 Usai Misano
Berikut klasemen sementara MotoGP 2026 setelah 14 dari 22 seri:
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati Lenovo | 274 |
| 2 | Jorge Martin | Aprilia Racing | 274 |
| 3 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing | 241 |
| 4 | Fabio Di Giannantonio | Pertamina VR46 Ducati | 223 |
| 5 | Pedro Acosta | Red Bull KTM | 209 |
| 6 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia | 203 |
| 7 | Raul Fernandez | Trackhouse Aprilia | 199 |
| 8 | Alex Marquez | BK8 Gresini Ducati | 153 |
| 9 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo | 143 |
| 10 | Fermin Aldeguer | BK8 Gresini Ducati | 105 |
| 11 | Luca Marini | Honda HRC Castrol | 96 |
| 12 | Enea Bastianini | Red Bull KTM Tech3 | 92 |
| 13 | Brad Binder | Red Bull KTM | 83 |
| 14 | Diogo Moreira | Pro Honda LCR | 64 |
| 15 | Fabio Quartararo | Monster Yamaha | 61 |
| 16 | Franco Morbidelli | Pertamina VR46 Ducati | 56 |
| 17 | Johann Zarco | Castrol Honda LCR | 36 |
| 18 | Joan Mir | Honda HRC Castrol | 33 |
| 19 | Jack Miller | Pramac Yamaha | 28 |
| 20 | Alex Rins | Monster Yamaha | 24 |
| 21 | Toprak Razgatlioglu | Pramac Yamaha | 18 |
| 22 | Maverick Viñales | Red Bull KTM Tech3 | 10 |
| 23 | Iker Lecuona | BK8 Gresini Ducati | 9 |
| 24 | Augusto Fernandez | Yamaha Factory Racing | 6 |
| 25 | Pol Espargaro | Red Bull KTM Tech3 | 5 |
Delapan Seri Tersisa, Perebutan Gelar Makin Ketat
Setelah 14 dari 22 seri MotoGP 2026 selesai, masih ada delapan Grand Prix yang dapat mengubah peta persaingan.
Marc Marquez kini berada di posisi teratas, tetapi keunggulannya atas Jorge Martin secara poin sebenarnya belum ada. Keduanya sama-sama mengoleksi 274 angka.
Sementara itu, Marco Bezzecchi hanya berjarak 33 poin dari duo teratas. Artinya, satu kemenangan dan hasil buruk dari dua pembalap di depannya bisa langsung mengubah persaingan.
Dengan kondisi tersebut, delapan seri terakhir MotoGP 2026 dipastikan menjadi pertarungan yang sangat ketat. Marquez memiliki momentum, Martin masih memiliki peluang besar untuk merebut kembali posisi pertama, sedangkan Bezzecchi harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk memangkas jarak.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan keluar sebagai pemimpin klasemen ketika musim MotoGP 2026 memasuki fase penentuan?
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
