Motor
Honda CBR1000RR-R Fireblade SP John McGuinness Cuma Dibuat 15 Unit
Honda Inggris menghadirkan motor edisi terbatas untuk merayakan perjalanan panjang John McGuinness di ajang Isle of Man TT. Motor tersebut bernama Honda CBR1000RR-R Fireblade SP JM 30th Anniversary Edition dan hanya diproduksi sebanyak 15 unit di dunia.
Menariknya, motor ini bukan sekadar Fireblade dengan ubahan kosmetik. Honda membuatnya sebagai replika dari CBR1000RR-R Fireblade SP yang digunakan McGuinness saat berlaga di Isle of Man TT 2026. Livery dan sejumlah detailnya dibuat khusus untuk memperingati tiga dekade kiprah pembalap legendaris Inggris tersebut di lintasan TT.

John McGuinness pertama kali tampil di Isle of Man TT pada 1996. Selama tiga dekade berkarier di ajang tersebut, ia berkembang menjadi salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah TT dan mengoleksi berbagai kemenangan bergengsi.
Livery Terinspirasi Motor Debut 1996

Untuk memperingati 30 tahun kiprahnya, Honda Racing UK menghadirkan desain yang menghubungkan Fireblade modern dengan perjalanan McGuinness sejak debutnya.
Livery CBR1000RR-R Fireblade SP 2026 terinspirasi dari motor yang digunakan McGuinness pada awal kariernya di Isle of Man TT. Desain tersebut mengambil referensi dari Honda RS250 yang digunakannya bersama Paul Bird Motorsport pada 1996.
Detail lainnya terdapat pada papan nomor berwarna hijau. Warna dan desainnya dibuat menyerupai nomor yang digunakan McGuinness ketika berkompetisi di kelas ringan pada awal kariernya.
Perpaduan desain modern Fireblade dengan elemen historis tersebut membuat motor edisi khusus ini memiliki nilai lebih bagi penggemar Honda maupun kolektor motor balap.
Berbasis Honda CBR1000RR-R Fireblade SP
Secara teknis, Honda CBR1000RR-R Fireblade SP JM 30th Anniversary Edition tetap mengandalkan basis CBR1000RR-R Fireblade SP 2026.
Motor ini menggunakan mesin empat silinder segaris berkapasitas 999 cc dengan sistem pendingin cairan. Tenaga maksimalnya mencapai 214 CV.
Tidak hanya mengandalkan performa mesin, Fireblade SP juga membawa sejumlah teknologi yang terinspirasi langsung dari dunia balap.
Honda membekali motor ini dengan throttle body terpisah, lengan ayun yang mengambil inspirasi dari RC213V-S, serta perangkat aerodinamika yang dikembangkan oleh Honda Racing Corporation atau HRC.
Sistem elektroniknya juga didukung IMU enam sumbu, sementara sektor pembuangan menggunakan sistem knalpot titanium hasil pengembangan Akrapovic.
Dengan basis tersebut, Fireblade SP JM 30th Anniversary Edition tetap memiliki karakter sebagai superbike berperforma tinggi, bukan sekadar motor pajangan edisi kolektor.
Mendapat Perlengkapan Khusus

Sebagai motor edisi John McGuinness, Honda memberikan sejumlah perlengkapan tambahan yang tidak hanya berfungsi sebagai pemanis.
Setiap unit mendapatkan livery replika motor balap McGuinness serta pelat nomor produksi yang dibuat secara individual. Motor ini juga dilengkapi engine cover dari GB Racing, radiator guard, brake lever guard, dan paddock stand support dari Evotech.
Ban Metzeler menjadi perlengkapan standar, sementara ban bawaan motor juga disertakan sebagai suku cadang.
Paket tersebut membuat motor ini terasa lebih dekat dengan dunia balap yang menjadi inspirasi kelahirannya.
Pemilik Bisa Bertemu John McGuinness
Menariknya, pengalaman kepemilikan motor ini tidak berhenti ketika unit diserahkan kepada konsumen.
Honda menyiapkan acara penyerahan khusus di Isle of Man. Pemilik CBR1000RR-R Fireblade SP JM 30th Anniversary Edition mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan John McGuinness dan mengikuti sesi berkeliling lintasan TT bersamanya.
Tidak hanya itu, Honda juga menyediakan helm KYT KX-1 edisi khusus yang dibuat dengan desain menyerupai helm McGuinness.
Helm tersebut akan ditandatangani langsung oleh McGuinness dan disediakan sesuai ukuran pemilik.
Paket eksklusif ini turut dilengkapi paddock stand belakang Gee-Tech dengan logo 30th Anniversary serta karpet garasi yang dipersonalisasi.
Hanya 15 Unit di Dunia
Dengan produksi yang hanya mencapai 15 unit, Honda CBR1000RR-R Fireblade SP JM 30th Anniversary Edition jelas menyasar kolektor dan penggemar berat John McGuinness serta Isle of Man TT.
Motor ini menggabungkan tiga elemen utama: performa Fireblade SP, sejarah balap John McGuinness, dan eksklusivitas produksi terbatas.
Bagi Honda, edisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan McGuinness selama 30 tahun di Isle of Man TT.
Sementara bagi kolektor, Fireblade ini bukan hanya sebuah superbike 999 cc, tetapi juga bagian dari sejarah panjang salah satu ajang road racing paling ikonik di dunia.
Moto GP
Cedera Tangan, Ai Ogura Absen di MotoGP Aragon dan Digantikan Lorenzo Savadori
Kabar kurang baik datang dari Ai Ogura jelang gelaran MotoGP Aragon. Pembalap Trackhouse MotoGP tersebut dipastikan tidak dapat tampil pada putaran akhir pekan ini setelah mengalami cedera pada tangan kiri saat menjalani sesi latihan di Jepang.
Hasil pemeriksaan medis setelah Ogura tiba di Eropa menunjukkan adanya patah tulang di bagian dekat ibu jari tangan kiri. Cedera tersebut membutuhkan penanganan operasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan ini.

Dengan kondisi tersebut, Ogura harus kembali menepi dari persaingan MotoGP. Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pembalap Jepang tersebut, Trackhouse menunjuk Lorenzo Savadori sebagai pengganti untuk MotoGP Aragon.
Savadori merupakan pembalap penguji Aprilia yang sudah memiliki pengalaman dengan motor RS-GP. Ia akan mengendarai motor yang sebelumnya digunakan Ogura di Aragon.
Cedera Terjadi Saat Latihan di Jepang
Cedera Ogura terjadi ketika dirinya menjalani latihan di Jepang sebagai persiapan menghadapi putaran MotoGP berikutnya.
Awalnya, pembalap Trackhouse tersebut menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di Eropa. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui terdapat patah tulang pada area tangan kiri di sekitar ibu jari.
Kondisi tersebut membuat tim dan pihak medis memutuskan bahwa operasi diperlukan sebelum Ogura dapat kembali menjalani aktivitas balap.
Bagi seorang pembalap MotoGP, cedera tangan tentu menjadi persoalan serius. Tangan kiri memiliki peran penting dalam pengoperasian motor, termasuk kontrol kopling pada motor balap serta berbagai input yang dibutuhkan ketika berada di lintasan.

Karena itu, pemulihan secara maksimal menjadi prioritas sebelum Ogura kembali ke atas motor.
Lorenzo Savadori Isi Kursi Ogura
Trackhouse kemudian mengonfirmasi Lorenzo Savadori sebagai pembalap pengganti Ai Ogura di MotoGP Aragon.
Savadori bukan nama asing bagi Aprilia. Pembalap asal Italia tersebut berstatus sebagai test rider Aprilia dan memiliki pengalaman mengembangkan sekaligus menguji motor RS-GP.
Kesempatan ini membuat Savadori kembali mendapatkan pengalaman balap penuh di MotoGP bersama Trackhouse.
Ia nantinya akan bergabung dengan Raul Fernandez, yang datang ke Aragon dengan modal positif setelah meraih kemenangan di MotoGP Inggris di Silverstone.
Pergantian pembalap ini bersifat sementara hingga Ogura dinyatakan cukup pulih untuk kembali berkompetisi.
Ogura Kembali Melewatkan MotoGP Aragon
Menariknya, MotoGP Aragon kembali menjadi seri yang harus dilewatkan Ogura karena cedera.
Pada musim 2025, pembalap Jepang tersebut juga tidak tampil di Aragon setelah mengalami cedera pada bagian kaki.
Kini, setahun berselang, Ogura kembali harus absen di sirkuit yang sama. Bedanya, kali ini cedera terjadi pada tangan kiri setelah menjalani latihan di Jepang.
Absennya Ogura juga datang di saat yang cukup krusial dalam perjalanan MotoGP 2026.
Pembalap Trackhouse tersebut tengah berada di posisi ketiga klasemen sementara kejuaraan dunia.
Ogura berada di belakang dua pembalap Aprilia, yaitu Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
Sebelumnya, Ogura juga sempat mencatatkan hasil penting dengan memenangkan MotoGP Belanda sebelum menghadapi akhir pekan yang kurang maksimal di Silverstone.
Posisi Ketiga Bisa Terancam

Dari sisi klasemen, absennya Ogura di Aragon berpotensi memberikan dampak cukup besar.
Ogura saat ini tertinggal 37 poin dari Jorge Martin yang berada di puncak klasemen. Sementara jaraknya dengan Marco Bezzecchi di posisi kedua hanya enam poin.
Masalahnya, beberapa pembalap di belakang Ogura memiliki selisih poin yang cukup dekat.
Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez berada dalam jarak 19 poin dari pembalap Jepang tersebut.
Artinya, tanpa tambahan poin dari Aragon, posisi Ogura di klasemen berpotensi turun secara signifikan setelah balapan akhir pekan ini.
Secara matematis, Ogura bahkan bisa terlempar dari posisi ketiga hingga posisi keenam apabila para rivalnya mampu meraih hasil maksimal.
Situasi tersebut tentu bukan kondisi ideal bagi Ogura yang sebelumnya sedang berada dalam persaingan papan atas MotoGP 2026.
Fokus Pemulihan Sebelum Kembali Balapan
Kini, prioritas utama Ai Ogura adalah menjalani operasi dan memulihkan cedera tangannya.
Musim MotoGP 2026 masih menyisakan banyak balapan, sehingga Ogura masih memiliki kesempatan untuk kembali mengejar ketertinggalan apabila kondisi fisiknya sudah memungkinkan.
Di sisi lain, Trackhouse akan mengandalkan pengalaman Lorenzo Savadori untuk mengisi posisi Ogura di Aragon.
Dengan Raul Fernandez yang baru saja meraih kemenangan di Silverstone, Trackhouse tetap memiliki peluang untuk meraih hasil positif di akhir pekan MotoGP Aragon.
Bagi Ogura, absennya kali ini menjadi pukulan tersendiri. Apalagi ia tengah berada di posisi ketiga klasemen dan memiliki peluang bersaing di barisan depan kejuaraan dunia.
Namun, daripada memaksakan diri, pemulihan cedera menjadi langkah paling penting sebelum kembali bertarung di lintasan.
Electric Vehicle
United RX6000 Resmi Hadir, Motor Listrik Dual-Purpose yang Bisa Ngecas di SPKLU
Motor listrik di Indonesia mulai hadir dengan konsep yang semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan desain skutik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, United E-Motor RX6000 menawarkan pendekatan berbeda melalui konsep All-Terrain E-Performance.
Motor listrik besutan PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) tersebut menggabungkan karakter dual-purpose dengan performa yang ditujukan untuk penggunaan harian sekaligus menjelajah berbagai kondisi jalan.
Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah sistem pengisian dayanya. United RX6000 kompatibel dengan SPKLU Euro Type 2, sehingga pengguna memiliki pilihan pengisian selain menggunakan sumber listrik di rumah.

Dengan kemampuan tersebut, RX6000 bisa melakukan pengisian melalui sumber listrik rumah, SPKLU Euro Type 2 Charging Station, hingga Ultra Charging Station.
Bisa Ngecas di Rumah dan SPKLU
Salah satu tantangan motor listrik saat ini adalah fleksibilitas pengisian daya. United mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui RX6000 yang menggunakan sistem direct charging.
Baterai dapat diisi menggunakan sumber listrik rumah dengan kebutuhan daya mulai dari 1.300 VA hingga 4.400 VA.
Selain pengisian di rumah, motor listrik ini juga sudah mendukung SPKLU dengan konektor Euro Type 2.
Artinya, pengguna memiliki alternatif lokasi pengisian ketika sedang melakukan perjalanan dan tidak memungkinkan melakukan charging di rumah.
United juga membekali RX6000 dengan fitur fast charging. Pengisian baterai dari kondisi 0 hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Sistem pengisian tersebut turut dilengkapi auto cut-off dan cooling fan untuk mendukung proses charging.
Tenaga 6.000 Watt, Torsi 55 Nm
Dari sisi performa, United RX6000 menggunakan motor listrik dengan top power 6.000 watt.
Torsi maksimumnya mencapai 55 Nm pada 550 rpm, dengan klaim kecepatan maksimum mencapai 100 km/jam.
Sementara untuk kebutuhan perjalanan, baterai lithium berkapasitas 72V 54Ah menjadi sumber tenaga utama.
United mengklaim RX6000 mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Kombinasi tenaga, torsi, dan kapasitas baterai tersebut membuat RX6000 tidak hanya diarahkan sebagai kendaraan komuter, tetapi juga membawa karakter performa yang lebih kuat.
Bukan Skutik Biasa, Bawa Karakter Dual-Purpose
Dari desain, United RX6000 mengambil inspirasi dari motor trail yang kemudian dipadukan dengan sentuhan urban sport-bike.
Posisi berkendara dibuat tegak dengan jangkauan setang yang relatif pendek. Karakter tersebut ditujukan agar motor tetap nyaman digunakan di perkotaan sekaligus memiliki kemampuan menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam.
Karakter dual-purpose semakin terlihat dari penggunaan ban dengan profil yang mendukung penggunaan di berbagai permukaan.
Bagian depan menggunakan ban 110/80-17, sedangkan roda belakang menggunakan ukuran 130/80-17.
Suspensinya juga dirancang untuk mendukung karakter tersebut. Di depan terdapat USD atau upside-down suspension, sementara bagian belakang menggunakan Direct-Mount Monoshock.
Salah satu angka yang menarik adalah ground clearance 225 mm. Jarak terendah ke tanah tersebut memberikan ruang yang lebih aman ketika RX6000 digunakan melewati jalan rusak, permukaan tidak rata, maupun jalur non-aspal ringan.
Spesifikasi United RX6000
| Spesifikasi | United RX6000 |
|---|---|
| Konsep | All-Terrain E-Performance |
| Jenis | Motor listrik dual-purpose |
| Top Power | 6.000 watt |
| Torsi Maksimum | 55 Nm @ 550 rpm |
| Top Speed | 100 km/jam |
| Baterai | Lithium 72V 54Ah |
| Jarak Tempuh | Hingga 120 km |
| Fast Charging | 0–80% sekitar 1,5 jam |
| Pengisian | Rumah, SPKLU Euro Type 2 |
| Ban Depan | 110/80-17 |
| Ban Belakang | 130/80-17 |
| Suspensi Depan | USD |
| Suspensi Belakang | Direct-Mount Monoshock |
| Ground Clearance | 225 mm |
| Harga | Rp69,9 juta OTR Jakarta |
Harga Rp69,9 Juta
Dengan kombinasi performa, kemampuan dual-purpose, serta fleksibilitas pengisian daya, United RX6000 dipasarkan dengan harga Rp69,9 juta OTR Jakarta.
Kehadiran RX6000 menunjukkan bahwa motor listrik mulai bergerak ke segmen yang lebih beragam. Tidak hanya mengejar efisiensi untuk perjalanan perkotaan, tetapi juga menawarkan karakter berkendara yang lebih aktif dengan kemampuan menghadapi medan non-aspal ringan.
Apalagi dukungan SPKLU Euro Type 2 membuat pengguna memiliki opsi charging yang lebih fleksibel saat melakukan perjalanan.
Dengan konsep All-Terrain E-Performance, RX6000 mencoba menggabungkan tiga kebutuhan sekaligus: performa, kemampuan dual-purpose, dan fleksibilitas pengisian daya.
Event
Old Timer Garage Resmi Jadi Dealer Mooneyes Bali, Hadirkan Creative Hub Kustom Kulture
Kultur otomotif dan kustom di Bali kembali mendapatkan ruang baru. Old Timer Garage resmi menjadi Mooneyes Authorized Dealer di Bali, sekaligus membawa konsep yang lebih luas dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai creative hub bagi automotive enthusiast dan komunitas kreatif.
Peresmian Mooneyes Bali berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pelaku kustom kulture dari dalam maupun luar negeri. Presiden Mooneyes Jepang, Shige Suganuma, bersama timnya hadir langsung dalam acara tersebut. Turut hadir Mark FDB dari Mooneyes Bangkok, Asnawi dari Borneo Kustom Show, serta sejumlah nama dari skena kustom kulture Indonesia seperti Lulut Wahyudi dari Kustomfest, Maclinton Von Dutch, Fahmi Freeflow, dan Johny Mooneyes Jakarta.

Acara yang berlangsung dari sore hingga malam tersebut juga dihadiri komunitas otomotif Bali. Nuansa sunset dengan deretan kendaraan custom dan vintage menjadi pembuka sebelum acara dilanjutkan dengan seremoni peresmian.
Bawa Semangat Mooneyes ke Bali
Seremoni peresmian dilakukan dengan menggunting rantai pintu showroom oleh Shige Suganuma dan Yayack Priyo Wibowo dari Old Timer Garage Bali.
Konsep acara juga dibuat dekat dengan kultur lokal. Setelah seremoni, para tamu menikmati sajian BBQ dari Fork 24/7 Bali, kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik The Hydrant dan DJ.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Marcelino, vokalis The Hydrant, memasuki area acara menggunakan Chevrolet Impala sebelum tampil di atas panggung.
Atmosfer kustom kulture semakin terasa melalui aksi live painting dari Fahmi Freeflow. Kali ini, tangan Fahmi menggoreskan karya pinstripe langsung pada bodi BMW Z4 dan menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian para tamu.
Para undangan juga ikut memberikan pick award kepada sejumlah motor custom dan mobil vintage yang dipajang di area acara.
Bukan Sekadar Toko Mooneyes
Kehadiran Mooneyes Bali memiliki konsep yang lebih besar dibandingkan sekadar showroom atau toko merchandise.
Yayack Priyo Wibowo menjelaskan bahwa Old Timer Garage ingin menjadikan Mooneyes Bali sebagai creative hub yang dapat menjadi ruang berkumpul bagi automotive enthusiast maupun komunitas kreatif lainnya.
Produk yang tersedia juga dibuat cukup beragam. Mulai dari apparel khas Mooneyes hingga spare part dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kultur otomotif.
Dengan area yang mencapai 3.300 meter persegi, Old Timer Garage melihat lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi otomotif sekaligus ruang aktivitas komunitas.
Konsep tersebut juga tetap membawa akar atau roots dari kustom kulture yang selama ini menjadi identitas Mooneyes.
Artinya, Mooneyes Bali tidak hanya menjadi tempat untuk membeli produk, tetapi juga membuka peluang bagi komunitas untuk mengadakan kegiatan dan membangun koneksi dalam satu ekosistem.
Mooneyes Sambut Kehadiran Dealer di Bali
Presiden Mooneyes Jepang, Shige Suganuma, mengaku bangga dengan peresmian Old Timer Garage sebagai Mooneyes Authorized Dealer di Bali.
Menurut Shige, Bali memiliki potensi besar dalam perkembangan dunia otomotif dan kustom kulture. Kehadirannya ke Bali juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan skena otomotif di Pulau Dewata.
Dalam kunjungannya, Shige juga menyempatkan diri mengunjungi Kebon Vintage yang dikenal memiliki koleksi kendaraan klasik serta Tuksedo Studio, workshop yang bergerak dalam pembuatan replika kendaraan.
Kunjungan tersebut semakin memperlihatkan bagaimana Bali memiliki ekosistem otomotif dan kustom yang cukup beragam.
Ada Honda Stylo Custom untuk Konsumen
Ada satu program menarik yang turut disiapkan setelah pembukaan Mooneyes Bali.
Selama tiga bulan ke depan, Mooneyes Bali menyediakan satu unit Honda Stylo yang mendapatkan sentuhan custom pinstripe dari Fahmi Freeflow serta sejumlah aksesori hasil karya Old Timer Garage.
Program tersebut menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi konsumen yang berbelanja di Mooneyes Bali.
Dengan hadirnya Old Timer Garage sebagai Mooneyes Authorized Dealer, Bali kini memiliki ruang baru yang menggabungkan retail otomotif, custom culture, lifestyle, komunitas, hingga kreativitas.
Lebih dari sekadar toko, Mooneyes Bali diharapkan bisa menjadi titik temu baru bagi para penggemar kendaraan klasik, motor custom, builder, kolektor, hingga komunitas kreatif.
Kehadiran creative hub seluas 3.300 meter persegi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ekosistem kustom kulture di Indonesia terus berkembang dan semakin memiliki ruang untuk berkolaborasi.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
