Connect with us

Motor

M Zidane Bawa Ducati Desmo450 MX Finis 4 Besar di FMSCT Thailand Motocross 2026

Published

on

Ducati MX Team Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di level Asia Tenggara. Bertarung pada FMSCT Thailand Motocross Championship 2026 Round 9 di KMC Circuit, M Zidane berhasil finis di posisi keempat kelas MX1, sementara Diva Ismayana tetap mengamankan poin penting meski dibayangi kendala teknis.

Hasil ini mempertegas performa kompetitif Ducati Desmo450 MX di salah satu kejuaraan motocross paling bergengsi di Thailand.

Kualifikasi Jadi Modal Positif Ducati

Sejak sesi time practice, dua pembalap Ducati tampil menjanjikan. M Zidane mengamankan posisi start ketiga, sedangkan Diva Ismayana berada tepat di belakangnya di urutan keempat.

Ketika gate start terbuka, keduanya langsung melesat di barisan depan dan mampu menjaga ritme bersama para pembalap terbaik Thailand dan Australia. Ducati Desmo450 MX kembali membuktikan karakter motor yang agresif saat akselerasi awal serta stabil di lintasan tanah KMC Circuit.

M Zidane Sempat Rebut Podium, Keram Jadi Penentu

Race utama berlangsung sengit. M Zidane beberapa kali bertarung memperebutkan posisi tiga besar bersama Kirk Gibbs dan Jiraj Wannalak.

Pembalap asal Blitar itu sempat mempertahankan posisi ketiga hingga memasuki 10 menit terakhir. Namun tekanan dari Kritsada serta kondisi fisik yang mulai menurun membuat Zidane kehilangan podium di penghujung balapan.

Meski demikian, ia tetap finis di posisi keempat dan membawa pulang 13 poin penting untuk klasemen MX1.

“Saya sempat bertahan di posisi ketiga, tetapi tangan mulai keram di akhir race sehingga saya tidak bisa push maksimal. Meski kehilangan podium, saya tetap fight sampai finis. Poin ini sangat penting untuk championship,” ujar M Zidane.

Diva Ismayana Tetap Raih Poin Meski Alami Kendala Teknis

Nasib berbeda dialami Diva Ismayana. Sejak lap awal, suspensi belakang Ducati Desmo450 MX miliknya mengalami masalah yang membuat handling motor berubah drastis.

Meski harus mengendarai motor dalam kondisi kurang ideal, pembalap asal Bali itu tetap menyelesaikan balapan hingga garis finis dan mengamankan posisi kesembilan dengan tambahan 7 poin.

“Motor terasa berbeda sejak awal karena suspensi belakang bermasalah. Saya harus lebih hati-hati menjaga kontrol, terutama di sektor yang membutuhkan stabilitas. Finis memang bukan target kami, tetapi saya bersyukur tetap membawa pulang poin,” kata Diva.

Ducati Tetap Kompetitif di Thailand

Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, mengakui hasil Round 9 belum sesuai target, namun tetap mengapresiasi fighting spirit kedua pembalapnya.

Menurutnya, M Zidane memiliki kecepatan untuk naik podium, sedangkan Diva kehilangan banyak waktu akibat kendala teknis. Tim kini fokus melakukan evaluasi agar Ducati Desmo450 MX kembali bertarung di posisi depan pada putaran berikutnya.

Usai Round 9, M Zidane kini menempati posisi keenam klasemen dengan 74 poin, sementara Diva Ismayana berada di urutan 10 dengan 50 poin.

Dengan performa tersebut, Ducati MX Team Indonesia kembali membuktikan bahwa Ducati Desmo450 MX mampu bersaing di jajaran terdepan motocross Asia Tenggara.

Motor

FUBORU Racing Part Luncurkan Gasket Metal Foam di Final Superprix 2026 Sirkuit Mijen Semarang

Published

on

By

SEMARANG – FUBORU Racing Part akan merilis produk terbaru dari lini Racing Series, yaitu gasket berbahan metal foam, pada ajang Final Superprix 2026. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 24 [bulan] 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang.

Pemilihan Final Superprix 2026 sebagai panggung rilis dinilai tepat. Ajang ini mempertemukan para pembalap dan tuner dengan kebutuhan komponen yang andal, sehingga produk Racing Series bisa langsung diperkenalkan kepada target pasarnya.

Gasket Metal Foam untuk Kebutuhan Racing

Gasket Racing Series ini menggunakan material metal foam, yaitu logam berstruktur seluler berpori yang dikenal ringan namun kuat. Karakter material tersebut membuatnya mampu menahan panas tinggi serta meredam tekanan dan getaran, kondisi yang lazim dihadapi komponen penyegel pada mesin yang dipacu di sirkuit.

Dengan material ini, FUBORU memposisikan produknya sebagai alternatif dari gasket konvensional bagi pengguna yang menginginkan ketahanan lebih dalam pemakaian intensif.

Keunggulan yang Ditawarkan

  • Tahan panas tinggi, sesuai kebutuhan mesin balap dan modifikasi.
  • Daya redam yang baik terhadap getaran dan tekanan.
  • Bobot ringan, sejalan dengan kebutuhan komponen racing.
  • Struktur kuat untuk membantu menjaga kerapatan sambungan.

Hadir Langsung di Sirkuit

Selama dua hari penyelenggaraan Final Superprix 2026, pengunjung, pembalap, dan para tuner berkesempatan melihat langsung produk ini di [lokasi booth/area FUBORU]. Tim FUBORU juga akan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi dan penggunaan gasket Racing Series.

“Kami memilih Final Superprix 2026 karena di sinilah produk racing diuji dan dinilai langsung oleh para pelakunya. Gasket metal foam ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen FUBORU di dunia balap.”
— [TERRENCE,FUBORU Racing Part]

Continue Reading

Electric Vehicle

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Andalkan Baterai 72V 80Ah

Published

on

By

Yadea GT80 menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan kemampuan jarak tempuh panjang. Model ini diklaim mampu melaju hingga 190 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan dukungan kombinasi baterai berkapasitas total 72V 80Ah dan motor listrik yang menghasilkan daya puncak 5.000 watt.

Selain mengunggulkan daya jelajah, Yadea GT80 juga dibekali kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 90 km/jam. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas dengan jarak perjalanan lebih jauh, tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian ulang baterai.

Meski demikian, klaim jarak tempuh maksimal perlu dilihat berdasarkan metode pengujiannya. Yadea GT80 memiliki konfigurasi baterai standar dan opsi baterai tambahan yang menghasilkan kapasitas berbeda, sehingga jarak tempuhnya juga tidak sama.

Baterai 72V 80Ah, Jarak Tempuh Diklaim 190 Km

Yadea GT80 menggunakan baterai standar berkapasitas 72V 50Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer. Bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia opsi baterai tambahan berkapasitas 30Ah.

Ketika baterai tambahan tersebut digunakan, kapasitas total meningkat menjadi 72V 80Ah. Dalam konfigurasi ini, jarak tempuh Yadea GT80 diklaim mencapai 190 kilometer berdasarkan pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC).

WMTC merupakan metode pengujian terstandar untuk mengevaluasi konsumsi energi dan karakteristik kendaraan dalam kondisi pengujian tertentu. Karena itu, hasil pengujian tidak selalu sama dengan jarak yang bisa dicapai ketika motor digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi jalan, kecepatan berkendara, bobot pengendara, cuaca, tekanan ban, serta pola akselerasi dan pengereman dapat memengaruhi konsumsi energi. Dengan demikian, angka 190 kilometer sebaiknya dipahami sebagai klaim berdasarkan pengujian terstandar, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.

Motor Listrik 5.000 Watt, Kecepatan Maksimal 90 Km/Jam

Untuk sektor penggerak, Yadea GT80 mengandalkan motor listrik dengan daya puncak 5.000 watt atau setara 5 kW. Tenaga tersebut mendukung kemampuan motor mencapai kecepatan maksimum yang diklaim hingga 90 km/jam.

Perpaduan daya motor dan kapasitas baterai menjadi bagian penting dalam menentukan karakter berkendara serta kebutuhan energi. Namun, daya puncak tidak secara langsung menunjukkan konsumsi energi aktual, karena pemakaian listrik juga dipengaruhi kecepatan, beban, dan kondisi perjalanan.

Pada sektor pengereman, GT80 menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang. Sistem tersebut dipadukan dengan Combi Brake System (CBS), yang membantu mendistribusikan pengereman antara roda sesuai mekanisme sistemnya.

Untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan berkendara, motor ini juga dilengkapi suspensi hidraulis di bagian depan maupun belakang.

Dimensi Bodi dan Ukuran Ban

Yadea GT80 memiliki dimensi panjang 1.966 mm, lebar 713 mm, dan tinggi 1.333 mm. Ukuran tersebut memberikan gambaran mengenai proporsi bodi motor untuk kebutuhan mobilitas harian.

Pada bagian kaki-kaki, GT80 menggunakan ban depan berukuran 100/90-12 dan ban belakang 120/80-12. Kombinasi ukuran ban tersebut menjadi bagian dari konfigurasi roda yang mendukung karakter berkendara motor listrik ini.

Berikut rangkuman spesifikasi Yadea GT80 berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Baterai standar: 72V 50Ah
  • Baterai tambahan: 30Ah
  • Kapasitas total dengan baterai tambahan: 72V 80Ah
  • Klaim jarak tempuh baterai standar: hingga 120 km
  • Klaim jarak tempuh maksimal: hingga 190 km berdasarkan WMTC
  • Daya puncak motor listrik: 5.000 watt
  • Kecepatan maksimum: hingga 90 km/jam
  • Rem depan dan belakang: cakram
  • Sistem pengereman: Combi Brake System (CBS)
  • Suspensi depan dan belakang: hidraulis
  • Ban depan: 100/90-12
  • Ban belakang: 120/80-12
  • Dimensi panjang × lebar × tinggi: 1.966 × 713 × 1.333 mm

Siap Menghadapi Tantangan Jarak Tempuh 180 Km Lebih

Yadea GT80 juga disiapkan untuk mengikuti tantangan bertajuk “Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge”. Program ini akan menguji kemampuan motor dalam menempuh perjalanan nyata dengan satu kali pengisian daya.

Pengujian tersebut menarik karena dapat memberikan gambaran mengenai performa jarak tempuh di luar kondisi laboratorium atau pengujian terstandar. Hasilnya juga dapat menjadi bahan perbandingan antara klaim jarak tempuh berdasarkan WMTC dan kemampuan motor ketika digunakan di jalan.

Pada akhirnya, daya jelajah aktual Yadea GT80 baru dapat dinilai secara lebih menyeluruh setelah hasil pengujian perjalanan nyata tersedia. Dengan baterai hingga 80Ah, daya puncak 5.000 watt, dan kecepatan maksimum yang diklaim 90 km/jam, GT80 menawarkan kombinasi spesifikasi yang berfokus pada mobilitas jarak jauh.

Continue Reading

Motor

Royal Enfield Hypershift Classic 650 Meluncur di Indonesia, Hanya Ada 17 Unit

Published

on

By

Royal Enfield menghadirkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun untuk pasar Indonesia. Mengusung jumlah produksi yang sangat terbatas, motor edisi spesial ini dialokasikan hanya sebanyak 17 unit untuk Indonesia, dari total 125 unit yang disiapkan untuk setiap wilayah utama dunia.

Model ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Royal Enfield sejak 1901. Melalui edisi khusus tersebut, pabrikan asal Inggris yang kini berbasis di India itu memadukan desain klasik khas keluarga Classic dengan sentuhan visual eksklusif yang terinspirasi dari sejarah awal merek.

Di Indonesia, Royal Enfield Hypershift Classic 650 ditawarkan dengan harga Rp268.000.000. Konsumen yang berminat dapat mendaftarkan minat pembelian mulai 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB hingga 27 Oktober 2026 melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia.

Finishing Hypershift Berubah Warna

Daya tarik utama Hypershift Classic 650 terletak pada lapisan finishing khusus yang diaplikasikan pada bodinya. Dengan dasar warna kuningan, lapisan Hypershift dapat menampilkan pantulan warna merah, hijau, hingga emas, bergantung pada kondisi pencahayaan dan sudut pandang.

Konsep visual ini menjadi penghormatan terhadap sejarah Royal Enfield yang dimulai pada 1901. Efek perubahan warna memberikan karakter berbeda dibandingkan Classic 650 standar, sekaligus memperkuat kesan eksklusif pada motor edisi peringatan ini.

Meski mendapat sentuhan khusus, identitas desain Classic tetap dipertahankan. Bentuk tangki bahan bakar teardrop dan rumah lampu depan bergaya nacelle tetap menjadi elemen utama yang menghadirkan nuansa motor klasik.

Royal Enfield juga menyematkan emblem emas peringatan 125 tahun, emblem khusus pada panel samping, serta pinstripe yang dikerjakan dengan tangan atau hand-painted. Detail tersebut menambah karakter kolektor pada motor yang dipasarkan dalam jumlah terbatas ini.

Tetap Mengandalkan Mesin 650 Twin

Dari sisi mekanis, Hypershift Classic 650 tetap menggunakan platform mesin Royal Enfield 650 Twin dengan konfigurasi dua silinder. Platform tersebut mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri keluarga motor Royal Enfield bermesin 650 cc.

Dengan demikian, pembeda utama edisi peringatan ini terletak pada tampilan, detail eksklusif, dan jumlah unit yang terbatas, bukan pada perubahan platform mesin yang disebutkan dalam informasi peluncurannya.

Kombinasi desain retro, finishing Hypershift, dan detail peringatan 125 tahun menjadikan model ini menyasar penggemar motor klasik yang mencari produk dengan nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Harga Rp268 Juta, Pendaftaran Minat Dibuka

Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp268.000.000. Jumlahnya dibatasi hanya 17 unit, sehingga konsumen perlu memperhatikan periode pendaftaran minat pembelian yang telah ditentukan.

Pendaftaran dibuka pada 16 Oktober 2026 mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Konsumen dapat menyampaikan minat melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia di https://www.royalenfield.com/id/id/home/.

Dengan kuota yang terbatas, Hypershift Classic 650 menjadi salah satu model spesial Royal Enfield yang membawa identitas sejarah merek ke dalam format motor klasik modern. Perpaduan desain ikonik dan finishing yang berubah warna menjadi ciri utama edisi peringatan 125 tahun ini.

Continue Reading

Trending