Motor
Vespa 946 Horse Hadir Rayakan Tahun Kuda dengan Sentuhan Seni dan Kemewahan
Vespa kembali merayakan momen spesial dalam kalender Lunar dengan memperkenalkan Vespa 946 Horse, sebuah edisi terbatas yang memaknai Tahun Kuda sebagai simbol kebebasan, kekuatan, dan energi tanpa batas. Setelah sukses dengan edisi Dragon dan Snake, Vespa kini menghadirkan interpretasi baru yang lebih berkarakter, memadukan filosofi Timur dengan estetika desain Italia yang ikonik.
Sebagai bagian dari lini Vespa 946 yang dikenal eksklusif, edisi Horse tampil sebagai karya seni bergerak. Setiap lekuk bodinya dirancang dengan presisi tinggi, menghadirkan perpaduan harmonis antara desain klasik Vespa dan sentuhan modern yang elegan, mencerminkan jiwa petualang dan kemewahan dalam satu kesatuan.

Balutan Warna Bay dan Aksen Emas Pertegas Karakter Eksklusif
Identitas Vespa 946 Horse langsung terlihat dari pilihan warna bay, nuansa cokelat tua yang terinspirasi dari kilau alami bulu kuda. Warna ini diaplikasikan pada bodi baja khas Vespa dengan kombinasi finishing matte dan glossy yang memberikan kesan dalam, hangat, dan berkelas.
Detail emas menjadi aksen yang memperkuat aura eksklusivitas. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah monogram huruf “V” berwarna emas yang tercetak timbul pada elemen tapal kuda di bawah jok, menjadi simbol kemewahan sekaligus penanda edisi terbatas yang tidak diproduksi massal.
Jok Kulit Handmade, Terinspirasi Dunia Berkuda
Nuansa premium Vespa 946 Horse semakin terasa lewat jok kulit yang dirancang terinspirasi dari perlengkapan berkuda klasik. Jok ini dibuat secara handmade oleh perajin Italia berpengalaman, menghasilkan kualitas sentuhan yang tidak hanya mewah, tetapi juga sarat nilai craftsmanship.
Material kulit premium juga diaplikasikan pada bagian setang dan spion, menghadirkan kontinuitas desain yang mempertegas identitas Vespa 946 Horse sebagai skuter lifestyle kelas atas dengan karakter kuat dan autentik.

Aksesori Khusus dan Helm Eksklusif Edisi Horse
Vespa tak berhenti pada desain utama. Edisi 946 Horse turut dibekali berbagai aksesori eksklusif, termasuk tas penyimpanan belakang berbahan kulit senada dengan jok yang menggabungkan fungsi dan estetika.
Windshield dengan penyangga aluminium menambah sentuhan modern, sementara helm jet khusus dengan logo “V” emas tiga dimensi di bagian belakang menjadi pelengkap sempurna yang menegaskan status Vespa 946 Horse sebagai koleksi istimewa bagi para pecinta Vespa.
Sudah Pre-Order Global, Indonesia Masih Menanti Kepastian
Vespa 946 Horse telah membuka masa pre-order global sejak 26 Januari 2025, tersedia melalui situs resmi vespa.com dan dipajang di gerai VESPA THE EMPTY SPACE di Milan.
Untuk pasar Indonesia, model ini sudah mulai ditampilkan di situs resmi Vespa Indonesia. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait jadwal peluncuran maupun ketersediaannya di Tanah Air, membuat para penggemar Vespa harus sedikit bersabar menanti kehadiran edisi istimewa ini.
Motor Balap
Arai Agaska Targetkan Hasil Lebih Baik di World Sportbike Misano 2026
Pembalap muda Indonesia, Arai Agaska, kembali bersiap menghadapi tantangan putaran kelima World Sportbike 2026 yang akan digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 12–14 Juni 2026. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia itu datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki hasil dari seri-seri sebelumnya.
Menariknya, Misano bukanlah trek asing bagi Arai. Ia pernah mencatat hasil impresif di sirkuit tersebut saat tampil di R3 BLU CRU World Cup 2025 dengan finis posisi kedua. Selain itu, beberapa sesi latihan dan training camp di Eropa juga membuatnya semakin familiar dengan karakter teknis sirkuit cepat dan flowing tersebut.

Pengalaman itu menjadi modal penting dalam musim debutnya di World Sportbike bersama tim ProGP NitiRacing. Hingga empat putaran berjalan, Arai terus melakukan evaluasi untuk memahami karakter Yamaha R7 sekaligus meningkatkan konsistensi pace balapnya.
Musim ini, Arai telah mengumpulkan satu poin dari seri Autodrom Most di Republik Ceko. Meski hasilnya masih bertahap, progres performa tetap terlihat positif seiring adaptasi terhadap kompetisi level dunia yang semakin ketat.
Dukungan penuh dari Yamaha Racing Indonesia juga menjadi faktor penting dalam perkembangan Arai. Pihak tim menilai pengalaman musim ini akan menjadi fondasi besar bagi karier jangka panjang sang pembalap di kancah internasional.

Electric Vehicle
Skutik Maxi TVS 160cc Baru, Mesin Liquid-Cooled Siap Guncang Pasar
TVS kembali bersiap mengguncang pasar skutik premium dengan proyek terbaru mereka di kelas maxi scooter 160cc. Pabrikan asal India ini dikabarkan tengah mengembangkan platform baru yang benar-benar berbeda dari lini Ntorq yang selama ini menjadi andalan mereka. Langkah ini menjadi strategi besar TVS untuk masuk lebih dalam ke segmen skutik bongsor yang saat ini didominasi oleh pabrikan Jepang.
Berbeda dengan rumor sebelumnya yang menyebutkan pengembangan Ntorq 150, proyek ini justru merupakan platform baru yang benar-benar fresh. TVS menyiapkan mesin 160cc berpendingin cairan (liquid-cooled), sebuah peningkatan signifikan dibanding mayoritas skutik mereka saat ini yang masih menggunakan pendingin udara. Dengan konfigurasi ini, motor diproyeksikan mampu menghasilkan tenaga di kisaran 14 hingga 15 HP, bahkan berpotensi lebih tinggi untuk menantang kompetitor di kelas 150–160cc.

Dari sisi teknologi, TVS juga tidak main-main. Skutik maxi ini akan mengadopsi fitur konektivitas modern yang sebelumnya digunakan pada skutik listrik premium mereka seperti TVS X. Artinya, motor ini kemungkinan akan dibekali fitur digital, konektivitas smartphone, hingga sistem riding assist yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.
Secara tampilan, TVS masih merahasiakan desain finalnya. Namun ada beberapa arah yang kemungkinan diambil: apakah akan dibuat sporty seperti Aerox, adventure seperti ADV160, atau maxi klasik seperti NMAX. Yang jelas, penggunaan roda berdiameter 14 inci menjadi indikasi bahwa stabilitas dan kenyamanan akan menjadi fokus utama.
Proyek skutik maxi 160cc ini tidak hanya ditujukan untuk pasar India, tetapi juga disiapkan sebagai produk global. Bahkan rencananya motor ini akan diekspor ke berbagai negara termasuk Eropa. Peluncurannya sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada akhir 2027, menjadikannya salah satu proyek paling ambisius TVS dalam beberapa tahun terakhir.
Motor
Steam Motorcycle: Teknologi Gila yang Tembus 300+ km/jam
Dunia otomotif kembali diguncang oleh sebuah inovasi ekstrem dari Inggris, di mana sebuah sepeda motor bertenaga mesin uap berhasil mencatatkan rekor kecepatan luar biasa di ajang drag race. Motor ini bukan hasil pabrikan massal, melainkan proyek eksperimental yang dirancang secara mandiri oleh Graham Sykes, seorang insinyur berusia 62 tahun bersama istrinya di workshop pribadi mereka di North Yorkshire.

Berbeda dengan motor konvensional, sistem penggerak motor ini menggunakan prinsip kerja mesin uap bertekanan tinggi yang sangat kompleks. Sebelum berjalan, unit eksternal bernama “Mothership” digunakan untuk memanaskan sekitar 120 liter air deionisasi hingga suhu 260°C dengan tekanan mencapai 40–50 bar. Setelah mencapai kondisi siap, sistem akan melepaskan air melalui nosel berkecepatan supersonik, hingga 1,1 kali kecepatan suara, menciptakan dorongan ekstrem layaknya roket.
Saat tombol di setang ditekan, katup nitrogen membuka dan air super panas langsung berubah menjadi uap dengan ekspansi rasio hingga 1.620:1. Hasilnya adalah semburan energi masif yang menghasilkan gaya dorong hingga 6G, lengkap dengan suara ledakan supersonik yang mirip sonic boom pesawat tempur saat melewati batas kecepatan suara.
Dalam pengujian drag race, motor ini mencatatkan performa luar biasa: jarak seperempat mil ditempuh hanya dalam 5,503 detik dengan kecepatan 310,5 km/jam, menjadikannya salah satu motor tercepat di dunia—hanya kalah dari motor roket Eric Teboul. Sementara untuk jarak 1/8 mil, ia mencatat 3,258 detik dengan kecepatan 337,8 km/jam.

Meski begitu, sang pembuat menegaskan bahwa motor ini tidak akan diproduksi massal. Alasannya sederhana: sistem tenaga yang hanya memiliki mode ON dan OFF tanpa kontrol akselerasi bertahap membuatnya terlalu ekstrem untuk penggunaan normal di jalan raya.

Namun eksperimen ini belum selesai. Graham Sykes menargetkan peningkatan performa lebih jauh, dengan ambisi menembus waktu di bawah 5 detik untuk 1/4 mil dan 2 detik untuk 1/8 mil pada pengujian berikutnya.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor10 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
