Connect with us

Motor

Breaking! Honda XL750 Transalp E-Clutch 2026 Resmi Meluncur, Adventure Tanpa Kopling Jadi Nyata

Published

on

Breaking News!
Honda kembali membuat gebrakan besar di dunia motor adventure. Pabrikan sayap mengepak itu resmi memperkenalkan XL750 Transalp E-Clutch 2026 sebagai pusat perhatian dalam rangkaian Motorcycle Show 2026 di Osaka, Tokyo, dan Nagoya. Kehadirannya bukan sekadar facelift biasa—ini adalah evolusi besar yang mengubah cara menikmati motor petualang kelas menengah.

Generasi terbaru Transalp kini mengusung teknologi Honda E-Clutch, sebuah sistem kopling elektronik canggih yang memungkinkan pengendara berakselerasi, berpindah gigi, hingga berhenti total tanpa perlu menarik tuas kopling. Sensasinya terasa lebih halus, modern, dan ramah untuk semua level pengendara. Meski begitu, Honda tetap memberi kebebasan penuh: tuas kopling masih bisa digunakan secara manual kapan pun dibutuhkan, terutama saat menghadapi jalur off-road yang menantang.

Tak hanya soal transmisi, sektor kaki-kaki juga mendapat perhatian serius. Garpu depan upside-down Showa 43 mm kini dibekali setelan kompresi dan rebound, sementara suspensi belakang dengan tabung terpisah hadir dengan pengaturan penuh. Ground clearance 210 mm tetap dipertahankan, menegaskan DNA Transalp sebagai motor penjelajah sejati yang siap diajak keluar jalur aspal.

Dari sisi fitur, XL750 Transalp E-Clutch 2026 semakin lengkap. Empat mode berkendara utama—Sport, Standard, Rain, dan Gravel—dipadukan dengan dua mode User yang bisa dikustomisasi sesuai gaya berkendara. Panel instrumen TFT 5 inci berwarna tampil informatif dan mudah dibaca, sementara skid plate kini hadir sebagai standar, bukan lagi aksesori tambahan.

Meski masih diperkenalkan sebagai unit referensi untuk pasar Jepang, bocoran harga global sudah mulai beredar. Di Eropa, motor ini diperkirakan dibanderol mulai £9.999. Jika mengacu pada harga versi manual di Indonesia, besar kemungkinan varian E-Clutch akan berada di kisaran Rp345–360 jutaan saat resmi masuk Tanah Air.

Kehadiran XL750 Transalp E-Clutch 2026 menegaskan komitmen Honda dalam memimpin inovasi di segmen middleweight adventure. Teknologi ini bukan hanya memudahkan pengendara pemula, tetapi juga meningkatkan kenyamanan touring jarak jauh bagi rider berpengalaman. Satu hal yang pasti—Transalp terbaru ini bukan sekadar pembaruan, melainkan perombakan besar yang siap mengguncang pasar, dan tinggal menunggu waktu untuk mengaspal di Indonesia.

Moto GP

Bangkit dari Start Buruk, Kiandra Ramadhipa Amankan Poin di Moto3 Junior Prancis

Published

on

By

Muhammad Kiandra Ramadhipa berhasil mengakhiri paruh pertama Moto3 Junior World Championship 2026 dengan membawa pulang poin penting dari putaran Magny-Cours, Prancis, Minggu (26/7/2026). Pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu finis di posisi ke-12 setelah menjalani balapan penuh perjuangan di Circuit de Nevers Magny-Cours.

Hasil tersebut membuat Kiandra menambah empat poin sekaligus mempertahankan posisinya di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 64 poin. Modal ini menjadi bekal penting sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas selama hampir enam pekan.

Mengendarai Honda NSF250RW bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Kiandra memulai balapan dari grid ke-12. Namun, start yang kurang sempurna membuat motornya mengalami wheelie sehingga kehilangan banyak posisi dan tercecer hingga urutan ke-18 pada lap pertama.

Meski menghadapi situasi sulit, pembalap asal Sleman, Yogyakarta itu tidak menyerah. Dalam tiga lap awal, ia tampil agresif dan berhasil menyalip tujuh pembalap untuk kembali masuk ke posisi ke-11. Sayangnya, rombongan terdepan sudah membuka jarak lebih dari tiga detik sehingga peluang mengejar kemenangan semakin sulit.

Melihat kondisi tersebut, Kiandra memilih strategi yang lebih realistis dengan memimpin grup kedua sambil menjaga konsistensi ritme balapan. Strategi itu terbukti efektif untuk mengamankan poin hingga garis finis.

Memasuki lap terakhir, Kiandra sempat memimpin rombongan kedua. Namun duel sengit di tikungan-tikungan terakhir membuatnya kehilangan satu posisi dan akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-12.

Usai balapan, Kiandra mengakui kesalahan saat start menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil akhir.

“Saya melakukan kesalahan saat start sehingga motor mengalami wheelie dan saya turun ke posisi ke-18. Rombongan terdepan sudah terlalu jauh untuk dikejar, sehingga saya memutuskan bertarung di grup kedua demi mengamankan poin.”

Ia juga menegaskan akan memanfaatkan jeda musim panas untuk meningkatkan performa sebelum seri berikutnya.

“Ini bukan akhir pekan terbaik, tapi banyak pelajaran yang kami dapat. Saya akan memanfaatkan jeda musim panas untuk berlatih lebih keras agar tampil lebih kuat di Valencia.”

General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya, memberikan apresiasi terhadap semangat juang Kiandra sepanjang balapan.

Menurutnya, perjuangan Kiandra menunjukkan mental pantang menyerah yang menjadi modal penting untuk bersaing di level internasional. AHM optimistis pembalap berusia 16 tahun tersebut mampu tampil lebih kompetitif pada putaran berikutnya.

Sepanjang paruh musim Moto3 Junior World Championship 2026, lulusan Astra Honda Racing School 2022 itu telah mengoleksi tiga kemenangan, satu podium tambahan, dan kini bertengger di posisi kelima klasemen sementara.

Kejuaraan akan kembali bergulir setelah jeda musim panas pada 4–6 September 2026 di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Continue Reading

Motor

Stark Varg MX dan EX Factory Edition Resmi Meluncur, Dibekali Suspensi KYB Factory Langka

Published

on

By

Stark Future kembali menggebrak dunia motor listrik off-road dengan memperkenalkan dua model eksklusif, yakni Stark Varg MX Factory Edition dan Stark Varg EX Factory Edition. Keduanya dirancang sebagai motor siap balap langsung dari pabrik dengan spesifikasi yang mendekati motor kompetisi profesional.

Meski tetap mempertahankan tenaga 80 hp seperti versi standar, Factory Edition mendapatkan banyak penyempurnaan pada sektor sasis, suspensi, bobot, hingga sistem elektronik. Produksinya pun sangat terbatas, hanya 500 unit di seluruh dunia, terdiri dari 200 unit MX dan 300 unit EX.

Suspensi KYB Factory A-Kit Jadi Senjata Utama

Peningkatan terbesar hadir pada sektor kaki-kaki.

Stark membekali kedua model ini dengan KYB Factory A-Kit, suspensi yang biasa digunakan oleh tim-tim profesional di ajang motocross dan enduro dunia.

Garpu depan menggunakan lapisan khusus low-friction coating untuk mengurangi gesekan, sementara monoshock belakang telah dilengkapi Kashima Coating serta X-Trig Quick Preload Adjuster sehingga pengaturan suspensi menjadi lebih cepat dan presisi.

Upgrade ini memberikan kontrol yang lebih baik saat menghadapi lompatan, tikungan tajam, hingga medan ekstrem.


Bobot Lebih Ringan, Manuver Lebih Agresif

Selain suspensi, Stark juga memangkas bobot motor hingga 1,1 kilogram dibandingkan model standar.

Pengurangan berat dicapai melalui penggunaan berbagai komponen berbahan titanium, termasuk footpeg hasil cetak 3D serta hardware ringan di beberapa bagian motor.

Dalam dunia balap off-road, pengurangan bobot sekecil apa pun memberikan keuntungan besar karena meningkatkan akselerasi, kelincahan, dan respons saat berpindah arah di lintasan.


Elektronik Semakin Pintar

Walaupun tetap menghasilkan tenaga 80 hp, sistem elektronik Factory Edition kini mendapat pembaruan.

Motor ini dibekali Dynamic Traction Control generasi terbaru yang mampu menyesuaikan tingkat traksi secara lebih presisi berdasarkan kondisi permukaan lintasan.

Sumber tenaga berasal dari baterai 7,2 kWh 420V yang mampu diisi penuh hanya sekitar 2 jam menggunakan jaringan listrik 240V.

Sebagai pelengkap, Stark juga menambahkan jok high-grip, segitiga kemudi CNC billet aluminium dengan nomor seri khusus, serta berbagai detail eksklusif yang hanya tersedia pada Factory Edition.


Perbedaan Stark Varg MX dan EX Factory Edition

Walaupun memiliki basis yang sama, kedua model dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

SpesifikasiStark Varg MX Factory EditionStark Varg EX Factory Edition
PeruntukanMotocross / Trek BalapEnduro / Legal Jalan Raya
Produksi200 Unit300 Unit
WarnaStark RedForest Grey
Suspensi DepanTravel 310 mmTravel 300 mm
Ban StandarDunlop MX34Dunlop Geomax EN91
Bobot116,9 kg118,9 kg
Fitur TambahanHandguard & Pelindung Cakram Rem
Harga Eropa€15.990€16.990

Dengan spesifikasi kelas kompetisi dan jumlah produksi yang sangat terbatas, Stark Varg Factory Edition menjadi salah satu motor listrik off-road paling eksklusif yang hadir pada tahun 2026. Kehadirannya sekaligus menunjukkan bahwa motor listrik kini mampu bersaing di level tertinggi dunia balap off-road.

Continue Reading

Event

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran 3 Jadi Ajang Pemanasan Menuju ARRC

Published

on

By

Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki Putaran 3 dengan atmosfer persaingan yang semakin kompetitif. Sebanyak 107 pembalap ambil bagian dalam seri kali ini yang tak hanya menjadi perebutan poin Kejuaraan Nasional (Kejurnas), tetapi juga menjadi ajang simulasi penting sebelum tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika.

Sebagai salah satu kejuaraan balap motor nasional paling bergengsi, MRS terus berkembang menjadi wadah pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional. Pada putaran ketiga ini, penyelenggara bahkan memperkenalkan sistem kualifikasi baru yang mengadopsi standar kompetisi dunia.

107 Starter Bertarung di Enam Kelas Balap

Putaran ketiga MRS 2026 mempertandingkan enam kelas yang terdiri atas empat kelas Kejuaraan Nasional dan dua kelas pendukung.

Kelas Kejurnas meliputi:

  • National Sport 150 (NS150)
  • National Sport 250 (NS250)
  • Supersport 600 (SS600)
  • Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC)

Sedangkan kelas pendukung terdiri dari:

  • Underbone 150
  • Junior Sport 250 U-18

Kehadiran lebih dari 100 starter menunjukkan antusiasme tinggi para pembalap nasional untuk bersaing di Sirkuit Mandalika.


Sistem Kualifikasi Baru Ala Kejuaraan Internasional

Salah satu pembaruan terbesar pada Putaran 3 adalah diterapkannya format kualifikasi baru untuk kelas NS250 dan Indonesia Junior Talent Cup U-15.

Dalam sistem tersebut, 10 pembalap tercepat berdasarkan akumulasi dua sesi Free Practice langsung lolos ke Q2.

Sementara pembalap yang berada di luar 10 besar harus terlebih dahulu menjalani Q1, di mana hanya lima pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2.

Format ini diperkenalkan agar para pembalap Indonesia terbiasa dengan sistem yang digunakan di berbagai kejuaraan internasional.

CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menegaskan bahwa MRS bukan hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga sarana edukasi agar pembalap memahami regulasi internasional sejak usia dini.


Persiapan Penting Menuju ARRC Mandalika

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyebut Putaran 3 menjadi tahapan yang sangat penting menjelang penyelenggaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) di Mandalika.

Menurutnya, seri ini menjadi kesempatan terbaik bagi para pembalap untuk mematangkan fisik, teknik, strategi balap, hingga adaptasi terhadap karakter lintasan sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.

Di sisi lain, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan motorsport Indonesia melalui program Energizing Indonesia, dengan harapan lahir semakin banyak pembalap nasional yang mampu bersaing di level internasional.

Mandalika Racing Series 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung dalam lima putaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata RI, Bank BRI, Pirelli, Honda, Yamaha, GS Astra, Ohlins Indonesia, Arai Indonesia, Cargloss Helmets, RCB, UMA, Speedwork, dan sejumlah mitra otomotif lainnya.

Continue Reading

Trending