Electric Vehicle
Charged Ndara Resmi Hadir, Naked Bike Listrik Flagship dengan Motor 11 kW dan Performa Premium
NGASPALTV – Industri kendaraan listrik nasional kembali menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, Charged Indonesia memperkenalkan Charged Ndara, sebuah naked bike listrik flagship yang dirancang untuk menghadirkan kombinasi desain premium, performa tinggi, dan teknologi ramah lingkungan.
Sebagai model tertinggi dalam lini produk Charged Indonesia, Ndara bukan hanya menawarkan tampilan modern, tetapi juga menjadi representasi kemampuan rekayasa anak bangsa dalam menghadirkan sepeda motor listrik yang siap bersaing di segmen premium.
Desain Terinspirasi Kekuatan dan Keanggunan Kuda

Nama Ndara diambil dari filosofi yang menggambarkan kekuatan, ketangguhan, dan keanggunan seekor kuda. Filosofi tersebut diwujudkan melalui desain bodi bergaya naked bike dengan garis-garis tegas yang dipadukan lekukan organik sehingga menghasilkan tampilan modern sekaligus futuristis.
Karakter desain ini tidak hanya memperkuat identitas visual, tetapi juga memberikan posisi berkendara yang ergonomis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Motor Listrik 11 kW untuk Performa Lebih Bertenaga
Sebagai motor listrik flagship, Charged Ndara dibekali motor listrik berdaya 11 kW yang mampu memberikan akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Karakter tenaga yang responsif membuat Ndara cocok digunakan di berbagai kondisi jalan, mulai dari lalu lintas perkotaan hingga perjalanan luar kota. Penggunaan motor listrik bertenaga besar juga menjadi salah satu pembeda dibanding model entry-level di kelas motor listrik Indonesia.
Sudah Teruji Touring 1.200 Kilometer
Sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik, Charged Ndara telah menjalani Touring Nusantara sebagai bagian dari pengujian daya tahan.
Motor listrik ini sukses menyelesaikan perjalanan sejauh 1.200 kilometer dari Cilegon menuju Bali dalam waktu lima hari.
Pengujian tersebut dilakukan untuk membuktikan keandalan sistem penggerak, efisiensi energi, serta kenyamanan berkendara dalam perjalanan jarak jauh.

Komitmen Charged Indonesia
CEO Grup Charged Indonesia, CY Joel, menegaskan bahwa Ndara bukan sekadar motor listrik biasa, melainkan simbol kemampuan teknologi lokal dalam menghadirkan kendaraan listrik premium.
“Ndara bukan sekadar motor listrik. Ini adalah bukti nyata kemampuan rekayasa Charged Indonesia dalam menghadirkan produk flagship yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara sesungguhnya. Kami bangga mempersembahkan Ndara kepada masyarakat Indonesia yang menginginkan performa tinggi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan.”
Pernyataan tersebut menegaskan ambisi Charged Indonesia untuk terus mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui produk yang inovatif dan kompetitif.
Siap Bersaing di Segmen Premium
Dengan desain yang modern, motor listrik bertenaga 11 kW, serta rekam jejak pengujian touring sejauh 1.200 km, Charged Ndara hadir sebagai salah satu pilihan menarik di segmen motor listrik premium.
Kehadirannya menunjukkan bahwa produsen Indonesia mulai mampu menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya mengutamakan efisiensi, tetapi juga menawarkan performa dan pengalaman berkendara yang setara dengan motor konvensional.
Electric Vehicle
Evolet Pony, Motor Listrik Ringkas Rp10 Jutaan yang Siap Jadi Rival Skutik Perkotaan
NGASPALTV – Persaingan motor listrik entry-level semakin menarik dengan hadirnya berbagai model berukuran kompak yang dirancang untuk mobilitas harian. Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah Evolet Pony, skuter listrik mungil asal India yang menawarkan desain sederhana, biaya operasional rendah, serta harga yang sangat terjangkau.
Meski belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, Evolet Pony memiliki potensi menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari, khususnya di kawasan perkotaan.
Desain Ringkas, Mudah Dikendarai di Kota
Sesuai namanya, Evolet Pony mengusung konsep skuter listrik berukuran kecil dengan bodi ramping dan bobot hanya sekitar 90 kilogram.

Dimensinya yang kompak membuat motor ini mudah bermanuver di jalan sempit, kawasan padat lalu lintas, hingga area parkir yang terbatas.
Karakter tersebut sangat cocok bagi pengguna pemula, pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Motor BLDC 250 Watt, Fokus pada Efisiensi
Evolet Pony dibekali motor listrik BLDC (Brushless DC) 250 watt yang telah memiliki perlindungan terhadap air.
Walaupun tidak dirancang untuk performa tinggi, tenaga yang dihasilkan sudah cukup untuk kebutuhan komuter harian dengan karakter berkendara yang halus dan efisien.
Kecepatan maksimalnya mencapai 25 km/jam, sehingga lebih sesuai digunakan untuk perjalanan jarak dekat di dalam kota dibandingkan perjalanan antarkota atau jalan berkecepatan tinggi.
Jarak Tempuh Hingga 60 Kilometer
Untuk sumber tenaga, Evolet Pony menggunakan baterai Lithium-Ion 48V/24Ah pada varian Classic.
Pabrikan juga menyediakan pilihan baterai VRLA (Lead-Acid) bagi konsumen yang menginginkan harga lebih ekonomis.
Dalam kondisi baterai penuh, motor listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer, bahkan pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 80 kilometer, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Sementara itu, waktu pengisian daya membutuhkan sekitar 7 hingga 8 jam, sesuai karakter motor listrik entry-level pada umumnya.
Fitur Sederhana, Tapi Fungsional
Meski menyasar segmen terjangkau, Evolet Pony tetap dibekali fitur yang cukup memadai.
Sistem pengereman menggunakan kombinasi:
- Rem cakram depan
- Rem tromol belakang
- Electronic Assisted Braking System (EABS)
Kombinasi tersebut membantu meningkatkan keamanan saat melakukan pengereman, khususnya ketika berkendara di lingkungan perkotaan.
Harga Sangat Terjangkau
Di pasar India, Evolet Pony dipasarkan dengan harga sekitar 55.799 Rupee, atau setara Rp10–11 jutaan (ex-showroom).
Apabila suatu saat resmi masuk Indonesia, harga jualnya diperkirakan berada di kisaran Rp14 juta hingga Rp17 juta, setelah memperhitungkan pajak, distribusi, dan biaya homologasi.
Dengan banderol tersebut, Evolet Pony berpotensi menjadi salah satu motor listrik paling terjangkau di kelasnya.
Potensi Jadi Rival Skutik Kota
Evolet Pony memang bukan motor listrik yang menawarkan performa tinggi.
Namun keunggulannya terletak pada desain ringkas, bobot ringan, biaya operasional yang hemat, serta kemudahan penggunaan untuk aktivitas harian.
Jika suatu saat dipasarkan secara resmi di Indonesia dengan jaringan layanan purna jual yang memadai, Evolet Pony berpotensi menjadi pesaing baru di segmen motor listrik perkotaan dan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin beralih dari skutik bermesin bensin ke kendaraan listrik.
Electric Vehicle
Rahasia BYD Great Han Terungkap, Sedan Flagship Premium dengan Teknologi Masa Depan
BYD kembali menunjukkan keseriusannya dalam menguasai pasar kendaraan premium global melalui kehadiran sedan flagship terbarunya yang sementara dikenal dengan nama Great Han atau Han 9. Mobil ini diposisikan sebagai model tertinggi dalam keluarga sedan BYD dan menjadi simbol evolusi teknologi elektrifikasi yang dikembangkan pabrikan asal Tiongkok tersebut.
Dari sisi desain, Great Han tampil lebih mewah dan proporsional dibanding generasi Han sebelumnya. Dimensi bodi yang lebih panjang dipadukan dengan wheelbase yang diperbesar untuk menghadirkan ruang kabin yang semakin lega. Siluet fastback yang terbentuk dari garis atap yang mengalir hingga ke buritan menciptakan kesan elegan sekaligus aerodinamis, mempertegas karakter sedan premium modern.

Tampilan depannya mengadopsi bahasa desain terbaru yang terinspirasi dari Han L dengan wajah yang lebih futuristis dan berkelas. Sementara bagian belakang dibekali lampu LED full-width yang membentang dari sisi kiri ke kanan, memberikan identitas visual yang kuat sekaligus meningkatkan kesan eksklusif saat melaju di malam hari.
Masuk ke dalam kabin, Great Han diprediksi mengusung konsep interior yang mirip dengan SUV premium Great Tang. Fokus utama berada pada kenyamanan penumpang, teknologi digital, dan pengalaman berkendara modern. Dashboard dirancang minimalis dengan integrasi sistem infotainment terbaru serta berbagai fitur konektivitas canggih khas BYD.
Pada varian tertinggi, BYD juga menyematkan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap kendaraan. Kehadiran teknologi ini memungkinkan Great Han mendukung sistem bantuan berkendara pintar dengan kemampuan semi-otonom yang lebih akurat dalam membaca kondisi jalan, kendaraan sekitar, hingga objek di depan kendaraan.
Di sektor performa, BYD menawarkan dua pilihan sistem penggerak, yakni Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (EV). Untuk versi listrik murni, Great Han menggunakan baterai Blade Battery generasi kedua yang dipadukan dengan arsitektur tegangan tinggi terbaru. Teknologi tersebut memungkinkan fitur flash charging, yaitu pengisian daya ultra cepat yang menjadi salah satu inovasi unggulan BYD saat ini.
Varian Flagship AWD menjadi model paling canggih dengan sistem penggerak empat roda dan dukungan LiDAR. BYD mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 880 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, varian Exclusive RWD hadir dengan fokus efisiensi maksimal dan diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 1.007 kilometer, angka yang sangat impresif untuk sebuah sedan listrik modern.
Nama Great Han sendiri lahir melalui proses pemungutan suara yang melibatkan komunitas pengguna BYD. Kehadirannya menjadi bagian penting dari strategi global BYD untuk meningkatkan citra merek sekaligus menantang dominasi produsen mobil premium konvensional di berbagai pasar dunia.

Dengan kombinasi desain elegan, teknologi semi-otonom, baterai generasi terbaru, serta kemampuan jelajah yang luar biasa, BYD Great Han berpotensi menjadi salah satu sedan listrik premium paling menarik yang akan hadir dalam beberapa tahun ke depan.
Electric Vehicle
Honda Hoo Ride 125 Jadi Buruan, Skutik Adventure Dek Rata yang Disebut Versi Praktis ADV160
Pasar sepeda motor Tiongkok kembali menghadirkan produk unik yang sukses mencuri perhatian pecinta roda dua. Kali ini datang dari Wuyang Honda melalui skutik adventure bernama Honda Hoo Ride 125, sebuah model crossover yang menggabungkan tampilan petualang ala motor ADV dengan kepraktisan skutik dek rata.
Popularitas motor ini terus meningkat karena menawarkan konsep yang jarang ditemui di pasar global. Jika Honda ADV160 dikenal dengan karakter adventure premium dan desain tangguh, maka Honda Hoo Ride hadir dengan pendekatan berbeda. Motor ini tetap mengusung aura petualang, namun menawarkan tingkat kepraktisan yang lebih tinggi untuk kebutuhan harian.

Tak heran jika banyak penggemar otomotif mulai menyebut Honda Hoo Ride sebagai “ADV versi dek rata” yang semakin diminati di pasar Asia.
Secara desain, Honda Hoo Ride mengadopsi banyak elemen yang terinspirasi dari Honda CRF1100L Africa Twin. Bagian depan tampil agresif dengan lampu LED ganda berdesain tajam dan karakter khas motor adventure.
Wuyang Honda mengklaim sistem pencahayaan motor ini mampu menghasilkan intensitas hingga 75.000 candela dengan sudut penerangan mencapai 80 derajat. Angka tersebut membuat visibilitas saat berkendara malam hari menjadi salah satu keunggulan utama Hoo Ride.
Aura adventure semakin diperkuat melalui penggunaan windshield yang dapat diatur dalam dua posisi ketinggian. Pengendara dapat menyesuaikan posisi windshield sesuai kebutuhan touring maupun penggunaan harian.
Meski mengusung mesin 125cc, Honda tidak main-main dalam menyematkan fitur. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa skutik premium yang beredar saat ini, kelengkapan fitur Hoo Ride tergolong sangat mengesankan.
Motor ini dibekali panel instrumen TFT berukuran 5 inci full color yang mampu menampilkan berbagai informasi kendaraan secara lengkap. Menariknya, sistem tersebut juga dapat menampilkan informasi cuaca secara real-time.
Di bawah panel instrumen tersedia accessory bar bawaan pabrik yang memudahkan pengguna memasang smartphone holder atau perangkat navigasi tambahan.

Honda Hoo Ride juga telah dilengkapi teknologi Smart Key System, konektivitas Wi-Link, serta NFC yang memungkinkan pengendara menghidupkan motor menggunakan smartphone maupun kartu NFC khusus.
Salah satu fitur paling menarik adalah integrasi langsung dengan kamera aksi DJI. Pada varian tertinggi tersedia tombol khusus di setang yang memungkinkan pengendara mengoperasikan kamera DJI Osmo Action hanya dengan satu sentuhan.
Fitur ini menjadi nilai tambah besar bagi para pecinta touring dan motovlogger yang sering mendokumentasikan perjalanan mereka.
Kelengkapan lainnya meliputi dual USB charger tipe USB-A dan USB-C, ABS dual channel, Honda Selectable Torque Control (HSTC), hingga Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) yang memungkinkan pengendara memantau tekanan ban secara langsung melalui layar TFT.
Keunggulan utama Honda Hoo Ride dibandingkan Honda ADV160 terletak pada desain dek rata atau flat floor yang sangat praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Dimensi dek yang mencapai 276 mm x 450 mm memungkinkan pengendara membawa berbagai barang dengan lebih mudah, mulai dari tas, perlengkapan kerja, hingga kebutuhan belanja harian.
Untuk mewujudkan desain tersebut, Honda menempatkan tangki bahan bakar di bawah dek lantai. Selain memberikan ruang kaki yang lebih lega, posisi tangki ini juga membantu menurunkan pusat gravitasi sehingga motor terasa lebih stabil saat dikendarai.
Konfigurasi tersebut juga membuat kapasitas bagasi bawah jok menjadi lebih besar. Bagasi diklaim mampu menyimpan hingga dua helm half face atau helm jet tergantung ukuran.
Kenyamanan pengendara turut diperhatikan melalui penggunaan jok rendah dengan tinggi hanya 760 mm. Dimensi ini membuat Honda Hoo Ride lebih ramah bagi pengendara Asia dengan postur tubuh beragam.
Di sektor performa, Honda Hoo Ride menggunakan mesin eSP+ 124,7 cc SOHC 4-katup berpendingin cairan yang merupakan basis mesin serupa dengan Honda PCX 125 dan Honda Lead 125 di pasar global.
Mesin tersebut dikenal memiliki karakter halus, responsif, dan sangat efisien dalam konsumsi bahan bakar. Honda mengklaim konsumsi BBM mencapai 2,2 liter per 100 kilometer atau setara sekitar 45 km/liter.
Dengan kapasitas tangki yang cukup besar, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 380 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, menjadikannya pilihan menarik untuk perjalanan jarak jauh maupun aktivitas harian.
Untuk menunjang kemampuan berkendara di berbagai kondisi jalan, Honda Hoo Ride dibekali ban dual purpose, suspensi belakang ganda dengan pengaturan preload, serta konfigurasi kaki-kaki yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih saat melintasi jalan bergelombang.
Melihat kombinasi desain adventure, fitur berlimpah, efisiensi bahan bakar tinggi, serta kepraktisan dek rata yang jarang ditemui di kelasnya, tidak mengherankan jika Honda Hoo Ride 125 mulai menjadi salah satu skutik paling menarik yang banyak dicari pecinta roda dua di Asia.
Meski hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pemasarannya di Indonesia, kehadiran Honda Hoo Ride membuktikan bahwa konsep skutik adventure masa depan tidak selalu harus mengorbankan aspek fungsionalitas harian.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor11 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
