Connect with us

Electric Vehicle

Suzuki e-Sky Resmi Meluncur, Mobil Listrik Mungil dengan Fitur Tak Terduga

Published

on

Suzuki mulai memperluas langkahnya di segmen kendaraan listrik melalui Suzuki e-Sky, mobil listrik mungil yang diperkenalkan untuk pasar global, termasuk Inggris Raya.

Mengusung konsep kei car khas Jepang, e-Sky hadir dengan dimensi kompak dan desain bodi yang cenderung mengotak. Karakter tersebut mengingatkan pada Suzuki WagonR sekaligus menjadi strategi untuk memaksimalkan ruang kabin meski memiliki ukuran eksterior yang ringkas.

Di Inggris, Suzuki e-Sky dipasarkan dengan harga mulai di bawah £20.000 atau sekitar Rp400 jutaan. Dengan banderol tersebut, mobil listrik mungil ini berada di kelas harga yang berdekatan dengan Suzuki Swift.

Desain Kompak untuk Mobilitas Perkotaan

Secara visual, Suzuki e-Sky versi produksi masih mempertahankan garis besar desain dari mobil konsep yang sebelumnya diperkenalkan di Tokyo Motor Show.

Namun, terdapat beberapa penyesuaian untuk kebutuhan produksi massal. Salah satunya terlihat pada sistem pencahayaan yang kini menggunakan lampu LED dengan desain lebih sederhana dibandingkan versi konsep.

Ukurannya juga menjadi salah satu daya tarik utama.

Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm.

Dengan bobot sekitar 1.030 kg dan radius putar hanya 4,4 meter, e-Sky dirancang untuk bermanuver dengan mudah di lingkungan perkotaan.

Karakter tersebut membuatnya cocok untuk menghadapi lalu lintas padat, jalan sempit, hingga kebutuhan parkir di area perkotaan.

Motor Listrik 63 BHP, Jarak Tempuh 310 Km

Masuk ke sektor performa, Suzuki e-Sky menggunakan motor listrik penggerak roda depan.

Motor tersebut menghasilkan tenaga hingga 63 bhp.

Untuk urusan daya jelajah, Suzuki mengklaim e-Sky mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam kondisi baterai penuh.

Angka tersebut membuat e-Sky cukup menarik untuk kebutuhan mobilitas harian. Dengan karakter sebagai kendaraan perkotaan, jarak tempuh tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk melakukan aktivitas tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian daya.

Namun, daya tarik e-Sky tidak berhenti pada efisiensi energi.

Suzuki justru menyematkan sejumlah teknologi yang cukup menarik untuk sebuah mobil listrik berukuran mungil.

Punya V2L untuk Menyalurkan Listrik

Salah satu fitur yang cukup mencuri perhatian adalah Vehicle-to-Load atau V2L.

Teknologi ini memungkinkan energi yang tersimpan di baterai kendaraan digunakan untuk mengoperasikan perangkat listrik dari luar mobil.

Artinya, baterai e-Sky tidak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk kebutuhan tertentu.

Fitur seperti ini membuat e-Sky memiliki fleksibilitas lebih ketika digunakan untuk aktivitas luar ruangan maupun kebutuhan sehari-hari.

Ada Heat Pump dan Easy Drive Pedal

Suzuki juga membekali e-Sky dengan Direct Heat Pump System.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengoptimalkan penggunaan energi baterai ketika sistem pemanas maupun pendingin kabin digunakan.

Hal ini penting pada kendaraan listrik karena penggunaan sistem HVAC dapat berpengaruh terhadap konsumsi energi dan jarak tempuh.

Selain itu, tersedia Easy Drive Pedal yang dirancang untuk memudahkan pengemudi ketika menghadapi kondisi lalu lintas stop-and-go.

Fitur tersebut membuat karakter berkendara e-Sky semakin sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan yang sering diwarnai akselerasi dan deselerasi berulang.

Kabin Mungil, Fitur Tetap Modern

Meski memiliki bodi kompak, Suzuki tidak membuat interior e-Sky terasa minim teknologi.

Di bagian dashboard terdapat layar infotainment touchscreen berukuran 10,1 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi hiburan dan informasi.

Panel instrumen digital juga tersedia untuk menampilkan berbagai informasi berkendara.

Salah satu fitur menarik lainnya adalah sistem navigasi pintar yang dapat membantu pengemudi merencanakan perjalanan berdasarkan sisa daya baterai.

Sistem tersebut juga dapat mempertimbangkan lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU dalam menentukan rute.

Dengan demikian, pengemudi bisa mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan pengisian daya sebelum maupun selama perjalanan.

Kei Car Listrik untuk Era Baru

Kehadiran Suzuki e-Sky menunjukkan bagaimana konsep kei car mulai beradaptasi dengan era elektrifikasi.

Dimensinya tetap kecil dan praktis, tetapi teknologi yang dibawanya sudah jauh lebih modern.

Motor listrik 63 bhp, jarak tempuh hingga 310 km, V2L, heat pump, Easy Drive Pedal, hingga sistem navigasi berbasis kondisi baterai membuat e-Sky tidak sekadar menawarkan efisiensi.

Di Inggris, harga mulai di bawah £20.000 atau sekitar Rp400 jutaan juga membuatnya menjadi salah satu pilihan menarik di segmen kendaraan listrik perkotaan.

Dengan kombinasi ukuran kompak, efisiensi, serta fitur yang cukup lengkap, Suzuki e-Sky menjadi salah satu langkah penting Suzuki dalam memasuki era mobilitas listrik.

Pertanyaannya sekarang, apakah mobil listrik mungil seperti e-Sky juga punya peluang menarik perhatian konsumen Indonesia?

HYBRID

Lamborghini Temerario Tricolore Resmi Meluncur, 920 PS dengan Sentuhan Italia

Published

on

By

Lamborghini kembali menghidupkan identitas Tricolore melalui model terbaru mereka, Lamborghini Temerario Tricolore. Supercar edisi khusus ini diperkenalkan dalam ajang Monterey Car Week dan menjadi penerus semangat Tricolore yang sebelumnya hadir pada Gallardo LP550-2 Tricolore pada 2011.

Lebih dari sekadar permainan warna, Temerario Tricolore dirancang sebagai bentuk perayaan terhadap desain, teknologi, keahlian, serta identitas Italia yang menjadi bagian penting dari karakter Lamborghini.

Pengembangan model ini melibatkan Lamborghini Centro Stile bersama divisi personalisasi Ad Personam, sehingga setiap detail eksterior maupun interior mendapatkan sentuhan khusus.

Livery Tricolore dengan Kombinasi Warna Eksklusif

Dari sektor eksterior, Lamborghini memberikan kombinasi warna yang langsung memperlihatkan karakter khas Italia.

Bagian bawah bodi menggunakan warna Blu Marinus Shiny, sedangkan area atas menggunakan Bianco Monocerus. Kombinasi tersebut kemudian dipadukan dengan aksen Glossy Nero Noctis pada bagian spion, pelek, dan penutup mesin.

Karakter agresif Temerario semakin kuat dengan kaliper rem berwarna merah.

Yang paling mencuri perhatian adalah grafis hijau, putih, dan merah pada kap mesin yang merepresentasikan warna bendera Italia.

Dengan komposisi tersebut, Lamborghini tidak hanya menghadirkan tampilan eksklusif, tetapi juga memberikan identitas visual yang langsung menghubungkan Temerario dengan negara asalnya.

Kabin Dibuat Lebih Personal

Masuk ke interior, pendekatan personalisasi Ad Personam kembali terlihat.

Jok menggunakan material Nero Ade yang dipadukan dengan jahitan merah Rosso Alala. Permukaan jok juga mendapatkan motif heksagonal yang menjadi salah satu elemen desain khas Lamborghini.

Detail Tricolore semakin terasa melalui bordir tulisan “Tricolore” pada panel pintu.

Sementara pada trim bagian belakang terdapat siluet kendaraan yang semakin menegaskan bahwa mobil ini bukan Temerario standar.

Setiap detail dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih eksklusif sekaligus mempertahankan atmosfer sporty khas Lamborghini.

V8 Hybrid 920 PS

Meski tampil dengan pendekatan heritage, sektor performa Lamborghini Temerario Tricolore justru membawa teknologi modern.

Di balik bodinya terdapat mesin 4.0 liter twin-turbo V8 plug-in hybrid yang dipadukan dengan tiga motor listrik.

Kombinasi sistem elektrifikasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum hingga 920 PS.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi dual-clutch 8-percepatan, menghasilkan karakter performa yang tidak hanya brutal tetapi juga responsif.

Akselerasi 0-100 km/jam hanya membutuhkan 2,7 detik.

Sementara kecepatan maksimumnya mencapai 340 km/jam.

Yang menarik, mesin V8 tersebut mampu berputar hingga 10.000 rpm, memberikan karakter putaran mesin yang menjadi salah satu daya tarik utama Temerario sebagai supercar performa tinggi.

Tricolore Kembali Setelah 15 Tahun

Nama Tricolore memiliki sejarah tersendiri bagi Lamborghini.

Terakhir kali Lamborghini menggunakan identitas tersebut pada model Gallardo LP550-2 Tricolore pada 2011. Kini, setelah 15 tahun, nama tersebut kembali melalui Temerario.

Menurut Lamborghini, Temerario Tricolore merupakan interpretasi baru mengenai bagaimana warna nasional Italia dapat diterapkan pada supercar modern.

Namun kali ini, unsur tradisional tersebut tidak berdiri sendiri.

Lamborghini menggabungkannya dengan teknologi plug-in hybrid, performa V8 twin-turbo, serta tingkat personalisasi tinggi dari Ad Personam.

Hasilnya adalah sebuah supercar yang mencoba menjembatani identitas masa lalu dengan teknologi masa depan.

Harga Belum Diumumkan

Lamborghini belum mengungkap harga resmi Temerario Tricolore.

Sebagai pembanding, Temerario standar memiliki harga sekitar US$358.000 atau lebih dari Rp5,5 miliar berdasarkan asumsi nilai tukar yang digunakan, belum termasuk pajak dan biaya impor.

Dengan tingkat personalisasi khusus serta statusnya sebagai model edisi spesial, harga Temerario Tricolore diperkirakan akan berada di atas versi standar.

Bagi kolektor, nilai mobil ini bukan hanya berasal dari performa 920 PS atau kecepatan 340 km/jam.

Ada faktor sejarah, desain, eksklusivitas, dan identitas Tricolore yang membuatnya berpotensi menjadi salah satu koleksi menarik Lamborghini.

Lamborghini Temerario Tricolore pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa cepat mobil ini melaju.

Mobil ini menjadi cara Lamborghini membawa DNA Italia, tradisi Tricolore, dan teknologi hybrid ke dalam satu paket supercar modern.

Continue Reading

Electric Vehicle

United RX6000 Resmi Hadir, Motor Listrik Dual-Purpose yang Bisa Ngecas di SPKLU

Published

on

By

Motor listrik di Indonesia mulai hadir dengan konsep yang semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan desain skutik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, United E-Motor RX6000 menawarkan pendekatan berbeda melalui konsep All-Terrain E-Performance.

Motor listrik besutan PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) tersebut menggabungkan karakter dual-purpose dengan performa yang ditujukan untuk penggunaan harian sekaligus menjelajah berbagai kondisi jalan.

Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah sistem pengisian dayanya. United RX6000 kompatibel dengan SPKLU Euro Type 2, sehingga pengguna memiliki pilihan pengisian selain menggunakan sumber listrik di rumah.

Dengan kemampuan tersebut, RX6000 bisa melakukan pengisian melalui sumber listrik rumah, SPKLU Euro Type 2 Charging Station, hingga Ultra Charging Station.

Bisa Ngecas di Rumah dan SPKLU

Salah satu tantangan motor listrik saat ini adalah fleksibilitas pengisian daya. United mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui RX6000 yang menggunakan sistem direct charging.

Baterai dapat diisi menggunakan sumber listrik rumah dengan kebutuhan daya mulai dari 1.300 VA hingga 4.400 VA.

Selain pengisian di rumah, motor listrik ini juga sudah mendukung SPKLU dengan konektor Euro Type 2.

Artinya, pengguna memiliki alternatif lokasi pengisian ketika sedang melakukan perjalanan dan tidak memungkinkan melakukan charging di rumah.

United juga membekali RX6000 dengan fitur fast charging. Pengisian baterai dari kondisi 0 hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Sistem pengisian tersebut turut dilengkapi auto cut-off dan cooling fan untuk mendukung proses charging.

Tenaga 6.000 Watt, Torsi 55 Nm

Dari sisi performa, United RX6000 menggunakan motor listrik dengan top power 6.000 watt.

Torsi maksimumnya mencapai 55 Nm pada 550 rpm, dengan klaim kecepatan maksimum mencapai 100 km/jam.

Sementara untuk kebutuhan perjalanan, baterai lithium berkapasitas 72V 54Ah menjadi sumber tenaga utama.

United mengklaim RX6000 mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Kombinasi tenaga, torsi, dan kapasitas baterai tersebut membuat RX6000 tidak hanya diarahkan sebagai kendaraan komuter, tetapi juga membawa karakter performa yang lebih kuat.

Bukan Skutik Biasa, Bawa Karakter Dual-Purpose

Dari desain, United RX6000 mengambil inspirasi dari motor trail yang kemudian dipadukan dengan sentuhan urban sport-bike.

Posisi berkendara dibuat tegak dengan jangkauan setang yang relatif pendek. Karakter tersebut ditujukan agar motor tetap nyaman digunakan di perkotaan sekaligus memiliki kemampuan menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam.

Karakter dual-purpose semakin terlihat dari penggunaan ban dengan profil yang mendukung penggunaan di berbagai permukaan.

Bagian depan menggunakan ban 110/80-17, sedangkan roda belakang menggunakan ukuran 130/80-17.

Suspensinya juga dirancang untuk mendukung karakter tersebut. Di depan terdapat USD atau upside-down suspension, sementara bagian belakang menggunakan Direct-Mount Monoshock.

Salah satu angka yang menarik adalah ground clearance 225 mm. Jarak terendah ke tanah tersebut memberikan ruang yang lebih aman ketika RX6000 digunakan melewati jalan rusak, permukaan tidak rata, maupun jalur non-aspal ringan.

Spesifikasi United RX6000

SpesifikasiUnited RX6000
KonsepAll-Terrain E-Performance
JenisMotor listrik dual-purpose
Top Power6.000 watt
Torsi Maksimum55 Nm @ 550 rpm
Top Speed100 km/jam
BateraiLithium 72V 54Ah
Jarak TempuhHingga 120 km
Fast Charging0–80% sekitar 1,5 jam
PengisianRumah, SPKLU Euro Type 2
Ban Depan110/80-17
Ban Belakang130/80-17
Suspensi DepanUSD
Suspensi BelakangDirect-Mount Monoshock
Ground Clearance225 mm
HargaRp69,9 juta OTR Jakarta

Harga Rp69,9 Juta

Dengan kombinasi performa, kemampuan dual-purpose, serta fleksibilitas pengisian daya, United RX6000 dipasarkan dengan harga Rp69,9 juta OTR Jakarta.

Kehadiran RX6000 menunjukkan bahwa motor listrik mulai bergerak ke segmen yang lebih beragam. Tidak hanya mengejar efisiensi untuk perjalanan perkotaan, tetapi juga menawarkan karakter berkendara yang lebih aktif dengan kemampuan menghadapi medan non-aspal ringan.

Apalagi dukungan SPKLU Euro Type 2 membuat pengguna memiliki opsi charging yang lebih fleksibel saat melakukan perjalanan.

Dengan konsep All-Terrain E-Performance, RX6000 mencoba menggabungkan tiga kebutuhan sekaligus: performa, kemampuan dual-purpose, dan fleksibilitas pengisian daya.

Continue Reading

Electric Vehicle

Ofero Stareer 5 Lit Raih Penghargaan, Sepeda Listrik Urban dengan Jarak Tempuh 130 Km

Published

on

By

Ofero Stareer 5 Lit kembali mencuri perhatian di tengah perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia. Sepeda listrik ini berhasil meraih penghargaan Inspiring Urban Electric Bike dalam ajang Indonesia Automotive Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan yang digelar oleh iNews Media Group di MNC Conference Hall, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi PT Ofero Technology Indonesia dalam memperkuat eksistensinya di segmen kendaraan listrik, khususnya untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Ofero Stareer 5 Lit dinilai menawarkan kombinasi desain, teknologi, fitur, serta kemampuan jelajah yang sesuai dengan karakter pengguna urban. Di tengah kebutuhan mobilitas harian yang semakin dinamis, sepeda listrik kini tidak hanya dituntut praktis, tetapi juga harus mampu memberikan efisiensi dan kenyamanan saat digunakan.

Salah satu nilai jual utama Stareer 5 Lit berada pada sektor jarak tempuh. Dengan konfigurasi dua baterai, sepeda listrik ini diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Untuk menunjang performanya, Ofero Stareer 5 Lit dibekali motor listrik berdaya 1.200W. Selain tenaga penggerak, Ofero juga melengkapi model ini dengan sejumlah fitur yang cukup menarik di kelasnya, mulai dari Traction Control System (TCS), LED Fog Lamp, hingga Cruise Control.

Kombinasi fitur tersebut membuat Stareer 5 Lit tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan untuk perjalanan jarak pendek, tetapi juga sebagai solusi mobilitas listrik yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari di kawasan perkotaan. Saat ini, Ofero Stareer 5 Lit dipasarkan dengan harga Rp11.999.000.

Sales Manager Ofero, Super Wang, menyebut penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan produk dan memperkuat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi melalui fasilitas perakitan baru di Semarang juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar.

Dengan kapasitas produksi yang semakin kuat, Ofero menargetkan perluasan titik distribusi agar konsumen di berbagai daerah dapat memperoleh akses lebih mudah terhadap kendaraan listrik untuk kebutuhan mobilitas harian.

Tak hanya mengandalkan Stareer 5 Lit, Ofero juga memiliki beberapa model lain dalam lini produknya, seperti Stareer 3 Lit, Ofero Magical 3 Lit, dan Magical 3 Pro. Kehadiran berbagai pilihan tersebut menjadi bagian dari strategi Ofero untuk menjangkau kebutuhan konsumen di segmen kendaraan listrik yang berbeda.

Selain memperluas jaringan distribusi, Ofero juga mulai membangun ekosistem melalui pengembangan komunitas pengguna dan berbagai aktivitas kolaboratif. Strategi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini mulai diposisikan bukan hanya sebagai alat transportasi alternatif, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Menurut Brand Experience & PR Manager Ofero, Auditya Gunawan, perusahaan ingin membangun citra kendaraan listrik yang lebih dekat dengan gaya hidup modern. Kolaborasi kreatif dan kegiatan komunitas menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara brand dan penggunanya.

Penghargaan Indonesia Automotive Awards 2026 menjadi dorongan tambahan bagi Ofero untuk terus berinovasi. Dengan Stareer 5 Lit sebagai salah satu produk andalannya, Ofero kini semakin serius memperkuat posisinya dalam persaingan kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

Dengan motor 1.200W, fitur TCS, Cruise Control, konfigurasi dua baterai dengan klaim jarak tempuh hingga 130 km, serta harga Rp11 jutaan, Ofero Stareer 5 Lit menawarkan paket mobilitas listrik yang semakin relevan untuk kebutuhan perjalanan di kawasan perkotaan.

Continue Reading

Trending