Electric Vehicle
Motor Listrik Kena Abu Vulkanik? Begini Cara Aman Membersihkannya
Hujan abu vulkanik setelah erupsi gunung api dapat meninggalkan lapisan debu halus di berbagai permukaan, termasuk sepeda motor. Material ini bukan sekadar kotoran biasa karena partikel abu vulkanik dapat memiliki sifat abrasif dan berpotensi menyebabkan masalah jika penanganannya tidak tepat.
Bagi pemilik motor listrik, kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait baterai, sistem kelistrikan, hingga komponen pengereman.
Salah dalam membersihkan permukaan motor, misalnya langsung mengelap abu dalam kondisi kering atau menyemprot bagian sensitif dengan tekanan air tinggi, justru dapat menimbulkan masalah baru.

Melihat kondisi tersebut, Polytron membagikan panduan penanganan motor listrik yang terkena paparan abu vulkanik. Edukasi ini ditujukan agar pengguna dapat melakukan proses pembersihan dengan cara yang lebih aman sebelum kembali menggunakan motor untuk aktivitas sehari-hari.
Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, turut menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak erupsi sekaligus mengingatkan pengguna untuk tidak panik ketika motor listrik terkena abu vulkanik.
Menurut Ilman, sistem baterai dan kelistrikan pada motor listrik Polytron telah dilengkapi perlindungan, namun cara membersihkan kendaraan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kondisinya.
Jangan Langsung Lap Bodi dalam Kondisi Kering
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara menghilangkan abu dari permukaan bodi.
Abu vulkanik mengandung partikel mineral, termasuk silika, yang memiliki karakter keras dan dapat bersifat abrasif. Jika permukaan motor langsung digosok menggunakan kain dalam kondisi kering, partikel tersebut dapat bekerja seperti amplas.
Akibatnya, permukaan cat maupun panel bodi berpotensi mengalami goresan.
Karena itu, langkah awal yang disarankan adalah membilas seluruh bagian bodi menggunakan air mengalir dengan tekanan rendah.
Tujuannya untuk membantu meluruhkan tumpukan abu terlebih dahulu tanpa memberikan gesekan langsung pada permukaan kendaraan.
Setelah sebagian besar abu terangkat, proses berikutnya dapat dilanjutkan menggunakan sampo khusus kendaraan dan perlengkapan pencucian yang bersih.
Bagaimana dengan Baterai Motor Listrik?
Salah satu kekhawatiran terbesar pemilik motor listrik ketika terkena hujan abu adalah kondisi baterai.
Pada lini motor listrik Fox Electric, termasuk Fox 350, Polytron menyebut komponen baterainya telah dirancang dengan perlindungan terhadap air dan debu melalui sertifikasi IP67.
Baterai juga menggunakan cangkang aluminium sebagai perlindungan tambahan terhadap lingkungan luar.
Meski demikian, perlindungan tersebut bukan berarti pengguna bisa melakukan pencucian secara sembarangan.
Area konektor, port pengisian daya, serta komponen kelistrikan lainnya tetap perlu diperlakukan sesuai petunjuk penggunaan kendaraan. Hindari penggunaan semprotan air bertekanan tinggi secara langsung ke bagian-bagian sensitif.
Perhatikan Sistem Pengereman
Abu vulkanik juga dapat masuk ke area yang lebih sulit terlihat, salah satunya komponen pengereman di sekitar roda.
Partikel silika yang masuk ke antara kampas dan cakram berpotensi meningkatkan gesekan abrasif. Kondisi tersebut dapat menyebabkan permukaan komponen pengereman mengalami keausan atau goresan dan berpotensi memengaruhi performa pengereman.
Karena itu, setelah motor terkena paparan abu dalam jumlah banyak, area roda dan sistem pengereman perlu mendapatkan perhatian lebih saat proses pembersihan.
Setelah kendaraan selesai dicuci, lakukan pemeriksaan dan uji fungsi rem secara perlahan di area yang aman sebelum kembali digunakan untuk aktivitas normal.
Jangan Paksa Berkendara Saat Abu Masih Tebal
Selain kondisi motor, pengguna juga perlu memperhatikan kondisi jalan.
Ketika sisa abu vulkanik masih menumpuk tebal, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berkendara.
Lapisan abu dapat membuat permukaan jalan menjadi lebih licin. Kondisi tersebut juga dapat mengurangi jarak pandang ketika abu masih beterbangan di udara.
Artinya, keselamatan pengendara tetap menjadi prioritas. Jika perjalanan tidak mendesak, menunggu kondisi jalan lebih aman dapat menjadi pilihan yang lebih bijak.
Bersihkan dengan Cara yang Tepat
Membersihkan motor listrik setelah terkena abu vulkanik memang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan kondisi kotor biasa.
Jangan langsung menggosok permukaan bodi dalam keadaan kering. Bilas terlebih dahulu menggunakan air bertekanan rendah untuk meluruhkan abu, kemudian lanjutkan pencucian menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Periksa pula area roda, sistem pengereman, konektor, dan port pengisian daya. Jika setelah terpapar abu muncul indikator peringatan, gangguan kelistrikan, atau kondisi kendaraan terasa tidak normal, sebaiknya jangan dipaksakan digunakan dan lakukan pemeriksaan di jaringan servis resmi.
Dengan langkah pembersihan yang tepat, pemilik motor listrik dapat mengurangi risiko kerusakan pada bodi maupun komponen kendaraan setelah terkena paparan abu vulkanik.
Electric Vehicle
Wuling Motors Buka Suara soal Permasalahan Konsumen di Salah Satu Dealer Surabaya
Jakarta, 3 September 2026 – Wuling Motors akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan yang terjadi dalam proses pembelian kendaraan di salah satu jaringan dealer resminya di Surabaya.
Melalui keterangan resminya, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian maupun ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat permasalahan tersebut.
Dari hasil penelusuran internal, Wuling Motors menyebut telah ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam proses transaksi yang dilakukan oleh oknum wiraniaga.
Wuling Motors menegaskan bahwa tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur perusahaan, terlebih apabila berpotensi merugikan konsumen, tidak dapat ditoleransi.
Wuling Motors Siapkan Langkah Korektif
Sebagai tindak lanjut, Wuling Motors akan mengambil tindakan terhadap dealer yang bersangkutan sekaligus melakukan langkah korektif untuk memastikan seluruh proses pelayanan dan transaksi kendaraan kembali berjalan sesuai dengan ketentuan perusahaan.
Evaluasi juga akan dilakukan terhadap penerapan standar operasional di jaringan dealer resmi Wuling Motors. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan konsumen memperoleh haknya dalam setiap proses transaksi kendaraan.
Bagi konsumen, penerapan SOP dalam proses pembelian kendaraan menjadi salah satu aspek penting. Pasalnya, transaksi kendaraan tidak hanya berkaitan dengan produk yang dibeli, tetapi juga mencakup proses administrasi, pembayaran, dokumen kendaraan, hingga pemenuhan hak konsumen setelah transaksi berlangsung.
Perkuat Pengawasan Jaringan Dealer
Wuling Motors menyatakan akan terus memperkuat pengawasan terhadap penerapan SOP di seluruh jaringan dealer resminya. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjaga standar kualitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya permasalahan serupa di kemudian hari.
Perusahaan juga menegaskan apresiasinya terhadap kepercayaan yang diberikan konsumen. Pernyataan resmi ini sekaligus menjadi bentuk respons Wuling Motors atas persoalan yang terjadi di salah satu jaringan dealer di Surabaya.
Dengan adanya langkah korektif dan evaluasi internal, Wuling Motors berkomitmen untuk memastikan proses pembelian kendaraan di jaringan resminya tetap mengikuti standar perusahaan dan memberikan perlindungan terhadap hak konsumen.
Electric Vehicle
MPV Listrik Li Mega Terbaru Punya Kabin Bak Ruang Tamu, Ada Meja Lipat!
Li Auto bersiap memperkenalkan versi penyegaran Li Mega di pasar Tiongkok pada 2 September 2026. Bukan sekadar mendapatkan perubahan kosmetik, MPV listrik premium ini membawa sejumlah pembaruan yang berfokus pada kenyamanan dan fleksibilitas kabin.
Mengusung konsep “rumah kedua”, Li Mega terbaru mencoba menghadirkan pengalaman seperti berada di ruang keluarga selama perjalanan. Area kabinnya dibuat lebih terang, lapang, dan fleksibel agar penumpang bisa menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih santai.
Salah satu ubahan paling mencolok berada di bagian atap. Li Auto menyematkan lampu plafon berukuran besar yang ditempatkan di antara baris kedua dan ketiga. Kehadiran lampu tersebut bukan hanya memperkuat nuansa premium, tetapi juga membuat interior terasa lebih terbuka dan nyaman.

Kabin Fleksibel Bak Ruang Tamu
Konsep ruang tamu semakin terasa berkat pembaruan pada kursi baris kedua. Li Auto menggunakan sistem rel yang lebih panjang sehingga kursi dapat digeser dengan rentang lebih luas.
Menariknya, kursi tersebut juga bisa diputar sesuai kebutuhan penumpang. Fleksibilitas ini kemudian dipadukan dengan meja lipat di area tengah kabin.
Kombinasi tersebut membuat interior Li Mega terasa lebih dari sekadar kabin mobil. Penumpang bisa mendapatkan ruang untuk bersantai, bekerja, menikmati makanan, maupun beraktivitas selama perjalanan.
Li Auto juga memberikan sejumlah detail tambahan seperti kaca spion rias terintegrasi di bagian atap, panel kontrol AC berbasis layar sentuh, serta desain jok baru dengan motif diamond atau belah ketupat.
Dengan pendekatan tersebut, Li Mega semakin jelas diposisikan sebagai MPV listrik premium yang mengutamakan pengalaman penumpang, bukan hanya performa kendaraan.
Tenaga 553 HP dari Dua Motor Listrik
Meski fokus pada kenyamanan, sektor performa Li Mega juga tidak bisa dianggap remeh.
MPV listrik ini memiliki panjang 5.355 mm dengan wheelbase mencapai 3.300 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang yang cukup besar untuk mengakomodasi kabin dengan konfigurasi yang fleksibel.
Di balik bodinya terdapat sistem penggerak dual motor listrik dengan output gabungan mencapai 413 kW atau sekitar 553 hp.

Sumber energinya berasal dari baterai NMC Qilin 108 kWh yang dipasok oleh CATL. Dalam kondisi tertentu, Li Mega diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 710 km dalam sekali pengisian.
Charging 5C, Tambah 500 Km dalam 10 Menit
Salah satu teknologi yang menjadi daya tarik Li Mega adalah sistem kelistrikan 800 volt yang dikombinasikan dengan teknologi fast charging 5C.
Li Auto mengklaim sistem tersebut mampu memberikan tambahan jarak tempuh hingga 500 km hanya dalam waktu sekitar 10 menit pengisian.
Namun, angka tersebut tentunya bergantung pada kondisi baterai, infrastruktur charger, suhu, serta kondisi pengisian. Meski begitu, kemampuan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi pengisian cepat menjadi salah satu fokus penting dalam perkembangan mobil listrik premium.
Untuk menunjang kenyamanan, Li Mega menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan multi-link di belakang.
Tidak berhenti di situ, MPV ini juga mendapatkan suspensi udara dual-chamber yang dirancang untuk meningkatkan kualitas redaman sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Li Mega Jadi Andalan Baru Li Auto
Penyegaran Li Mega menjadi langkah penting bagi Li Auto untuk kembali memperkuat posisi di segmen MPV listrik premium.
Model sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan di pasar, mulai dari kontroversi desain hingga isu recall. Karena itu, versi terbaru membawa sejumlah pembaruan untuk meningkatkan daya tarik, terutama melalui sektor kenyamanan kabin dan teknologi pengisian daya.
Li Mega generasi sebelumnya tersedia dalam dua trim, yakni Ultra dan Home, dengan harga masing-masing sekitar 529.800 yuan dan 559.800 yuan.
Sementara untuk model penyegaran, harga diperkirakan berada di kisaran US$80.000 atau sekitar Rp1,24 miliar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan harga resmi akan diumumkan saat peluncuran di China pada 2 September 2026.
Dengan kabin ala ruang tamu, dua motor listrik bertenaga 553 hp, baterai 108 kWh, arsitektur 800 volt, hingga teknologi fast charging 5C, Li Mega terbaru menunjukkan bahwa masa depan MPV listrik premium bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bagaimana kabin menjadi ruang hidup selama perjalanan.
Electric Vehicle
China Siapkan Baterai Solid-State untuk 2027, Mulai Diuji di Mobil Listrik
Persaingan teknologi baterai kendaraan listrik di China memasuki babak baru. Sejumlah produsen baterai dan otomotif mulai memasang target 2027 sebagai fase penting pengembangan baterai solid-state, mulai dari produksi uji, validasi, hingga pengujian langsung pada kendaraan listrik.
Nama-nama besar seperti CATL, BYD, dan Geely ikut mengembangkan teknologi tersebut. Mereka juga tidak sendirian karena sejumlah produsen baterai seperti CALB, Gotion High-Tech, EVE, dan Farasis Energy mulai menyiapkan program pengujian masing-masing.

Namun, ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi. Target 2027 bukan berarti baterai solid-state langsung diproduksi massal dan digunakan secara luas. Sebagian besar program masih berada pada tahap produksi uji, validasi, demonstrasi, maupun pengujian jalan dalam jumlah terbatas.
Apa Itu Baterai Solid-State?
Baterai solid-state merupakan salah satu teknologi yang diproyeksikan menjadi generasi berikutnya untuk kendaraan listrik.
Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan elektrolit. Baterai lithium-ion konvensional umumnya menggunakan elektrolit cair, sedangkan solid-state menggunakan elektrolit berbentuk padat.
Teknologi tersebut berpotensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi serta karakteristik keamanan yang lebih baik.
Jika pengembangannya berhasil, baterai solid-state berpotensi memberikan keuntungan pada kendaraan listrik, mulai dari kapasitas energi yang lebih besar hingga peluang meningkatkan jarak tempuh tanpa harus memperbesar ukuran baterai secara signifikan.
Meski demikian, teknologi ini masih menghadapi berbagai tantangan. Stabilitas sel, umur pakai, proses manufaktur, skala produksi, hingga biaya menjadi pekerjaan rumah sebelum solid-state bisa benar-benar menggantikan baterai lithium-ion konvensional.

CATL Targetkan Produksi Uji pada 2027
Salah satu pemain terbesar yang ikut mengejar teknologi ini adalah CATL.
Produsen baterai asal China tersebut menargetkan produksi uji baterai solid-state pada 2027. Setelah itu, teknologi masih harus melalui berbagai tahapan pengujian dan pengembangan sebelum dapat digunakan secara lebih luas.
Artinya, target CATL lebih tepat dilihat sebagai milestone pengembangan teknologi, bukan tanda bahwa baterai solid-state siap diproduksi massal dalam waktu dekat.
BYD Siapkan Demonstrasi Solid-State
BYD juga memasang target serupa.
Perusahaan tersebut menargetkan penggunaan baterai all-solid-state untuk kebutuhan demonstrasi pada kendaraan pada 2027.
Namun, adopsi dalam skala besar diperkirakan masih membutuhkan waktu. BYD sebelumnya memperkirakan penggunaan teknologi tersebut secara luas baru berpotensi berlangsung setelah 2030.
Dengan demikian, 2027 akan menjadi fase penting untuk melihat bagaimana teknologi tersebut bekerja ketika sudah dipasang pada kendaraan nyata.
Geely Kejar Kepadatan Energi 500 Wh/kg
Geely juga tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi baterai generasi baru.
Perusahaan menargetkan pengujian baterai solid-state pada kendaraan pada 2027. Teknologi yang dikembangkan bahkan memiliki target kepadatan energi hingga 500 Wh/kg pada varian tertingginya.
Secara teori, angka tersebut berpotensi mendukung kendaraan dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.
Namun, angka tersebut masih merupakan target teknologi, bukan spesifikasi resmi kendaraan produksi.
Kemampuan mencapai angka tersebut dalam kondisi nyata akan sangat bergantung pada desain sel, sistem baterai, bobot kendaraan, temperatur, gaya berkendara, serta berbagai faktor lainnya.
CALB, Gotion hingga Farasis Ikut Berlomba
Persaingan tidak hanya melibatkan raksasa seperti CATL dan BYD.
CALB menargetkan validasi teknologi solid-state dalam skala kecil pada kendaraan listrik pada 2027. Setelah itu, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi menuju tahap komersial pada sekitar 2030–2032.
Sementara itu, Gotion High-Tech mengembangkan sel solid-state dengan target kepadatan energi hingga 350 Wh/kg.
Gotion juga berencana melakukan uji jalan kendaraan listrik dalam skala kecil pada 2027 sebelum mengarah ke produksi komersial sekitar 2029–2030.
Farasis Energy turut menargetkan validasi teknologi solid-state pada kendaraan pada 2027, dengan produksi komersial skala penuh yang ditargetkan sekitar 2030.
2027 Jadi Tahun Pembuktian
Semakin banyak produsen yang memasang target 2027 membuat tahun tersebut berpotensi menjadi salah satu periode paling penting dalam perkembangan baterai solid-state di China.
Namun, jangan mengartikan target tersebut sebagai tanda bahwa mobil listrik dengan baterai solid-state akan langsung membanjiri pasar pada 2027.
Sebagian besar program masih berhubungan dengan produksi uji, validasi teknologi, demonstrasi, hingga road test dalam skala terbatas.
Tantangan terbesar justru muncul ketika teknologi harus masuk ke tahap produksi massal. Produsen harus memastikan baterai memiliki stabilitas tinggi, umur pakai panjang, proses manufaktur efisien, kapasitas produksi besar, dan harga yang kompetitif.
Jika seluruh proses berjalan sesuai target, hasil pengujian kendaraan pada 2027 bisa menjadi titik penting untuk menentukan seberapa cepat teknologi baterai solid-state memasuki pasar otomotif secara lebih luas.
Jadi, 2027 bukan akhir perjalanan baterai solid-state. Justru tahun tersebut bisa menjadi awal pembuktian apakah teknologi baterai generasi baru ini benar-benar siap dibawa dari laboratorium ke jalan raya.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
