Motor
Ducati Multistrada V4 Pikes Peak 2027 Makin Agresif, Bawa DNA MotoGP dan WorldSBK
Ducati kembali memperkuat karakter sporty pada Multistrada V4 Pikes Peak model 2027. Kali ini, pembaruan paling mudah terlihat datang dari sektor tampilan melalui livery baru yang membawa nuansa motor balap Ducati.
Desain tersebut dikembangkan oleh Centro Stile Ducati bersama Drudi Performance dengan mengambil inspirasi dari motor Ducati yang berlaga di MotoGP dan World Superbike.
Sejumlah elemen visualnya mengingatkan pada Desmosedici GP dan Panigale V4 R milik tim resmi Ducati. Kehadiran livery anyar ini juga menjadi bagian dari momentum perayaan Centenary Ducati.
Meski tampil lebih racing, karakter dasar Multistrada V4 Pikes Peak tetap dipertahankan. Motor ini dirancang untuk menggabungkan kemampuan sport riding dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Pikes Peak, Varian Multistrada dengan Karakter Lebih Sporty
Multistrada V4 Pikes Peak merupakan varian performa tinggi dari keluarga Multistrada. Model ini meneruskan karakter yang sebelumnya sudah dikenal melalui Multistrada 1200 Pikes Peak.
Salah satu ciri utama Pikes Peak adalah penggunaan roda depan 17 inci yang dipadukan dengan sistem single-sided swingarm.
Konfigurasi tersebut kemudian didukung suspensi Öhlins, posisi berkendara yang lebih berorientasi pada performa, serta tetap memungkinkan penggunaan perangkat bagasi untuk kebutuhan touring.
Karakter tersebut membuat Pikes Peak memiliki pendekatan berbeda dibandingkan Multistrada yang lebih berorientasi pada kemampuan adventure dan perjalanan jarak jauh.
Livery Racing Diperkuat Komponen Sporty
Nuansa balap pada Multistrada V4 Pikes Peak 2027 tidak hanya hadir melalui grafis. Ducati juga membekali motor ini dengan sejumlah komponen yang memperkuat karakter performanya.
Salah satunya adalah sistem knalpot titanium Akrapovič dengan grafis yang tetap dipertahankan. Beberapa bagian juga menggunakan material serat karbon.

Detail lainnya meliputi windshield rendah berwarna gelap, slider fork Öhlins dengan anodisasi emas, jok dengan logo V4, serta emblem Ducati Corse di bagian depan.
Ducati juga menyediakan program Factory Made, yang memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk melakukan personalisasi dari sisi komponen maupun ergonomi.
Pilihannya mencakup pelek forged merah, kaliper rem merah atau hitam, beberapa pilihan ketinggian jok, komponen karbon tambahan, lampu tambahan, hingga perangkat bagasi berupa pannier samping dan top box.
Kaki-Kaki Dirancang untuk Sport Riding
Karakter Pikes Peak semakin terlihat dari konfigurasi kaki-kakinya. Ducati menggunakan pelek aluminium forged lima palang yang dirancang untuk mengurangi bobot unsprung sekaligus mendukung respons handling.
Pelek tersebut dibalut ban Pirelli Diablo Rosso IV berukuran 120/70 di depan dan 190/55-17 di belakang.
Kombinasi roda 17 inci dan ban tersebut memberikan karakter yang lebih mendukung respons kemudi ketika motor diajak bermanuver di jalan beraspal.
Sistem suspensinya menggunakan Öhlins Smart EC 2.0 dengan teknologi semi-aktif. Sistem ini menggunakan pendekatan event-based yang memungkinkan karakter suspensi menyesuaikan fase berkendara.

Teknologi serupa juga digunakan pada beberapa model performa Ducati seperti Panigale V4 S dan Streetfighter V4 S.
Sementara itu, sistem pengereman mengandalkan Electronic Combined Braking System yang mengatur distribusi pengereman antara roda depan dan belakang.
Mesin V4 Granturismo 1.158 Cc
Sumber tenaga Multistrada V4 Pikes Peak 2027 berasal dari mesin V4 Granturismo berkapasitas 1.158 cc.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 167 hp pada 10.750 rpm dengan torsi puncak 123,8 Nm pada 9.000 rpm.
Karakter tenaga dirancang linear agar tetap mudah dikontrol di berbagai rentang putaran. Salah satu teknologi penting yang mendukung karakter tersebut adalah counter-rotating crankshaft.
Poros engkol yang berputar berlawanan arah dengan roda mengambil inspirasi dari pengalaman Ducati Corse di MotoGP. Secara konsep, sistem ini membantu mengurangi pengaruh inersia giroskopik sehingga karakter handling motor dapat lebih mendukung saat melakukan perubahan arah.
Mode berkendara Race juga menjadi salah satu fitur yang mempertegas karakter Pikes Peak.
Pada mode tersebut, strategi kerja rev limiter dibuat lebih bertahap. Pengaturan ini memberikan peringatan lebih awal ketika putaran mesin mendekati batas, sekaligus membantu pengendara melakukan perpindahan gigi pada putaran tinggi.
Quickshifter juga mendapatkan kalibrasi khusus. Perpindahan gigi turun dibuat lebih agresif, sementara respons throttle dibuat lebih cepat ketika menggunakan High Power Mode.
Posisi Riding Ikut Diubah
Ducati juga melakukan penyesuaian pada ergonomi Multistrada V4 Pikes Peak.
Posisi footpeg dibuat lebih tinggi dan lebih ke belakang dibandingkan Multistrada V4. Konfigurasi tersebut memberikan ruang gerak tubuh yang lebih baik sekaligus mendukung potensi sudut kemiringan ketika motor digunakan di tikungan.
Setangnya juga memiliki posisi berbeda. Komponen tersebut dibuat lebih rendah, lebih sempit, dan memiliki bentuk tekukan yang lebih datar.
Tujuannya adalah memberikan kontrol yang lebih mendukung gaya berkendara sporty tanpa menghilangkan aspek kenyamanan ketika motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Elektronik dan Fitur Keselamatan Tetap Lengkap
Di sektor elektronik, Multistrada V4 Pikes Peak mempertahankan sejumlah teknologi yang tersedia pada Multistrada V4 S.
Sistem sensor di bagian depan dan belakang mendukung fitur Adaptive Cruise Control (ACC) serta Blind Spot Detection (BSD). Ducati juga melengkapinya dengan Forward Collision Warning.
Artinya, meskipun Pikes Peak memiliki karakter yang lebih sporty, Ducati tetap mempertahankan teknologi bantuan berkendara yang relevan untuk penggunaan harian maupun touring.
Aspek perawatan juga dibuat praktis dengan interval pemeriksaan celah katup yang mencapai 60.000 km.
Dengan kombinasi livery baru, kaki-kaki sporty, suspensi Öhlins, mesin V4 Granturismo, serta perangkat elektronik modern, Ducati Multistrada V4 Pikes Peak 2027 membawa pendekatan yang semakin agresif.
Karakter Pikes Peak tetap berada di keluarga Multistrada, tetapi kini semakin kuat mempertemukan DNA balap Ducati dengan kemampuan sport touring.
Event
KUSTOMFEST 2026 “High Octane”, Ratusan Motor dan Mobil Kustom Siap Unjuk Karya
Ajang kustom kulture terbesar yang menjadi salah satu agenda penting bagi pelaku industri kreatif otomotif Indonesia, KUSTOMFEST 2026, kembali digelar pada 10–11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Memasuki tahun ke-15, perhelatan kali ini mengusung tema “High Octane”, sebuah gambaran tentang energi, kreativitas, dan semangat untuk terus mengakselerasi perkembangan industri kustom Tanah Air.

Tema tersebut juga menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi para pelaku industri kustom, mulai dari kondisi ekonomi hingga perubahan tren dan persaingan produk komponen buatan massal. Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menilai industri kustom Indonesia membutuhkan dorongan baru berupa gagasan, perspektif, serta strategi agar para builder dan pelaku usaha tetap mampu menghasilkan karya dan menjaga keberlangsungan bisnisnya.
Menurut Lulut, KUSTOMFEST tidak hanya berfungsi sebagai ajang memamerkan hasil modifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mencari peluang baru. Produk buatan industri rumahan serta UMKM Indonesia, termasuk komponen, suku cadang, dan apparel, telah menjangkau pasar kustom di berbagai negara. Melalui KUSTOMFEST, potensi tersebut diharapkan terus berkembang dan mendapat akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show Jadi Program Utama
Dua program utama yang kembali menjadi sorotan adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Ratusan sepeda motor dan mobil dari berbagai daerah akan mengikuti proses kurasi dan scrutineering sebelum ditampilkan kepada pengunjung dan dinilai oleh juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menampilkan karya dengan karakter, detail pengerjaan, serta konsep modifikasi yang menonjol.
Selain dua program tersebut, KUSTOMFEST 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang mencerminkan luasnya ekosistem kustom kulture. Pengunjung dapat menjumpai Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint, Kustom Journey by Rollie Monkie, Kustom Bicycle, Miss Kustomfest Pin-Up Kontest, Krospit Kontest, Booth Tenants, Junkyard Festival, FXR Paradise, SR Panic, dan All 3 Wheeler.
Sejumlah program baru turut memperkaya agenda tahun ini. FXR Paradise menjadi ruang berkumpul bagi pemilik Harley-Davidson FXR untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Sementara itu, SR Panic, yang dibawa 2Persenter dari Jepang, mempertemukan para pemilik Yamaha SR. Program All 3 Wheeler juga menghadirkan beragam kreasi kendaraan roda tiga, sedangkan Northy dan KUSTOMFEST menghadirkan COMMON GROUND Collective sebagai ruang kolaborasi komunitas, seniman, dan brand.
Flat Track Race Hadir dengan Coaching Clinic Internasional
Area outdoor JEC kembali menjadi arena penyelenggaraan Flat Track Race. Tahun ini, KUSTOMFEST menghadirkan Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles dan Mr. Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan untuk mengisi coaching clinic. Materi yang diberikan mencakup persiapan motor hingga teknik berkendara di lintasan flat track.
Kelas yang dipertandingkan meliputi Horizontal Engine Cub di bawah 150 cc, Vertical Engine di bawah 150 cc dan kelas 151–250 cc, kelas FFA dua-tak dan empat-tak, serta Star Racer. Kehadiran program ini memberikan ruang bagi penggemar balap untuk melihat sisi lain dunia kustom, ketika pengembangan motor dan kemampuan pengendara bertemu di lintasan.

Selain balap, program OVERLAND RIDE mengajak peserta menjelajahi rute Yogyakarta melalui kombinasi jalan raya dan medan off-road. Aktivitas tersebut menambah pilihan bagi pengunjung dan komunitas yang ingin menikmati pengalaman berkendara di luar area pameran.
KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK Bawa Karya Lokal ke Jepang
Upaya memperkenalkan karya builder Indonesia ke dunia internasional kembali dilakukan melalui program KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK. Sejumlah karya terbaik peserta KUSTOMFEST 2026 berkesempatan tampil di 34th Yokohama Hot Rod Custom Show 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Yokohama, Jepang.
KUSTOMFEST juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah tamu dan juri internasional, di antaranya Yuichi Yoshizawa dari Custom Works Zon, Makoto Watanabe dari Chopper Journal, The Nash dari Burnout Mag, Takashi “Gussan” Yamaguchi dari 2Persenter, Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles, Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan, serta Matt Talajowski dari Sugarbaby Cycles, pemenang Best of Show Born Free Show 2026.
Beberapa builder internasional yang dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di KUSTOMFEST antara lain Suraphorn Phongsawat dari EasyRider Revival Pornstersomc, Risei K dari Shonan Style 12QROSSOVER (TQ), Takuya Okobu dari Vida Motorcycle Japan, dan Minoru Watanabe dari Fatech Power. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi pelaku kustom lokal untuk bertukar wawasan dengan builder dari negara lain.
Kustom Kulture, Kepedulian Sosial, dan Hiburan
KUSTOMFEST 2026 juga membawa misi sosial melalui kolaborasi dengan Baznas dan Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk dampak kebakaran hutan terhadap kehidupan masyarakat. Dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KUSTOMFEST bersama Pemerintah Kota Yogyakarta turut menggelar Ride For YK, sebuah program untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui renovasi rumah tinggal.
“Kita tidak sekadar merayakan Lebaran Kustom dan mengajak untuk berakselerasi tinggi untuk para pelaku di industri kustom, namun juga melihat lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk tetangga terdekat, warga Yogyakarta membutuhkan kepedulian kita,” ujar Lulut Wahyudi.
Suasana acara juga akan diramaikan penampilan musik dari Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam, D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai. Berbagai program tersebut membuat KUSTOMFEST bukan hanya menjadi tempat melihat kendaraan kustom, tetapi juga ruang pertemuan bagi musik, seni, komunitas, dan industri kreatif.
Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta sejumlah brand dan pelaku industri otomotif.
Tiket KUSTOMFEST 2026 Dibanderol Rp130 Ribu per Hari
Bagi pengunjung yang ingin hadir, tiket KUSTOMFEST 2026 tersedia secara online maupun langsung di lokasi atau on the spot. Harga tiket dewasa ditetapkan sebesar Rp130.000 per hari, sedangkan tiket anak-anak dibanderol Rp70.000.
Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan undian untuk mengikuti perjalanan ke Jepang dan menyaksikan 34th Yokohama Hot Rod Custom Show pada 6 Desember 2026. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan tiket dan undian dapat dipastikan melalui kanal resmi penyelenggara.
Memasuki usia ke-15, KUSTOMFEST kembali membawa pesan bahwa perkembangan kustom kulture tidak hanya bertumpu pada karya kendaraan, tetapi juga pada kreativitas, kolaborasi, keberlanjutan usaha, dan kepedulian sosial. Lewat tema “High Octane”, ajang ini mengajak pelaku industri kustom Indonesia untuk terus menjaga semangat berkarya sekaligus memperluas jangkauan ke panggung global.
Motor
KTM SX-E 2.12 2027, Motor Cross Listrik Anak Berbobot Cuma 29 Kg
KTM memperluas jajaran motor motocross listrik untuk pengendara muda melalui kehadiran KTM SX-E 2.12 model 2027. Motor ini diposisikan di antara SX-E 2 dan SX-E 3, dengan fokus pada pengendara pemula yang membutuhkan dimensi lebih tinggi tanpa mengorbankan kemudahan pengendalian.
Sebagai motor off-road listrik berukuran ringkas, SX-E 2.12 membawa sejumlah pembaruan pada sektor roda, suspensi, dan ergonomi. Menariknya, peningkatan dimensi tersebut tetap mempertahankan bobot motor di angka 29 kg.

Roda 12 Inci dan Suspensi WP
Salah satu pembeda utama KTM SX-E 2.12 dibandingkan SX-E 2 terletak pada penggunaan roda depan berukuran 12 inci, meningkat dari 10 inci pada model yang lebih kecil.
Perubahan ini dipadukan dengan suspensi yang lebih panjang untuk meningkatkan tinggi motor dan jarak bebas ke tanah. Rangka bagian tengahnya menggunakan konstruksi ekstrusi aluminium yang dikembangkan dari platform SX-E 2.
Pada bagian depan, KTM memasang garpu hidraulis WP dengan jarak main suspensi 90 mm. Sementara itu, suspensi belakang menggunakan monoshock hidraulis berdiameter 34 mm dengan pengaturan preload dan jarak main hingga 70 mm.
Kombinasi roda dan suspensi tersebut dirancang untuk menyesuaikan ergonomi motor dengan pengendara yang membutuhkan posisi berkendara lebih tinggi. Tinggi joknya meningkat hingga 66 mm dibandingkan SX-E 2, yang memiliki tinggi jok maksimum 500 mm.

Meski dimensi motor bertambah, bobotnya tetap 29 kg. Hal ini menjadi salah satu aspek penting untuk motor pemula, karena bobot yang ringan dapat membantu pengendara muda mengendalikan dan memindahkan motor dengan lebih mudah.
Motor Listrik 1,8 kW dengan Torsi 50 Nm
KTM SX-E 2.12 menggunakan penggerak listrik tipe hub motor yang menghasilkan tenaga 1,8 kW dan torsi maksimum 50 Nm.
Karena motor listrik terintegrasi pada bagian roda, sistem ini tidak membutuhkan rangkaian rantai dan sproket seperti motor konvensional. Konstruksi tersebut membantu mengurangi jumlah komponen bergerak yang memerlukan perawatan sekaligus menghilangkan risiko kontak dengan rantai penggerak.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 9,4 Ah dengan perlindungan terhadap air berstandar IP65. Karakter penggerak listrik juga membuat motor ini beroperasi lebih senyap dibandingkan motocross bermesin pembakaran internal.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung proses belajar pengendara muda, terutama saat mulai mengenal kontrol gas, keseimbangan, dan karakter berkendara di area off-road yang sesuai.
Pengisian Baterai Sekitar 60 Menit
Untuk pengisian daya, KTM menyediakan pengisi daya eksternal dengan kapasitas hingga 500 W yang dapat dihubungkan ke sumber listrik 110 volt maupun 230 volt.
Menurut informasi spesifikasi yang tersedia, pengisian baterai hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Waktu aktual dapat bergantung pada kondisi baterai dan proses pengisian.
Namun, informasi mengenai jarak tempuh maupun durasi berkendara dalam sekali pengisian belum disebutkan dalam data spesifikasi yang menjadi acuan artikel ini. Karena itu, kedua aspek tersebut masih perlu dikonfirmasi untuk mengetahui kemampuan motor dalam penggunaan nyata.
Fitur Keselamatan untuk Rider Muda
Sebagai motor yang ditujukan untuk pengendara pemula, KTM SX-E 2.12 dilengkapi sejumlah fitur keselamatan.
Salah satunya adalah sensor rollover yang memutus tenaga secara otomatis ketika motor terjatuh. Terdapat pula wrist lanyard key yang terhubung dengan sistem pemutus mesin. Jika pengendara terpisah dari motor, sistem ini membantu menghentikan penggerak.
Panel multifungsi pada setang dilengkapi lampu indikator untuk menunjukkan mode berkendara yang sedang dipilih. Fitur tersebut membantu orang tua atau pendamping memantau pengaturan motor sebelum digunakan.
Meski dilengkapi perangkat keselamatan, penggunaan motor tetap perlu didampingi orang dewasa, dengan perlengkapan pelindung yang sesuai dan area latihan yang aman.
Alternatif Motor Cross Listrik untuk Generasi Baru
Melalui SX-E 2.12 model 2027, KTM memperluas pilihan motor listrik off-road untuk pengendara muda dengan kebutuhan ergonomi berbeda.
Roda 12 inci, suspensi WP, bobot 29 kg, serta penggerak listrik 1,8 kW menjadi kombinasi utama yang ditawarkan. Kehadiran sensor rollover dan wrist lanyard key juga memperlihatkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam proses belajar berkendara.
KTM SX-E 2.12 disebut tersedia melalui dealer resmi KTM, meskipun ketersediaan dan waktu distribusinya dapat berbeda di setiap negara. Informasi mengenai harga serta jadwal pemasaran di Indonesia belum tercantum dalam data yang tersedia.
Motor
Triumph Speed Twin 1200 TFC Masuk Indonesia, Cuma 750 Unit di Dunia
Triumph Motorcycles Indonesia menghadirkan salah satu model modern classic paling eksklusifnya, Speed Twin 1200 TFC. Mengusung label Triumph Factory Custom (TFC), motor ini merupakan versi factory custom dengan berbagai komponen premium dan hanya diproduksi sebanyak 750 unit untuk pasar global.
Setiap unit Triumph Speed Twin 1200 TFC memiliki nomor produksi individual serta dilengkapi Certificate of Authenticity. Kehadirannya juga menambah daftar model yang menggunakan emblem TFC, setelah Thruxton TFC, Rocket 3 TFC, serta dua edisi Bobber TFC.
Mesin Bonneville 1.200 cc, Tenaga 105 PS

Dari sektor mesin, Speed Twin 1200 TFC tetap mengandalkan konfigurasi khas Bonneville twin-cylinder berkapasitas 1.200 cc dengan crankshaft 270 derajat.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 105 PS dan torsi 112 Nm. Karakter powertrain ini dirancang tetap mempertahankan karakter modern classic Triumph, tetapi mendapatkan dukungan komponen dan perangkat premium untuk menunjang performa maupun handling.
Salah satu peningkatan penting hadir pada sistem suspensi. Triumph membekali Speed Twin 1200 TFC dengan suspensi Öhlins fully adjustable, sehingga pengendara dapat melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan karakter berkendara.

Sektor pengereman juga menggunakan perangkat kelas atas. Bagian depan mengandalkan kaliper Brembo Stylema yang dipadukan dengan Brembo radial master cylinder serta adjustable MCS lever.
Akrapovič Titanium dan Carbon Fibre
Tidak hanya sektor performa, Triumph juga memberikan perhatian besar pada detail material dan sistem pembuangan.
Speed Twin 1200 TFC menggunakan sepasang knalpot Akrapovič berbahan titanium. Beberapa bagian bodinya juga menggunakan material carbon fibre untuk memperkuat karakter premium sekaligus sporty.
Secara visual, motor ini hadir dengan kombinasi warna Obsidian Gold, aksen emas, dan detail khusus TFC. Tampilan tersebut membuatnya berbeda dari Speed Twin 1200 versi standar.
Karakter sporty semakin diperkuat melalui penggunaan clip-on handlebars dan rearset foot controls. Konfigurasi ini membuat posisi berkendara lebih agresif dibandingkan konsep modern classic pada umumnya.
Hanya 1 Unit untuk Indonesia
Director Triumph Motorcycles Indonesia, Joe Frans, menyebut Speed Twin 1200 TFC sebagai perpaduan antara performa, craftsmanship, dan eksklusivitas.
Dengan produksi global yang hanya mencapai 750 unit, setiap detail pada motor ini memang dirancang untuk memberikan karakter yang berbeda, mulai dari suspensi Öhlins, rem Brembo Stylema, knalpot titanium Akrapovič hingga penggunaan carbon fibre.
Di Indonesia, Triumph Speed Twin 1200 TFC dipasarkan dengan harga Rp999 juta on the road (OTR), termasuk PPH DKI Jakarta.
Menariknya, Triumph Motorcycles Indonesia hanya berhasil mendapatkan satu unit untuk pasar Indonesia. Unit tersebut hadir dengan nomor produksi individual dan menurut pihak Triumph Indonesia sudah dibeli oleh seorang enthusiast Triumph.
Kehadiran Speed Twin 1200 TFC membuat model ini bukan sekadar motor modern classic berperforma tinggi. Dengan jumlah produksi terbatas, spesifikasi premium, serta hanya satu unit yang masuk ke Indonesia, motor ini juga menjadi koleksi eksklusif bagi penggemar dan kolektor Triumph.

-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
