Connect with us

Motor

Yamaha XSR900 GP 2027 Hadir dengan Warna Legend Blue, Terinspirasi Era Kejayaan Grand Prix

Published

on

Yamaha memberikan penyegaran pada jajaran motor sport heritage melalui kehadiran pilihan warna baru Legend Blue untuk Yamaha XSR900 GP model tahun 2027. Bukan sekadar perubahan tampilan, kombinasi warna ini membawa kembali nuansa motor balap Grand Prix Yamaha yang identik dengan era kejayaan balap pada dekade 1980-an.

Pembaruan tersebut memperkuat karakter XSR900 GP sebagai motor yang memadukan desain klasik dengan identitas sport modern. Sebelumnya, Yamaha juga memperkenalkan warna Neon White untuk XSR900 versi standar. Kedua pembaruan ini menjadi bagian dari penyegaran lini Sport Heritage Yamaha.

Legend Blue Terinspirasi Motor Balap Christian Sarron

Warna Legend Blue pada Yamaha XSR900 GP 2027 mengambil inspirasi dari motor balap Sonauto Yamaha yang pernah digunakan Christian Sarron, pembalap asal Prancis yang memiliki catatan penting dalam sejarah Grand Prix.

Sarron tercatat menjalani 148 start di kejuaraan Grand Prix dan berkompetisi di tiga kelas berbeda, yakni 250cc, 350cc, serta 500cc. Salah satu pencapaian terbesarnya datang pada musim 1984, ketika ia berhasil meraih gelar juara dunia kelas 250cc.

Karier balap Sarron berlanjut hingga 1990, sebelum akhirnya ia mengakhiri kiprahnya sebagai pembalap Grand Prix setelah musim terakhir di kelas 500cc. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah balap Yamaha yang kini kembali diangkat melalui desain XSR900 GP terbaru.

Perpaduan Identitas Klasik dan Sport Heritage

Penerapan warna Legend Blue menjadi daya tarik utama pada Yamaha XSR900 GP model tahun 2027. Nuansa biru yang terinspirasi dari motor balap era 1980-an memberikan karakter visual yang kuat sekaligus mempertahankan identitas retro racing yang menjadi ciri khas model GP.

Melalui pendekatan desain tersebut, Yamaha menghubungkan warisan balap masa lalu dengan produk Sport Heritage masa kini. Inspirasi dari motor kompetisi legendaris tidak hanya menjadi elemen nostalgia, tetapi juga mempertegas karakter XSR900 GP sebagai motor yang mengangkat sejarah balap dalam kemasan modern.

Kehadiran warna baru ini menunjukkan bagaimana Yamaha terus memanfaatkan identitas motorsport sebagai bagian dari karakter produknya. Bagi penggemar motor bergaya klasik dan sejarah Grand Prix, Legend Blue menghadirkan penghormatan visual terhadap era balap yang membentuk reputasi Yamaha di lintasan dunia.

Motor

Honda ADV160 Trico Edition Meluncur di Malaysia, Harga Tembus Rp 62 Juta

Published

on

By

Boon Siew Honda menghadirkan Honda ADV160 Trico Edition untuk pasar Malaysia. Skuter bergaya petualang ini tampil dengan kombinasi warna merah, putih, dan biru yang terinspirasi dari identitas balap Honda Racing Corporation (HRC). Dengan balutan warna tricolor tersebut, ADV160 mendapatkan tampilan yang lebih sporty dan berbeda dari varian reguler.

Mengutip Arenamotosikal, livery khusus ini menjadi pembeda utama ADV160 Trico Edition dari varian ADV160 RoadSync reguler yang sebelumnya tersedia dalam pilihan warna Matte Grey dan Brown. Kehadiran edisi ini juga menambah pilihan bagi konsumen Malaysia yang menginginkan skuter berkarakter adventure dengan sentuhan visual khas motorsport.

Menariknya, pasar Malaysia juga mendapatkan pilihan edisi khusus Spider-Man serta varian ADV160 ABS dengan kombinasi warna putih dan abu-abu.

Livery Tricolor Terinspirasi Balap Honda

Daya tarik utama Honda ADV160 Trico Edition terletak pada kombinasi warna merah, putih, dan biru yang mengingatkan pada identitas balap Honda. Sentuhan tricolor memberikan karakter lebih agresif pada skuter bergaya adventure tersebut, tanpa mengubah konsep dasar ADV160 sebagai kendaraan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Penggunaan livery bernuansa balap juga memperkuat kesan sporty pada desain bodi ADV160. Karakter tersebut dipadukan dengan postur skuter yang tinggi dan desain yang terinspirasi dari motor petualang.

Meski tampil dengan warna khusus, ADV160 Trico Edition tetap mempertahankan fitur dan spesifikasi utama yang ditawarkan pada model ADV160 RoadSync.

Panel TFT 5 Inci dan Fitur Konektivitas

Dari sisi teknologi, Honda ADV160 Trico Edition dilengkapi Honda RoadSync yang terintegrasi dengan panel instrumen TFT berukuran 5 inci. Sistem ini mendukung konektivitas dengan ponsel pintar sehingga pengendara dapat memanfaatkan fitur yang tersedia melalui perangkat tersebut.

Fitur lainnya mencakup Honda Selectable Torque Control (HSTC) untuk membantu mengendalikan traksi roda belakang, Anti-lock Braking System (ABS) untuk membantu mencegah roda mengunci saat pengereman, serta Honda Smart Key yang memudahkan pengoperasian kendaraan tanpa anak kunci konvensional.

Untuk mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari, Honda juga membekali skuter ini dengan soket pengisian daya USB Type-C dan bagasi di bawah jok berkapasitas 30 liter. Kombinasi fitur tersebut membuat ADV160 tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga menawarkan kepraktisan untuk penggunaan harian.

Mesin 156,9 cc, Tenaga 16 PS

Sektor dapur pacu Honda ADV160 Trico Edition mengandalkan mesin satu silinder eSP+ berkapasitas 156,9 cc. Mesin SOHC empat katup tersebut menggunakan sistem pendingin cairan untuk membantu menjaga temperatur kerja mesin.

Berdasarkan spesifikasi yang dipasarkan, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 16 PS pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,7 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis CVT dengan penggerak V-belt.

Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan karakter berkendara yang praktis khas skuter otomatis, dengan respons mesin yang mendukung mobilitas perkotaan maupun perjalanan di berbagai kondisi jalan.

Dimensi dan Suspensi untuk Gaya Adventure

Honda ADV160 Trico Edition memiliki tinggi jok 780 mm dan bobot 133 kg. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.324 mm, sementara kapasitas tangki bahan bakar tercatat sebesar 8,1 liter.

Pada sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan garpu teleskopik di bagian depan dan dua peredam kejut di belakang. Konfigurasi tersebut mendukung karakter skuter adventure yang mengutamakan kenyamanan serta stabilitas saat digunakan berkendara.

Dengan dimensi dan posisi berkendara khas ADV160, model ini menyasar konsumen yang menginginkan skuter otomatis dengan desain tangguh sekaligus fitur modern.

Harga Rp 62 Jutaan, Ada Bonus Aksesori

Di Malaysia, Honda ADV160 Trico Edition dipasarkan dengan harga RM14.149 atau setara sekitar Rp62,2 juta berdasarkan informasi yang diberikan. Setiap pembelian juga disertai garansi pabrik selama dua tahun atau 20.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Untuk jumlah pembelian terbatas, konsumen turut memperoleh bonus earphone JBL dan balaclava Motowolf. Penawaran ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang tertarik dengan edisi khusus tersebut.

Kehadiran Honda ADV160 Trico Edition memperlihatkan bagaimana penyegaran warna dan identitas visual dapat memberikan karakter berbeda pada sebuah skuter tanpa harus mengubah keseluruhan spesifikasi teknisnya.

Dengan livery terinspirasi HRC, panel TFT 5 inci, konektivitas RoadSync, serta mesin 156,9 cc, ADV160 Trico Edition menawarkan kombinasi tampilan sporty dan fitur praktis. Namun, model ini diperkenalkan untuk pasar Malaysia, sehingga informasi mengenai ketersediaannya di Indonesia perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak Honda terkait.

Continue Reading

Motor

Diva Ismayana Pimpin Klasemen Kejurnas Motocross 2026, Ducati MX Team Indonesia Tampil Kompetitif

Published

on

By

Ducati MX Team Indonesia mengawali rangkaian Grand Final Kejurnas Motocross Indonesia 2026 dengan hasil menjanjikan. Dua pembalap andalannya, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, berhasil finis di posisi kedua dan ketiga pada sesi Qualifying Race di Sirkuit Panca Arga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi keduanya untuk menghadapi balapan utama. Sorotan tertuju kepada Diva Ismayana yang masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 36 poin dalam perebutan gelar juara nasional. Sementara itu, Hilman Maksum yang menempati peringkat ketiga klasemen juga berpeluang menutup musim dengan hasil positif.

Performa kedua rider Ducati MX Team Indonesia memperlihatkan persiapan yang kompetitif menjelang penentuan akhir musim. Meski begitu, mereka tetap harus menghadapi tantangan lintasan dan tekanan dari para rival pada race utama.

Diva Ismayana Tunjukkan Kecepatan Sejak Time Practice

Diva Ismayana sudah memperlihatkan potensi sejak sesi Time Practice. Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 32,927 detik dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,123 detik dari Lewis Stewart, pembalap asal Australia yang menjadi tercepat.

Catatan waktu tersebut menjadi indikasi bahwa Diva memiliki kecepatan yang kompetitif untuk bersaing di barisan depan. Modal ini semakin penting mengingat dirinya datang ke Grand Final dengan posisi kuat dalam perebutan gelar juara nasional.

Rekan setimnya, Hilman Maksum, juga menunjukkan performa menjanjikan. Ia mengakhiri sesi Time Practice di posisi keempat dengan waktu terbaik 1 menit 36,043 detik, sekaligus menjaga peluang untuk bersaing di kelompok terdepan.

Kondisi Lintasan Berdebu Jadi Tantangan di Qualifying Race

Performa apik Ducati MX Team Indonesia berlanjut saat Qualifying Race. Diva langsung berada dalam persaingan di barisan depan dan sempat memberikan tekanan kepada Lewis Stewart pada beberapa lap awal.

Di belakangnya, Hilman Maksum mampu menjaga posisi ketiga meski mendapat tekanan dari sejumlah rival, termasuk Delvintor Alfarizi. Kedua pembalap Ducati MX Team Indonesia akhirnya menyelesaikan sesi tersebut di posisi kedua dan ketiga.

Namun, kondisi lintasan yang dipenuhi debu menjadi tantangan tersendiri. Jarak pandang yang terbatas membuat pembalap harus lebih cermat dalam menjaga ritme, membaca kondisi lintasan, dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan serangan.

Diva memilih menjaga konsistensi setelah mencoba memberikan perlawanan pada awal balapan. Keputusan tersebut membantunya mengamankan posisi kedua sekaligus mempertahankan modal penting untuk menghadapi race utama.

“Secara keseluruhan, hasil hari ini cukup baik. Di Time Practice, saya merasa kecepatan motor sudah kompetitif dan selisih waktu dengan pembalap tercepat juga sangat tipis,” ujar Diva Ismayana.

Ia menjelaskan bahwa kondisi lintasan yang berdebu membuatnya harus lebih berhati-hati saat Qualifying Race. Setelah mencoba bersaing pada lap-lap awal, Diva memilih menjaga ritme dan mengamankan posisi kedua.

Dengan keunggulan poin di klasemen sementara, Diva menegaskan bahwa fokusnya tetap pada persiapan menghadapi balapan utama. Ia tidak ingin terlalu memikirkan posisi klasemen dan memilih berkonsentrasi untuk memberikan hasil terbaik bagi tim.

Hilman Maksum Jaga Posisi Tiga Besar

Hilman Maksum juga melewati Qualifying Race dengan persaingan yang tidak mudah. Setelah mendapatkan start yang baik, ia mampu menempatkan diri di posisi ketiga di belakang Diva Ismayana dan Lewis Stewart.

Tekanan dari para rival membuat Hilman harus menjaga konsentrasi sepanjang balapan. Kondisi lintasan yang berdebu juga menuntutnya untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama ketika menentukan momentum untuk menyerang atau mempertahankan posisi.

Hilman akhirnya berhasil finis ketiga. Hasil tersebut memberikan modal positif bagi pembalap Ducati MX Team Indonesia itu untuk menghadapi race utama, sekaligus menjaga peluangnya menutup musim dengan hasil maksimal.

“Time Practice berjalan cukup baik bagi saya, dan saat Qualifying Race saya bisa mendapatkan start yang bagus hingga berada di posisi ketiga di belakang Diva,” kata Hilman.

Ia mengakui persaingan berlangsung ketat, terutama ketika sejumlah pembalap mulai memberikan tekanan untuk merebut posisinya. Karena itu, Hilman memilih tetap fokus, menjaga posisi, dan menghindari risiko yang tidak diperlukan.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal untuk melakukan evaluasi sebelum kembali bertarung pada balapan utama.

Diva Ismayana Hadapi Penentuan Gelar Juara Nasional

Keunggulan 36 poin membuat Diva Ismayana berada dalam posisi kuat menjelang penentuan gelar juara nasional Kejurnas Motocross Indonesia 2026. Namun, hasil Qualifying Race belum menentukan gelar secara otomatis karena balapan utama masih menjadi tantangan berikutnya.

Konsistensi, pengelolaan risiko, serta kemampuan membaca kondisi lintasan akan menjadi faktor penting bagi Diva dalam mempertahankan keunggulannya. Di sisi lain, para rival masih memiliki kesempatan untuk memberikan tekanan hingga rangkaian balapan berakhir.

Bagi Ducati MX Team Indonesia, keberhasilan menempatkan Diva dan Hilman di posisi kedua serta ketiga Qualifying Race menjadi sinyal positif menjelang race utama. Kini, perhatian tertuju pada kemampuan kedua rider mempertahankan performa dan menyelesaikan Grand Final dengan hasil terbaik.

Diva memburu gelar juara nasional, sementara Hilman berupaya memperbaiki hasil untuk menutup musim secara maksimal. Balapan utama pun menjadi momen penentuan bagi perjuangan keduanya di Kejurnas Motocross Indonesia 2026.

Continue Reading

Event

KUSTOMFEST 2026 “High Octane”, Ratusan Motor dan Mobil Kustom Siap Unjuk Karya

Published

on

By

Ajang kustom kulture terbesar yang menjadi salah satu agenda penting bagi pelaku industri kreatif otomotif Indonesia, KUSTOMFEST 2026, kembali digelar pada 10–11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Memasuki tahun ke-15, perhelatan kali ini mengusung tema “High Octane”, sebuah gambaran tentang energi, kreativitas, dan semangat untuk terus mengakselerasi perkembangan industri kustom Tanah Air.

Tema tersebut juga menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi para pelaku industri kustom, mulai dari kondisi ekonomi hingga perubahan tren dan persaingan produk komponen buatan massal. Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menilai industri kustom Indonesia membutuhkan dorongan baru berupa gagasan, perspektif, serta strategi agar para builder dan pelaku usaha tetap mampu menghasilkan karya dan menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Menurut Lulut, KUSTOMFEST tidak hanya berfungsi sebagai ajang memamerkan hasil modifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mencari peluang baru. Produk buatan industri rumahan serta UMKM Indonesia, termasuk komponen, suku cadang, dan apparel, telah menjangkau pasar kustom di berbagai negara. Melalui KUSTOMFEST, potensi tersebut diharapkan terus berkembang dan mendapat akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show Jadi Program Utama

Dua program utama yang kembali menjadi sorotan adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Ratusan sepeda motor dan mobil dari berbagai daerah akan mengikuti proses kurasi dan scrutineering sebelum ditampilkan kepada pengunjung dan dinilai oleh juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menampilkan karya dengan karakter, detail pengerjaan, serta konsep modifikasi yang menonjol.

Selain dua program tersebut, KUSTOMFEST 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang mencerminkan luasnya ekosistem kustom kulture. Pengunjung dapat menjumpai Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint, Kustom Journey by Rollie Monkie, Kustom Bicycle, Miss Kustomfest Pin-Up Kontest, Krospit Kontest, Booth Tenants, Junkyard Festival, FXR Paradise, SR Panic, dan All 3 Wheeler.

Sejumlah program baru turut memperkaya agenda tahun ini. FXR Paradise menjadi ruang berkumpul bagi pemilik Harley-Davidson FXR untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Sementara itu, SR Panic, yang dibawa 2Persenter dari Jepang, mempertemukan para pemilik Yamaha SR. Program All 3 Wheeler juga menghadirkan beragam kreasi kendaraan roda tiga, sedangkan Northy dan KUSTOMFEST menghadirkan COMMON GROUND Collective sebagai ruang kolaborasi komunitas, seniman, dan brand.

Flat Track Race Hadir dengan Coaching Clinic Internasional

Area outdoor JEC kembali menjadi arena penyelenggaraan Flat Track Race. Tahun ini, KUSTOMFEST menghadirkan Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles dan Mr. Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan untuk mengisi coaching clinic. Materi yang diberikan mencakup persiapan motor hingga teknik berkendara di lintasan flat track.

Kelas yang dipertandingkan meliputi Horizontal Engine Cub di bawah 150 cc, Vertical Engine di bawah 150 cc dan kelas 151–250 cc, kelas FFA dua-tak dan empat-tak, serta Star Racer. Kehadiran program ini memberikan ruang bagi penggemar balap untuk melihat sisi lain dunia kustom, ketika pengembangan motor dan kemampuan pengendara bertemu di lintasan.

Selain balap, program OVERLAND RIDE mengajak peserta menjelajahi rute Yogyakarta melalui kombinasi jalan raya dan medan off-road. Aktivitas tersebut menambah pilihan bagi pengunjung dan komunitas yang ingin menikmati pengalaman berkendara di luar area pameran.

KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK Bawa Karya Lokal ke Jepang

Upaya memperkenalkan karya builder Indonesia ke dunia internasional kembali dilakukan melalui program KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK. Sejumlah karya terbaik peserta KUSTOMFEST 2026 berkesempatan tampil di 34th Yokohama Hot Rod Custom Show 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Yokohama, Jepang.

KUSTOMFEST juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah tamu dan juri internasional, di antaranya Yuichi Yoshizawa dari Custom Works Zon, Makoto Watanabe dari Chopper Journal, The Nash dari Burnout Mag, Takashi “Gussan” Yamaguchi dari 2Persenter, Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles, Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan, serta Matt Talajowski dari Sugarbaby Cycles, pemenang Best of Show Born Free Show 2026.

Beberapa builder internasional yang dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di KUSTOMFEST antara lain Suraphorn Phongsawat dari EasyRider Revival Pornstersomc, Risei K dari Shonan Style 12QROSSOVER (TQ), Takuya Okobu dari Vida Motorcycle Japan, dan Minoru Watanabe dari Fatech Power. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi pelaku kustom lokal untuk bertukar wawasan dengan builder dari negara lain.

Kustom Kulture, Kepedulian Sosial, dan Hiburan

KUSTOMFEST 2026 juga membawa misi sosial melalui kolaborasi dengan Baznas dan Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk dampak kebakaran hutan terhadap kehidupan masyarakat. Dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KUSTOMFEST bersama Pemerintah Kota Yogyakarta turut menggelar Ride For YK, sebuah program untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui renovasi rumah tinggal.

“Kita tidak sekadar merayakan Lebaran Kustom dan mengajak untuk berakselerasi tinggi untuk para pelaku di industri kustom, namun juga melihat lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk tetangga terdekat, warga Yogyakarta membutuhkan kepedulian kita,” ujar Lulut Wahyudi.

Suasana acara juga akan diramaikan penampilan musik dari Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam, D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai. Berbagai program tersebut membuat KUSTOMFEST bukan hanya menjadi tempat melihat kendaraan kustom, tetapi juga ruang pertemuan bagi musik, seni, komunitas, dan industri kreatif.

Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta sejumlah brand dan pelaku industri otomotif.

Tiket KUSTOMFEST 2026 Dibanderol Rp130 Ribu per Hari

Bagi pengunjung yang ingin hadir, tiket KUSTOMFEST 2026 tersedia secara online maupun langsung di lokasi atau on the spot. Harga tiket dewasa ditetapkan sebesar Rp130.000 per hari, sedangkan tiket anak-anak dibanderol Rp70.000.

Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan undian untuk mengikuti perjalanan ke Jepang dan menyaksikan 34th Yokohama Hot Rod Custom Show pada 6 Desember 2026. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan tiket dan undian dapat dipastikan melalui kanal resmi penyelenggara.

Memasuki usia ke-15, KUSTOMFEST kembali membawa pesan bahwa perkembangan kustom kulture tidak hanya bertumpu pada karya kendaraan, tetapi juga pada kreativitas, kolaborasi, keberlanjutan usaha, dan kepedulian sosial. Lewat tema “High Octane”, ajang ini mengajak pelaku industri kustom Indonesia untuk terus menjaga semangat berkarya sekaligus memperluas jangkauan ke panggung global.

Continue Reading

Trending