Connect with us

Mobil

Daya Tahan Luar Biasa! Satu Kali Pengisian, Baterai BYD Dolphin Mampu Menempuh Perjalanan Pulang-Pergi Jakarta-Bandung

Published

on

Pabrikan mobil listrik asal Cina, BYD (Build Your Dreams), telah mengenalkan tiga model mobil listriknya di Indonesia, dengan salah satunya menjadi BYD Dolphin. Mobil SUV ini dijelaskan memiliki kemampuan untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung dan kembali tanpa perlu melakukan pengisian daya ulang.

BYD Dolphin menggunakan baterai tipe Blade, dengan kapasitas 44,9 kWh untuk varian Dynamic Standard dan 60,48 kWh untuk varian Extended Range. Kedua varian ini diklaim dapat menempuh jarak 410 kilometer dan 490 kilometer dengan sekali pengisian daya.

Nathan Sun, Operation Director BYD Motor Indonesia, menyatakan, “Kami telah menguji mobil ini dari Jakarta ke Bandung dan kembali ke Jakarta, dan masih ada sisa daya baterai ketika sampai di rumah. Ini sudah sangat memadai, sehingga tidak perlu khawatir untuk perjalanan jarak jauh.”

Pengisian daya baterai dapat dilakukan menggunakan charger AC Type 2 dan port DC Type CCS 2. Charger DC mendukung pengisian hingga 60 kW untuk varian Standard, sementara varian Extended Range dapat mencapai 80 kW.

Dolphin dilengkapi dengan motor penggerak listrik yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 150 kW atau sekitar 201 PS, dengan torsi puncak mencapai 310 Nm. Akselerasi 0-100 km per jam dapat dicapai dalam waktu 7 detik untuk varian Extended Range dan 12,3 detik untuk varian Dynamic Standard.

Dimensi BYD Dolphin mencakup panjang 4.290 mm, lebar 1.770 mm, tinggi 1.570 mm, dan panjang sumbu roda 2.700 mm. Mobil listrik ini dilengkapi dengan roda berukuran 16 inci dan ban 195/60 untuk varian Standard, serta roda 17 inci dengan ban 205/50 untuk varian Extended Range.

Fitur keselamatan dan bantuan pengemudi pada Dolphin melibatkan teknologi canggih, seperti kamera 360, auto hold, adaptive cruise control, automatic emergency braking system, lane departure warning, lane keeping support, rear collision warning, blind spot detection, rear cross traffic alert, rear cross traffic brake, lane departure prevention, hingga emergency lane keeping assist.

Dolphin akan menjadi pesaing di pasar Indonesia, bersaing dengan model-model sekelas seperti Neta V, Wuling Binguo EV, dan Citroen e-C3. Meskipun BYD belum merilis harga resmi untuk Dolphin, perkiraan menempatkannya di kisaran harga Rp 300 jutaan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mobil

Altaf Ridwan Curi Perhatian di FIA Karting Academy Trophy Belgia 2026, Tunjukkan Mental Petarung di Genk

Published

on

By

Talenta muda motorsport Indonesia kembali menunjukkan potensinya di panggung internasional. Pembalap karting Indonesia Altaf Ridwan sukses mencuri perhatian pada ajang FIA Karting Academy Trophy Round 1 2026 yang digelar di Karting Genk: The Home of Champions, Belgia, pada 21–24 Mei 2026.

Meski menghadapi tantangan berat sejak awal akhir pekan, pembalap berusia 16 tahun tersebut tampil impresif dengan semangat juang tinggi hingga berhasil menembus babak final dalam salah satu kejuaraan karting paling kompetitif di dunia.

Altaf tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia di kelas Academy Junior, bersaing melawan 54 pembalap dari berbagai negara dengan format balapan one-make yang terkenal sangat ketat dan kompetitif.


Bangkit dari Kendala Teknis, Altaf Tampil Agresif di Heat Race

Perjuangan Altaf di Genk tidak dimulai dengan mudah.

Pada sesi Qualifying Time Trial (QTT), Altaf hanya mampu menempati posisi ke-46. Hasil tersebut dipengaruhi kondisi sasis gokart yang mengalami kerusakan setelah insiden tabrakan sebelumnya.

Namun justru dari situ Altaf menunjukkan kualitas sesungguhnya.

Pada Heat 1 Grup B-C, Altaf memulai balapan dari posisi ke-23 dan tampil agresif dengan menyalip 11 pembalap untuk finis di posisi ke-12. Catatan lap terbaiknya menyentuh 54,6 detik, sekaligus membuatnya meraih penghargaan Most Movers berkat peningkatan posisi terbanyak.

Momentum positif berlanjut di Heat 2 Grup A-B. Start dari grid ke-24, Altaf kembali tampil menyerang dan berhasil finis di posisi ke-13 setelah menyalip 10 rival.

Kemudian pada Heat 3 Grup B-D, Altaf kembali melanjutkan performa konsisten dengan start dari P23 dan finis di urutan ke-14 setelah melewati sembilan pembalap.

Kombinasi performa tersebut membawanya naik ke peringkat 26 overall, cukup untuk mengamankan tiket ke babak final bersama 36 pembalap terbaik.


Tembus Final dan Tunjukkan Mentalitas Positif

Pada balapan final, Altaf kembali tampil kompetitif dan sempat menembus posisi ke-19.

Sayangnya perjuangannya harus terhenti lebih cepat usai terlibat insiden dengan pembalap asal Kenya Bwana Gessese ketika balapan masih menyisakan 17 lap. Race Direction kemudian menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada pembalap yang dinilai menjadi penyebab insiden tersebut.

Meski gagal finis di final, Altaf tetap menunjukkan mentalitas yang sangat positif.

Pembalap muda Indonesia itu mengaku menikmati seluruh proses perjuangan selama balapan, terutama saat harus bertarung dari posisi belakang dan melakukan banyak overtake.

“Saya senang berada di posisi belakang karena di setiap heat bisa overtake. Ini pengalaman yang menyenangkan dan saya selalu positif melihat segala kejadian dan masalah,” ujar Altaf Ridwan.

Penampilan Altaf di Belgia menjadi sinyal positif bagi masa depan motorsport Indonesia di level internasional.

Terlebih di FIA Karting Academy Trophy, seluruh peserta menggunakan spesifikasi mesin dan chassis identik, sehingga hasil balapan benar-benar ditentukan kemampuan pembalap, racecraft, konsistensi, dan mental saat bertarung wheel to wheel.

Dengan kemampuan menyalip puluhan lawan dan keberhasilan menembus babak final, Altaf Ridwan sekali lagi membuktikan bahwa talenta muda Indonesia punya kapasitas untuk bersaing di level dunia.

Continue Reading

Electric Vehicle

Honda Resmi Jual Super-ONE, Mobil Listrik Mungil dengan Tenaga 93 dk Dibanderol Rp 380 Jutaan

Published

on

By

Honda resmi memasarkan mobil listrik mungil terbarunya bernama Honda Super-ONE di pasar Jepang. Hadir di segmen kendaraan listrik kompak, Super-ONE membawa konsep berbeda dari city EV pada umumnya dengan menggabungkan efisiensi, teknologi modern, dan sensasi berkendara yang dibuat lebih fun.

Honda mengembangkan Super-ONE menggunakan basis platform N-Series khas Jepang, namun dengan revisi besar di sektor sasis. Dimensinya dibuat lebih lebar dengan posisi bodi lebih rendah untuk meningkatkan kestabilan saat bermanuver maupun melaju di kecepatan tinggi.

Secara tampilan, Honda Super-ONE tampil agresif layaknya hot hatch modern. Fender berukuran besar, bodi yang lebar, serta desain aerodinamis menjadi identitas utamanya. Karakternya terlihat sporty namun tetap mempertahankan bentuk kompak khas mobil perkotaan.

Untuk performa, Super-ONE dibekali motor listrik bertenaga 63 dk atau setara 47 kW dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh. Menariknya, Honda menyediakan lima pilihan mode berkendara yakni Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Saat mode Boost diaktifkan, tenaga mobil meningkat hingga 93 dk atau sekitar 70 kW.

Salah satu fitur paling unik pada Super-ONE adalah hadirnya simulasi transmisi tujuh percepatan lengkap dengan paddle shift di balik setir. Honda juga menambahkan Active Sound Control, sistem suara virtual yang meniru karakter mesin bensin konvensional agar sensasi berkendaranya terasa lebih emosional meski berbasis tenaga listrik.

Masuk ke interior, nuansa sporty tetap terasa lewat penggunaan jok model bucket seat dengan desain khusus. Dashboard sudah dibekali layar infotainment 9 inci dengan sistem Google built-in. Honda juga menyematkan sistem audio premium Bose dengan delapan speaker plus subwoofer 13,1 liter di bagasi.

Dari sisi daya jelajah, Honda Super-ONE diklaim mampu menempuh hingga 274 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar WLTP. Untuk pengisian baterai, teknologi fast charging memungkinkan daya dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Mobil ini juga mendukung fitur one-pedal driving pada mode City, di mana pengemudi cukup melepas pedal akselerator untuk memperlambat kendaraan hingga berhenti total tanpa perlu sering menginjak rem.

Untuk pasar Jepang, Honda Super-ONE dibanderol mulai 3.390.200 yen, atau setara sekitar Rp 382 jutaan. Dengan desain kompak, fitur lengkap, serta sensasi berkendara yang dibuat menyerupai mobil bensin, Super-ONE menjadi salah satu mobil listrik mungil paling menarik yang hadir tahun ini.

Continue Reading

Mobil

Toyota Pamer Land Hopper, Motor Listrik Roda Tiga Bergaya Land Cruiser yang Bisa Dilipat

Published

on

By

Toyota kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan mobilitas masa depan lewat sebuah konsep kendaraan unik bernama Toyota Land Hopper. Tampil dengan format motor listrik roda tiga, Land Hopper hadir membawa karakter petualang khas Land Cruiser dalam ukuran yang jauh lebih ringkas dan futuristis.

Meski secara bentuk jauh dari sosok SUV gagah seperti Toyota Land Cruiser, DNA adventure khas Toyota tetap terasa kuat pada kendaraan konsep ini. Land Hopper dirancang sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas jarak pendek atau last mile mobility, cocok digunakan di kawasan perkotaan, area wisata, hingga jalur sempit yang sulit diakses kendaraan berukuran besar.

Secara desain, Land Hopper tampil seperti perpaduan skuter listrik, trike modern, dan kendaraan urban masa depan. Toyota membekalinya dengan dua roda depan yang menggunakan sistem leaning mechanism, memungkinkan bagian depan bergerak mengikuti arah tikungan dan kontur jalan. Teknologi ini diklaim memberi stabilitas lebih baik dibanding motor roda dua konvensional, sekaligus menghadirkan sensasi berkendara yang lebih natural dan menyenangkan.

Yang paling menarik, Land Hopper punya konsep bodi lipat. Saat tidak digunakan, kendaraan ini bisa dilipat menjadi lebih ringkas dan cukup masuk ke bagasi mobil. Dengan konsep tersebut, pengguna bisa membawa Land Hopper saat bepergian, lalu menurunkannya untuk menjelajah area sekitar dengan lebih praktis.

Toyota menyebut Land Hopper juga dirancang sebagai solusi mobilitas inklusif untuk berbagai kalangan, termasuk pengguna lanjut usia atau mereka yang sudah tidak aktif mengemudi mobil. Di Jepang, kendaraan seperti ini bahkan berpotensi masuk kategori kendaraan listrik ringan yang bisa digunakan tanpa SIM mobil konvensional oleh pengguna usia tertentu.

Dari sisi dimensi, Land Hopper punya ukuran yang sangat kompak dengan panjang 1.355 mm, lebar 600 mm, dan tinggi 930 mm. Ukurannya lebih kecil dibanding sepeda motor pada umumnya, dengan jok rendah yang memudahkan akses saat naik maupun berhenti.

Meski masih berstatus kendaraan konsep, kehadiran Land Hopper menjadi sinyal kuat bahwa Toyota tidak hanya fokus pada mobil listrik berukuran besar, tetapi juga mulai serius bermain di segmen kendaraan listrik mikro. Jika benar diproduksi massal, Land Hopper bisa menjadi solusi mobilitas urban masa depan yang praktis, fleksibel, dan tetap punya sentuhan adventure khas Toyota

Continue Reading

Trending