Connect with us

Event

MotoGP: Pedrosa Dominasi Hari Pertama Uji Coba Shakedown di Sepang, Prestasi Mengejutkan dari Acosta

Published

on

Pembalap uji Red Bull KTM Factory Racing, Dani Pedrosa, memuncaki klasemen pada sesi Shakedown Test MotoGP hari pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada tanggal 1 Februari 2024, dengan mencatat waktu tercepat 1 menit 59,233 detik.

Di belakangnya, Pedro Acosta dari tim Red Bull GASGAS Tech3 tampil mengesankan dengan selisih hanya +0,152 detik. Acosta, sebagai pembalap rookie, menarik perhatian karena berhasil menunjukkan kecepatannya di kelas utama, setelah meraih gelar juara dunia Moto2 musim lalu. Posisi ketiga ditempati oleh pembalap uji KTM lainnya, Pol Espargaro, dengan selisih +0,182 detik.

Tujuh pembalap berpartisipasi dalam sesi Shakedown Test di Sepang pada hari pertama. Stefan Bradl, pembalap uji Honda, menempati posisi keempat dengan selisih +0,627 detik, diikuti oleh Michele Pirro dari Ducati Lenovo Team yang berada di posisi kelima dengan selisih +1.633 detik.

Pembalap uji Yamaha Factory Racing, Cal Crutchlow, tercatat di posisi keenam dengan selisih +1.780 detik, sementara Lorenzo Savadori dari Aprilia Racing berada di posisi ketujuh dengan selisih +2.576 detik.

Dalam sesi ini, tim Aprilia, Ducati, KTM, dan Honda melakukan uji coba perangkat aero baru di bagian belakang. KTM, dengan Espargaro dan Pedrosa, menguji paket aero terbaru termasuk belly pan dan sayap yang dimodifikasi. Acosta, yang menjajal motor MotoGP untuk kedua kalinya, menguji perangkat baru pada spatbor depan, dan mencoba sasis baja dan karbon sepanjang sesi tes.

Sesi Shakedown Test untuk hari Jumat dan Sabtu akan diisi oleh pembalap-pembalap papan atas dari Yamaha dan Honda berkat aturan konsesi baru. Juara Dunia 2021, Fabio Quartararo, dan rekan satu timnya Alex Rins akan mewakili Monster Energy Yamaha. Sementara Repsol Honda menurunkan Joan Mir dan Luca Marini, dan Johann Zarco serta Takaaki Nakagami akan menguji motor baru untuk LCR Honda.

Hasil Shakedown Test MotoGP Sepang hari pertama:

  1. DANI PEDROSA (RED BULL KTM FACTORY RACING) 1:59.233
  2. Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) + 0.152
  3. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0.182
  4. Stefan Bradl (HRC Test Team) + 0.627
  5. Michele Pirro (Ducati Lenovo Team) + 1.633
  6. Cal Crutchlow (Yamaha Factory Racing) + 1.780
  7. Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) + 2.576

Event

Toyota Land Hopper Concept, e-Bike 3 Roda Bergaya MotoCompo untuk Jelajah Off-Road

Published

on

By

Toyota kembali menunjukkan arah pengembangan mobilitas listrik yang berbeda dari kendaraan konvensional. Kali ini, Toyota Land Hopper Concept hadir sebagai kendaraan listrik berukuran ringkas dengan konfigurasi tiga roda yang dirancang untuk menemani aktivitas eksplorasi di luar jalan raya.

Berbeda dengan SUV atau kendaraan off-road berukuran besar, Land Hopper Concept memiliki dimensi yang lebih kompak sehingga dapat digunakan untuk menjangkau area yang sulit dilewati kendaraan roda empat. Konsep ini ditujukan untuk jalur off-road ringan, jalan setapak, hingga area outdoor yang membutuhkan kendaraan dengan kemampuan manuver lebih fleksibel.

Secara konsep, Toyota Land Hopper memadukan karakter sepeda listrik dengan kendaraan petualang. Konfigurasi tiga roda menjadi salah satu ciri utamanya, sekaligus memberikan tambahan stabilitas ketika digunakan di permukaan yang tidak rata.

Untuk mendukung penggunaan di luar aspal, Toyota membekali konsep ini dengan suspensi dan ban yang dirancang untuk menghadapi medan non-aspal. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Land Hopper bukan sekadar e-bike untuk penggunaan perkotaan, tetapi memiliki orientasi yang lebih kuat pada aktivitas rekreasi dan eksplorasi.

Menariknya, konsep Land Hopper mengingatkan pada pendekatan yang pernah digunakan Honda melalui MotoCompo. Kendaraan mungil tersebut dahulu dirancang sebagai moda mobilitas tambahan yang praktis dan dapat dibawa bersama kendaraan utama.

Jika MotoCompo hadir sebagai kendaraan kecil bermesin bensin pada era 1980-an, Land Hopper membawa gagasan serupa ke era elektrifikasi. Kendaraan ini dapat dibayangkan sebagai moda mobilitas tambahan setelah pengguna memarkir mobilnya di area tertentu, kemudian melanjutkan perjalanan menuju jalur yang lebih sempit atau sulit dijangkau.

Konsep tersebut juga sejalan dengan meningkatnya tren kendaraan listrik berukuran kecil untuk kebutuhan rekreasi dan aktivitas outdoor. Dengan sumber tenaga listrik, kendaraan seperti Land Hopper menawarkan karakter berkendara yang lebih senyap, sehingga menarik digunakan untuk aktivitas eksplorasi alam.

Toyota sendiri dikabarkan memiliki rencana untuk membawa konsep Land Hopper menuju tahap produksi. Namun hingga saat ini, detail teknis penting seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, performa motor listrik, waktu pengisian daya, harga, serta jadwal peluncuran resmi belum diumumkan secara lengkap.

Artinya, Land Hopper Concept saat ini masih menjadi gambaran mengenai bagaimana Toyota melihat masa depan mobilitas personal untuk aktivitas outdoor.

Jika benar masuk jalur produksi, Toyota Land Hopper berpotensi menjadi kendaraan pendamping bagi pemilik SUV, camper, maupun pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik ringkas untuk menjelajahi area yang tidak dapat dijangkau kendaraan berukuran besar.

Dengan format three-wheeler, karakter e-bike, dan orientasi adventure, Toyota Land Hopper Concept menawarkan pendekatan berbeda terhadap kendaraan listrik. Bukan sekadar alat transportasi harian, tetapi sebuah kendaraan pendamping untuk melanjutkan perjalanan setelah kendaraan utama berhenti.

Continue Reading

Event

Promo Superprix! Beli 10 Brake Pad Carbon Fuboru, Gratis 1

Published

on

By

Fuboru kembali menghadirkan penawaran menarik bagi pecinta otomotif yang hadir di event Superprix. Tak hanya menyaksikan persaingan para rider di lintasan, pengunjung juga bisa memanfaatkan promo spesial yang tersedia langsung di Booth Fuboru.

Salah satu penawaran utama yang hadir selama event adalah promo Beli 10 Brake Pad Carbon Fuboru, Gratis 1. Promo ini menjadi kesempatan menarik bagi konsumen, bengkel, maupun pelaku otomotif yang ingin menambah stok produk pengereman Fuboru dengan penawaran lebih menguntungkan.

Brake Pad Carbon Fuboru menjadi salah satu produk yang mendapatkan perhatian dalam promo event kali ini. Dengan skema pembelian 10 produk dan bonus 1 produk, pengunjung bisa mendapatkan total 11 Brake Pad Carbon Fuboru dalam satu penawaran khusus selama event berlangsung.

Promo tersebut menjadi bagian dari kehadiran Fuboru di tengah atmosfer kompetisi Superprix. Event balap tidak hanya menjadi tempat bagi para rider dan tim untuk menunjukkan performa di lintasan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai produk dan teknologi otomotif dengan para penggunanya.

Selain promo beli 10 gratis 1 untuk Brake Pad Carbon Fuboru, pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai harga promo menarik lainnya di Booth Fuboru. Penawaran tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung produk-produk Fuboru sekaligus mendapatkan harga khusus selama event.

Bagi pengunjung Superprix, jangan hanya fokus pada aksi di lintasan. Sempatkan untuk datang langsung ke Booth Fuboru, cek produk yang tersedia, dan manfaatkan berbagai penawaran spesial yang hanya bisa didapatkan selama event berlangsung.

Promo Brake Pad Carbon Fuboru beli 10 gratis 1 menjadi salah satu penawaran yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, datang langsung ke event Superprix, mampir ke Booth Fuboru, dan dapatkan berbagai promo menarik untuk kebutuhan otomotif Anda.

Continue Reading

Electric Vehicle

Presiden Prabowo Luncurkan MoLiNas, Dorong Kemandirian Industri Motor Listrik Nasional

Published

on

By

Indonesia kembali mengambil langkah dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional atau MoLiNas, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

MoLiNas tidak hanya berbicara soal menghadirkan motor listrik sebagai alat transportasi alternatif. Program ini membawa arah yang lebih luas, mulai dari pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas industri nasional, hingga kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pelaku usaha, dan dunia akademis.

Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan lebih besar dalam membangun dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik secara mandiri.

Presiden Tinjau Produksi Motor Listrik

Dalam agenda peluncuran, Presiden Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik sebelum mengunjungi area ekspo yang menampilkan berbagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik.

Salah satu momen yang turut menjadi perhatian adalah penandatanganan plakat produksi 20 ribu unit motor listrik ALVA. Hal tersebut menjadi gambaran perkembangan industri roda dua listrik yang mulai membangun kapasitas produksi di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyebut peluncuran MoLiNas sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Menurutnya, pengembangan motor listrik nasional membutuhkan sinergi dari berbagai sektor agar Indonesia mampu meningkatkan peran industri dalam negeri dalam rantai pengembangan kendaraan listrik.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan MoLiNas

Pengembangan MoLiNas melibatkan kerja sama antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pengusaha nasional, hingga kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi dan riset.

Presiden Prabowo menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun daya saing sebuah negara di era modern.

Konsep tersebut juga sejalan dengan gagasan Indonesia Incorporated, di mana berbagai elemen bangsa bergerak bersama untuk membangun kekuatan industri nasional.

Dalam industri otomotif, kolaborasi menjadi faktor penting karena pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produksi kendaraan. Ada berbagai sektor pendukung yang harus berkembang secara bersamaan, mulai dari teknologi baterai, komponen, sistem penggerak, infrastruktur, hingga sumber daya manusia.

Bukan Hanya Jual Motor Listrik

Kehadiran MoLiNas menjadi bagian dari arah transformasi industri kendaraan listrik Indonesia. Pemerintah ingin mendorong industri nasional agar tidak hanya menjadi konsumen atau pasar kendaraan listrik dari luar negeri.

Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk memiliki peran yang lebih besar dalam pengembangan teknologi serta ekosistem kendaraan listrik.

Jika ekosistem tersebut terus berkembang, industri motor listrik nasional berpotensi memberikan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketahanan energi, sekaligus membuka peluang baru bagi industri komponen dan teknologi otomotif Indonesia.

MoLiNas pun menjadi langkah penting dalam perjalanan industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana program tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kuat, kompetitif, dan mampu menghadirkan produk berkualitas yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Continue Reading

Trending