Connect with us

Electric Vehicle

BYD Siap Hadirkan Qin L EV, Sedan Elegan dengan Teknologi Canggih

Published

on

BYD kembali mengguncang pasar otomotif dengan memperkenalkan sedan listrik terbaru, BYD Qin L EV. Model ini menjadi bagian dari lini kendaraan listrik BYD yang mengusung desain modern dan teknologi mutakhir.

Dibandingkan dengan BYD Seal yang sudah lebih dulu diperkenalkan di Indonesia, Qin L EV hadir dengan tampilan lebih elegan. Mobil ini mengadopsi bahasa desain terbaru “Dragon Face” khas BYD yang memberikan kesan futuristik dan premium.

Secara dimensi, BYD Qin L EV memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.880 mm, tinggi 1.495 mm, dan wheelbase 2.820 mm, menjadikannya sedan dengan proporsi yang seimbang dan kabin yang lega. Bagian depan dihiasi lampu berbentuk segitiga serta grille tertutup, menampilkan aura modern khas kendaraan listrik. Pegangan pintu model flush dan pelek two-tone palang lima semakin menambah kesan sporty dan aerodinamis.

Menariknya, BYD Qin L EV dibangun di atas platform e-Platform 3.0 Evo dan sudah dilengkapi sistem pengemudi pintar “God’s Eye” C (DiPilot 100). Sistem ini menggunakan 29 sensor yang mendukung fitur navigasi pintar berkecepatan tinggi serta parkir otomatis, menjadikan pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman.

Di sektor performa, sedan listrik ini diperkirakan akan menggunakan dua opsi motor listrik dengan tenaga 148 hp untuk varian standar dan 215 hp untuk varian tertinggi. Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate berkapasitas 46,08 kWh dan 56,64 kWh, yang memungkinkan jarak tempuh 470 km hingga 545 km berdasarkan siklus WLTC.

Dari segi harga, BYD Qin L EV diperkirakan tidak akan melebihi 200.000 yuan atau sekitar Rp 452 juta, menjadikannya salah satu pilihan sedan listrik premium dengan harga kompetitif. Apakah mobil ini akan segera masuk ke pasar Indonesia? Kita tunggu saja kehadirannya!

Electric Vehicle

Land Moto District ADV: Motor Listrik Adventure Bergaya Rally dari Amerika yang Bikin Penasaran

Published

on

By

Nama Land Moto mungkin belum sepopuler pabrikan raksasa, namun langkah startup asal Amerika Serikat ini patut diperhitungkan. Menggarap seluruh proses mulai dari desain, pengembangan, hingga produksi secara mandiri dalam skala kecil, Land Moto konsisten menghadirkan sepeda motor listrik berkarakter modern dan unik. Setelah sukses dengan model street dan scrambler, kini mereka melempar kartu truf terbaru bertajuk District ADV, sebuah motor listrik adventure dengan aura rally klasik yang kuat.

Sebagai motor listrik yang disiapkan untuk petualangan, District ADV sudah dibekali fitur modern seperti pencahayaan full LED, panel instrumen TFT, serta sistem CAN bus yang terhubung langsung ke aplikasi smartphone. Namun demi menjaga karakter off-road yang murni, sistem pengeremannya masih mengandalkan rem konvensional tanpa ABS—keputusan yang membuatnya legal jalan raya di Amerika Serikat, meski belum memenuhi regulasi Uni Eropa.

Dari sisi performa, District ADV mengusung tenaga nominal 12 kW atau sekitar 16 hp, dengan output puncak mencapai 17 kW setara 23 hp. Kecepatan maksimumnya diklaim mampu menembus 60–70 mph, atau sekitar 110 km/jam—cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan ringan ke jalur tanah.

Keunggulan paling mencolok dari motor ini terletak pada bobotnya. Dengan berat hanya 113 kg, District ADV tergolong sangat ringan di kelas motor listrik adventure. Rangka tubular baja dirancang simpel namun kokoh, dipadukan dengan fairing depan bergaya reli klasik dan rak bagasi aluminium yang menegaskan identitas petualangnya.

Sektor kaki-kaki juga tak main-main. Garpu depan teleskopik terbalik serta suspensi belakang model kantilever hadir dengan pengaturan penuh, memberi fleksibilitas setelan sesuai medan. Roda jari-jari tubeless berukuran 17 inci depan-belakang dipasangkan dengan ban enduro ramping, siap menghadapi jalur aspal maupun tanah.

Motor listrik Enduro EVO menjadi sumber penggerak utama, diposisikan dekat poros lengan ayun untuk menjaga distribusi bobot tetap ideal. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui rantai, dan menariknya, District ADV juga dibekali fitur gigi mundur berkecepatan rendah untuk memudahkan manuver di area sempit atau medan sulit.

Baterai berkapasitas maksimal 5,5 kWh ditempatkan di tengah rangka, dengan waktu pengisian sekitar lima jam menggunakan stop kontak standar. Berkat sistem pengereman regeneratif, jarak tempuhnya diklaim mampu mencapai hingga 120 mil atau hampir 200 km, tergantung gaya berkendara.

Land Moto District ADV dipasarkan dalam dua varian. Ascent Edition hadir sebagai versi premium dengan harga USD 12.700 atau sekitar Rp213 jutaan, dibalut warna putih, pelek emas, serta panel bodi berbahan karbon tempa. Sementara versi standar ditawarkan lebih terjangkau di angka USD 11.200 atau setara Rp188 jutaan.

Dengan desain rally look, bobot ringan, dan karakter listrik yang berbeda, District ADV menjadi bukti bahwa motor listrik adventure tak harus membosankan—dan bisa tampil penuh jiwa petualang.

Continue Reading

Electric Vehicle

BBM Hiro: Motor Listrik Sport Retro 94 HP, Isi Daya 15 Menit!

Published

on

By

Motor listrik performa tinggi kembali mencuri perhatian lewat kehadiran Barras Brothers Motorcycles (BBM) yang memperkenalkan proyek ambisius mereka bernama Hiro. Dikembangkan di wilayah Basque, Spanyol utara, motor ini menjadi simbol perpaduan antara desain sport-retro yang berkarakter dengan teknologi listrik paling mutakhir.

BBM sendiri lahir dari tangan dingin kakak-beradik Guillaume dan Benoit Barras, dua nama yang sebelumnya dikenal luas di dunia motor kustom lewat bendera Angry Lane. Pengalaman panjang di ranah kustom inilah yang kini diterjemahkan ke dalam sepeda motor listrik murni, dengan pendekatan teknik yang serius dan visioner.

Meski baru diperkenalkan secara virtual, BBM Hiro bukan sekadar konsep kosong. Proyek ini diklaim mendapat dukungan teknis dari pionir motor listrik asal Belgia, Sarolea, yang sudah lebih dulu berkiprah di pengembangan motor listrik performa tinggi. Platform yang digunakan pun dikembangkan khusus dan diberi nama “Hiro”, menjadi fondasi utama seluruh lini model BBM ke depan.

Secara visual, Hiro mengusung siluet naked bike klasik dengan sentuhan modern. Roda jari-jari, proporsi ramping, serta detail minimalis memberi nuansa retro yang kuat, namun di balik tampilannya yang nostalgia, seluruh sistem penggerak sudah sepenuhnya elektrik. Motor dan sistem kontrol elektroniknya didinginkan cairan, serta dipasang secara koaksial pada poros lengan ayun untuk menjaga distribusi bobot tetap seimbang dan ketegangan rantai selalu konsisten.

Soal performa, BBM Hiro berada di level yang membuat motor konvensional harus waspada. Torsi puncaknya mencapai 150 Nm dengan tenaga maksimum 94 hp (70 kW). Namun demi kepatuhan regulasi SIM A2 Eropa, tenaga berkelanjutan dibatasi di angka 48 hp. Tanpa transmisi konvensional, akselerasi 0–100 km/jam dapat dituntaskan dalam sekitar 3,5 detik, sementara kecepatan puncaknya diklaim menembus 190 km/jam. Sistem kontrol traksi dan pengereman regeneratif tersedia dengan pengaturan fleksibel, bahkan bisa dimatikan sepenuhnya sesuai gaya berkendara.

Sumber energi Hiro berasal dari baterai lithium-ion 360 volt berkapasitas sekitar 13 kWh yang ditempatkan di tengah rangka aluminium. Konfigurasi ini tak hanya menjaga keseimbangan, tetapi juga memungkinkan jarak tempuh hingga 225 km dalam sekali pengisian. Daya tarik utamanya terletak pada teknologi pengisian cepat: lewat fast charging DC menggunakan port CCS2 atau NACS, baterai dapat terisi 80 persen hanya dalam 15 menit. Untuk penggunaan harian, charger onboard 6,6 kW atau colokan rumah tangga tetap disediakan.

Dari sisi sasis, BBM Hiro mengandalkan rangka tubular baja krom-molibdenum yang dipadukan subframe dan lengan ayun aluminium. Suspensi depan memakai garpu upside down dengan sudut kemudi sporty, sementara bagian belakang menggunakan monoshock langsung. Komponen kelas atas juga menjadi standar, mulai dari velg Excel berbalut ban Michelin Road, hingga sistem pengereman cakram ganda dengan kaliper Brembo serta ABS yang bisa diaktifkan atau dinonaktifkan.

Dengan bobot total sekitar 200 kg dan tinggi jok 79 cm, Hiro tetap terasa rasional untuk penggunaan harian meski menyimpan performa buas. BBM berencana menghadirkan motor ini dalam empat varian karakter—Roadster, Streetfighter, Café Racer, dan Scrambler—lengkap dengan panel TFT, layar LED, serta konektivitas berbasis aplikasi.

BBM Hiro dijadwalkan meluncur pada Juli 2026 dengan harga awal sekitar €16.900 atau setara Rp337 jutaan. Sebuah pernyataan tegas bahwa motor listrik bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga emosi, karakter, dan performa sejati.

Continue Reading

Electric Vehicle

Interior Terbongkar, Kei Car Listrik BYD Racco Siap Mengguncang Jepang

Published

on

By

Langkah serius kembali ditunjukkan BYD dalam menembus pasar mobil listrik Jepang. Jelang debut resminya, pabrikan asal Tiongkok itu akhirnya memperlihatkan tampilan interior kei car listrik terbarunya, BYD Racco—sebuah mobil mungil yang dirancang khusus untuk kehidupan urban yang padat dan serba cepat.

Mengutip laporan CarNewsChina, kabin BYD Racco menampilkan karakter khas kei car dengan tata letak ringkas namun fungsional. Tuas transmisi ditempatkan di konsol tengah berukuran pendek, sementara jarak antar kursi depan dibuat rapat untuk memaksimalkan ruang di dalam kabin.

Nuansa modern langsung terasa dari kehadiran layar sentuh floating di tengah dashboard yang dipadukan dengan panel instrumen LCD penuh. Sistem pendingin udara masih mempertahankan tombol fisik, memudahkan pengoperasian tanpa harus mengalihkan fokus pengemudi dari jalan.

Dari sisi kepraktisan, BYD Racco dibekali beragam port pengisian daya mulai dari 12V, USB, hingga Type-C. Konsol tengah menyediakan ruang penyimpanan bertingkat, lengkap dengan glove box dan kompartemen tambahan di terowongan tengah. Visibilitas kabin dibuat optimal lewat kaca depan yang tinggi, dipadukan setir tiga palang dengan tombol multifungsi.

Kenyamanan juga menjadi nilai jual utama. Racco menawarkan sunshade, power window, spion elektrik, serta jok depan berlapis kulit sintetis yang sudah dilengkapi fitur pemanas—sebuah kemewahan yang jarang ditemui di kelas kei car. Bahkan detail kecil seperti tempat penyimpanan kacamata di sisi pengemudi turut disematkan.

Meski belum menampilkan foto resmi baris kedua, bocoran sebelumnya memperlihatkan dua kursi belakang dengan sandaran kepala yang dapat diatur. Pintu geser di kedua sisi bodi semakin menegaskan fokus mobil ini pada kemudahan akses dan kepraktisan harian.

Secara dimensi, BYD Racco benar-benar mengikuti pakem kei car Jepang dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm—ideal untuk jalanan sempit dan parkiran kota besar.

Untuk urusan performa, Racco mengandalkan motor listrik di roda depan dengan tenaga sekitar 20 kW (27 dk), dipadukan baterai LFP produksi FinDreams. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 180 km berdasarkan standar WLTC, serta sudah mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW.

BYD Racco diproyeksikan meluncur di Jepang pada rentang musim panas hingga musim gugur 2026, dengan estimasi harga sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp270 jutaan. Jika terealisasi sesuai rencana, Racco berpotensi menjadi penantang serius di segmen kei car listrik yang selama ini didominasi pabrikan lokal.

Mobil kecil, teknologi besar—BYD Racco siap membuka babak baru mobilitas listrik di Jepang.

Continue Reading

Trending