TIPS & TRIK
Waspada! Ini Risiko Serius Jika V-Belt Skutik Putus Saat Motor Melaju
V-belt pada motor matik adalah komponen vital yang kerap diabaikan pemilik kendaraan. Padahal, jika sampai putus saat motor sedang dikendarai, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi pengendara maupun mesin itu sendiri.
Ricard Riesmala, pemilik bengkel A2 Speed, menjelaskan bahwa v-belt bisa putus dalam dua situasi: saat motor dalam kondisi langsam (idle) atau ketika motor sedang melaju. “Kalau putus saat langsam, umumnya hanya menimbulkan suara keras, lalu motor tidak bisa digas. Namun ini masih relatif aman,”

Masalah sesungguhnya muncul jika v-belt putus saat motor sedang berjalan, apalagi ketika gas sedang dibuka. “Ini yang berbahaya. V-belt yang putus saat motor melaju bisa melilit dan merusak komponen lain di CVT, seperti pulley dan sliding sheave,” tambahnya.
Ricard menyebutkan bahwa kasus seperti ini sering berujung pada kerusakan roller dan rumah roller akibat benturan keras dari v-belt yang terputus. Bahkan, per CVT pun berpotensi menjadi gepeng atau berubah bentuk karena terkena hantaman.
Oleh karena itu, Ricard mengimbau agar pemilik motor matik rutin melakukan servis CVT dan mengganti v-belt sesuai jadwal agar terhindar dari risiko besar di jalan. “Servis CVT secara berkala itu penting, jangan tunggu sampai v-belt putus,” tegasnya.
Motor
Libur Lebaran Makin Nyaman, Ini Pentingnya Perawatan Motor Sebelum Perjalanan Jauh
Momen Idul Fitri selalu identik dengan tradisi mudik dan perjalanan panjang bersama keluarga. Di tengah berbagai pilihan transportasi, sepeda motor tetap menjadi andalan banyak masyarakat karena kepraktisan, efisiensi, serta kemampuannya menembus berbagai kondisi jalan.
Namun di balik fleksibilitas tersebut, perjalanan jarak jauh saat libur Lebaran menuntut kondisi motor yang benar-benar prima. Tanpa perawatan yang tepat, risiko gangguan teknis di tengah perjalanan bisa saja terjadi dan mengganggu momen kebersamaan yang seharusnya penuh kebahagiaan.

Untuk itu, pengendara diimbau melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum berangkat. Ada beberapa komponen vital yang wajib diperhatikan demi menjaga performa sekaligus keselamatan selama di perjalanan.
Pertama, kondisi oli mesin dan transmisi harus dipastikan dalam keadaan baik, baik dari sisi volume maupun kualitas, agar mesin tetap halus dan tidak cepat panas. Selanjutnya, aki juga perlu dicek untuk memastikan sistem kelistrikan, termasuk starter elektrik, tetap bekerja optimal.
Filter udara tak kalah penting. Komponen ini berperan besar dalam menjaga efisiensi bahan bakar serta performa mesin, sehingga perlu dibersihkan atau diganti jika sudah kotor.

Dari sisi keselamatan, kampas rem menjadi perhatian utama. Ketebalan kampas harus diperiksa untuk memastikan pengereman tetap pakem, terutama saat menghadapi kondisi jalan padat saat mudik. Suspensi juga harus dalam kondisi prima agar mampu meredam getaran dan memberikan kenyamanan saat melintasi jalan yang tidak rata.
Terakhir, kondisi ban wajib dicek secara detail, mulai dari tekanan angin hingga ketebalan alur ban. Ban yang sudah aus atau retak tentu berisiko tinggi, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh dengan beban yang lebih berat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas konsumen, Yamaha menganjurkan pengguna untuk melakukan pengecekan di bengkel resmi atau memanfaatkan layanan Servis Kunjung Yamaha (SKY). Selain itu, konsumen juga dapat melakukan booking servis melalui aplikasi My Yamaha Motor, sekaligus mengumpulkan poin reward bagi member.
Perwakilan Yamaha menyampaikan bahwa kesiapan kendaraan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar. Edukasi mengenai pentingnya perawatan motor sebelum perjalanan jauh pun terus digencarkan untuk meminimalisir potensi kendala di jalan.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan Lebaran bukan hanya sekadar sampai tujuan, tetapi juga menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan penuh cerita indah bersama orang-orang terkasih.
Motor
Fitur HSTC New Honda ADV160, Teman Setia Berkendara Aman Saat Libur Lebaran
Menjelang momen libur Lebaran, keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama bagi pemotor yang harus melintasi jalur mudik panjang hingga kawasan wisata dengan kondisi jalan yang tak selalu ideal. Hujan, permukaan licin, hingga kontur jalan yang beragam kerap menjadi tantangan tersendiri di perjalanan.
Di sinilah New Honda ADV160 hadir sebagai partner perjalanan yang lebih menenangkan. Skutik petualang ini dibekali fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), sebuah sistem kontrol traksi pintar yang dirancang untuk menjaga stabilitas motor saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

HSTC bekerja dengan memantau perbedaan putaran roda dan secara otomatis mengatur torsi mesin ketika roda belakang terdeteksi kehilangan traksi. Hasilnya, akselerasi tetap terasa halus dan ban belakang tidak mudah selip, terutama saat melewati jalan basah, berpasir, atau permukaan yang tidak rata.
Manfaatnya sangat terasa di musim hujan. Dalam situasi tertentu, membuka gas di jalan licin sering membuat roda belakang terasa “ngesot” atau seperti ingin mendahului roda depan. Dengan HSTC, distribusi tenaga dijaga tetap seimbang, sehingga motor lebih patuh mengikuti arah kemudi dan pengendara bisa tetap percaya diri.

Tak hanya canggih, fitur ini juga mudah digunakan. Status HSTC dapat dipantau langsung melalui panel meter, sementara pengaktifan atau penonaktifan cukup dilakukan lewat tombol di setang kiri. Pengendara pun bebas menyesuaikan fitur ini sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dihadapi.
Memasuki libur Lebaran, kesiapan motor bukan hanya soal mesin prima dan ban tebal, tetapi juga dukungan teknologi keselamatan. Kehadiran HSTC pada New Honda ADV160 menjadi nilai tambah penting yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan sepanjang perjalanan—baik saat mudik maupun berwisata bersama keluarga.
Dengan teknologi ini, Honda kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya di kondisi berkendara sehari-hari.
Motor
Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa
Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.
Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.
Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.
Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.
Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.
Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.
Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.
Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor8 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
