Connect with us

TIPS & TRIK

Waspada! Ini Risiko Serius Jika V-Belt Skutik Putus Saat Motor Melaju

Published

on

V-belt pada motor matik adalah komponen vital yang kerap diabaikan pemilik kendaraan. Padahal, jika sampai putus saat motor sedang dikendarai, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi pengendara maupun mesin itu sendiri.

Ricard Riesmala, pemilik bengkel A2 Speed, menjelaskan bahwa v-belt bisa putus dalam dua situasi: saat motor dalam kondisi langsam (idle) atau ketika motor sedang melaju. “Kalau putus saat langsam, umumnya hanya menimbulkan suara keras, lalu motor tidak bisa digas. Namun ini masih relatif aman,”

Masalah sesungguhnya muncul jika v-belt putus saat motor sedang berjalan, apalagi ketika gas sedang dibuka. “Ini yang berbahaya. V-belt yang putus saat motor melaju bisa melilit dan merusak komponen lain di CVT, seperti pulley dan sliding sheave,” tambahnya.

Ricard menyebutkan bahwa kasus seperti ini sering berujung pada kerusakan roller dan rumah roller akibat benturan keras dari v-belt yang terputus. Bahkan, per CVT pun berpotensi menjadi gepeng atau berubah bentuk karena terkena hantaman.

Oleh karena itu, Ricard mengimbau agar pemilik motor matik rutin melakukan servis CVT dan mengganti v-belt sesuai jadwal agar terhindar dari risiko besar di jalan. “Servis CVT secara berkala itu penting, jangan tunggu sampai v-belt putus,” tegasnya.

Motor

Fitur HSTC New Honda ADV160, Teman Setia Berkendara Aman Saat Libur Lebaran

Published

on

By

Menjelang momen libur Lebaran, keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama bagi pemotor yang harus melintasi jalur mudik panjang hingga kawasan wisata dengan kondisi jalan yang tak selalu ideal. Hujan, permukaan licin, hingga kontur jalan yang beragam kerap menjadi tantangan tersendiri di perjalanan.

Di sinilah New Honda ADV160 hadir sebagai partner perjalanan yang lebih menenangkan. Skutik petualang ini dibekali fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), sebuah sistem kontrol traksi pintar yang dirancang untuk menjaga stabilitas motor saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

HSTC bekerja dengan memantau perbedaan putaran roda dan secara otomatis mengatur torsi mesin ketika roda belakang terdeteksi kehilangan traksi. Hasilnya, akselerasi tetap terasa halus dan ban belakang tidak mudah selip, terutama saat melewati jalan basah, berpasir, atau permukaan yang tidak rata.

Manfaatnya sangat terasa di musim hujan. Dalam situasi tertentu, membuka gas di jalan licin sering membuat roda belakang terasa “ngesot” atau seperti ingin mendahului roda depan. Dengan HSTC, distribusi tenaga dijaga tetap seimbang, sehingga motor lebih patuh mengikuti arah kemudi dan pengendara bisa tetap percaya diri.

Tak hanya canggih, fitur ini juga mudah digunakan. Status HSTC dapat dipantau langsung melalui panel meter, sementara pengaktifan atau penonaktifan cukup dilakukan lewat tombol di setang kiri. Pengendara pun bebas menyesuaikan fitur ini sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dihadapi.

Memasuki libur Lebaran, kesiapan motor bukan hanya soal mesin prima dan ban tebal, tetapi juga dukungan teknologi keselamatan. Kehadiran HSTC pada New Honda ADV160 menjadi nilai tambah penting yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan sepanjang perjalanan—baik saat mudik maupun berwisata bersama keluarga.

Dengan teknologi ini, Honda kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya di kondisi berkendara sehari-hari.

Continue Reading

Motor

Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa

Published

on

By

Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.

Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.

Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.

Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.

Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.

Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.

Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.

Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.

Continue Reading

Motor

Dipakai Balap Aman, Harian Lebih Tenang! Ini Keunggulan Gasket Racing Fuboru

Published

on

By

Gasket Racing Fuboru hadir sebagai solusi paking mesin berperforma tinggi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mesin balap hingga penggunaan harian ekstrem. Mengandalkan material tembaga atau aluminium high density berkualitas premium, gasket ini sanggup menghadapi suhu panas dan tekanan pembakaran yang jauh lebih tinggi dibanding paking standar.

Dibuat dengan presisi tinggi menggunakan teknologi Q-Seal, gasket ini memastikan pemasangan tetap akurat, rapat, dan stabil. Hasilnya, kompresi mesin terjaga maksimal, risiko kebocoran dapat ditekan, dan performa mesin tetap konsisten di putaran tinggi.

Keunggulan utama Fuboru Gasket Racing terletak pada daya tahannya. Struktur material yang kuat membuatnya memiliki tensile strength tinggi, tidak mudah sobek, serta mampu menahan tekanan ekstrem tanpa risiko blow out. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pegiat balap maupun rider harian yang mengutamakan keandalan mesin.

Tak hanya fungsional, Fuboru juga memperhatikan detail produk. Gasket Racing ini dikemas dengan skin pack premium, menjaga kualitas tetap prima hingga saat pemasangan. Sebuah komponen kecil, namun berperan besar dalam menjaga performa dan ketahanan mesin di level terbaiknya.

Continue Reading

Trending