TIPS & TRIK
Laju Motor Nggak Nambah Meski RPM Tinggi? Waspadai Kampas Kopling Aus!
Buat kalian pengguna motor kopling manual, pernah ngalamin motor tetap ngeden meski putaran mesin udah tinggi? Nah, bisa jadi itu karena kampas kopling di motormu mulai aus.
Kampas kopling berfungsi sebagai jembatan utama untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Saat kampas ini aus atau menipis, tenaga dari mesin jadi nggak bisa diteruskan secara maksimal ke transmisi. Akibatnya? Motor terasa lemot, meski rpm udah tinggi.

Gejala paling umum dari kampas kopling aus adalah motor seperti “selip” — suara mesin meraung tapi lajunya nggak sebanding. Terutama saat melewati jalan menanjak, kondisi ini makin terasa jelas: motor terasa berat, bahkan sulit menanjak meski gas udah dipelintir habis.
Selain itu, ada indikator lain yang bisa kamu deteksi, seperti:
- Tekanan handle kopling jadi lebih ringan
- Oli mesin terlihat lebih hitam dari biasanya, karena serpihan kampas kopling terbawa oli
- Akselerasi motor menurun drastis, terutama saat bawa beban berat
Solusinya? Jangan tunggu rusak total. Segera ganti kampas kopling dengan yang baru untuk mengembalikan performa motor kesayangan kamu. Pastikan juga menggunakan oli mesin yang sesuai dan berkualitas untuk menjaga keawetan komponen transmisi.
Moto GP
Rahasia Akselerasi Brutal MotoGP: BBM Beroktan Tinggi Jadi Kunci
Kecepatan motor MotoGP yang terasa “secepat kilat” bukan hanya soal skill pembalap atau kecanggihan mesin. Di balik performa ekstrem itu, ada peran krusial dari bahan bakar khusus yang diatur ketat oleh regulasi kejuaraan.
Sebagai ajang balap motor paling prestisius di dunia, MotoGP menerapkan sejumlah aturan teknis yang wajib dipatuhi semua tim, termasuk soal pemilihan Bahan Bakar Minyak (BBM). Berbeda jauh dari motor harian, bahan bakar yang digunakan motor MotoGP memiliki Research Octane Number (RON) sangat tinggi, demi menopang mesin berkompresi ekstrem.

Saat ini, MotoGP juga sedang berada dalam fase transisi menuju bahan bakar ramah lingkungan. Sejak musim 2024, setiap pabrikan diwajibkan menggunakan sustainable fuel dengan kandungan minimal 40 persen. Angka tersebut bukan akhir, karena regulasi baru pada MotoGP 2027 menargetkan penggunaan 100 persen bahan bakar berkelanjutan.
Soal performa, bahan bakar MotoGP memiliki RON mencapai 102, jauh di atas BBM komersial. Nilai oktan tinggi ini memungkinkan pembakaran lebih stabil pada mesin berputaran tinggi, sekaligus memaksimalkan tenaga tanpa risiko detonasi.
Menariknya, MotoGP tidak membatasi merek bahan bakar. Setiap pabrikan bebas memilih vendor sesuai kebutuhan teknis mereka. Ducati, misalnya, telah lama menjalin kerja sama dengan Shell, sementara banyak tim lain mempercayakan pasokan bahan bakarnya pada Elf dari TotalEnergies. Berbeda dengan isu ban yang kerap menuai kontroversi, bahan bakar nyaris tak pernah menjadi sumber masalah besar di lintasan.
Namun, bukan hanya kualitas BBM yang diatur. Jumlah bahan bakar juga dibatasi ketat. Untuk balapan utama, setiap motor hanya diperbolehkan membawa 22 liter, sedangkan untuk sprint race dibatasi 12 liter. Perbedaan ini memaksa tim dan pembalap melakukan penyesuaian besar terhadap setelan motor dan gaya balap.
Tak jarang, tim menggunakan tangki khusus saat sprint race untuk meminimalkan perbedaan karakter motor. Meski begitu, beberapa pembalap masih kesulitan beradaptasi. Francesco “Pecco” Bagnaia, misalnya, pernah mengeluhkan performanya yang kurang kompetitif di sprint akibat perbedaan tangki dan distribusi bahan bakar.
Saat sesi latihan dan kualifikasi, situasinya berbeda. Motor biasanya diisi bahan bakar seminimal mungkin agar bobot lebih ringan dan performa maksimal bisa dicapai saat time attack.
Menariknya lagi, regulasi juga mengatur suhu bahan bakar. Tim diperbolehkan menurunkan suhu BBM hingga 15 derajat Celcius di bawah suhu lingkungan, agar volume bahan bakar lebih optimal saat balapan dimulai dalam kondisi suhu lintasan yang lebih panas. Namun pengawasan ketat diberlakukan, menyusul upaya beberapa tim di masa lalu yang mencoba mengakali pendinginan bahan bakar demi keuntungan volume ekstra.
Semua detail ini membuktikan bahwa di MotoGP, kecepatan bukan sekadar gas diputar penuh, melainkan hasil dari perpaduan presisi teknis, regulasi ketat, dan inovasi tanpa henti.
Motor
Bukan Sekadar Tua, Ini Vespa Klasik yang Paling Sulit Dirawat Menurut Mekanik
Vespa klasik dikenal sebagai simbol gaya hidup, nostalgia, dan karakter mesin yang tak tergantikan. Namun, di balik tampilannya yang ikonik, tidak semua Vespa lawas menawarkan pengalaman kepemilikan yang mudah—terutama soal perawatan.
Menurut Aphin, mekanik sekaligus pemilik Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Jakarta Timur, secara struktur dasar Vespa produksi 1950-an hingga 1980-an sebenarnya memiliki kemiripan komponen. Perbedaan antarmodel umumnya hanya terletak pada detail teknis seperti jalur dan posisi kabel.
Namun, tantangan sebenarnya muncul ketika berbicara soal ketersediaan dan kualitas suku cadang, khususnya komponen impor dari Italia. Selain berharga mahal, part aftermarket modern dinilai belum mampu menyamai karakter dan presisi komponen orisinal pabrikan di masanya.
Dari berbagai model yang pernah ditangani, Aphin menilai Vespa Corsa sebagai tipe yang paling sulit dirawat dan diperbaiki. Kompleksitas teknis serta keterbatasan part membuat proses restorasi dan maintenance membutuhkan pengalaman tinggi, kesabaran ekstra, serta biaya yang tidak sedikit.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa memiliki Vespa klasik bukan sekadar soal tampilan dan status, tetapi juga komitmen jangka panjang terhadap perawatan dan pemahaman teknis yang mendalam.
Motor
Honda CBR250RR Bergaya Big Bike Berhasil Raih Gelar Tertinggi di HMC 2025
Gelombang tepuk tangan pecah di arena Honda Modif Contest 2025 ketika nama Fakhrudin diumumkan sebagai National Champion kelas All Sport. Di balik kemenangan itu, berdiri sebuah karya ambisius: Honda CBR250RR yang ia sulap menjadi sportbike berkarakter big bike, lengkap dengan detail premium dan finishing kelas kontes.
Berbasis model tahun 2016, motor ini dibangun dengan visi yang jelas—menjaga DNA agresif CBR, namun menanamkan aura moge tanpa kehilangan fungsinya sebagai motor harian. Hasilnya adalah sebuah sportbike 250 cc yang tampil lebih gagah, lebih padat, dan terasa seperti saudara dekat CBR1000RR.

“Dari dulu saya jatuh hati pada karakter CBR. Untuk proyek ini, total sudah habis sekitar Rp85 jutaan dalam perjalanan enam bulan,” ujar Fakhrudin, yang tampak emosional merespons kemenangannya.
🔧 Detail Modifikasi: Rapi, Mahal, dan Bernyawa
Seluruh bodi motor dibentuk ulang menggunakan aluminium, kemudian diperkuat dengan sentuhan carbon kevlar di titik-titik strategis. Lapisan cat dibuat lewat airbrush livery racing, menegaskan watak kompetitif yang ingin ia tampilkan.
Bagian mesin dipercantik lewat clear cover crankcase, dikombinasikan dengan finishing powder coating yang memberikan kesan mekanis yang bersih—layaknya mesin-mesin pada motor kelas premium. Rangkanya pun ikut dipoles ulang agar tampil lebih segar sekaligus tahan korosi.
🦾 Kaki-Kaki Big Bike: Ini yang Mencuri Perhatian
Sektor kaki-kaki menjadi sorotan utama.
• Suspensi depan mengadopsi basis Honda CBR650R yang telah dimodifikasi.
• Suspensi belakang memakai Ohlins yang disetel khusus untuk kebutuhan kontes.
• Swingarm diganti ke model CBR1000RR, menciptakan postur yang lebih kekar.
• Velg Evo Forged sudah dipasang dengan ban 120/70 depan dan 180/55 belakang—proporsi moge sejati.
Untuk sistem pengereman, komponen aftermarket berbasis CBR650R disematkan, ditutup dengan disc Brembo R11 sebagai highlight performa dan estetika.
Knalpot Honda CB650R dipilih demi suara yang lebih padat dan karakter lebih berisi.
💡 Pencahayaan & Fitur: Futuristis Namun Tetap Elegan
Lampu depan menggunakan AES retrofit Biled, sementara lampu belakang dan sein full RGB memberi nuansa modern.
Fitur tambahan seperti Honda Smartkey, selang rem HEL, step Sato Racing, hingga setang dan segitiga custom memperkaya detail motor ini.
🏆 Hasil Akhir: Big Bike Look, Big Statement
Keseluruhan modifikasi ini menciptakan sebuah visual yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyampaikan karakter yang tegap dan ambisius. CBR250RR karya Fakhrudin bukan cuma motor modifikasi; ia seperti pernyataan lantang bahwa kreativitas anak bangsa terus berkembang dan tak takut menantang kelas yang lebih tinggi.
Kepaduan estetika, presisi pengerjaan, serta pemilihan komponen premium membuat motor ini layak menyabet gelar National Champion Honda Modif Contest 2025—sebuah penghargaan yang menandai kesuksesan perjalanan enam bulan penuh dedikasi.
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil1 year agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor5 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor Balap11 months agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Event2 years ago
Prestasi Gemilang: Ebon Raih Gelar Terbaik FFA 2 Tak 402 M Dragbike IDW Racertees Ekitoyama 2024
