Motor
Honda CBR250RR Bergaya Big Bike Berhasil Raih Gelar Tertinggi di HMC 2025
Gelombang tepuk tangan pecah di arena Honda Modif Contest 2025 ketika nama Fakhrudin diumumkan sebagai National Champion kelas All Sport. Di balik kemenangan itu, berdiri sebuah karya ambisius: Honda CBR250RR yang ia sulap menjadi sportbike berkarakter big bike, lengkap dengan detail premium dan finishing kelas kontes.
Berbasis model tahun 2016, motor ini dibangun dengan visi yang jelas—menjaga DNA agresif CBR, namun menanamkan aura moge tanpa kehilangan fungsinya sebagai motor harian. Hasilnya adalah sebuah sportbike 250 cc yang tampil lebih gagah, lebih padat, dan terasa seperti saudara dekat CBR1000RR.

“Dari dulu saya jatuh hati pada karakter CBR. Untuk proyek ini, total sudah habis sekitar Rp85 jutaan dalam perjalanan enam bulan,” ujar Fakhrudin, yang tampak emosional merespons kemenangannya.
🔧 Detail Modifikasi: Rapi, Mahal, dan Bernyawa
Seluruh bodi motor dibentuk ulang menggunakan aluminium, kemudian diperkuat dengan sentuhan carbon kevlar di titik-titik strategis. Lapisan cat dibuat lewat airbrush livery racing, menegaskan watak kompetitif yang ingin ia tampilkan.
Bagian mesin dipercantik lewat clear cover crankcase, dikombinasikan dengan finishing powder coating yang memberikan kesan mekanis yang bersih—layaknya mesin-mesin pada motor kelas premium. Rangkanya pun ikut dipoles ulang agar tampil lebih segar sekaligus tahan korosi.
🦾 Kaki-Kaki Big Bike: Ini yang Mencuri Perhatian
Sektor kaki-kaki menjadi sorotan utama.
• Suspensi depan mengadopsi basis Honda CBR650R yang telah dimodifikasi.
• Suspensi belakang memakai Ohlins yang disetel khusus untuk kebutuhan kontes.
• Swingarm diganti ke model CBR1000RR, menciptakan postur yang lebih kekar.
• Velg Evo Forged sudah dipasang dengan ban 120/70 depan dan 180/55 belakang—proporsi moge sejati.
Untuk sistem pengereman, komponen aftermarket berbasis CBR650R disematkan, ditutup dengan disc Brembo R11 sebagai highlight performa dan estetika.
Knalpot Honda CB650R dipilih demi suara yang lebih padat dan karakter lebih berisi.
💡 Pencahayaan & Fitur: Futuristis Namun Tetap Elegan
Lampu depan menggunakan AES retrofit Biled, sementara lampu belakang dan sein full RGB memberi nuansa modern.
Fitur tambahan seperti Honda Smartkey, selang rem HEL, step Sato Racing, hingga setang dan segitiga custom memperkaya detail motor ini.
🏆 Hasil Akhir: Big Bike Look, Big Statement
Keseluruhan modifikasi ini menciptakan sebuah visual yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyampaikan karakter yang tegap dan ambisius. CBR250RR karya Fakhrudin bukan cuma motor modifikasi; ia seperti pernyataan lantang bahwa kreativitas anak bangsa terus berkembang dan tak takut menantang kelas yang lebih tinggi.
Kepaduan estetika, presisi pengerjaan, serta pemilihan komponen premium membuat motor ini layak menyabet gelar National Champion Honda Modif Contest 2025—sebuah penghargaan yang menandai kesuksesan perjalanan enam bulan penuh dedikasi.
Moto GP
Pertamina Enduro VR46 Racing Team Resmi Perkenalkan Livery MotoGP 2026 Bertema “Black and Light”
Pertamina Enduro VR46 Racing Team resmi membuka lembaran baru MotoGP 2026 dengan memperkenalkan livery terbaru bertema “Black and Light”, sebuah identitas visual yang menandai kembalinya dominasi warna hitam yang dipadukan dengan kuning fluoresen khas VR46. Perpaduan warna ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol karakter agresif, kecepatan, dan filosofi balap tim asal Tavullia tersebut.

Peluncuran livery ini sekaligus menegaskan keberlanjutan kemitraan strategis antara Pertamina Enduro VR46 Racing Team dan PT Pertamina Lubricants, yang kini memasuki tahun ketiga secara beruntun. Melalui brand Pertamina Enduro, kolaborasi ini terus diperkuat sebagai komitmen jangka panjang dalam mendukung performa balap kelas dunia sekaligus pengembangan teknologi pelumas berstandar global.
Motor Ducati Desmosedici GP terbaru diperkenalkan langsung oleh dua pembalap andalan, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Warna hitam mendominasi bodi motor, berpadu kontras dengan aksen kuning fluoresen yang menjadi identitas kuat VR46. Sentuhan khas Aldo Drudi bersama Drudi Performance kembali hadir, dengan simbol matahari dan bulan ikonik Valentino Rossi yang kini tampil mencolok dalam balutan warna emas di kedua sisi motor. Angka legendaris 46 juga tetap dipertahankan sebagai latar nomor balap 49 dan 21, memperkuat DNA VR46 yang kental.
Acara peluncuran digelar di Roma, kota yang dipilih sebagai representasi “rumah” dan identitas tim. Di bawah arahan langsung Team Owner Valentino Rossi, serta kepemimpinan Alessio Salucci sebagai Team Director dan Pablo Nieto sebagai Team Manager, peluncuran ini berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 200 tamu undangan dan 50 jurnalis internasional, serta disiarkan secara global melalui berbagai platform media.
Musim 2026 juga menjadi momen penting bagi tim, yang untuk tahun kedua berturut-turut berstatus sebagai Ducati Factory Supported Team. Keberlanjutan menjadi fondasi utama, dengan Di Giannantonio menjalani musim ketiganya bersama tim, sementara Morbidelli memasuki tahun kedua. Setelah menutup MotoGP 2025 di posisi ketiga klasemen dunia tim, target musim ini adalah menjaga konsistensi dan tetap menjadi kekuatan utama di kelas premier.
Valentino Rossi menyebut kembalinya warna hitam sebagai keputusan emosional sekaligus strategis. Ia menegaskan bahwa livery baru ini mencerminkan semangat balap VR46 yang autentik—klasik, agresif, dan penuh energi. “Motor ini terlihat sangat indah, sekarang tugas kami adalah membuatnya juga tampil cepat di lintasan,” ungkap Rossi dengan optimisme tinggi.
Dari sisi teknis dan industri, Direktur Utama Pertamina Lubricants Sigit Pranowo menegaskan bahwa kemitraan dengan VR46 Racing Team telah berkembang menjadi kolaborasi teknis yang solid. Pengujian intensif pelumas Pertamina Enduro di Mandalika dan VR46 Motor Ranch membuktikan kualitas kelas dunia, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan pelumas balap generasi terbaru bersama tim MotoGP papan atas.
Sementara itu, Di Giannantonio dan Morbidelli sama-sama menyampaikan antusiasme tinggi menyambut musim baru. Konsistensi tim, pengalaman bersama, serta livery yang lebih agresif diyakini akan menjadi modal penting menghadapi persaingan MotoGP 2026 yang semakin ketat.
Dengan identitas Black and Light, Pertamina Enduro VR46 Racing Team tak hanya menghadirkan motor yang memikat secara visual, tetapi juga menegaskan kesiapan mereka untuk kembali berbicara banyak di lintasan MotoGP musim depan.
Electric Vehicle
Honda UC3 Resmi Diperkenalkan, Komuter Listrik Pintar untuk Mobilitas Perkotaan
Honda kembali menegaskan komitmennya di era elektrifikasi melalui peluncuran Honda UC3, sebuah motor listrik yang dirancang sebagai solusi mobilitas harian di kawasan perkotaan. Model ini diposisikan setara dengan sepeda motor bermesin bensin kelas 110 cc, sekaligus menjadi langkah nyata Honda dalam mempercepat transisi kendaraan roda dua ramah lingkungan, khususnya di pasar Asia Tenggara.

Mengacu pada pernyataan resmi Honda Global, UC3 bukan sekadar produk baru, melainkan representasi awal dari janji merek global Honda di lini sepeda motor listrik, yang mengusung filosofi “The Power of Dreams” dengan pendekatan baru: kehidupan yang diharapkan, dipadukan dengan penemuan yang tak terduga.
Honda UC3 dikembangkan sebagai mitra mobilitas perkotaan yang cerdas, menyasar pengguna dengan aktivitas padat yang membutuhkan kendaraan praktis, efisien, dan mudah diandalkan untuk penggunaan sehari-hari. Karakternya dirancang ramah bagi lingkungan kota, namun tetap mempertahankan standar kualitas, keamanan, dan kenyamanan yang selama ini menjadi identitas Honda.
Dari sisi teknologi, UC3 menjadi tonggak penting karena mengadopsi baterai lithium iron phosphate (LFP) tipe tetap pertama yang dikembangkan langsung oleh Honda. Selain dikenal lebih stabil dan tahan lama, teknologi baterai ini juga mencerminkan fokus Honda terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan jangka panjang.
Sumber tenaganya mengandalkan motor listrik tipe hub hasil pengembangan internal Honda, dengan output maksimum mencapai 6,0 kW. Konfigurasi ini dirancang untuk memberikan respons halus, efisiensi optimal, serta performa yang memadai untuk kebutuhan komuter harian di lalu lintas perkotaan yang dinamis.
Kehadiran Honda UC3 menandai babak baru perjalanan Honda dalam menghadirkan kendaraan roda dua listrik yang bukan hanya fungsional, tetapi juga relevan dengan gaya hidup modern masyarakat urban.
Electric Vehicle
Talaria Komodo, Motor Trail Listrik yang Mengubah Persepsi Tenaga
Talaria Komodo hadir sebagai bukti bahwa motor trail listrik tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Mengacu pada laporan Visordown, motor ini membawa spesifikasi yang cukup mengejutkan untuk ukuran kendaraan listrik off-road, dengan tenaga puncak mencapai 32 kW atau setara 42 hp, serta torsi instan yang diklaim tembus 556 lb ft (753,8 Nm).
Meski angka torsi pada motor listrik kerap bersifat teoritis, karakter performa Komodo tetap menjanjikan sensasi agresif sejak putaran awal. Talaria menyebut akselerasi 0–60 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 4,5 detik, sementara kecepatan puncaknya berada di angka 105 km/jam—cukup untuk memacu adrenalin di jalur tanah maupun trek terbuka.

Spesifikasi tersebut menjauhkan Komodo dari citra motor listrik mungil atau sekadar pit bike. Karakternya justru lebih menyerupai motor trail sejati dengan dimensi ringkas, dirancang untuk pengendara yang ingin bersenang-senang di medan off-road tanpa kehilangan rasa serius sebuah motor trail.
Sumber energinya mengandalkan baterai lithium-ion berkapasitas 97,2V 45Ah, dengan jarak tempuh maksimal yang diklaim mencapai 70 mil. Tentu saja, jarak tersebut sangat bergantung pada gaya berkendara dan kondisi lintasan. Saat dipacu secara agresif, daya jelajah akan berkurang, namun klaim tersebut tetap menegaskan bahwa Komodo bukan hanya untuk perjalanan singkat.

Dari sisi konstruksi, Talaria menggunakan rangka paduan tempa yang dirancang ringan namun tetap kuat untuk menghadapi tantangan off-road. Sistem suspensi tampil fungsional dengan garpu terbalik di bagian depan dan monoshock di belakang, memberikan keseimbangan antara kontrol dan kenyamanan.
Kombinasi roda 21 inci di depan dan 18 inci di belakang semakin menegaskan DNA trail sejati, dipasangkan dengan ban khusus off-road yang siap menggigit jalur tanah, pasir, maupun bebatuan ringan.
Sektor pengereman mengandalkan cakram hidrolik depan dan belakang, dengan penggerak akhir menggunakan rantai. Panel instrumen digital menyajikan informasi penting secara ringkas, sementara beberapa mode berkendara disiapkan untuk menyesuaikan karakter tenaga dengan kondisi lintasan atau tingkat pengalaman pengendara. Fitur pengereman regeneratif juga hadir, meski efektivitasnya di medan off-road masih menarik untuk dibuktikan lebih jauh.
Yang tak kalah menarik adalah banderol harganya. Dengan harga £5.795 atau sekitar Rp131 jutaan, Talaria Komodo diposisikan sebagai motor trail listrik yang relatif terjangkau, bahkan jika dibandingkan dengan sejumlah motor trail bermesin bensin berkapasitas penuh di pasar Inggris.
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil1 year agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor Balap11 months agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor5 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Event2 years ago
Prestasi Gemilang: Ebon Raih Gelar Terbaik FFA 2 Tak 402 M Dragbike IDW Racertees Ekitoyama 2024
