Connect with us

Motor Balap

Dari Barisan Terakhir ke Podium 2! Perjuangan Gila Sinar Jaya Property di Bebek Lokal 125 STD

Published

on

Tim Sinar Jaya Property sukses mencuri perhatian pada gelaran balap terbaru setelah finis di posisi runner-up kelas Bebek Lokal Buleleng 125 Standar, meski harus memulai balapan dari grid paling belakang.

Hasil ini menjadi pencapaian manis bagi tim, mengingat motor yang digunakan masih dalam tahap riset dan pengembangan awal. Sejak awal, target realistis pun dipasang—cukup menembus lima besar. Namun siapa sangka, kerja keras di lintasan justru berbuah podium kedua.

“Kami cukup puas dengan hasil hari ini. Start dari belakang, tapi masih diberi rezeki bisa finis P2,” ungkap perwakilan tim usai balapan.

Sepanjang balapan, kondisi trek terbilang bersahabat. Cuaca mendukung tanpa hujan, sehingga race berjalan dalam kondisi ideal. Meski begitu, tantangan terbesar datang dari proses mencari setelan motor yang tepat, mengingat karakter sirkuit yang berbeda dengan lintasan sebelumnya.

Pada race ini, tim Sinar Jaya Property masih memfokuskan pengaturan di sektor rasio gear dan setelan karburator. Namun bukan berarti balapan berjalan tanpa hambatan. Masalah teknis sempat muncul saat motor berada di top speed, di mana respons mesin dua tak mengalami sedikit gangguan.

Momen paling menegangkan terjadi tepat di awal lomba. Start dari posisi paling belakang membuat tekanan berlipat, namun perlahan pembalap mampu merangsek ke depan hingga akhirnya mengamankan posisi kedua di garis finis.

Dari hasil ini, tim mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Riset dinilai masih harus terus dilakukan agar performa motor semakin stabil dan kompetitif di berbagai kondisi lintasan.

Menatap seri berikutnya, target Sinar Jaya Property sudah jelas: memperbaiki catatan waktu dan tampil lebih kuat dibanding event sebelumnya.

“Kami ingin time-nya bisa lebih kecil dari balapan kemarin. Evaluasi dan riset tetap jadi kunci,” tutup tim dengan optimistis.

Motor

Oscar Gutierrez Antar NitiRacing Menang Dramatis di Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 Amerika

Published

on

By

Pembalap Oscar Gutierrez sukses membawa tim NitiRacing meraih kemenangan dramatis pada Race 2 ajang Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang digelar di sirkuit legendaris Circuit of the Americas.

Gutierrez menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Meski tidak langsung memimpin sejak start, ia mampu menjaga ritme balap yang stabil dan konsisten, sambil perlahan mendekati dua rival utamanya, Archie McDonald dan Eric Granado, yang sempat mendominasi posisi terdepan pada fase awal lomba.

Strategi sabar dan penguasaan racing line yang presisi menjadi kunci utama Gutierrez untuk membalikkan keadaan di tengah balapan.


Lap Tercepat Jadi Titik Balik Kemenangan

Momentum kemenangan Gutierrez datang pada pertengahan lomba. Dengan mencatatkan lap tercepat, ia berhasil menyalip Eric Granado, lalu langsung memburu Archie McDonald yang berada di posisi terdepan.

Aksi agresif namun terukur tersebut membuahkan hasil saat Gutierrez sukses mengambil alih pimpinan lomba pada lap kelima, menandai titik balik jalannya balapan.

Keunggulan Gutierrez semakin terlihat saat ia mampu menjaga konsistensi kecepatan pada lap-lap akhir, meskipun tekanan dari McDonald terus datang dari belakang.

Bahkan dalam kondisi ban yang mulai mengalami penurunan grip, Gutierrez tetap tenang dan fokus mempertahankan racing line terbaiknya, sebuah karakter penting dalam balapan kelas bagger yang memiliki bobot motor besar.


Drama Penalti di Lap Terakhir Tentukan Hasil Balapan

Drama terjadi pada lap terakhir saat Archie McDonald yang sempat menempel ketat di belakang Gutierrez harus menerima penalti karena pelanggaran track limit.

Keputusan tersebut membuat peluang McDonald untuk merebut kemenangan semakin kecil, sekaligus membuka jalan bagi Gutierrez untuk mengunci kemenangan.

Gutierrez akhirnya finis di posisi pertama dengan selisih sangat tipis, hanya 0,03 detik, sebuah margin yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas Bagger World Cup musim 2026.

Hasil ini sekaligus menegaskan kapasitas Oscar Gutierrez sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini.


Dimas Ekky Finis P7, Tetap Konsisten Bawa Nama Indonesia

Selain kemenangan Gutierrez, sorotan juga tertuju pada pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama yang turut membela tim NitiRacing.

Meski menghadapi persaingan ketat dan karakter motor bagger yang menuntut adaptasi tinggi, Dimas Ekky berhasil menyelesaikan balapan dengan finis di posisi P7.

Hasil ini menunjukkan konsistensi performa serta pengalaman balap internasional yang terus berkembang, sekaligus menjadi representasi penting bagi Indonesia di ajang balap motor global.


Hasil Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 – COTA

  1. Oscar Gutierrez (NitiRacing) — 15:30.573
  2. Eric Granado (Joe Rascal Racing) — +3.020 detik
  3. Archie McDonald (Joe Rascal Racing) — +3.030 detik
  4. Jake Lewis (Saddlemen Race Development) — +12.183 detik
  5. Filippo Rovelli (ParkingGO) — +15.739 detik
  6. Cory West (Saddlemen Race Development) — +23.710 detik
  7. Dimas Ekky Pratama (NitiRacing) — +37.938 detik

DNF:

  • Travis Wyman — +1 lap
  • Cody Wyman — Tidak start
Continue Reading

Moto GP

Marco Bezzecchi Hattrick di MotoGP Amerika 2026, Dominasi Aprilia di COTA

Published

on

By

Pembalap Italia Marco Bezzecchi tampil dominan dengan meraih kemenangan ketiga secara beruntun (hattrick) pada seri MotoGP Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti kebangkitan Bezzecchi setelah hasil kurang maksimal pada sesi Sprint sehari sebelumnya.

Meski sempat berada di posisi kedua selepas start, pembalap Aprilia Racing itu langsung mengambil alih pimpinan lomba pada lap pembuka setelah pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, melakukan kesalahan di Tikungan 11. Sejak saat itu, Bezzecchi mampu menjaga ritme balap dengan konsisten hingga garis finis.


Pecahkan Rekor Lap Memimpin Beruntun

Kemenangan di COTA tidak hanya menambah koleksi podium, tetapi juga mencatatkan sejarah baru. Bezzecchi berhasil memecahkan rekor milik legenda MotoGP Jorge Lorenzo sebagai pembalap dengan jumlah putaran memimpin secara beruntun terbanyak.

Jika sebelumnya Lorenzo memegang rekor 103 lap, kini Bezzecchi berhasil mencatatkan 121 lap memimpin berturut-turut, menegaskan dominasi performa dan konsistensi balap sepanjang beberapa seri terakhir.

Meski sempat mengalami kontak yang merusak komponen aerodinamika bagian belakang motornya, performa Bezzecchi tetap stabil dan tidak terganggu secara signifikan.


Persaingan Podium Ketat di Belakang Bezzecchi

Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, berhasil mengamankan posisi kedua setelah menyalip Acosta di fase akhir balapan. Martin sempat mencoba mengejar sang pemimpin lomba, namun perbedaan ritme membuatnya memilih bermain aman dan finis sekitar dua detik di belakang.

Sementara itu, Acosta tetap mampu mempertahankan posisi podium meski melakukan beberapa kesalahan selama balapan. Podium ini menjadi salah satu hasil penting bagi pembalap muda asal Spanyol tersebut dalam menjaga konsistensi performa musim ini.

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, kembali menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keempat. Sedangkan juara dunia delapan kali Marc Marquez harus puas di posisi kelima setelah menjalani hukuman long lap penalty akibat insiden pada sesi Sprint.


Dominasi Aprilia dan Momentum Juara

Hasil MotoGP Amerika 2026 menegaskan kekuatan paket motor Aprilia RS-GP yang tampil kompetitif di lintasan teknis seperti COTA. Konsistensi kecepatan, manajemen ban, serta strategi balap yang matang menjadi faktor utama di balik dominasi Bezzecchi.

Dengan kemenangan hattrick ini, posisi Bezzecchi dalam perebutan gelar juara dunia semakin kuat. Jika performa stabil dapat dipertahankan, pembalap Italia tersebut berpotensi menjadi kandidat utama juara MotoGP musim 2026.

Continue Reading

Motor Balap

Kimi Antonelli Menang di GP Jepang 2026, Dua Kemenangan Beruntun Bawa Mercedes Pimpin Klasemen

Published

on

By

Pembalap muda sensasional, Kimi Antonelli, kembali mencetak sejarah dengan meraih kemenangan kedua secara beruntun pada ajang Japanese Grand Prix 2026 yang digelar di Suzuka Circuit. Hasil ini membuat pembalap berusia 19 tahun tersebut sukses mengambil alih puncak klasemen sementara Formula One dari rekan setimnya, George Russell.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas momentum positif Antonelli setelah sebelumnya meraih kemenangan perdananya di China. Konsistensi performa dan strategi balap yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan Mercedes mengamankan hasil maksimal di seri Jepang.


Strategi Safety Car Jadi Titik Balik Balapan

Jalannya balapan berubah drastis setelah insiden yang melibatkan pembalap muda Oliver Bearman dari tim Haas F1 Team. Kecelakaan tersebut memicu keluarnya safety car dan membuka peluang strategi pit stop yang sangat menguntungkan bagi Antonelli.

Tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan pit stop secara efektif, sehingga Antonelli mampu kembali ke lintasan dengan posisi lebih kompetitif dan secara bertahap meninggalkan para rivalnya.

Saat bendera finis dikibarkan, Antonelli berhasil mencatat kemenangan dengan selisih 13,7 detik dari pembalap Oscar Piastri dari tim McLaren, sementara posisi ketiga diamankan oleh Charles Leclerc dari Scuderia Ferrari.


Start Buruk, Finis Dominan

Meski memulai balapan dari pole position, Antonelli sempat mengalami start yang kurang sempurna dan langsung turun hingga posisi keenam pada tikungan pertama. Pada fase awal lomba, Russell dan Piastri sempat memimpin jalannya balapan, sementara Antonelli harus bekerja keras untuk menjaga ritme dan strategi.

Memasuki fase pit stop dan periode safety car, momentum perlahan berbalik. Dengan manajemen ban yang baik serta kecepatan balap yang konsisten, Antonelli mampu merebut kembali posisi terdepan dan menjaga jarak aman hingga garis finis.

Kemenangan ini membuat Antonelli mencatat sejarah sebagai pembalap remaja pertama yang memimpin klasemen sementara Formula 1, sekaligus menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia musim 2026.


Persaingan Klasemen Semakin Panas

Perubahan posisi klasemen terjadi setelah kemenangan di Jepang. Antonelli kini unggul sembilan poin atas Russell, menjadikan duel internal Mercedes semakin menarik untuk diikuti.

Sementara itu, Lando Norris finis di posisi kelima, tepat di depan Lewis Hamilton, sedangkan juara dunia empat kali Max Verstappen harus puas mengakhiri balapan di posisi kedelapan.

Dengan performa stabil dan momentum kemenangan beruntun, Antonelli kini menjadi sorotan utama dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026.

Continue Reading

Trending