Connect with us

Electric Vehicle

Era Baru Powertrain: Mesin Rotary R05E Jadi Langkah Serius China Menatap Mobilitas Udara

Published

on

Industri otomotif dan teknologi mobilitas China kembali melangkah maju. Harbin Dongan Auto Engine, yang berada di bawah naungan Changan Automobile Group, resmi mencatatkan pencapaian penting melalui keberhasilan pengapian perdana prototipe mesin rotary berdaya tinggi R05E—sebuah simbol kebangkitan teknologi powertrain ringkas untuk masa depan.

R05E bukan mesin biasa. Unit ini diklaim sebagai mesin rotary pertama di China yang sejak tahap awal pengembangan telah diarahkan khusus untuk aplikasi low-altitude mobility, mencakup kendaraan udara ringan hingga platform mobilitas generasi baru yang beroperasi di ketinggian di bawah 1.000 meter. Ini menjadi sinyal kuat bahwa China tidak hanya fokus pada kendaraan darat, tetapi juga mulai serius membangun fondasi teknologi transportasi udara rendah.

Keberhasilan ini menandai langkah nyata dalam upaya menciptakan powertrain yang kompak, ringan, namun tetap bertenaga—karakter penting bagi kendaraan udara modern. Lebih dari itu, kehadiran R05E membuka lembaran baru bagi pengembangan sistem penggerak yang mampu menjawab tuntutan efisiensi dan kepadatan daya tinggi.

Proyek pengembangan R05E sendiri dimulai pada 9 April 2025, dengan dukungan perusahaan teknologi mobilitas global AVL. Kolaborasi ini mencakup simulasi performa, pengujian teknis, hingga penyempurnaan desain inti mesin. Mengutip CarNewsChina, pengapian pertama tersebut menandakan bahwa R05E telah memasuki fase awal implementasi fungsional sebelum melangkah ke tahap optimalisasi lanjutan dan persiapan produksi massal yang ditargetkan pada 2027.

Secara teknis, mesin rotary R05E mengusung konfigurasi rotor tunggal dengan piston segitiga bertepi melengkung—ciri khas mesin rotary—yang dikombinasikan dengan sistem pengapian ganda independen. Poros eksentrik bermassa rendah serta sistem penyeimbang internal turut disematkan untuk menjaga kestabilan dan kehalusan kerja mesin.

Manajemen termal juga menjadi fokus utama. R05E dibekali water jacket terintegrasi, sementara casing aluminium cor dilapisi material Nanodiamond Composite (NDC) untuk menekan gesekan sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Berdasarkan spesifikasi awal, mesin ini mampu beroperasi hingga 6.500 rpm dengan output sekitar 53 kW, menjadikannya solusi ideal bagi platform low-altitude berukuran menengah hingga besar yang membutuhkan tenaga besar dalam paket mesin yang ringkas.

Dari sisi aplikasi, R05E dirancang fleksibel untuk berbagai kendaraan mobilitas udara, termasuk platform berawak dan kendaraan generasi baru. Kombinasi desain kompak, performa NVH yang baik, serta kepadatan daya tinggi menjadi alasan utama pengembangan mesin ini.

Rencana produksi massal pada 2027 sejalan dengan meningkatnya perhatian pemerintah China terhadap ekonomi low-altitude, yang mencakup pengembangan eVTOL, drone berukuran besar, hingga sistem transportasi udara masa depan.

Dengan keberhasilan pengapian perdana ini, Harbin Dongan Auto Engine dan Changan Automobile Group menegaskan keseriusannya dalam menghadirkan inovasi powertrain lintas dimensi. Mesin rotary R05E pun berpotensi menjadi salah satu elemen kunci dalam membentuk ekosistem mobilitas udara rendah dan sistem transportasi generasi berikutnya.

Electric Vehicle

BYD Cari Nama untuk Supercar Listrik Denza Z, Hadirkan 3 Varian Ekstrem Berperforma Tinggi

Published

on

By

Raksasa otomotif listrik asal Tiongkok BYD melalui sub-brand premiumnya Denza resmi memulai kampanye penamaan publik untuk supercar listrik terbarunya, Denza Z. Strategi ini dilakukan untuk melibatkan konsumen dalam proses branding sekaligus membangun antusiasme pasar sebelum peluncuran resmi model performa tinggi tersebut.

Supercar listrik Denza Z direncanakan hadir dalam tiga varian berbeda, yaitu hardtop, convertible, serta versi khusus lintasan balap (track-focused). Ketiga varian ini menunjukkan bahwa Denza tidak hanya menargetkan pengguna jalan raya, tetapi juga penggemar performa ekstrem dan aktivitas motorsport.

Melalui kanal resmi dan media sosial di Tiongkok, Denza telah membagikan sejumlah opsi nama populer yang bisa dipilih publik untuk masing-masing varian. Langkah ini menjadi pendekatan pemasaran modern yang menggabungkan interaksi digital dengan strategi branding produk otomotif masa depan.


Performa Ekstrem dengan Konfigurasi Tiga Motor Listrik

Sebagai model halo dalam lini kendaraan performa tinggi BYD, Denza Z diposisikan untuk menampilkan teknologi elektrifikasi terbaru dengan performa setara supercar modern. Mobil ini dikabarkan menggunakan konfigurasi tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan lebih dari 952 hp, angka yang menempatkannya di kelas supercar listrik berperforma sangat tinggi.

Dengan tenaga sebesar itu, Denza Z diproyeksikan memiliki akselerasi sangat cepat serta karakter handling agresif, terutama pada varian lintasan balap. Pendekatan teknis ini juga mengindikasikan bahwa mobil tersebut akan mampu bersaing di segmen kendaraan performa tinggi berbasis listrik yang semakin kompetitif secara global.


Teknologi Futuristik: Steer-by-Wire hingga Crab-Walk

Tak hanya mengandalkan tenaga besar, Denza Z juga dibekali berbagai teknologi canggih yang meningkatkan presisi berkendara. Salah satu fitur utama adalah sistem steer-by-wire, yang memungkinkan kontrol kemudi sepenuhnya berbasis elektronik tanpa sambungan mekanis konvensional.

Selain itu, mobil ini juga menggunakan suspensi magnetorheological, teknologi yang dapat menyesuaikan tingkat kekerasan suspensi secara real-time sesuai kondisi jalan atau gaya berkendara. Fitur unik lainnya termasuk crab-walk, yang memungkinkan mobil bergerak secara diagonal, serta kemampuan parkir drifting yang menunjukkan karakter sporty sekaligus futuristik.

Kombinasi teknologi tersebut menjadikan Denza Z bukan sekadar mobil listrik, tetapi juga representasi evolusi mobil sport modern dengan fokus pada performa, teknologi, dan pengalaman berkendara presisi tinggi.

Continue Reading

Electric Vehicle

SAIC Z7T Resmi Diperkenalkan, Wagon Listrik Futuristis Hasil Kolaborasi SAIC dan Huawei

Published

on

By

Industri kendaraan listrik kembali menghadirkan gebrakan baru. SAIC Motor bersama raksasa teknologi Huawei resmi memperkenalkan SAIC Z7T, sebuah mobil listrik bergaya station wagon atau shooting brake yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem mobil pintar di bawah payung Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA).

Model ini merupakan varian wagon dari sedan listrik SAIC Z7, sekaligus menjadi station wagon pertama yang lahir dari kolaborasi antara SAIC dan Huawei. Kehadirannya memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen yang menginginkan kombinasi desain stylish, teknologi canggih, dan ruang kabin yang lebih fungsional.

Dari gambar resmi yang dirilis pabrikan, SAIC Z7T tampil dengan balutan warna Mountain Green yang memberi kesan modern sekaligus elegan. Siluet bodinya memanjang ke belakang dengan garis atap khas wagon yang terlihat sporty namun tetap aerodinamis.

Detail desain lainnya juga menambah kesan futuristis. Pegangan pintu dibuat tersembunyi untuk meningkatkan aerodinamika, sementara kaliper rem berwarna merah memberikan sentuhan performa yang lebih agresif. Di bagian belakang, desainnya mengalami perubahan dari versi sedan dengan bentuk yang lebih membulat serta lampu belakang LED memanjang yang menciptakan tampilan modern dan premium.

Dari sisi teknologi, mobil ini diperkirakan mengadopsi sistem pencahayaan canggih yang sama dengan sedan Z7, yakni lampu dengan 408 titik pancaran laser yang memberikan visibilitas optimal. Tidak hanya itu, sensor LiDAR yang terpasang di atap juga menjadi indikasi kuat bahwa kendaraan ini akan dilengkapi sistem bantuan berkendara terbaru Huawei Qiankun ADS 4.0, sebuah teknologi yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara semi-otonom yang lebih aman dan cerdas.

Hingga saat ini, harga resmi SAIC Z7T memang belum diumumkan secara detail. Namun sebagai gambaran, sedan SAIC Z7 yang menjadi basisnya dipasarkan di China dengan kisaran harga 250.000 hingga 350.000 yuan.

Sejumlah informasi awal juga menyebutkan bahwa Z7T akan menggunakan platform Battery Electric Vehicle (BEV) murni dengan pilihan sistem penggerak roda belakang (RWD) maupun penggerak semua roda (AWD). Mobil ini diperkirakan hadir dengan dua opsi baterai, yakni 80 kWh dan 100 kWh, yang menjanjikan performa sekaligus jarak tempuh yang kompetitif di segmen kendaraan listrik premium.

Kolaborasi SAIC dan Huawei sendiri terus berkembang pesat melalui ekosistem HIMA yang kini mencakup beberapa merek seperti Aito, Luxeed, Stelato, Maextro, dan SAIC sebagai salah satu pilar utama pengembangan kendaraan listrik masa depan.

Kehadiran SAIC Z7T menjadi langkah strategis bagi SAIC dalam memperluas portofolio modelnya setelah sebelumnya menghadirkan SUV SAIC H5 serta sedan Z7 sebagai lini awal kendaraan listrik mereka.

Dengan desain yang elegan, teknologi pintar dari Huawei, serta karakter wagon yang jarang ditemui di segmen kendaraan listrik, Z7T berpotensi menjadi salah satu model yang menarik perhatian pasar global.


Kolaborasi Wuling dan Huawei Siapkan SUV Canggih Huajing S

Selain Z7T, kerja sama antara perusahaan otomotif dan Huawei juga berkembang di lini lain. SAIC-GM-Wuling tengah menyiapkan model SUV baru hasil kolaborasi dengan Huawei yang diberi nama Huajing S.

SUV ini direncanakan meluncur pada paruh pertama tahun 2026 dan akan menjadi model flagship enam penumpang yang menyasar segmen kendaraan kelas atas.

Huajing S akan dibekali sistem berkendara pintar Huawei Qiankun ADS 4 Pro serta kokpit digital HarmonySpace, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara berbasis teknologi cerdas.

Mobil ini akan dibangun menggunakan platform Tianyu L platform, arsitektur kendaraan milik SAIC-GM-Wuling yang mampu mendukung berbagai jenis kendaraan mulai dari mobil mikro hingga SUV besar.

Dari data regulasi yang telah diajukan di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Huajing S memiliki dimensi yang cukup besar dengan panjang 5.235 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.105 mm.

Versi yang tercantum dalam dokumen tersebut menggunakan sistem plug-in hybrid (PHEV) dengan pilihan baterai 31 kWh atau 41,9 kWh, yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 175 km berdasarkan standar WLTC.

Kolaborasi antara industri otomotif dan teknologi ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya soal tenaga dan efisiensi, tetapi juga integrasi kecerdasan digital yang semakin mendalam.

Continue Reading

Electric Vehicle

Land Moto District ADV: Motor Listrik Adventure Bergaya Rally dari Amerika yang Bikin Penasaran

Published

on

By

Nama Land Moto mungkin belum sepopuler pabrikan raksasa, namun langkah startup asal Amerika Serikat ini patut diperhitungkan. Menggarap seluruh proses mulai dari desain, pengembangan, hingga produksi secara mandiri dalam skala kecil, Land Moto konsisten menghadirkan sepeda motor listrik berkarakter modern dan unik. Setelah sukses dengan model street dan scrambler, kini mereka melempar kartu truf terbaru bertajuk District ADV, sebuah motor listrik adventure dengan aura rally klasik yang kuat.

Sebagai motor listrik yang disiapkan untuk petualangan, District ADV sudah dibekali fitur modern seperti pencahayaan full LED, panel instrumen TFT, serta sistem CAN bus yang terhubung langsung ke aplikasi smartphone. Namun demi menjaga karakter off-road yang murni, sistem pengeremannya masih mengandalkan rem konvensional tanpa ABS—keputusan yang membuatnya legal jalan raya di Amerika Serikat, meski belum memenuhi regulasi Uni Eropa.

Dari sisi performa, District ADV mengusung tenaga nominal 12 kW atau sekitar 16 hp, dengan output puncak mencapai 17 kW setara 23 hp. Kecepatan maksimumnya diklaim mampu menembus 60–70 mph, atau sekitar 110 km/jam—cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan ringan ke jalur tanah.

Keunggulan paling mencolok dari motor ini terletak pada bobotnya. Dengan berat hanya 113 kg, District ADV tergolong sangat ringan di kelas motor listrik adventure. Rangka tubular baja dirancang simpel namun kokoh, dipadukan dengan fairing depan bergaya reli klasik dan rak bagasi aluminium yang menegaskan identitas petualangnya.

Sektor kaki-kaki juga tak main-main. Garpu depan teleskopik terbalik serta suspensi belakang model kantilever hadir dengan pengaturan penuh, memberi fleksibilitas setelan sesuai medan. Roda jari-jari tubeless berukuran 17 inci depan-belakang dipasangkan dengan ban enduro ramping, siap menghadapi jalur aspal maupun tanah.

Motor listrik Enduro EVO menjadi sumber penggerak utama, diposisikan dekat poros lengan ayun untuk menjaga distribusi bobot tetap ideal. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui rantai, dan menariknya, District ADV juga dibekali fitur gigi mundur berkecepatan rendah untuk memudahkan manuver di area sempit atau medan sulit.

Baterai berkapasitas maksimal 5,5 kWh ditempatkan di tengah rangka, dengan waktu pengisian sekitar lima jam menggunakan stop kontak standar. Berkat sistem pengereman regeneratif, jarak tempuhnya diklaim mampu mencapai hingga 120 mil atau hampir 200 km, tergantung gaya berkendara.

Land Moto District ADV dipasarkan dalam dua varian. Ascent Edition hadir sebagai versi premium dengan harga USD 12.700 atau sekitar Rp213 jutaan, dibalut warna putih, pelek emas, serta panel bodi berbahan karbon tempa. Sementara versi standar ditawarkan lebih terjangkau di angka USD 11.200 atau setara Rp188 jutaan.

Dengan desain rally look, bobot ringan, dan karakter listrik yang berbeda, District ADV menjadi bukti bahwa motor listrik adventure tak harus membosankan—dan bisa tampil penuh jiwa petualang.

Continue Reading

Trending