Connect with us

Moto GP

Resmi! Monster Energy Yamaha MotoGP Pilih Jakarta untuk Panggung Perdana YZR-M1 V4

Published

on

Monster Energy Yamaha MotoGP akhirnya mengonfirmasi kabar yang sejak lama beredar. Tim pabrikan asal Jepang tersebut memastikan Jakarta sebagai lokasi peluncuran resmi skuad MotoGP 2026, sekaligus menjadi momen penting debut motor terbaru mereka, Yamaha YZR-M1 berkonfigurasi V4.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi penggemar MotoGP di Indonesia. Setelah terakhir kali menyapa langsung fans Tanah Air pada 2023, Yamaha sempat memindahkan agenda peluncuran tim ke Malaysia pada musim 2024 dan 2025. Kini, Jakarta kembali dipercaya sebagai panggung utama, menegaskan besarnya peran Indonesia dalam peta pasar dan antusiasme MotoGP dunia.

Peluncuran tim musim 2026 juga membawa nuansa baru, terutama dari sisi komposisi pembalap. Monster Energy Yamaha MotoGP tak lagi mengusung duet Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Sebagai gantinya, Alex Rins resmi menjadi tandem baru Quartararo, membuka babak baru dalam perjalanan kompetitif Yamaha di kelas premier.

Perubahan juga terlihat dari sisi manajemen. Lin Jarvis, figur sentral yang selama bertahun-tahun identik dengan Yamaha MotoGP, dipastikan absen dalam agenda peluncuran kali ini. Ketidakhadirannya menandai era baru sekaligus transisi penting dalam struktur tim.

Sorotan utama tentu tertuju pada kemunculan perdana Yamaha YZR-M1 V4 dengan balutan livery Monster Energy. Motor ini menjadi simbol evolusi teknis Yamaha, sekaligus harapan baru untuk kembali bersaing di barisan terdepan MotoGP.

Tak heran jika peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta menjadi salah satu momen paling dinantikan. Lebih dari sekadar perkenalan tim, acara ini menjadi perayaan emosional antara Yamaha dan jutaan penggemar MotoGP Indonesia.

Moto GP

Akhirnya Klik! Jorge Martin Mulai Percaya Penuh pada Aprilia RS-GP

Published

on

By

Keraguan yang sempat menghantui akhirnya mulai terjawab. Setelah melewatkan tes Sepang dan hanya mengandalkan memori singkat dari uji coba November lalu, Jorge Martin kini mengaku menemukan rasa percaya diri barunya bersama Aprilia RS-GP.

Kesempatan itu datang saat tes pramusim di Buriram, Thailand. Meski catatan waktunya di hari pertama hanya menempatkannya di posisi ke-13, Martin menilai sesi tersebut sebagai langkah awal yang sangat positif—bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi proyek besar Aprilia Racing.

“Sejak awal saya langsung merasa nyaman. Motornya bekerja dengan sangat baik,” ujar Martin. Ia mengakui bahwa sirkuit Buriram sebelumnya bukan trek yang ramah bagi Aprilia, namun secara personal ia selalu mampu tampil kompetitif di lintasan tersebut. Hal itu membuat proses adaptasinya terasa lebih natural.

Pembalap asal Spanyol itu juga menyoroti kerja keras tim selama musim dingin, termasuk pengembangan yang dilakukan sejak tes Malaysia. Menurutnya, perubahan yang diterapkan membuat RS-GP terasa lebih jinak tanpa menghilangkan karakter agresifnya. “Saya tidak perlu memaksakan diri seperti dulu. Semuanya terasa mengalir,” ungkapnya.

Salah satu faktor kunci yang membuat Martin semakin yakin adalah pembaruan pada sisi ergonomi. Perubahan posisi tubuh dan distribusi bobot membuat motor terasa lebih menyatu dengannya. “Mungkin ini pertama kalinya saya benar-benar merasa: ini motor saya,” katanya dengan nada puas.

Menariknya, rasa nyaman itu justru datang saat ia tidak perlu banyak bereksperimen. Martin mengaku bisa berkendara dengan santai, layaknya sedang menyiapkan akhir pekan balapan. Namun ke depan, ia siap masuk lebih dalam ke tahap pengembangan demi membantu tim, termasuk rekan setimnya, menyempurnakan RS-GP.

Keyakinan baru ini menjadi sinyal positif bagi Aprilia jelang musim baru MotoGP. Jika rasa “klik” ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Jorge Martin akan menjadi salah satu ancaman serius dalam perburuan hasil besar musim ini.

Continue Reading

Moto GP

BOM Paddock MotoGP! Pecco Bagnaia Akui Sudah Teken Kontrak 2027, Aprilia Jadi Tujuan?

Published

on

By

Jagat MotoGP kembali memanas, bukan karena catatan waktu di lintasan, melainkan isu besar dari balik garasi. Di tengah hiruk-pikuk tes pramusim 2026 di Sirkuit Buriram, sebuah pernyataan singkat dari sang juara dunia berkali-kali, Francesco Bagnaia, langsung mengguncang paddock.

Tanpa bertele-tele, Pecco mengakui bahwa masa depannya sudah ditentukan. Ia mengonfirmasi telah menandatangani kontrak untuk musim 2027. “Saya sudah membuat keputusan final. Tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi,” ucapnya dengan nada tenang, namun sarat makna. Kalimat sederhana itu cukup untuk memantik spekulasi besar di seluruh dunia balap.

Aroma Kuat Menuju Noale

Meski Pecco belum menyebutkan tim tujuannya secara gamblang, bisik-bisik di Buriram mengarah kuat ke markas Aprilia di Noale. Ada beberapa alasan logis yang membuat skenario ini terasa masuk akal.

Pertama, dinamika internal Ducati Lenovo Team disebut mulai bergeser. Ducati kabarnya ingin menjadikan talenta muda sensasional, Pedro Acosta, sebagai pusat proyek jangka panjang mereka. Situasi ini berpotensi membuat posisi Pecco tak lagi sepenuhnya menjadi prioritas utama.

Kedua, Aprilia dinilai sebagai pabrikan Eropa paling siap menantang dominasi Ducati secara teknis. Paket RS-GP yang semakin matang dianggap mampu memberikan Pecco senjata kompetitif untuk tetap berburu gelar.

Sementara itu, rumor ketertarikan dari Yamaha perlahan meredup. Penurunan performa di awal musim 2026 membuat opsi tersebut tampak terlalu berisiko bagi seorang juara dunia yang berada di puncak kariernya.

Dampak Besar Jelang Era 850cc

Jika benar Pecco akan meninggalkan Ducati pada akhir 2026, maka musim ini berpotensi menjadi tahun perpisahan yang sarat tensi. Konsekuensi teknisnya pun tidak main-main. MotoGP akan memasuki era regulasi mesin 850cc pada 2027, dan pengembangan motor generasi baru biasanya dimulai jauh sebelum musim bergulir.

Dalam skenario hengkang, hampir pasti Ducati akan membatasi keterlibatan Pecco dalam proyek 850cc demi menjaga rahasia teknis. Artinya, Pecco hanya akan mengendarai paket 2026 hingga akhir musim, tanpa akses ke arah pengembangan motor Ducati di masa depan.

Fokus atau Distraksi?

Keputusan yang diambil lebih awal ini memunculkan tanda tanya besar: apakah isu kontrak akan mengganggu fokus Pecco di musim 2026? Dari pantauan awal tes Buriram, ia tetap tampil profesional dan konsisten dalam long run. Namun, dinamika di dalam garasi Ducati diprediksi berubah, dengan perhatian tim mulai condong ke pembalap yang dipastikan bertahan.

Jika kepindahan ini benar terjadi, transfer Pecco akan menjadi salah satu manuver terbesar dalam sejarah MotoGP modern. Seorang ikon Ducati yang memilih tantangan baru di tengah pergantian era regulasi. Kini, semua mata tertuju pada pengumuman resmi. Apakah Noale benar-benar akan menjadi rumah baru Pecco Bagnaia, dan mampukah ia menaklukkan era 850cc bersama Aprilia?

Continue Reading

Moto GP

Bukan Skutik Biasa! Daytona Trevis 125 2026 Punya Gaya Eropa dan Konsumsi BBM Irit

Published

on

By

Skutik bergaya Eropa kembali mencuri perhatian lewat kehadiran Daytona Trevis 125 model tahun 2026. Motor matic ini hadir sebagai evolusi dari generasi sebelumnya, membawa sentuhan desain yang lebih modern sekaligus memenuhi standar emisi EURO 5+, menegaskan komitmennya terhadap efisiensi dan lingkungan.

Dari tampilan luar, aura elegan langsung terasa. Lampu depan kini mengusung teknologi LED terbaru yang dipadukan Daytime Running Light (DRL) berbentuk lengkung, memberi karakter tegas namun tetap stylish. Seluruh sistem pencahayaan, termasuk sein dan lampu belakang, sudah full LED sehingga tampil lebih modern dan visibilitas semakin optimal, terutama saat berkendara malam hari.

Masuk ke area kokpit, Trevis 125 2026 dibekali panel instrumen LCD digital yang simpel namun informatif. Pengendara dapat dengan mudah memantau kecepatan, putaran mesin, indikator bahan bakar, jarak tempuh, hingga jam. Kehadiran tombol hazard di setang juga menjadi nilai tambah untuk situasi darurat di jalan.

Urusan performa, skutik ini mengandalkan mesin 125 cc 4-katup yang dirancang untuk penggunaan harian. Karakter mesinnya halus, responsif, dan nyaman, dengan tenaga sekitar 10 hp serta torsi 9,6 Nm. Kombinasi tersebut cukup ideal untuk mobilitas perkotaan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Soal efisiensi, Daytona Trevis 125 2026 terbilang ramah di kantong. Konsumsi bahan bakarnya diklaim sekitar 2,8 liter per 100 km, menjadikannya pilihan menarik bagi pengendara yang membutuhkan motor irit untuk aktivitas sehari-hari. Sistem starter elektrik dan kick starter turut disematkan demi kepraktisan.

Aspek keselamatan juga mendapat perhatian serius. Skutik ini dibekali rem cakram di kedua roda yang dipadukan dengan Combined Braking System (CBS), membantu pengereman lebih seimbang. Ukuran roda depan 16 inci dan belakang 14 inci memberikan kestabilan ekstra saat melaju di berbagai kondisi jalan.

Tak hanya soal gaya dan performa, kepraktisan menjadi salah satu daya tarik utama. Dek rata, gantungan barang, bagasi bawah jok yang luas, kompartemen depan, rak bagasi belakang, hingga dua port USB untuk pengisian daya gawai membuat Trevis 125 2026 siap menemani aktivitas harian dengan lebih nyaman.

Untuk pasar Eropa, Daytona Trevis 125 2026 ditawarkan dengan harga sekitar 1.795 Euro atau setara Rp35 jutaan, tersedia dalam pilihan warna hitam doff dan abu-abu yang dipadukan jok merah. Sebuah skutik yang memadukan gaya Eropa, efisiensi, dan fungsionalitas dalam satu paket menarik.

Continue Reading

Trending