Moto GP
Rookie Indonesia Menggila! Veda Ega Pratama Langsung Tembus Elite Moto3 di Portimao
Aura optimisme mengalir kencang dari Autódromo Internacional do Algarve. Nama Veda Ega Pratama mendadak jadi sorotan setelah debut perdananya di tes pramusim Moto3 2026 sukses menggemparkan paddock.

Turun bersama Honda Team Asia, pembalap muda Indonesia ini langsung menunjukkan bahwa status rookie tak membuatnya gentar. Di lintasan yang dikenal ekstrem dengan elevasi naik-turun dan blind corner berbahaya, Veda justru tampil matang, tenang, dan sangat kompetitif.
Pada sesi tes 10 Februari 2026, Veda mencatatkan waktu terbaik 2 menit 02,545 detik, menempatkannya di posisi ke-7 overall—hasil yang luar biasa untuk pembalap yang baru pertama kali menunggangi Honda NSF250RW di Portimao.
Yang membuat pencapaian ini makin spesial, Veda sukses mengungguli sejumlah nama yang lebih berpengalaman. Ia berada jauh di depan rekan setimnya, Zen Mitani, serta melampaui rider Malaysia Hakim Danish. Bahkan jaraknya dengan pembalap tercepat sesi tersebut, Guido Pini dari Leopard Racing, hanya terpaut 1,3 detik—angka yang sangat kompetitif di level Moto3.

Lebih dari sekadar catatan waktu, yang paling mencuri perhatian adalah konsistensi dan efisiensi. Veda hanya membutuhkan 15 lap untuk menemukan limit terbaiknya, sebuah indikasi adaptasi instan dan pemahaman karakter motor yang cepat. Kecepatan rata-ratanya pun sejajar dengan rider papan atas Eropa, membuktikan nyali besar di tikungan-tikungan cepat Portimao.
Meski kondisi cuaca sempat tak bersahabat, pembalap asal Gunungkidul ini tetap tampil stabil tanpa terlihat panik. Tak heran jika media internasional mulai melirik gaya balapnya yang halus namun agresif—ciri khas rider masa depan.
Hasil tes ini menegaskan satu hal: Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap grid Moto3. Ia telah menempatkan dirinya sebagai salah satu ujung tombak Honda Team Asia di musim debutnya.
Jika tren ini berlanjut dan kondisi lintasan kering mendukung, bukan tidak mungkin Veda akan segera bertarung di barisan depan. Satu langkah kecil di tes pramusim, namun lompatan besar untuk Merah Putih di panggung Moto3 dunia.
🇮🇩🔥 Gas terus, Veda. Indonesia menunggu podium!
Moto GP
Veda Ega Pratama Crash di Moto3 Amerika 2026, Padahal Catat Lap Time Tercepat ke-4
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengalami insiden saat balapan Grand Prix of the Americas kelas Moto3 World Championship 2026 di Circuit of the Americas. Meski gagal finis akibat kecelakaan, data performa menunjukkan bahwa Veda sebenarnya termasuk salah satu pembalap tercepat di lintasan pada hari tersebut.
Sebelum insiden terjadi, rider Honda Team Asia itu mampu bersaing di grup depan dan mencatatkan waktu lap 2 menit 13,844 detik pada fase awal balapan. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pembalap dengan lap time tercepat ke-4 dari total 25 pembalap yang berlaga, hanya terpaut sekitar 0,427 detik dari lap tercepat milik Guido Pini sebagai pemenang balapan.

Performa Kompetitif Sejak Start
Sejak lampu start padam, Veda langsung menunjukkan kecepatan kompetitif dan mampu menjaga ritme balap bersama grup terdepan. Ia bahkan mampu mengimbangi pembalap papan atas seperti Máximo Quiles, yang dikenal memiliki kecepatan tinggi di lintasan teknis seperti COTA.
Data telemetri menunjukkan rata-rata kecepatan Veda mencapai sekitar 147,3 km/jam sebelum insiden terjadi. Hal ini menegaskan bahwa performanya berada pada level kompetitif yang berpotensi membawa hasil podium jika balapan berjalan tanpa kendala.
Highside di Fase Awal Balapan

Sayangnya, momentum positif tersebut terhenti setelah Veda mengalami kecelakaan tipe highside pada fase awal balapan, sekitar menit ke-10. Insiden ini memaksanya mengakhiri lomba lebih cepat dan dinyatakan DNF (Did Not Finish).
Kabar baiknya, kondisi pembalap dilaporkan aman tanpa cedera serius. Dalam balap motor, highside merupakan jenis kecelakaan yang biasanya terjadi ketika ban belakang kehilangan traksi secara tiba-tiba lalu kembali mencengkeram aspal secara mendadak, sehingga motor melempar pembalap.
Analisis Teknis: Faktor Ban dan Karakteristik Sirkuit
Beberapa faktor teknis kemungkinan berkontribusi terhadap insiden tersebut, salah satunya kondisi suhu ban yang belum sepenuhnya optimal. Pada sirkuit seperti Circuit of the Americas, pengelolaan suhu ban menjadi krusial karena kombinasi lintasan lurus panjang dan tikungan lambat.
Selain itu, tekanan untuk tetap menempel di grup depan juga membuat pembalap harus memaksimalkan performa motor sejak awal balapan. Membuka throttle terlalu agresif saat ban belum berada pada suhu kerja ideal dapat meningkatkan risiko kehilangan grip dan memicu highside.
Meski gagal finis, performa kecepatan yang ditunjukkan Veda menjadi indikator positif bagi perkembangan kariernya di ajang Moto3 musim 2026.
Moto GP
Marco Bezzecchi Hattrick di MotoGP Amerika 2026, Dominasi Aprilia di COTA
Pembalap Italia Marco Bezzecchi tampil dominan dengan meraih kemenangan ketiga secara beruntun (hattrick) pada seri MotoGP Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti kebangkitan Bezzecchi setelah hasil kurang maksimal pada sesi Sprint sehari sebelumnya.
Meski sempat berada di posisi kedua selepas start, pembalap Aprilia Racing itu langsung mengambil alih pimpinan lomba pada lap pembuka setelah pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, melakukan kesalahan di Tikungan 11. Sejak saat itu, Bezzecchi mampu menjaga ritme balap dengan konsisten hingga garis finis.

Pecahkan Rekor Lap Memimpin Beruntun
Kemenangan di COTA tidak hanya menambah koleksi podium, tetapi juga mencatatkan sejarah baru. Bezzecchi berhasil memecahkan rekor milik legenda MotoGP Jorge Lorenzo sebagai pembalap dengan jumlah putaran memimpin secara beruntun terbanyak.
Jika sebelumnya Lorenzo memegang rekor 103 lap, kini Bezzecchi berhasil mencatatkan 121 lap memimpin berturut-turut, menegaskan dominasi performa dan konsistensi balap sepanjang beberapa seri terakhir.
Meski sempat mengalami kontak yang merusak komponen aerodinamika bagian belakang motornya, performa Bezzecchi tetap stabil dan tidak terganggu secara signifikan.
Persaingan Podium Ketat di Belakang Bezzecchi
Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, berhasil mengamankan posisi kedua setelah menyalip Acosta di fase akhir balapan. Martin sempat mencoba mengejar sang pemimpin lomba, namun perbedaan ritme membuatnya memilih bermain aman dan finis sekitar dua detik di belakang.
Sementara itu, Acosta tetap mampu mempertahankan posisi podium meski melakukan beberapa kesalahan selama balapan. Podium ini menjadi salah satu hasil penting bagi pembalap muda asal Spanyol tersebut dalam menjaga konsistensi performa musim ini.

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, kembali menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keempat. Sedangkan juara dunia delapan kali Marc Marquez harus puas di posisi kelima setelah menjalani hukuman long lap penalty akibat insiden pada sesi Sprint.
Dominasi Aprilia dan Momentum Juara
Hasil MotoGP Amerika 2026 menegaskan kekuatan paket motor Aprilia RS-GP yang tampil kompetitif di lintasan teknis seperti COTA. Konsistensi kecepatan, manajemen ban, serta strategi balap yang matang menjadi faktor utama di balik dominasi Bezzecchi.
Dengan kemenangan hattrick ini, posisi Bezzecchi dalam perebutan gelar juara dunia semakin kuat. Jika performa stabil dapat dipertahankan, pembalap Italia tersebut berpotensi menjadi kandidat utama juara MotoGP musim 2026.

Moto GP
Veda Ega Pratama Lolos Q2 di Moto3 Amerika 2026, Modal Penting Menuju Perebutan Grid Depan
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan tiket langsung ke sesi Kualifikasi 2 (Q2) setelah menyelesaikan sesi practice Moto3 World Championship seri Amerika 2026. Sesi latihan tersebut berlangsung di Circuit of the Americas pada Sabtu dini hari WIB, dengan persaingan ketat sejak awal sesi.

Meski hanya menempati posisi ke-14 pada sesi practice, pembalap dari Honda Team Asia itu tetap berhasil masuk ke Q2 secara langsung. Hasil ini menjadi modal penting bagi Veda untuk memperbaiki posisi start dan bersaing lebih kompetitif pada sesi kualifikasi maupun balapan utama.
Adaptasi Cepat di Sirkuit Teknis COTA
Balapan di Circuit of the Americas (COTA) menjadi pengalaman baru bagi Veda. Sirkuit ini dikenal memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan tajam, perubahan elevasi, serta sektor pengereman yang menantang. Oleh karena itu, proses adaptasi menjadi kunci utama bagi pembalap muda tersebut.

Dalam pernyataannya, Veda mengaku fokus mempelajari layout lintasan, titik pengereman, serta area yang masih bisa ditingkatkan. Ia menilai hasil sesi practice ini bukan awal yang buruk, terutama karena target utama untuk lolos langsung ke Q2 berhasil dicapai.
Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi performa Veda, yang mampu menjaga ritme balap dan memaksimalkan peluang untuk masuk ke fase penentuan grid start.
Persaingan Ketat di Barisan Depan
Sesi practice Moto3 Amerika 2026 dikuasai oleh pembalap Máximo Quiles dari CFMOTO Aspar Team, yang mencatatkan waktu tercepat 2 menit 13,757 detik. Posisi kedua ditempati Guido Pini dari Leopard Racing, sementara posisi ketiga diraih Álvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo.
Sementara itu, posisi empat dan lima masing-masing ditempati oleh Matteo Bertelle dari LevelUp MTA serta Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3.
Dengan peluang yang masih terbuka lebar di sesi kualifikasi, Veda diharapkan mampu meningkatkan performa dan bersaing untuk posisi start yang lebih baik. Konsistensi, strategi balap, dan penguasaan lintasan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir pada seri Moto3 Amerika 2026.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor8 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
