Connect with us

Motor

Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa

Published

on

Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.

Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.

Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.

Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.

Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.

Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.

Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.

Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.

Motor

Fitur HSTC New Honda ADV160, Teman Setia Berkendara Aman Saat Libur Lebaran

Published

on

By

Menjelang momen libur Lebaran, keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama bagi pemotor yang harus melintasi jalur mudik panjang hingga kawasan wisata dengan kondisi jalan yang tak selalu ideal. Hujan, permukaan licin, hingga kontur jalan yang beragam kerap menjadi tantangan tersendiri di perjalanan.

Di sinilah New Honda ADV160 hadir sebagai partner perjalanan yang lebih menenangkan. Skutik petualang ini dibekali fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), sebuah sistem kontrol traksi pintar yang dirancang untuk menjaga stabilitas motor saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

HSTC bekerja dengan memantau perbedaan putaran roda dan secara otomatis mengatur torsi mesin ketika roda belakang terdeteksi kehilangan traksi. Hasilnya, akselerasi tetap terasa halus dan ban belakang tidak mudah selip, terutama saat melewati jalan basah, berpasir, atau permukaan yang tidak rata.

Manfaatnya sangat terasa di musim hujan. Dalam situasi tertentu, membuka gas di jalan licin sering membuat roda belakang terasa “ngesot” atau seperti ingin mendahului roda depan. Dengan HSTC, distribusi tenaga dijaga tetap seimbang, sehingga motor lebih patuh mengikuti arah kemudi dan pengendara bisa tetap percaya diri.

Tak hanya canggih, fitur ini juga mudah digunakan. Status HSTC dapat dipantau langsung melalui panel meter, sementara pengaktifan atau penonaktifan cukup dilakukan lewat tombol di setang kiri. Pengendara pun bebas menyesuaikan fitur ini sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dihadapi.

Memasuki libur Lebaran, kesiapan motor bukan hanya soal mesin prima dan ban tebal, tetapi juga dukungan teknologi keselamatan. Kehadiran HSTC pada New Honda ADV160 menjadi nilai tambah penting yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan sepanjang perjalanan—baik saat mudik maupun berwisata bersama keluarga.

Dengan teknologi ini, Honda kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya di kondisi berkendara sehari-hari.

Continue Reading

Motor Balap

Klasemen Sementara WorldSBK 2026: Bulega Tancap Gas Sejak Awal Musim

Published

on

By

Gelaran pembuka WorldSBK 2026 langsung menyajikan tensi tinggi. Balapan di Phillip Island Circuit, Minggu (22/2), menjadi panggung unjuk kekuatan bagi Nicolo Bulega yang tampil tanpa celah dan sukses mengunci puncak klasemen sementara.

Membela Aruba.it Racing Ducati, Bulega menunjukkan dominasi mutlak dengan menyapu bersih seluruh sesi balap di seri Australia—Race 1, Superpole Race, hingga Race 2. Torehan sempurna itu mengantarkannya mengoleksi 62 poin, sekaligus menciptakan jarak aman dari para rival sejak awal musim.

Di belakangnya, Axel Bassani dari tim bimota by Kawasaki Racing Team menempati posisi kedua dengan raihan 42 poin, sementara Yari Montella (Barni Spark Racing Team) menguntit di peringkat ketiga dengan 26 poin. Persaingan papan tengah pun tak kalah panas, dengan Lorenzo Baldassarri dan Alvaro Bautista masih berada dalam rentang poin yang sangat memungkinkan terjadinya pergeseran posisi pada seri berikutnya.

Klasemen Sementara Pembalap WorldSBK 2026

  • Nicolo Bulega – 62
  • Axel Bassani – 42
  • Yari Montella – 26
  • Lorenzo Baldassarri – 25
  • Alvaro Bautista – 19
  • Iker Lecuona – 19
  • Miguel Oliveira – 17
  • Tarran Mackenzie – 17
  • Alex Lowes – 16
  • Sam Lowes – 16
  • Danilo Petrucci – 16
  • Garrett Gerloff – 15
  • Andrea Locatelli – 14
  • Alberto Surra – 11
  • Tetsuta Nagashima – 7
  • Remy Gardner – 3
  • Stefano Manzi – 2
  • Ryan Vickers – 1
  • Bahattin Sofuoglu – 1

Hasil seri perdana ini menjadi sinyal kuat dominasi Ducati di awal musim, namun jarak poin yang masih terbuka lebar memastikan perebutan gelar WorldSBK 2026 bakal berlangsung sengit hingga akhir kalender. Musim baru baru saja dimulai, dan drama besar sudah menunggu di tikungan berikutnya. 🏁🔥

Continue Reading

Electric Vehicle

Land Moto District ADV: Motor Listrik Adventure Bergaya Rally dari Amerika yang Bikin Penasaran

Published

on

By

Nama Land Moto mungkin belum sepopuler pabrikan raksasa, namun langkah startup asal Amerika Serikat ini patut diperhitungkan. Menggarap seluruh proses mulai dari desain, pengembangan, hingga produksi secara mandiri dalam skala kecil, Land Moto konsisten menghadirkan sepeda motor listrik berkarakter modern dan unik. Setelah sukses dengan model street dan scrambler, kini mereka melempar kartu truf terbaru bertajuk District ADV, sebuah motor listrik adventure dengan aura rally klasik yang kuat.

Sebagai motor listrik yang disiapkan untuk petualangan, District ADV sudah dibekali fitur modern seperti pencahayaan full LED, panel instrumen TFT, serta sistem CAN bus yang terhubung langsung ke aplikasi smartphone. Namun demi menjaga karakter off-road yang murni, sistem pengeremannya masih mengandalkan rem konvensional tanpa ABS—keputusan yang membuatnya legal jalan raya di Amerika Serikat, meski belum memenuhi regulasi Uni Eropa.

Dari sisi performa, District ADV mengusung tenaga nominal 12 kW atau sekitar 16 hp, dengan output puncak mencapai 17 kW setara 23 hp. Kecepatan maksimumnya diklaim mampu menembus 60–70 mph, atau sekitar 110 km/jam—cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan ringan ke jalur tanah.

Keunggulan paling mencolok dari motor ini terletak pada bobotnya. Dengan berat hanya 113 kg, District ADV tergolong sangat ringan di kelas motor listrik adventure. Rangka tubular baja dirancang simpel namun kokoh, dipadukan dengan fairing depan bergaya reli klasik dan rak bagasi aluminium yang menegaskan identitas petualangnya.

Sektor kaki-kaki juga tak main-main. Garpu depan teleskopik terbalik serta suspensi belakang model kantilever hadir dengan pengaturan penuh, memberi fleksibilitas setelan sesuai medan. Roda jari-jari tubeless berukuran 17 inci depan-belakang dipasangkan dengan ban enduro ramping, siap menghadapi jalur aspal maupun tanah.

Motor listrik Enduro EVO menjadi sumber penggerak utama, diposisikan dekat poros lengan ayun untuk menjaga distribusi bobot tetap ideal. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui rantai, dan menariknya, District ADV juga dibekali fitur gigi mundur berkecepatan rendah untuk memudahkan manuver di area sempit atau medan sulit.

Baterai berkapasitas maksimal 5,5 kWh ditempatkan di tengah rangka, dengan waktu pengisian sekitar lima jam menggunakan stop kontak standar. Berkat sistem pengereman regeneratif, jarak tempuhnya diklaim mampu mencapai hingga 120 mil atau hampir 200 km, tergantung gaya berkendara.

Land Moto District ADV dipasarkan dalam dua varian. Ascent Edition hadir sebagai versi premium dengan harga USD 12.700 atau sekitar Rp213 jutaan, dibalut warna putih, pelek emas, serta panel bodi berbahan karbon tempa. Sementara versi standar ditawarkan lebih terjangkau di angka USD 11.200 atau setara Rp188 jutaan.

Dengan desain rally look, bobot ringan, dan karakter listrik yang berbeda, District ADV menjadi bukti bahwa motor listrik adventure tak harus membosankan—dan bisa tampil penuh jiwa petualang.

Continue Reading

Trending