Mobil
BYD Siap Masuk Formula 1, Tantang Ferrari dan McLaren!
Ambisi besar datang dari produsen kendaraan listrik asal China, BYD, yang dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah serius untuk terjun ke panggung balap paling prestisius di dunia, Formula 1.
Berdasarkan laporan Bloomberg, langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi global BYD untuk memperkuat pengenalan merek di pasar internasional. Jika rencana tersebut benar-benar terealisasi, BYD berpotensi menjadi penantang baru bagi tim-tim legendaris seperti Scuderia Ferrari dan McLaren Formula 1 Team.

Langkah ini juga sejalan dengan transformasi besar yang telah dilakukan BYD dalam beberapa tahun terakhir. Sejak Maret 2022, perusahaan tersebut resmi menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan sepenuhnya beralih pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Apabila benar bergabung, BYD akan menjadi pendatang baru dalam grid Formula 1 dalam waktu dekat. Sebelumnya, dunia balap juga telah menyambut kehadiran tim baru yaitu Cadillac Formula 1 Team, yang mendapat dukungan dari raksasa otomotif Amerika, General Motors.
Sebenarnya, Formula 1 sendiri sudah lama mengadopsi teknologi elektrifikasi. Selama lebih dari satu dekade terakhir, mobil balap F1 telah menggunakan sistem penggerak hybrid. Namun mulai musim 2026, regulasi baru terkait power unit akan membuat peran tenaga listrik menjadi jauh lebih dominan.
Dalam aturan terbaru tersebut, kontribusi tenaga listrik bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen dari total tenaga mobil.
Salah satu komponen yang mengalami peningkatan signifikan adalah MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic). Sistem ini kini mampu menghasilkan tenaga hingga 350 kW ke roda belakang, meningkat drastis dibandingkan generasi sebelumnya yang hanya 120 kW.
Meski begitu, mobil F1 tetap mempertahankan mesin V6 turbo 1.6 liter, yang bekerja selaras dengan sistem motor listrik untuk menghasilkan performa maksimal di lintasan.

Jika benar-benar masuk ke Formula 1, BYD kemungkinan akan memanfaatkan teknologi performa tinggi dari merek premiumnya, Yangwang.
Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Yangwang U9, sebuah hypercar listrik dengan teknologi platform e⁴ yang mengandalkan empat motor listrik independen.
Mobil ini memiliki tenaga sekitar 960 kW atau setara 1.287 hp, serta akselerasi yang sangat agresif dengan kemampuan melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,3 detik. Bahkan, varian ekstrem dari model tersebut disebut-sebut mampu menghasilkan tenaga hingga 3.000 hp.
Meski rumor keterlibatan BYD di F1 semakin kuat, hingga saat ini belum ada kepastian apakah perusahaan akan masuk sebagai tim baru di grid Formula 1 atau justru mengakuisisi tim yang sudah ada.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan kemungkinan kerja sama dengan Alpine F1 Team, tim yang saat ini berada di bawah naungan Renault Group.
Menariknya, Formula 1 bukan satu-satunya ajang balap yang sedang dilirik oleh BYD. Pabrikan ini juga disebut tertarik untuk menjajal kompetisi balap ketahanan dunia FIA World Endurance Championship.
Fenomena ini menandai semakin agresifnya pabrikan otomotif asal China dalam memperluas kiprah mereka di dunia motorsport global. Beberapa produsen lain juga mulai bergerak ke arah yang sama.
Misalnya Chery, yang dikabarkan tengah mempertimbangkan keikutsertaan dalam balapan legendaris 24 Hours of Le Mans, sementara NIO sudah lebih dulu terlibat di ajang Formula E selama lebih dari satu dekade.
Dengan berbagai rumor dan perkembangan yang terus bergulir, langkah BYD menuju dunia balap internasional jelas menjadi cerita menarik yang patut ditunggu. Jika ambisi ini benar-benar terwujud, bukan tidak mungkin peta persaingan teknologi di motorsport dunia akan memasuki babak baru yang lebih menarik.
Electric Vehicle
SAIC Z7T Resmi Diperkenalkan, Wagon Listrik Futuristis Hasil Kolaborasi SAIC dan Huawei
Industri kendaraan listrik kembali menghadirkan gebrakan baru. SAIC Motor bersama raksasa teknologi Huawei resmi memperkenalkan SAIC Z7T, sebuah mobil listrik bergaya station wagon atau shooting brake yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem mobil pintar di bawah payung Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA).

Model ini merupakan varian wagon dari sedan listrik SAIC Z7, sekaligus menjadi station wagon pertama yang lahir dari kolaborasi antara SAIC dan Huawei. Kehadirannya memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen yang menginginkan kombinasi desain stylish, teknologi canggih, dan ruang kabin yang lebih fungsional.
Dari gambar resmi yang dirilis pabrikan, SAIC Z7T tampil dengan balutan warna Mountain Green yang memberi kesan modern sekaligus elegan. Siluet bodinya memanjang ke belakang dengan garis atap khas wagon yang terlihat sporty namun tetap aerodinamis.

Detail desain lainnya juga menambah kesan futuristis. Pegangan pintu dibuat tersembunyi untuk meningkatkan aerodinamika, sementara kaliper rem berwarna merah memberikan sentuhan performa yang lebih agresif. Di bagian belakang, desainnya mengalami perubahan dari versi sedan dengan bentuk yang lebih membulat serta lampu belakang LED memanjang yang menciptakan tampilan modern dan premium.
Dari sisi teknologi, mobil ini diperkirakan mengadopsi sistem pencahayaan canggih yang sama dengan sedan Z7, yakni lampu dengan 408 titik pancaran laser yang memberikan visibilitas optimal. Tidak hanya itu, sensor LiDAR yang terpasang di atap juga menjadi indikasi kuat bahwa kendaraan ini akan dilengkapi sistem bantuan berkendara terbaru Huawei Qiankun ADS 4.0, sebuah teknologi yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara semi-otonom yang lebih aman dan cerdas.
Hingga saat ini, harga resmi SAIC Z7T memang belum diumumkan secara detail. Namun sebagai gambaran, sedan SAIC Z7 yang menjadi basisnya dipasarkan di China dengan kisaran harga 250.000 hingga 350.000 yuan.
Sejumlah informasi awal juga menyebutkan bahwa Z7T akan menggunakan platform Battery Electric Vehicle (BEV) murni dengan pilihan sistem penggerak roda belakang (RWD) maupun penggerak semua roda (AWD). Mobil ini diperkirakan hadir dengan dua opsi baterai, yakni 80 kWh dan 100 kWh, yang menjanjikan performa sekaligus jarak tempuh yang kompetitif di segmen kendaraan listrik premium.
Kolaborasi SAIC dan Huawei sendiri terus berkembang pesat melalui ekosistem HIMA yang kini mencakup beberapa merek seperti Aito, Luxeed, Stelato, Maextro, dan SAIC sebagai salah satu pilar utama pengembangan kendaraan listrik masa depan.
Kehadiran SAIC Z7T menjadi langkah strategis bagi SAIC dalam memperluas portofolio modelnya setelah sebelumnya menghadirkan SUV SAIC H5 serta sedan Z7 sebagai lini awal kendaraan listrik mereka.
Dengan desain yang elegan, teknologi pintar dari Huawei, serta karakter wagon yang jarang ditemui di segmen kendaraan listrik, Z7T berpotensi menjadi salah satu model yang menarik perhatian pasar global.
Kolaborasi Wuling dan Huawei Siapkan SUV Canggih Huajing S
Selain Z7T, kerja sama antara perusahaan otomotif dan Huawei juga berkembang di lini lain. SAIC-GM-Wuling tengah menyiapkan model SUV baru hasil kolaborasi dengan Huawei yang diberi nama Huajing S.
SUV ini direncanakan meluncur pada paruh pertama tahun 2026 dan akan menjadi model flagship enam penumpang yang menyasar segmen kendaraan kelas atas.
Huajing S akan dibekali sistem berkendara pintar Huawei Qiankun ADS 4 Pro serta kokpit digital HarmonySpace, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara berbasis teknologi cerdas.
Mobil ini akan dibangun menggunakan platform Tianyu L platform, arsitektur kendaraan milik SAIC-GM-Wuling yang mampu mendukung berbagai jenis kendaraan mulai dari mobil mikro hingga SUV besar.
Dari data regulasi yang telah diajukan di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Huajing S memiliki dimensi yang cukup besar dengan panjang 5.235 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.105 mm.
Versi yang tercantum dalam dokumen tersebut menggunakan sistem plug-in hybrid (PHEV) dengan pilihan baterai 31 kWh atau 41,9 kWh, yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 175 km berdasarkan standar WLTC.
Kolaborasi antara industri otomotif dan teknologi ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya soal tenaga dan efisiensi, tetapi juga integrasi kecerdasan digital yang semakin mendalam.
Mobil
George Russell Menang Dramatis di GP Australia, Buka Musim F1 2026 dengan Kemenangan
Musim baru Formula One akhirnya dimulai, dan George Russell langsung memberikan pernyataan kuat. Pembalap Mercedes-AMG Petronas Formula One Team tersebut berhasil meraih kemenangan pada seri pembuka Australian Grand Prix 2026 yang berlangsung di Albert Park Circuit, Melbourne.

Russell tampil impresif sepanjang balapan dan berhasil mengalahkan rekan setimnya Kimi Antonelli yang finis di posisi kedua, serta pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, yang melengkapi podium di posisi ketiga.
Balapan di Melbourne sudah dipenuhi drama bahkan sebelum lampu start padam. Harapan publik tuan rumah untuk melihat Oscar Piastri berlaga pupus setelah pembalap Australia tersebut mengalami kecelakaan saat reconnaissance lap sehingga gagal mengikuti balapan. Nasib serupa juga dialami Nico Hülkenberg, yang tidak bisa start akibat masalah teknis pada mobilnya saat installation lap.
Saat lomba dimulai, Leclerc yang memulai dari posisi keempat langsung menunjukkan agresivitasnya dengan melesat ke posisi terdepan di lap pertama. Russell yang start dari pole position harus turun ke posisi kedua, sementara Lewis Hamilton berhasil naik ke posisi ketiga meski memulai balapan dari grid ketujuh.

Pertarungan antara Russell dan Leclerc pun menjadi salah satu cerita utama balapan. Russell sempat merebut posisi pertama di lap kedua, tetapi Leclerc dengan cepat membalas pada lap berikutnya. Duel sengit keduanya terus berlanjut hingga lap kedelapan, ketika Russell kembali menyalip Leclerc sebelum pembalap Ferrari tersebut kembali mengambil alih posisi pada lap yang sama.
Balapan kemudian sedikit berubah ritme saat Isack Hadjar harus menghentikan mobilnya di lap ke-11 setelah mesin mobilnya mengeluarkan asap tebal. Insiden ini memicu virtual safety car, yang kemudian dimanfaatkan sejumlah tim untuk mengatur strategi pit stop.
Situasi balapan kembali berubah ketika Russell melakukan pit stop lebih awal. Hal ini sempat membuka peluang bagi Ferrari untuk memimpin balapan, terutama setelah Leclerc dan Hamilton bersaing di posisi depan.
Namun momentum kembali berpihak kepada Mercedes ketika Russell berhasil menyalip Hamilton di lap ke-28. Tak lama kemudian Hamilton masuk pit, sementara Kimi Antonelli naik ke posisi kedua di belakang Russell. Leclerc kembali menempati posisi ketiga, dengan Hamilton berada di posisi keempat setelah keluar dari pit.

Urutan tersebut akhirnya bertahan hingga bendera finis dikibarkan. Russell sukses meraih kemenangan pertama musim ini sekaligus menorehkan kemenangan keenamnya bersama Mercedes sejak bergabung pada 2022.
Di belakang para pembalap podium, juara dunia bertahan Lando Norris finis di posisi kelima setelah berhasil menahan tekanan dari Max Verstappen. Verstappen sendiri tampil impresif setelah memulai balapan dari posisi ke-20 dan berhasil menembus posisi enam besar.
Sementara itu, Oliver Bearman finis di posisi ketujuh, diikuti Arvid Lindblad yang sukses meraih poin pada debutnya di Formula 1. Gabriel Bortoleto finis kesembilan sekaligus memberikan poin perdana bagi tim Audi Formula 1 Team, sedangkan posisi sepuluh besar ditutup oleh Pierre Gasly.
Setelah balapan penuh drama di Australia, seri kedua musim Formula 1 2026 akan berlanjut di Chinese Grand Prix 2026 pada 15 Maret mendatang, sebelum para pembalap bertarung kembali di Japanese Grand Prix 2026 dua pekan setelahnya.
Kemenangan Russell di Melbourne menjadi sinyal bahwa persaingan musim ini berpotensi semakin sengit sejak awal musim.
Buat kamu yang doyan upgrade tampilan dan performa mobil, urusan velg jelas bukan sekadar soal gaya. Di dunia aftermarket, dua istilah yang paling sering terdengar adalah flow form dan forged. Sekilas terdengar mirip, tapi ternyata proses pembuatan dan karakter keduanya punya perbedaan cukup signifikan.
Menurut Widya Setiawan, pemilik Otomax Store, masih banyak pecinta otomotif yang mengira velg flow form dan forged dibuat dengan metode yang sama. Padahal, dari dapur produksinya saja, keduanya sudah menempuh jalur yang berbeda.
Velg flow form dibuat dari bahan metal yang dipanaskan hingga meleleh, lalu dituangkan ke dalam cetakan berbentuk ring. Setelah itu, material yang masih panas tersebut diproses dengan sistem vakum sehingga logam “memelar” dan membentuk bagian barrel velg. Proses ini membuat dinding velg menjadi lebih tipis dan ringan, tanpa mengorbankan kekuatan struktur karena menggunakan material metal khusus. Inilah alasan mengapa velg flow form banyak dipilih sebagai kompromi ideal antara bobot ringan, kekuatan, dan harga yang masih relatif terjangkau.

Sementara itu, velg forged atau tempa punya filosofi yang lebih ekstrem. Prosesnya dimulai dari blok aluminium padat berbentuk silinder. Blok ini kemudian “dipahat” secara presisi menggunakan mesin CNC hingga membentuk desain velg yang diinginkan. Setelah mendekati bentuk akhir, velg kembali dipanaskan dan divakum agar materialnya sedikit memelar, sehingga menghasilkan struktur yang lebih tipis, sangat ringan, namun dengan kekuatan maksimal.
Perbedaan proses ini membuat karakter keduanya terasa jelas di jalan. Flow form cocok untuk penggunaan harian dengan performa lebih baik dari velg cast biasa, sedangkan forged menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengejar performa tertinggi, baik untuk balap maupun mobil performa tinggi.

Jadi, sebelum memutuskan ganti velg, penting untuk memahami kebutuhan dan gaya berkendara kamu. Karena di balik tampilan yang menggoda, setiap velg punya cerita dan teknologi yang menentukan rasa berkendara.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
