Connect with us

Motor Balap

Veda Ega Pratama Resmi Gabung Red Bull Blue and Silver, Jejaknya Kini Selevel Para Bintang Dunia

Published

on

Kabar membanggakan datang dari dunia balap Tanah Air. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menjadi bagian dari program atlet Red Bull Blue and Silver, sebuah ekosistem pengembangan talenta motorsport yang telah melahirkan banyak bintang balap dunia.

Masuknya Veda ke dalam program bergengsi ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan kariernya. Tak hanya membuka peluang yang lebih besar di panggung balap internasional, pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia motorsport.

Bagi Veda, mengenakan atribut dengan logo banteng merah bukan sekadar simbol sponsor, melainkan mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.

“Banyak orang bermimpi menjadi atlet Red Bull Blue and Silver, dan itu juga mimpi saya sejak kecil. Sekarang mimpi itu benar-benar terwujud. Saya sangat senang dan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus berlatih dan mengejar mimpi-mimpi saya berikutnya,” ujar Veda dengan penuh semangat.

Di balik performanya yang semakin menonjol di lintasan, perjalanan Veda ternyata tidak selalu mudah. Di tengah kesibukannya mempersiapkan musim balap 2026, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan latihan.

Pembalap muda tersebut harus menjalani jadwal yang padat setiap harinya. Pagi hari ia tetap mengikuti kegiatan sekolah, sementara sesi latihan balap baru bisa dimulai pada sore hingga malam hari.

“Saya terus berlatih keras, bahkan selama musim dingin. Tapi saya tetap harus sekolah di pagi hari, jadi latihan biasanya dimulai dari sore sampai malam. Bagi saya, sekolah bukan alasan untuk tidak berlatih maksimal,” tegasnya.

Pada musim 2026 ini, Veda menargetkan mampu bersaing di barisan depan ajang Moto3 World Championship.

Langkah awalnya di musim ini terbilang menjanjikan. Ia berhasil finis di posisi kelima pada seri pembuka Thailand Grand Prix Moto3 2026 yang digelar pada 1 Maret lalu.

Setelah hasil positif tersebut, Veda kini bersiap menghadapi dua seri berikutnya, yakni Brazilian Grand Prix Moto3 2026 pada 20–22 Maret dan United States Grand Prix Moto3 2026 pada 27–29 Maret 2026.

Program Red Bull Blue and Silver sendiri dikenal sebagai salah satu sistem pembinaan atlet paling prestisius di dunia motorsport. Program ini telah melahirkan banyak juara dunia, termasuk bintang MotoGP Marc Márquez dan juara dunia Formula 1, Max Verstappen.

Dengan bergabungnya Veda dalam ekosistem tersebut, ia kini mendapatkan akses ke fasilitas pelatihan kelas dunia, dukungan pengembangan fisik dan mental atlet, serta jalur karier yang lebih terarah untuk menembus panggung balap Eropa dan dunia.

Langkah ini sekaligus menjadi harapan baru bagi Indonesia untuk kembali bersinar di arena balap internasional.

Moto GP

MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Faktor Situasi Timur Tengah Jadi Pertimbangan

Published

on

By

Perubahan besar terjadi dalam kalender MotoGP musim 2026. Seri Qatar Grand Prix 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada April kini resmi diundur hingga 8 November 2026, menyusul situasi geopolitik yang tengah berkembang di kawasan Timur Tengah.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi intens antara Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), promotor MotoGP Dorna Sports, serta otoritas penyelenggara lokal di Qatar. Langkah ini diambil demi memastikan seluruh rangkaian balapan dapat berlangsung dengan standar keamanan dan kenyamanan tertinggi bagi pembalap, tim, hingga para penggemar.

Dengan penjadwalan ulang tersebut, balapan yang digelar di Lusail International Circuit akan berlangsung pada 6–8 November 2026. Penyesuaian kalender ini juga dilakukan setelah berbagai skenario dianalisis untuk menjaga keseimbangan jadwal sepanjang musim kejuaraan dunia.

Perubahan jadwal Qatar turut berdampak pada dua seri terakhir musim ini. Portuguese Grand Prix 2026 di Autódromo Internacional do Algarve, Portimão, kini dijadwalkan berlangsung pada 22 November, sementara seri penutup musim, Valencian Grand Prix 2026, akan digelar pada 29 November 2026.

CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui pertimbangan matang bersama seluruh pihak terkait di paddock.

Menurutnya, keselamatan seluruh elemen yang terlibat dalam MotoGP—mulai dari pembalap, tim, ofisial hingga penonton—tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan Grand Prix.

Ezpeleta juga mengapresiasi dukungan dari penyelenggara di Portugal dan Valencia yang dinilai sangat kooperatif dalam membantu penyesuaian kalender musim ini agar tetap berjalan lancar.

Di sisi lain, Presiden Qatar Motor and Motorcycle Federation, Abdulrahman bin Abdullatif Al Mannai, menyatakan pihaknya sepenuhnya menghormati keputusan tersebut dan siap menyambut kembali seluruh tim dan penggemar di Lusail pada November mendatang.

Sementara itu, Presiden FIM Jorge Viegas menegaskan bahwa situasi geopolitik yang berkembang saat ini membuat faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.

Dengan kalender yang telah direvisi, MotoGP berharap seluruh rangkaian balapan musim 2026 tetap dapat berlangsung dengan standar profesional tertinggi serta memberikan pengalaman balap terbaik bagi para penggemar di seluruh dunia.

Continue Reading

Motor

M. Zidane Perkuat Ducati MX Team Indonesia di FMSCT Thailand Motocross 2026

Published

on

By

Perubahan strategi dilakukan oleh Ducati MX Team Indonesia menjelang lanjutan ajang FMSCT Thailand Motocross Championship 2026. Tim memutuskan merotasi susunan pembalap setelah salah satu andalannya, Diva Ismayana, mengalami cedera bahu serius pada putaran pertama yang berlangsung pada 15 Januari 2026.

Cedera tersebut membuat Diva harus menjalani prosedur operasi dan kini fokus menjalani program pemulihan serta fisioterapi secara bertahap sebelum kembali menggeber motor di lintasan.

Alih-alih memaksakan sang pembalap untuk segera kembali bertanding, tim memilih langkah yang lebih bijak dengan memprioritaskan proses pemulihan jangka panjang. Pendekatan ini mencerminkan standar profesional dalam dunia balap modern, di mana keselamatan serta keberlanjutan karier pembalap menjadi prioritas utama.

Untuk menjaga performa tim tetap kompetitif di ajang motocross internasional tersebut, Ducati MX Team Indonesia resmi menunjuk Mohammad Zidane Alnesa Pratama sebagai pengganti sementara Diva Ismayana.

Crosser muda asal Blitar, Jawa Timur itu dikenal memiliki karakter balap yang agresif dan penuh determinasi. Dengan pengalaman kompetitif yang dimilikinya, Zidane dinilai mampu menghadapi tantangan lintasan dan atmosfer persaingan di kejuaraan motocross Asia.

Zidane pun mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk memperkuat tim tersebut.

Menurutnya, kesempatan bergabung dengan Ducati MX Team Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia berkomitmen untuk segera beradaptasi dengan tim, membangun kerja sama yang solid, serta memberikan performa maksimal di setiap kesempatan.

Zidane juga memiliki target pribadi yang cukup jelas di ajang ini. Ia berharap dapat terus berkembang bersama tim, menjaga konsistensi performa, serta membangun chemistry yang kuat dengan seluruh kru.

“Setiap seri adalah proses belajar dan peningkatan bagi saya, baik secara teknik, fisik, maupun mental. Target saya tentu bisa tampil kompetitif di setiap sesi dan berusaha meraih podium untuk tim,” ujarnya.

Sementara itu, pembalap Ducati MX Team Indonesia lainnya, Hilman Maksum, akan difokuskan menjalani program persiapan khusus untuk menghadapi Kejurnas Motocross Indonesia 2026 yang dijadwalkan mulai pada 11–12 April 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan performa Hilman tetap optimal di kalender balap nasional sekaligus menjaga kondisi fisik dan teknisnya sepanjang musim kompetisi.

Manajer tim Johny Pranata menilai Zidane sebagai salah satu pembalap muda dengan potensi besar. Ia bahkan telah mengenal karakter dan etos kerja Zidane sejak ajang PON 2024 di Medan, ketika keduanya berada dalam satu tim kontingen Jawa Timur.

Menurut Johny, Zidane merupakan pembalap pekerja keras yang memiliki mental kompetitif tinggi serta disiplin yang sesuai dengan karakter tim.

Di sisi lain, Team Principal sekaligus pemilik tim Jimmy Budhijanto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar Ducati MX Team Indonesia untuk membawa pembalap Tanah Air bersaing di panggung internasional.

Baginya, membangun pembalap kelas dunia tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, pembinaan yang tepat, serta konsistensi dalam setiap kesempatan balapan.

Sementara itu, kabar baik datang dari proses pemulihan Diva Ismayana. Kondisi sang pembalap dilaporkan menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani program rehabilitasi yang difokuskan pada pemulihan mobilitas bahu serta penguatan otot penopang sebelum kembali menjalani latihan dengan motor Ducati Desmo450 MX.

Dengan formasi baru ini, Ducati MX Team Indonesia tetap menargetkan konsistensi performa di setiap putaran sekaligus membangun fondasi kuat bagi perkembangan tim sepanjang musim 2026.

Tim dijadwalkan kembali bertarung pada putaran 4 dan 5 FMSCT Thailand Motocross 2026 yang akan digelar pada 21–22 Maret 2026 di Mar Khanom Motocross Track, Thailand.

Bagi Ducati MX Team Indonesia, langkah ini bukan sekadar pergantian pembalap. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang untuk membawa talenta Indonesia bersinar di panggung motocross internasional.

Continue Reading

Moto GP

Motor Langsung Nyetel! Veda Ega Tembus Q2 di Moto3 Thailand 2026

Published

on

By

Sorotan publik langsung tertuju pada Veda Ega Pratama yang mencuri perhatian di hari pertama Moto3 Thailand 2026. Pembalap rookie asal Indonesia itu tampil tenang dan meyakinkan, memastikan tiket otomatis ke Q2 usai menuntaskan sesi latihan dengan hasil solid—peringkat keenam di FP1 dan posisi delapan pada sesi sore.

Penampilan tersebut menegaskan potensi besar yang telah ia perlihatkan sejak rangkaian tes pramusim. Kecepatan alami, rasa percaya diri, serta kemampuan membaca lintasan membuat Veda tampil matang, seolah bukan sedang menjalani akhir pekan Grand Prix perdananya.

“Seharian ini perasaan saya sangat positif. Motor terasa nyaman dan gaya berkendara saya juga menyatu, jadi saya menikmati hari pertama di akhir pekan balap pertama saya,” ujar Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia. Meski puas, ia tetap realistis. “Ini memang awal yang bagus, tapi masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk sesi berikutnya dan balapan.”

Pembalap muda itu menegaskan fokusnya tetap pada proses. Targetnya sederhana namun krusial: terus bekerja, mencoba setelan terbaik, dan tampil maksimal di kualifikasi. Lolos langsung ke Q2 memberinya suntikan kepercayaan diri, namun Veda menyadari akhir pekan masih panjang dan penuh tantangan.

Di sisi lain garasi, rookie lainnya Zen Mitani menjalani hari yang lebih berat. Ia menutup sesi Jumat di posisi ke-26 setelah sebelumnya berada di urutan ke-24 pada latihan pagi. Meski hasil belum memuaskan, progres tetap menjadi fokus utama.

“Hari ini cukup sulit. Feeling di atas motor meningkat setiap sesi, tapi catatan waktu belum ikut membaik. Itu yang harus kami cari penyebabnya,” ungkap Zen. Ia menyoroti minimnya rasa percaya diri di beberapa tikungan sebagai pekerjaan rumah utama yang kini sedang dibenahi bersama tim mekanik.

Dengan kualifikasi yang menanti, kedua pembalap dan kru kini memusatkan perhatian pada detail-detail kecil yang bisa menjadi pembeda. Tujuannya jelas: memperkuat performa, mengunci posisi start ideal, dan menatap balapan hari Minggu dengan keyakinan penuh.

Continue Reading

Trending