Connect with us

Moto GP

Motor Langsung Nyetel! Veda Ega Tembus Q2 di Moto3 Thailand 2026

Published

on

Sorotan publik langsung tertuju pada Veda Ega Pratama yang mencuri perhatian di hari pertama Moto3 Thailand 2026. Pembalap rookie asal Indonesia itu tampil tenang dan meyakinkan, memastikan tiket otomatis ke Q2 usai menuntaskan sesi latihan dengan hasil solid—peringkat keenam di FP1 dan posisi delapan pada sesi sore.

Penampilan tersebut menegaskan potensi besar yang telah ia perlihatkan sejak rangkaian tes pramusim. Kecepatan alami, rasa percaya diri, serta kemampuan membaca lintasan membuat Veda tampil matang, seolah bukan sedang menjalani akhir pekan Grand Prix perdananya.

“Seharian ini perasaan saya sangat positif. Motor terasa nyaman dan gaya berkendara saya juga menyatu, jadi saya menikmati hari pertama di akhir pekan balap pertama saya,” ujar Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia. Meski puas, ia tetap realistis. “Ini memang awal yang bagus, tapi masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk sesi berikutnya dan balapan.”

Pembalap muda itu menegaskan fokusnya tetap pada proses. Targetnya sederhana namun krusial: terus bekerja, mencoba setelan terbaik, dan tampil maksimal di kualifikasi. Lolos langsung ke Q2 memberinya suntikan kepercayaan diri, namun Veda menyadari akhir pekan masih panjang dan penuh tantangan.

Di sisi lain garasi, rookie lainnya Zen Mitani menjalani hari yang lebih berat. Ia menutup sesi Jumat di posisi ke-26 setelah sebelumnya berada di urutan ke-24 pada latihan pagi. Meski hasil belum memuaskan, progres tetap menjadi fokus utama.

“Hari ini cukup sulit. Feeling di atas motor meningkat setiap sesi, tapi catatan waktu belum ikut membaik. Itu yang harus kami cari penyebabnya,” ungkap Zen. Ia menyoroti minimnya rasa percaya diri di beberapa tikungan sebagai pekerjaan rumah utama yang kini sedang dibenahi bersama tim mekanik.

Dengan kualifikasi yang menanti, kedua pembalap dan kru kini memusatkan perhatian pada detail-detail kecil yang bisa menjadi pembeda. Tujuannya jelas: memperkuat performa, mengunci posisi start ideal, dan menatap balapan hari Minggu dengan keyakinan penuh.

Moto GP

F-Duct Aprilia Jadi Sorotan di MotoGP Thailand 2026

Published

on

By

Inovasi aerodinamika kembali menjadi topik panas di dunia MotoGP. Kali ini perhatian tertuju pada teknologi yang digunakan Aprilia Racing pada motor Aprilia RS‑GP dalam seri MotoGP Thailand 2026.

Sistem yang disebut sebagai F-Duct memicu berbagai spekulasi di paddock setelah performa Aprilia terlihat sangat kompetitif di Sirkuit Buriram. Namun CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa teknologi tersebut sepenuhnya legal dan tidak melanggar regulasi.

Meski detail fungsi sistem tersebut belum dijelaskan secara terbuka, Rivola memastikan bahwa konsep aerodinamika tersebut telah dirancang sesuai aturan teknis MotoGP. Ia bahkan mengakui tidak akan terkejut jika suatu saat tim lain mencoba mengadopsi konsep serupa.

Perhatian banyak pihak tertuju pada dua ventilasi kecil yang berada di bagian atas sayap depan RS-GP. Saluran udara tersebut terhubung dengan ventilasi keluar di sisi motor, tepat di bawah posisi siku pembalap saat berada dalam posisi balap.

Menariknya, bagian ventilasi tersebut dilengkapi lapisan karet di sekelilingnya. Hal ini memunculkan teori bahwa pembalap bisa menutup aliran udara ketika melaju di lintasan lurus, sehingga menciptakan efek aerodinamika tertentu yang membantu meningkatkan kecepatan.

Dalam regulasi MotoGP, perangkat aerodinamika yang dapat bergerak secara aktif memang dilarang. Namun aturan tersebut lebih merujuk pada komponen yang memiliki mekanisme penyesuaian otomatis atau berubah bentuk akibat beban tertentu.

Karena itu, Rivola menegaskan tidak ada pelanggaran pada konsep yang digunakan Aprilia.

Menurutnya, pengembangan aerodinamika memang menjadi salah satu kunci performa kuat RS-GP sepanjang akhir pekan balapan di Thailand.

Dominasi Aprilia bahkan terlihat jelas ketika para pembalapnya mampu menempati empat dari lima posisi teratas di klasemen balapan. Hanya Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing yang berhasil memecah dominasi tersebut.

Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Márquez sebenarnya sempat berada di jalur perebutan podium sebelum mengalami masalah teknis pada pelek roda menjelang akhir lomba.

Rivola menyebut bahwa pengembangan aerodinamika menjadi salah satu fokus utama Aprilia dalam beberapa musim terakhir. Setiap detail kecil pada desain motor terus disempurnakan untuk meningkatkan performa di lintasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengembangan melalui simulasi CFD dan pengujian wind tunnel kini semakin efektif, sehingga setiap pembaruan aerodinamika yang diperkenalkan dapat langsung bekerja dengan baik di lintasan.

Meski tampil impresif sepanjang akhir pekan di Buriram, Aprilia sebenarnya hampir mencatat hasil yang lebih sempurna. Peluang tersebut sempat terbuka saat Marco Bezzecchi memimpin balapan sprint pada hari Sabtu, sebelum akhirnya terjatuh dan kehilangan kesempatan meraih kemenangan.

Bagi tim lain yang tertarik meniru konsep F-Duct, regulasi MotoGP juga menjadi faktor penting. Dalam satu musim balap, sebagian besar tim hanya diperbolehkan melakukan satu pembaruan paket aerodinamika.

Pengecualian diberikan kepada Monster Energy Yamaha MotoGP, yang memiliki status konsesi sehingga diizinkan melakukan dua pembaruan aerodinamika dalam satu musim.

Dengan inovasi seperti ini, persaingan teknologi di MotoGP semakin menarik. Detail kecil pada desain motor kini bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan kemenangan di lintasan.

Continue Reading

Moto GP

Klasemen MotoGP 2026: Konsistensi Pedro Acosta Menggema, Marc Marquez Tertekan di Awal Musim

Published

on

By

Awal musim MotoGP 2026 langsung menghadirkan peta persaingan yang menarik. Berdasarkan laporan Crash.net, performa stabil yang ditunjukkan Pedro Acosta mengantarkannya ke puncak klasemen sementara kejuaraan dunia.

Pembalap Red Bull KTM itu tampil nyaris sempurna di seri pembuka Thailand. Kemenangan di Sprint Race yang disusul finis kedua pada balapan utama menjadi modal kuat Acosta untuk langsung memberi tekanan kepada para rivalnya sejak awal musim.

Sementara itu, Marco Bezzecchi harus membayar mahal insiden terjatuh saat memimpin Sprint Race. Meski sukses menebusnya dengan kemenangan di race utama Buriram, rider Aprilia tersebut tetap kehilangan poin krusial dan kini tertinggal tujuh angka dari Acosta.

Nasib berbeda dialami juara bertahan Marc Marquez. Akhir pekan yang penuh tantangan membuatnya gagal memaksimalkan potensi. Finis kedua di sprint sempat memberi harapan, namun kendala ban di penghujung balapan utama memaksanya puas di posisi keempat. Hasil tersebut membuat Marquez sudah tertinggal 23 poin dari pimpinan klasemen—situasi yang jarang terjadi di awal musim.

Di barisan penantang, Raul Fernandez menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Trackhouse Aprilia. Dua kali finis ketiga, baik di sprint maupun balapan utama, mengantarkannya ke posisi tiga besar klasemen sementara.

Dari kubu Ducati, Fabio Di Giannantonio menjadi rider paling kompetitif dengan menempati posisi ketujuh klasemen. Sementara Francesco Bagnaia masih belum menemukan performa terbaiknya dan kini terpaut satu poin dari Marc Marquez.

Dengan jarak poin yang masih relatif rapat dan performa Acosta yang langsung stabil sejak seri pertama, MotoGP 2026 dipastikan akan berjalan panas. Tekanan sudah terasa, dan musim baru ini menjanjikan duel panjang penuh drama di lintasan.

Continue Reading

Moto GP

Sejarah Baru di Buriram, Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Moto3 Thailand 2026

Published

on

By

Debut manis langsung ditorehkan Veda Ega Pratama di panggung Moto3 dunia. Tampil untuk pertama kalinya di musim Moto3 2026, pembalap muda Indonesia itu sukses mengakhiri balapan Moto3 Thailand dengan finis di posisi kelima—sebuah pencapaian bersejarah bagi Merah Putih.

Start dari grid kelima hasil kualifikasi impresif, Veda langsung menunjukkan mental bertarung sejak lampu start padam. Sepanjang lap awal, ia tampil agresif dan berani menekan grup terdepan, bahkan sempat mencicipi posisi tiga besar di tengah ketatnya persaingan.

Meski sempat melakukan kesalahan kecil di pertengahan lomba yang membuatnya turun satu posisi, Veda tak kehilangan fokus. Dengan ketenangan dan ritme balap yang matang, ia mampu bangkit, menjaga konsistensi, dan mengamankan finis P5 hingga bendera kotak-kotak dikibarkan.

Balapan Moto3 Thailand 2026 sendiri dimenangi oleh David Almansa, diikuti Maximo Quiles dan Valentin Perrone. Namun sorotan utama justru tertuju pada Veda, yang mencatatkan hasil finis terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di kelas Moto3.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa musim 2026 bisa menjadi awal perjalanan besar Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia. Buriram bukan sekadar seri pembuka, melainkan panggung pembuktian bahwa talenta Indonesia kini benar-benar siap bersaing di level tertinggi.

Continue Reading

Trending