Connect with us

WSBK

FIM Resmi Tetapkan Regulasi Baru WorldSBK Musim 2026, Ada Perubahan pada Prosedur Start dan Pit Lane

Published

on

Komisi Superbike FIM resmi menetapkan sejumlah regulasi baru yang akan mulai berlaku pada musim WorldSBK 2026. Keputusan tersebut telah disetujui oleh Permanent Bureau, sementara rincian lengkap regulasi kini sudah tersedia melalui situs resmi FIM.

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian utama adalah revisi pada prosedur penundaan start atau Start Delayed Procedure.

Mulai musim 2026, apabila status Start Delayed diumumkan ketika seluruh pembalap sudah berada di posisi start grid, maka hitung mundur menuju warm up lap akan dimulai ulang dari papan 5 menit.

Sebelumnya, prosedur tersebut hanya dimulai kembali dari papan 3 menit.

Perubahan ini dilakukan untuk memberi waktu tambahan bagi tim dan pembalap dalam mempersiapkan diri ketika terjadi penundaan menjelang start.

Aturan tersebut juga tidak hanya berlaku di WorldSBK, tetapi diterapkan untuk seluruh seri FIM Circuit Racing Championships.

Selain itu, FIM juga memperketat aturan terkait pelanggaran batas kecepatan di pit lane.

Mulai musim depan, pembalap yang melanggar speed limit di area pit lane akan langsung dikenai denda resmi dari FIM WorldSBK Stewards.

Jika pelanggaran serupa terjadi lebih dari satu kali, nominal denda akan ditingkatkan secara bertahap.

Bahkan, hukuman yang lebih berat dapat diberikan apabila pelanggaran dilakukan dengan kecepatan yang jauh melebihi batas yang ditentukan atau jika terjadi akumulasi pelanggaran dalam satu musim.

Regulasi baru ini menjadi bagian dari langkah FIM untuk meningkatkan keselamatan balap sekaligus menjaga keteraturan jalannya kompetisi di paddock maupun di lintasan.

Dengan aturan yang lebih tegas, seluruh tim dan pembalap WorldSBK dipastikan harus beradaptasi lebih cepat sebelum musim 2026 resmi dimulai.

Motor Balap

Nicolo Bulega Tak Terbendung! Sapu Bersih Race 2 Hungaria dan Pecahkan Rekor

Published

on

By

Dominasi World Superbike Championship 2026 semakin mengerikan lewat performa Nicolo Bulega. Pada Race 2 di Balaton Park Circuit, pembalap Ducati tersebut kembali meraih kemenangan sekaligus memperpanjang rekor menjadi 16 kemenangan beruntun.

Tak hanya itu, Bulega juga sukses menyapu bersih 12 kemenangan dari 12 balapan musim ini dan mencatatkan 25 podium berturut-turut—menyamai rekor sepanjang sejarah WorldSBK. Awal musimnya jelas masuk kategori paling dominan dalam sejarah kejuaraan ini.


Tekanan Lecuona Tak Cukup, Ducati Tetap Superior

Di belakang Bulega, Iker Lecuona sempat memberikan tekanan serius. Sepanjang balapan, ia menjaga jarak di bawah satu detik. Namun, memasuki lap-lap akhir, gap melebar hingga 2,5 detik—menegaskan konsistensi pace Bulega yang sulit ditandingi.

Podium ketiga diamankan oleh Yari Montella yang tampil solid sejak awal. Ia memanfaatkan kesalahan Lorenzo Baldassarri dan Alvaro Bautista di tikungan 15 untuk mengunci posisi.


Persaingan Ketat di Grup Tengah

Baldassarri sempat mencoba comeback di lap akhir, namun gagal menyalip Montella dan harus puas finis keempat. Posisi lima besar ditutup oleh Garrett Gerloff sebagai pembalap non-Ducati terbaik.

Sementara itu, performa impresif ditunjukkan Sam Lowes yang naik dari posisi 11 ke posisi 6. Di belakangnya, Remy Gardner dan Stefano Manzi membawa Yamaha masuk 10 besar, dengan Manzi mencatatkan top 10 pertamanya di WorldSBK.


Bulega Makin Dekat Gelar Dunia

Dengan performa nyaris sempurna sejauh ini, Nicolo Bulega semakin mengukuhkan diri sebagai kandidat terkuat juara dunia WorldSBK 2026. Konsistensi, kecepatan, dan minim kesalahan menjadi kunci dominasinya musim ini.

Continue Reading

Motor

Aldi Satya Mahendra Siap Bangkit di Sisa Musim World Supersport 2026

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia Aldi Satya Mahendra menunjukkan semangat juang tinggi dalam menghadapi persaingan ketat di ajang FIM Supersport World Championship musim 2026. Pada seri ketiga yang berlangsung di TT Circuit Assen pada 17–19 April, Aldi berhasil mengamankan poin penting meski harus melewati balapan yang penuh tantangan.

Memulai balapan dari posisi grid ke-22, rider binaan Yamaha Racing Indonesia ini memperlihatkan progres signifikan, khususnya pada race kedua. Ia sempat melesat hingga posisi enam pada beberapa lap awal, menunjukkan potensi kecepatan dan daya saing yang semakin meningkat di level internasional.

Namun, insiden senggolan dengan pembalap lain membuat ritme balap terganggu dan memaksanya turun posisi hingga akhirnya finis di urutan ke-14. Sementara pada race pertama, pembalap asal Yogyakarta tersebut menyelesaikan balapan di posisi ke-15, tetap membawa pulang poin penting untuk klasemen sementara.


Modal Poin dan Kepercayaan Diri Jelang Seri Berikutnya

Tambahan tiga poin dari seri Assen menjadi modal berharga bagi Aldi Satya Mahendra untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi sembilan seri tersisa musim ini. Persaingan di kelas World Supersport memang dikenal sangat kompetitif, di mana selisih performa antar pembalap sering kali sangat tipis.

Saat ini, Aldi menempati posisi ke-12 klasemen sementara dengan total 26 poin. Meski masih dalam proses pemulihan cedera pergelangan tangan, ia tetap menunjukkan determinasi tinggi untuk terus berkembang dan memperbaiki performa di setiap seri.

Semangat pantang menyerah menjadi salah satu kekuatan utama pembalap muda Indonesia ini dalam menghadapi tekanan kompetisi balap dunia.


Target Bangkit di Balaton Park Circuit

Seri berikutnya akan digelar di Balaton Park Circuit, Hungaria, yang diprediksi menjadi momentum penting bagi kebangkitan performa Aldi Satya Mahendra.

Tim AS BLU CRU Racing Team terus melakukan evaluasi teknis dan strategi balap untuk memastikan performa motor dan kondisi fisik pembalap semakin optimal. Dukungan penuh dari manajemen dan pengalaman balap yang terus bertambah menjadi faktor penting dalam proses peningkatan performa.

Jika mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap peluang, bukan tidak mungkin Aldi akan kembali bersaing di papan tengah hingga zona poin dalam beberapa seri ke depan.

Continue Reading

WSBK

Race 2 WorldSBK Belanda 2026: Nicolo Bulega Samai Rekor Toprak Razgatlioglu, Ducati Dominasi Assen

Published

on

By

Pembalap Italia Nicolo Bulega kembali mencatatkan sejarah di ajang Superbike World Championship setelah meraih kemenangan pada Race 2 seri Belanda 2026 yang digelar di sirkuit legendaris TT Circuit Assen.

Kemenangan ini terasa spesial karena membuat Bulega sukses menyamai rekor kemenangan beruntun milik Toprak Razgatlioglu, yakni 13 kemenangan berturut-turut di WorldSBK. Catatan impresif tersebut menunjukkan dominasi luar biasa dari rider tim Aruba.it Racing – Ducati sepanjang awal musim 2026.

Dengan performa yang konsisten dan minim kesalahan, Bulega kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara WorldSBK 2026 dan mulai disebut sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara dunia musim ini.


Balapan Ketat Sejak Start, Bulega Harus Berjuang Rebut Posisi

Meski memulai balapan dari pole position dan langsung meraih holeshot di Tikungan 1, kemenangan Nicolo Bulega tidak diraih dengan mudah. Persaingan sengit langsung terjadi sejak lap awal.

Posisinya sempat direbut oleh:

  • Sam Lowes
  • Iker Lecuona

Pada lap kedua, Sam Lowes bahkan sempat memimpin jalannya balapan dan mempertahankan posisi terdepan dari tekanan Lecuona. Namun pada awal lap ketiga, Lecuona berhasil mengambil alih posisi pertama.

Tidak butuh waktu lama bagi Bulega untuk merespons. Ia melakukan manuver agresif dengan menyalip Lowes di Tikungan 4, lalu mengambil kembali posisi terdepan dari Lecuona di akhir lap ketiga.

Sejak momen tersebut, ritme balapan berubah drastis.


Dominasi Ducati, Enam Besar Dikuasai Panigale V4 R

Setelah kembali memimpin, Nicolo Bulega mulai memperlebar jarak secara konsisten. Memasuki lap kesembilan, keunggulannya sudah lebih dari satu detik.

Saat bendera finis dikibarkan, ia unggul hingga:

2,7 detik

Podium Race 2 sepenuhnya dikuasai motor Ducati Panigale V4 R, menunjukkan dominasi teknis dan performa pabrikan Italia tersebut di lintasan Assen.

Urutan teratas:

  1. Nicolo Bulega
  2. Iker Lecuona
  3. Sam Lowes

Dominasi Ducati semakin terlihat karena:

6 posisi teratas semuanya menggunakan Ducati

Sementara pembalap non-Ducati terbaik adalah:

  • Xavi Vierge — posisi 7 (Yamaha)
  • Danilo Petrucci — posisi 9 (BMW)
  • Jonathan Rea — posisi 19 (Honda)

Bulega Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Kemenangan di Assen membuat Nicolo Bulega memperlebar jarak di klasemen sementara WorldSBK 2026.

Keunggulan poin saat ini:

69 poin

Setelah tiga putaran awal musim, performa konsisten dan kemenangan beruntun membuatnya menjadi:

Favorit kuat juara dunia WorldSBK 2026

Jika tren kemenangan ini berlanjut, bukan tidak mungkin Bulega akan memecahkan rekor baru dalam sejarah WorldSBK.

Continue Reading

Trending