Motor Balap
Aldi Mahendra Catat Fastest Lap dan Raih Podium di WorldSSP Misano 2026
Pembalap muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra, kembali menunjukkan perkembangan pesatnya di ajang FIM World Supersport Championship 2026. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia yang memperkuat AS bLU cRU Racing Team sukses meraih podium ketiga pada Race 2 putaran ketujuh yang berlangsung di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (14/6/2026).
Bukan hanya berhasil naik podium, Aldi juga mencuri perhatian publik balap dunia setelah mencatatkan lap tercepat balapan. Catatan waktu tersebut menjadi bukti bahwa kecepatan rider asal Bantul, Yogyakarta, itu mampu bersaing dengan para pembalap papan atas World Supersport musim ini.

Sejak lampu start padam, Aldi langsung tampil agresif dan konsisten menjaga ritme balap. Ia beberapa kali terlibat duel ketat dalam perebutan posisi depan. Kematangan dalam mengelola ban dan strategi balap membuatnya mampu bertahan di kelompok teratas hingga akhir perlombaan.
Momentum terbaik Aldi terjadi pada lap kelima. Saat itu ia mencatatkan waktu 1 menit 37,518 detik, yang menjadi fastest lap Race 2 WorldSSP Misano 2026. Torehan tersebut sekaligus menegaskan bahwa performa Yamaha R9 yang digunakannya mampu tampil kompetitif di lintasan teknikal seperti Misano.
Memasuki lap-lap akhir, persaingan semakin ketat. Namun Aldi tetap mampu menjaga fokus dan mempertahankan kecepatannya hingga menyentuh garis finis di posisi ketiga. Ia hanya terpaut 3,160 detik dari pemenang balapan, Albert Arenas, yang tampil dominan sepanjang race.
Podium di Misano menjadi podium kedua Aldi pada musim 2026 setelah sebelumnya berhasil finis kedua pada seri pembuka di Phillip Island, Australia. Hasil ini memperlihatkan peningkatan signifikan dari rider berusia muda tersebut dalam menjalani musim debut penuhnya di level World Supersport.
Tambahan poin penting dari Misano membuat Aldi kini berhasil menembus 10 besar klasemen sementara WorldSSP 2026 dengan total 95 poin. Ia hanya berjarak lima poin dari posisi kesembilan yang ditempati Jeremy Alcoba, sehingga peluang untuk terus merangkak naik masih sangat terbuka.

Dengan tren performa yang terus meningkat, Aldi kini menatap putaran berikutnya di Donington Park, Inggris, yang dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Juli 2026. Karakter sirkuit yang teknikal diprediksi dapat menjadi peluang bagi Aldi untuk kembali berburu podium bahkan kemenangan pertamanya di World Supersport.
Keberhasilan mencetak podium dan fastest lap di Misano menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini memiliki pembalap yang mampu bersaing di level internasional. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Aldi Mahendra akan menjadi salah satu kandidat kuat perebut posisi lima besar klasemen WorldSSP musim ini.
Event
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran 2 Terapkan Regulasi Baru Standar FIM
Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 kembali memasuki putaran kedua yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain menghadirkan persaingan sengit antar pembalap nasional, seri kali ini juga membawa sejumlah perubahan penting melalui penerapan regulasi baru yang mengacu pada standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi balap nasional agar semakin profesional, kompetitif, dan sejalan dengan regulasi balap internasional.

Enam Kelas Balap Siap Meramaikan Putaran Kedua
Pada putaran kedua musim 2026, MRS mempertandingkan empat kelas Kejuaraan Nasional (Kejurnas), yaitu:
- National Sport 150 (NS150)
- National Sport 250 (NS250)
- Supersport 600 (SS600)
- Indonesia Junior Talent Cup (IJTC/Junior Sport 150 U-15)
Selain kelas utama, penyelenggara juga menghadirkan dua kelas pendukung yang menjadi wadah pembinaan pembalap muda, yakni:
- Underbone 150
- Junior Sport 250 U-18
Seluruh kelas diprediksi kembali menyuguhkan persaingan ketat antara tim-tim terbaik Indonesia dalam memperebutkan poin klasemen musim 2026.
Empat Regulasi Baru Mengacu Standar FIM
Salah satu perhatian utama pada putaran kedua adalah diberlakukannya sejumlah regulasi baru yang mengikuti standar FIM demi meningkatkan aspek keselamatan dan sportivitas balapan.
Berikut perubahan aturan yang mulai diterapkan:
1. Jump Start Berujung Double Long Lap Penalty
Pembalap yang melakukan jump start kini akan menerima hukuman berupa dua kali Long Lap Penalty (Double Long Lap Penalty).
Sanksi ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menjaga fairness saat start balapan berlangsung.
2. Kendala Teknis Saat Kualifikasi
Apabila pembalap gagal mencatatkan waktu pada sesi kualifikasi akibat kendala teknis, mereka tetap diperbolehkan mengikuti balapan.

Namun, pembalap wajib melapor kepada Race Direction dan akan memulai balapan dari Pit Exit, bukan dari posisi grid.
3. Jumlah Lap NS250 Ditambah
Untuk meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menguji konsistensi performa pembalap dan motor, jumlah lap pada kelas National Sport 250 resmi bertambah dari 10 lap menjadi 12 lap.
Perubahan ini diperkirakan akan memberikan tantangan strategi baru bagi tim maupun pembalap.
4. Material Pelek Sport 150 Dibebaskan
Regulasi baru juga memberikan keleluasaan penggunaan material pelek pada kelas National Sport 150.
Meski demikian, pelek tetap wajib memenuhi ukuran minimum sesuai regulasi serta berasal dari produk yang telah terdaftar dan disetujui oleh IMI.
Pertamina Terus Dukung Kemajuan Motorsport Nasional
Sebagai sponsor utama, Pertamina kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia balap nasional melalui Pertamina Mandalika Racing Series.
Melalui semangat “Energizing Indonesia”, Pertamina tidak hanya menyediakan energi berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembinaan talenta muda, peningkatan prestasi pembalap Indonesia, serta mendukung ekosistem motorsport nasional menuju level internasional.
Dengan penerapan regulasi baru yang lebih profesional, MRS 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu kompetisi balap nasional dengan standar penyelenggaraan yang semakin mendekati kejuaraan dunia.
Motor
Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship Estoril 2026
Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, kembali mengharumkan nama bangsa di pentas balap internasional setelah berhasil meraih kemenangan perdananya di ajang FIM Moto3 Junior World Championship 2026 yang berlangsung di Sirkuit Estoril, Portugal.
Rider berusia 16 tahun yang membela Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut tampil luar biasa sepanjang balapan. Mengawali race dari posisi ketujuh, Ramadhipa menunjukkan kepercayaan diri tinggi sejak lampu start padam dan langsung merangsek ke grup terdepan yang bertarung memperebutkan kemenangan.

Mengendarai motor Honda NSF250RW, pembalap asal Indonesia itu mampu menjaga ritme balap secara konsisten sepanjang 16 lap perlombaan. Sirkuit Estoril yang terkenal memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras tidak menjadi hambatan bagi Ramadhipa untuk tetap bersaing di barisan depan.
Memasuki lap-lap terakhir, persaingan semakin ketat. Beberapa pembalap silih berganti memimpin jalannya balapan. Namun ketenangan dan kecerdasan Ramadhipa dalam membaca situasi menjadi kunci keberhasilannya.
Momen penentuan terjadi pada sektor terakhir lap pamungkas. Saat rival-rivalnya mulai kehilangan momentum, Ramadhipa melakukan manuver berani dengan menyalip dua pembalap sekaligus menjelang garis finis. Strategi tersebut sukses membawanya melesat ke posisi pertama dan mengunci kemenangan dramatis.
Pembalap Indonesia itu akhirnya finis terdepan mengalahkan Travis Borg dari Team Monlau Motul serta Carlos Cano dari CFMoto Aspar Junior Team yang harus puas melengkapi podium.
Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Ramadhipa sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.
Tambahan poin maksimal dari Estoril membuat posisi Kiandra Ramadhipa di klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026 semakin kuat. Ia kini berada di peringkat kedua dengan total 51 poin, hanya terpaut tipis dari pemuncak klasemen, Giulio Pugliese.
Hasil positif tersebut membuka peluang besar bagi Ramadhipa untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara musim 2026. Dengan performa yang semakin konsisten dan pengalaman yang terus bertambah, peluang pembalap Indonesia untuk mencetak sejarah lebih besar di ajang balap dunia semakin terbuka lebar.
Motor Balap
ARRC 2026 Masuki Putaran Motegi Jepang, Persaingan Gelar Juara Asia Semakin Memanas
Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 resmi memasuki putaran ketiga musim ini. Setelah menggelar dua seri pembuka di Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand, para pembalap terbaik Asia kini bersiap melanjutkan pertarungan di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada 12–14 Juni 2026.
Ajang yang berada di bawah naungan Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM) Asia dan dikelola oleh Two Wheels Motor Racing (TWMR) tersebut kembali menjadi kompetisi balap motor produksi massal paling bergengsi di kawasan Asia.

Musim 2026 menghadirkan total enam putaran yang berlangsung di empat negara berbeda. Kehadiran Motegi sebagai seri ketiga diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial karena mulai menentukan arah persaingan klasemen menuju paruh kedua musim.
Sejak pertama kali digelar pada 1996 dan mendapat pengakuan resmi dari FIM pada 1997, ARRC telah menjadi batu loncatan penting bagi banyak pembalap Asia menuju level balap internasional yang lebih tinggi.
Tak sedikit pembalap yang mengawali karier dari ARRC sebelum melanjutkan kiprah mereka ke WorldSSP, WorldSBK, hingga Kejuaraan Dunia Grand Prix.
Musim 2026 sendiri mempertandingkan lima kategori balap yang menjadi daya tarik utama kompetisi. Kelas premier ASB1000 tetap menjadi sorotan karena dihuni motor-motor superbike berperforma tinggi yang menghasilkan persaingan sangat kompetitif.
Selain itu terdapat kelas Supersports 600 (SS600) yang menjadi wadah para pembalap muda berbakat sebelum naik ke kategori yang lebih tinggi.
Sementara kelas Asia Production 250 (AP250) masih menjadi salah satu kategori paling populer karena diisi motor sport 250cc produksi massal yang memiliki persaingan sangat rapat di setiap balapan.
Dua kelas pendukung lainnya yakni Underbone 150 (UB150) dan TVS Asia One-Make Championship juga terus menghadirkan tontonan menarik sepanjang musim.
Bagi Indonesia, ARRC bukan sekadar ajang balap regional. Kompetisi ini telah menjadi panggung penting bagi lahirnya banyak pembalap nasional yang berhasil mengharumkan nama bangsa di level Asia.

Di kelas ASB1000, Indonesia memang belum berhasil meraih gelar juara umum. Namun pencapaian terbaik sejauh ini diraih oleh Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang yang sukses menempati posisi runner-up klasemen akhir musim 2024.
Sementara di kelas SS600, Indonesia pernah merasakan gelar juara melalui penampilan impresif Andi Gilang pada musim 2022. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Indonesia di kelas menengah ARRC.
Dominasi Indonesia paling terasa di kelas AP250. Sejak kelas ini diperkenalkan, sejumlah pembalap Tanah Air berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara Asia.
Gerry Salim membuka dominasi Indonesia dengan gelar juara pada 2017. Setelah itu Rheza Danica Ahrens meraih gelar pada 2018 dan kembali menjadi juara pada 2023.
Andy Muhammad Fadly turut menyumbangkan dua gelar juara pada musim 2019 dan 2022. Kemudian Herjun Atna Firdaus melanjutkan tradisi tersebut pada 2024 sebelum Fadillah Arbi Aditama sukses merebut mahkota juara AP250 musim 2025.
Memasuki putaran Motegi 2026, harapan besar kembali tertuju kepada para pembalap Indonesia yang tampil di berbagai kelas. Sirkuit Motegi sendiri dikenal memiliki karakter stop-and-go dengan kombinasi tikungan lambat dan zona pengereman keras yang menuntut kestabilan motor serta kemampuan pengereman yang baik.
Karakter lintasan tersebut sering menghasilkan duel ketat hingga lap terakhir, sehingga peluang pembalap Indonesia untuk meraih podium tetap terbuka lebar.
Setelah Motegi, ARRC 2026 akan berlanjut ke Pertamina Mandalika International Circuit, Indonesia, pada Agustus mendatang sebelum memasuki dua putaran penentuan di Sepang dan Buriram.
Dengan persaingan klasemen yang semakin ketat di seluruh kategori, putaran Motegi dipastikan menjadi salah satu balapan yang wajib disaksikan oleh para pecinta balap motor Asia.
Seluruh rangkaian balapan ARRC 2026 juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Asia Road Racing Championship yang menyiarkan seluruh sesi secara gratis bagi penggemar motorsport di seluruh dunia.
Jadwal Lengkap ARRC 2026
• Tes Pramusim – Sepang, Malaysia (8 April 2026)
• Seri 1 – Sepang, Malaysia (10–12 April 2026)
• Seri 2 – Buriram, Thailand (8–10 Mei 2026)
• Seri 3 – Motegi, Jepang (12–14 Juni 2026)
• Seri 4 – Mandalika, Indonesia (7–9 Agustus 2026)
• Seri 5 – Sepang, Malaysia (11–13 September 2026)
• Seri 6 – Buriram, Thailand (4–6 Desember 2026)
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor10 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
