Uncategorized
Triumph Speed Twin 1200 Cafe Racer Hadir di GIIAS 2026, Cuma 3 Unit untuk Indonesia
TANGERANG – Triumph Motorcycle Indonesia membawa salah satu model paling eksklusifnya ke ajang GIIAS 2026, yakni Triumph Speed Twin 1200 Cafe Racer. Motor sport retro bergaya café racer ini menjadi salah satu model yang mencuri perhatian karena jumlah produksinya sangat terbatas.
Secara global, Triumph Speed Twin 1200 Cafe Racer hanya diproduksi sebanyak 800 unit. Dari jumlah tersebut, Indonesia mendapatkan alokasi hanya tiga unit. Bahkan, salah satu unitnya ditampilkan langsung di booth Triumph selama GIIAS 2026.
CEO Direktur Triumph Motorcycle Indonesia, Joe Frans, mengatakan unit yang tampil di GIIAS untuk sementara menjadi satu-satunya unit Speed Twin 1200 Cafe Racer yang berada di Indonesia. Sementara dua unit lainnya belum diketahui kapan akan didatangkan.
Mesin Bonneville 1.200 cc dengan Karakter Cafe Racer
Dari sisi performa, Speed Twin 1200 Cafe Racer mempertahankan karakter khas keluarga Speed Twin dengan mengandalkan mesin High Power Bonneville twin-cylinder 1.200 cc.
Konsep café racer semakin kuat melalui penggunaan clip-on handlebar yang lebih rendah serta posisi footpeg rearset yang lebih tinggi. Konfigurasi tersebut membuat posisi berkendara lebih sporty dibanding Speed Twin standar.

Bukan hanya soal tampilan, perubahan ergonomi tersebut juga memberikan karakter berkendara yang lebih agresif dan mendekati gaya café racer klasik Inggris.
Suspensi Marzocchi dan Öhlins
Untuk menopang performanya, Triumph Speed Twin 1200 Cafe Racer menggunakan suspensi depan Marzocchi upside-down 43 mm.
Di bagian belakang, motor ini mengandalkan twin Öhlins piggy-back RSU yang dapat disetel penuh. Kombinasi tersebut menjadi salah satu komponen penting untuk meningkatkan kemampuan handling sekaligus memberikan karakter premium pada motor edisi terbatas ini.
Secara visual, motor tampil dengan kombinasi warna Competition Green dan Aluminum Silver yang dipadukan jok kulit berwarna cokelat. Perpaduan tersebut membuat nuansa retro Inggris semakin kuat tanpa meninggalkan kesan sporty.
Harga Rp825 Juta
Untuk pasar Indonesia, Triumph Speed Twin 1200 Cafe Racer ditawarkan dengan harga Rp825 juta on the road Jakarta.
Harga tersebut berlaku selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
Dengan produksi global hanya 800 unit dan alokasi Indonesia hanya tiga unit, motor ini bukan sekadar model baru dalam keluarga Speed Twin. Kelangkaan unit, spesifikasi premium, serta desain café racer membuatnya berpotensi menjadi salah satu koleksi menarik bagi penggemar motor klasik-modern Triumph.

Uncategorized
Maverick Vinales Bantah Rumor Didepak Tech3 KTM, Tegaskan Bertahan hingga Akhir Musim
Rumor mengenai masa depan Maverick Vinales di Tech3 KTM kembali mencuat di tengah jeda pertengahan musim MotoGP 2026. Pebalap asal Spanyol tersebut dikabarkan berpotensi kehilangan kursinya sebelum musim berakhir dan disebut-sebut bakal digantikan oleh Pol Espargaro.
Spekulasi tersebut muncul setelah Vinales mengalami cedera bahu akibat kecelakaan di MotoGP Jerman. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani proses pemulihan dan absen dari balapan berikutnya, dengan Pol Espargaro dipercaya menjadi pengganti sementara.
Namun, isu mengenai absennya Vinales kemudian berkembang menjadi rumor yang lebih besar. Sejumlah laporan menyebut adanya ketegangan antara Vinales dan pihak KTM, terutama setelah pabrikan Austria tersebut memilih Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez untuk mengisi susunan pebalap mereka pada musim 2027.
Vinales Tegaskan Tidak Didepak Tech3 KTM
Maverick Vinales akhirnya memberikan klarifikasi terkait rumor tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Vinales membantah kabar yang menyebut dirinya telah dikeluarkan dari Tech3 KTM. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dirinya masih memiliki komitmen terhadap tim hingga penghujung musim 2026.
Saat ini, fokus utama Vinales adalah memulihkan kondisi bahunya agar bisa kembali fit dan kompetitif di lintasan MotoGP.
“Saya sedang berfokus pada pemulihan medis bersama tim dokter dan pusat pemulihan. Saya menghormati dan akan menyelesaikan kontrak bersama Tech3 KTM hingga akhir musim,” ujar Vinales.
Pol Espargaro Hanya Jadi Pengganti Sementara
Absennya Vinales di seri berikutnya memang membuat Pol Espargaro kembali mendapat kesempatan turun bersama Tech3 KTM.

Namun, kehadiran Espargaro tidak serta-merta menjadi indikasi bahwa kursi Vinales telah berpindah tangan secara permanen. Berdasarkan pernyataan Vinales, dirinya tetap terikat kontrak dengan Tech3 KTM hingga akhir musim.
Situasi tersebut membuat rumor mengenai masa depan Vinales perlu dipisahkan antara fakta dan spekulasi. Cedera yang dialaminya memang membuat sang pebalap harus menepi sementara, tetapi belum ada konfirmasi resmi bahwa Tech3 KTM akan mengakhiri kontraknya lebih cepat.
Fokus Pemulihan Sebelum Kembali ke MotoGP
Vinales kini lebih memilih fokus pada proses pemulihan dibandingkan menanggapi berbagai rumor mengenai masa depannya.
Cedera bahu menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap MotoGP karena kondisi fisik sangat menentukan kemampuan mengendalikan motor prototype dengan performa tinggi, terutama ketika menghadapi pengereman keras, perubahan arah cepat, dan akselerasi agresif.
Dengan kontrak yang masih berjalan hingga akhir musim, Vinales memiliki kesempatan untuk kembali ke lintasan dan membuktikan performanya bersama Tech3 KTM.
Untuk saat ini, rumor mengenai dirinya didepak sebelum musim berakhir telah dibantah langsung oleh Vinales. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses pemulihan cedera serta performanya ketika kembali berlaga.

Moto GP
Berapa Harga Ban MotoGP? Ini Fakta di Balik Biaya Ban Balap Paling Rahasia di Dunia
Pergantian pemasok ban MotoGP dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027 kembali memunculkan satu pertanyaan yang sejak lama menjadi misteri di dunia balap motor: berapa sebenarnya harga satu ban MotoGP, dan siapa yang membayar seluruh kebutuhan ban selama satu musim?
Selama bertahun-tahun, MotoGP dikenal sebagai salah satu kejuaraan motorsport dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Mulai dari nilai kontrak pembalap, anggaran tim, hingga biaya operasional seperti penyediaan ban, hampir tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.
Kini, menjelang era baru MotoGP bersama Liberty Media dan regulasi mesin 850 cc pada 2027, sejumlah informasi mulai terungkap.

Era Baru MotoGP: Michelin Digantikan Pirelli
MotoGP pertama kali menerapkan sistem single tyre supplier pada musim 2009 ketika Bridgestone dipercaya menjadi pemasok tunggal ban balap.

Kemudian, mulai musim 2016, Michelin mengambil alih tugas tersebut dan akan mengakhiri kiprahnya setelah musim 2026 selesai.
Memasuki regulasi baru tahun 2027, Pirelli resmi menjadi pemasok tunggal ban untuk MotoGP, Moto2, dan Moto3, sekaligus menyatukan seluruh kelas Grand Prix di bawah satu produsen ban.
Pergantian ini bukan hanya soal performa ban di lintasan, tetapi juga berkaitan dengan investasi, pengembangan teknologi, hingga biaya operasional yang nilainya mencapai puluhan juta euro setiap musim.
Siapa Sebenarnya yang Membayar Ban MotoGP?
Banyak yang mengira seluruh biaya ban ditanggung oleh tim peserta. Faktanya, sistem yang berlaku jauh lebih kompleks.
Direktur Balap Motor Pirelli, Giorgio Barbier, menjelaskan bahwa dalam kompetisi dunia seperti MotoGP maupun Formula 1, hubungan antara promotor dan pemasok ban dibangun melalui proses negosiasi bisnis.
Pemasok ban memang membayar biaya lisensi kepada promotor agar menjadi pemasok resmi. Namun di sisi lain, produsen ban juga harus menanggung biaya produksi ban, pengembangan teknologi, logistik, tenaga teknis, hingga operasional di setiap seri balapan.
Nilai keseluruhan investasi tersebut bisa mencapai puluhan juta euro setiap musim.
Dengan kata lain, status sebagai pemasok resmi bukan sekadar memasok ban, tetapi juga menjadi bagian dari investasi besar dalam pengembangan teknologi balap dunia.
Apakah Tim MotoGP Membayar Ban?
Untuk kelas MotoGP, jawabannya adalah tidak.
Ban yang digunakan setiap akhir pekan balapan telah menjadi bagian dari sistem yang disiapkan penyelenggara bersama pemasok ban.
Berbeda dengan World Superbike (WSBK), di mana tim masih harus mengeluarkan biaya tertentu untuk penggunaan ban.
Sementara itu, pada kelas Moto2 dan Moto3 terdapat mekanisme yang berbeda sesuai regulasi masing-masing kejuaraan.
Kenapa Ban MotoGP Tidak Bisa Dibeli Publik?

Salah satu aturan paling ketat dalam kontrak pemasok ban MotoGP adalah larangan menjual ban spesifikasi MotoGP kepada masyarakat umum.
Tujuannya sangat jelas, yaitu menjaga kesetaraan kompetisi.
Jika ban MotoGP dijual bebas, tim ataupun pabrikan bisa membeli ban identik untuk melakukan pengujian pribadi di luar jadwal resmi.
Karena alasan tersebut, distribusi ban MotoGP dikontrol secara penuh oleh penyelenggara.
Setiap pabrikan hanya memperoleh alokasi ban uji dalam jumlah terbatas setiap musim, biasanya berkisar antara 170 hingga 260 unit, tergantung status konsesi masing-masing.
Jadi Berapa Harga Satu Ban MotoGP?
Inilah pertanyaan yang hingga kini masih belum memiliki jawaban pasti.
Giorgio Barbier menolak mengungkap harga resmi ban MotoGP, tetapi ia memberikan sedikit gambaran mengenai biaya produksinya.
Sebagai perbandingan, ban belakang Pirelli Diablo Superbike yang dijual untuk kompetisi memiliki harga sekitar 300 euro, atau sekitar Rp6 jutaan.

Menurut Barbier, ban MotoGP diproduksi menggunakan fasilitas, mesin, dan tenaga ahli yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada material, konstruksi, dan proses pengembangan yang jauh lebih kompleks.
Artinya, harga produksi ban MotoGP dipastikan jauh lebih tinggi, meski angka resminya tetap menjadi rahasia antara Pirelli dan penyelenggara MotoGP.
Teknologi Balap Turun ke Motor Harian
Meski ban MotoGP tidak diperjualbelikan, teknologi yang dikembangkan untuk kelas premier tetap memberikan manfaat bagi konsumen.
Pirelli memastikan pengalaman dari lintasan balap digunakan sebagai dasar pengembangan ban performa tinggi untuk motor sport yang dipasarkan secara global.
Dengan demikian, inovasi yang lahir dari MotoGP tetap bisa dirasakan oleh pengguna motor jalan raya melalui produk-produk komersial mereka.
Uncategorized
Geely Galaxy Cruiser 700 Resmi Debut, SUV Boxy PHEV Bertenaga 1.113 Tk
Geely kembali menunjukkan keseriusannya di pasar kendaraan elektrifikasi dengan memperkenalkan Galaxy Cruiser 700, SUV bergaya boxy pertama dari keluarga Galaxy. Tidak hanya tampil gagah dengan desain khas off-road, model plug-in hybrid (PHEV) ini juga mencuri perhatian berkat tenaga gabungan yang mencapai 830 kW atau setara 1.113 tenaga kuda (tk).
Debut globalnya menjadi sinyal bahwa Geely ingin bersaing di segmen SUV premium berperforma tinggi, sekaligus menawarkan kendaraan yang siap diajak bertualang tanpa mengorbankan kenyamanan dan teknologi.
Desain Boxy Modern Siap Taklukkan Medan Berat
Secara visual, Geely Galaxy Cruiser 700 mengusung karakter SUV tangguh dengan grille berukuran besar yang dipadukan bilah lampu LED modern.
Sistem pencahayaan menjadi salah satu daya tariknya. Lampu DRL terdiri dari 84 LED, lampu utama masing-masing menggunakan 228 LED, sementara lampu belakang vertikal dibekali 708 elemen LED, menciptakan tampilan futuristis baik siang maupun malam.

Dimensinya juga tergolong bongsor:
- Panjang : 5.085 mm
- Lebar : 1.999 mm
- Tinggi : 1.912 mm
- Wheelbase : 2.900 mm
Karakter SUV petualang semakin kuat berkat penggunaan ban serep full-size yang ditempatkan di pintu belakang.
Untuk kemampuan off-road, Galaxy Cruiser 700 memiliki:
- Ground clearance minimum 233 mm
- Sudut pendekatan 30 derajat
- Kemampuan menerjang genangan air hingga 800 mm
Geely juga mempersiapkan lebih dari 50 titik pemasangan aksesori, sehingga sekitar 80 persen perlengkapan off-road universal dapat dipasang tanpa modifikasi besar.
Pilihan aksesori meliputi:

- Snorkel
- Lampu tambahan
- Roof platform
- Winch depan
- Skid plate
- Braket bagasi belakang
Hal tersebut membuat Galaxy Cruiser 700 sangat menarik bagi pecinta overland maupun ekspedisi.
Kabin Futuristis dengan Lima Layar Digital
Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa lewat desain dashboard simetris yang dipadukan material premium.
Pilihan warna interior tersedia dalam:
- White-Brown
- Black-Brown
- All Black
Salah satu daya tarik terbesar adalah hadirnya lima layar digital, terdiri dari:
- Layar infotainment 15,4 inci
- Panel instrumen digital 10,2 inci
- Layar penumpang 12,66 inci
- Rear Control Display
- Head-Up Display (HUD) 15,2 inci
Seluruh layar mampu menampilkan informasi khusus saat berkendara di jalur off-road, seperti:
- Sudut kemiringan kendaraan
- Elevasi
- Posisi kendaraan
- Data medan
Menariknya, Geely masih mempertahankan tombol fisik untuk berbagai fungsi penting sehingga pengoperasian tetap mudah saat melintasi jalur ekstrem.
Tenaga 1.113 Tk dan Fitur Premium
Di balik bodinya yang besar, Galaxy Cruiser 700 mengusung sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan tenaga gabungan maksimum mencapai 830 kW atau sekitar 1.113 tenaga kuda.
Meski spesifikasi detail mesin bensin, motor listrik, kapasitas baterai, serta performa akselerasi masih dirahasiakan, angka tenaga tersebut menjadikan Galaxy Cruiser 700 sebagai salah satu SUV PHEV paling bertenaga yang pernah diperkenalkan Geely.
Berbagai fitur premium juga turut melengkapi SUV ini, antara lain:
- Panoramic sunroof ganda
- Sistem suplai oksigen di kabin
- Audio Flyme Sound 23 speaker
- Ambient Light 256 warna
- HUD berukuran besar
- Sistem infotainment terbaru
Geely dijadwalkan mengumumkan harga resmi beserta spesifikasi lengkap Galaxy Cruiser 700 setelah debut publiknya di Milan, Italia, pada 26 Juli 2026.
Dengan kombinasi tenaga luar biasa, kemampuan off-road mumpuni, serta kabin berteknologi tinggi, Galaxy Cruiser 700 berpotensi menjadi salah satu SUV plug-in hybrid paling menarik di pasar global.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor12 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
