Connect with us

Motor Balap

Bonneville Motorcycle Speed Trials 2026 Cetak 8 Rekor Kecepatan Baru

Published

on

Bonneville Motorcycle Speed Trials (BMST) 2026 kembali membuktikan bahwa Bonneville Salt Flats masih menjadi salah satu panggung paling ekstrem untuk menguji batas kemampuan sepeda motor.

Digelar pada 23-27 Agustus 2026 sebagai bagian dari disiplin FIM Land Speed World Records (LSWR), penyelenggaraan tahun ini menghasilkan delapan rekor kecepatan baru yang saat ini masih menunggu proses ratifikasi.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang menghasilkan tiga rekor. Salah satu faktor pendukungnya adalah kondisi permukaan garam yang dinilai jauh lebih baik, ditambah cuaca yang lebih bersahabat untuk melakukan percobaan kecepatan tinggi.

BMST Owner/Director Delvene Reber menyebut kondisi lintasan tahun ini menjadi salah satu yang terbaik. Permukaan garam yang lebih solid dan panjang memberikan kesempatan lebih besar bagi para pembalap untuk mendapatkan traksi serta mempertahankan kecepatan tinggi.

Bonneville Bukan Sekadar Gaspol di Lintasan Lurus

Dalam ajang Land Speed World Records, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat motor sekencang mungkin.

Pembalap harus melakukan down run pada lintasan yang telah ditentukan, kemudian menjalani return run dalam batas waktu maksimal dua jam. Kecepatan dari kedua percobaan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan rata-rata kecepatan resmi.

Sistem ini membuat hasil rekor tidak cukup ditentukan oleh satu kali percobaan. Motor dan pembalap harus mampu menunjukkan performa konsisten dalam dua arah lintasan.

Karena itu, aspek seperti stabilitas, aerodinamika, traksi, temperatur mesin, hingga kondisi permukaan garam menjadi faktor penting dalam upaya memecahkan rekor.

Motor Listrik Nyaris 400 Km/Jam

Salah satu aksi yang paling menarik perhatian datang dari Eva Håkansson bersama motor listrik Green Envy Streamliner.

Håkansson datang dengan ambisi memecahkan rekor sepeda motor listrik milik Max Biaggi yang sebelumnya mencatat 283,182 mph atau 455,737 km/jam pada 2021.

Namun, upayanya tidak berjalan mulus.

Ketika kecepatan melewati sekitar 250 mph atau 402 km/jam, windshield Green Envy mengalami deformasi akibat tekanan aerodinamika. Kondisi tersebut membuat visibilitas Håkansson terganggu dan memaksanya mengurangi kecepatan lebih awal.

Hasil akhirnya tetap impresif. Green Envy mencatat kecepatan rata-rata 246 mph atau sekitar 395,899 km/jam.

Artinya, meski belum berhasil mengejar rekor Biaggi, performa tersebut menunjukkan potensi besar kendaraan listrik untuk menghadapi arena land speed racing.

Håkansson juga menyebut kendaraan tersebut sebenarnya memiliki potensi untuk mencapai 300 mph atau sekitar 483 km/jam, tetapi tim memilih mengembangkan performanya secara bertahap.

BUB Seven Streamliner Belum Tembus Target

Pembalap Chris Rivas juga datang dengan target besar menggunakan BUB Seven Streamliner.

Namun, ia belum berhasil mendekati rekor Land Speed World Record sebesar 376,363 mph atau sekitar 605,697 km/jam.

Meski begitu, Rivas mencatat kecepatan 180,64 mph atau 290,71 km/jam, yang menjadi perkembangan positif dalam proses pengembangan kendaraannya.

Pada kategori land speed, angka tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk menemukan kombinasi ideal antara tenaga, aerodinamika, stabilitas, serta kemampuan pembalap.

Triumph Rocket 111 Kembali Pecahkan Rekor

Salah satu cerita menarik lainnya datang dari pembalap Kanada Liane Langlois.

Setelah mencetak rekor pada 2025, Langlois kembali ke Bonneville menggunakan Triumph Rocket 111 Roadster 2012.

Motor tersebut mengandalkan mesin tiga silinder berkapasitas 2.295 cc dan konfigurasi sidecar.

Dengan perubahan pada penggunaan fairing, motornya masuk ke kategori berbeda. Langlois kemudian berhasil mencatat 146,349 mph atau sekitar 235,526 km/jam pada lintasan satu kilometer.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bukti bagaimana perubahan konfigurasi bodi dapat membawa sebuah motor masuk ke kelas kompetisi yang berbeda.

Rekor Juga Datang dari Harley-Davidson dan Kawasaki

Legenda land speed Jay Allen turut menambah daftar pemegang rekor 2026.

Menggunakan Harley-Davidson Electra Glide 2017 bermesin dua silinder, Allen mencatat kecepatan 181,844 mph atau 292,650 km/jam pada lintasan satu kilometer.

Sementara itu, Lisa Cipolla menorehkan dua catatan menggunakan Kawasaki ZX-6R 600 cc tahun 2012 milik Zlock Racing LCC.

Dalam konfigurasi partially-faired, Cipolla mencatat 151,567 mph atau 243,924 km/jam. Sedangkan tanpa fairing, kecepatannya mencapai 141,788 mph atau 228,186 km/jam.

Suzuki TL1000R Buka Rekor FIM 2026

Rekor FIM pertama pada BMST 2026 dibuat oleh Tyrell Marlow pada hari pembukaan.

Mengendarai Suzuki TL1000R 2002 bermesin dua silinder, Marlow mencatat 164,457 mph atau 264,668 km/jam di lintasan satu kilometer.

Angus Wing juga mencatat dua rekor menggunakan Kawasaki ZX-14 2009 dengan sidecar.

Dalam konfigurasi partially-faired, Wing mencatat 116,112 mph atau 186,865 km/jam, sedangkan konfigurasi tanpa fairing menghasilkan 109,919 mph atau sekitar 176,9 km/jam.

Sementara itu, Ronald Knight membawa motor yang jauh lebih kecil. Menggunakan Yamaha LS2 100 cc dua silinder tahun 1972, ia awalnya mencatat 57,751 mph atau 92,941 km/jam.

Menariknya, catatan tersebut masih berhasil ditingkatkan pada hari terakhir menjadi 61,445 mph atau 98,886 km/jam.

Delapan Rekor Masih Menunggu Ratifikasi

Seluruh kategori rekor di BMST tidak dibedakan berdasarkan gender. Kelas kompetisi ditentukan berdasarkan berbagai faktor teknis, seperti metode penggerak, penggunaan bodi atau fairing, sumber tenaga, kapasitas mesin, dan jumlah silinder.

Delapan rekor baru yang tercipta pada BMST 2026 masih harus melalui proses ratifikasi sebelum secara resmi diakui sebagai rekor FIM.

Namun, hasil tersebut kembali memperlihatkan bahwa Bonneville Salt Flats bukan sekadar tempat adu kecepatan, melainkan laboratorium terbuka bagi pengembangan teknologi sepeda motor.

Dari mesin pembakaran internal berkapasitas kecil hingga streamliner listrik yang mendekati 400 km/jam, setiap percobaan di Bonneville membawa pelajaran baru mengenai batas kemampuan mesin, aerodinamika, traksi, dan keberanian pembalap.

Dan ketika delapan rekor baru akhirnya disahkan, BMST 2026 berpotensi kembali menambah sejarah panjang dunia land speed racing.

Motor

Aston Martin AMB 002 Roadster Resmi Meluncur, Motor Jalan Raya Pertama Cuma 300 Unit

Published

on

By

Aston Martin AMB 002 Roadster resmi diperkenalkan sebagai sepeda motor jalan raya pertama hasil kolaborasi Aston Martin dengan produsen motor premium asal Prancis, Brough Superior. Model ini menjadi kelanjutan proyek keduanya setelah sebelumnya menghadirkan AMB 001 dan AMB 001 Pro yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan lintasan.

Berbeda dari dua model sebelumnya, AMB 002 Roadster dirancang sejak awal sebagai motor yang bisa digunakan di jalan raya. Aston Martin membawa bahasa desain khasnya melalui bodi berkarakter agresif, material premium, serta sejumlah detail yang terinspirasi dari lini mobil performa mereka.

Menariknya, motor ini tidak diproduksi secara massal. Aston Martin dan Brough Superior hanya menyiapkan 300 unit AMB 002 Roadster untuk pasar global, dengan pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai kuartal ketiga 2027.

V-Twin 1.083 cc, Tenaga 130 bhp

Dari sektor mesin, AMB 002 Roadster mengandalkan konfigurasi V-Twin berpendingin cairan berkapasitas 1.083 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 130 bhp dengan torsi mencapai 81 lb-ft atau sekitar 110 Nm.

Mesin tersebut dipasang pada struktur rangka berbahan titanium. Bukan sekadar penggunaan material eksotis, rangka ini dibuat menggunakan konstruksi billet solid dan memiliki bobot hanya sekitar 5 kg.

Konstruksi tersebut menjadi salah satu bagian yang menunjukkan pendekatan engineering Brough Superior pada AMB 002 Roadster. Meski membawa identitas desain Aston Martin, proses pengembangan dan perakitan motor dilakukan secara internal oleh Brough Superior di fasilitas mereka di Toulouse, Prancis.

Fior Fork Jadi Teknologi Andalan

Salah satu bagian paling menarik dari AMB 002 Roadster berada di sektor kaki-kaki depan. Motor ini menggunakan sistem double-wishbone dengan Fior fork, sebuah konfigurasi yang berbeda dari garpu teleskopik konvensional yang umum digunakan pada sepeda motor.

Sistem tersebut dirancang untuk memisahkan fungsi kemudi dan pengereman pada roda depan. Tujuannya adalah memberikan kontrol dan karakter handling yang lebih konsisten ketika motor mengalami deselerasi.

Teknologi Fior fork tersebut dikembangkan dari sistem yang sebelumnya digunakan pada AMB 001 Pro. Pada AMB 002 Roadster, sistem ini juga dilengkapi teknologi anti-dive yang dirancang untuk membantu mengurangi kecenderungan bagian depan motor menukik ketika pengereman dilakukan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa AMB 002 Roadster bukan hanya mengandalkan nama besar Aston Martin. Ada kombinasi antara desain eksklusif dan solusi teknis khas Brough Superior yang menjadi identitas utama motor ini.

Serat Karbon hingga Lampu Bergaya Aston Martin

Karakter premium AMB 002 Roadster semakin terlihat melalui penggunaan panel bodi berbahan serat karbon. Material ringan tersebut digunakan untuk mendukung tampilan sekaligus mempertahankan karakter sporty pada motor.

Serat karbon juga diaplikasikan pada sejumlah komponen di area tangki bahan bakar. Sementara itu, bagian buritan mendapatkan desain lampu yang memiliki kemiripan karakter dengan beberapa mobil eksotis Aston Martin seperti Vulcan, Valkyrie, dan Valhalla.

Fitur modern juga tetap disematkan. AMB 002 Roadster mendapatkan sistem keyless, tombol pengapian dengan lampu latar, serta bantalan jok berbahan kulit yang dibuat secara handmade.

Membawa DNA Aston Martin ke Dunia Roda Dua

Executive Vice President dan Chief Creative Officer Aston Martin, Marek Reichman, menyebut proyek ini sebagai salah satu impian jangka panjang perusahaan. Setelah menghadirkan AMB 001 dan AMB 001 Pro untuk kebutuhan lintasan, Aston Martin akhirnya membawa identitas tersebut ke sebuah motor yang dirancang untuk penggunaan jalan raya.

AMB 002 Roadster menjadi perpaduan antara bahasa desain Aston Martin dengan teknologi dan keahlian manufaktur Brough Superior. Hasil akhirnya bukan sekadar sepeda motor berlogo Aston Martin, tetapi sebuah model eksklusif yang mengedepankan desain, material, engineering, dan pengalaman kepemilikan.

Dengan produksi global yang dibatasi hanya 300 unit, AMB 002 Roadster diposisikan sebagai motor koleksi dengan tingkat eksklusivitas tinggi. Unit pertama dijadwalkan mulai dikirim kepada pelanggan pada kuartal ketiga 2027.

Continue Reading

Motor

Kiandra Ramadhipa Tunjukkan Taring di Valencia, Finis Keenam Moto3 Junior 2026

Published

on

By

VALENCIA, SPANYOL – Pembalap muda Indonesia, M. Kiandra Ramadhipa, kembali menunjukkan performa kompetitif di panggung balap internasional. Rider binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang memperkuat Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut sukses mengamankan posisi keenam pada Race 2 putaran kelima Moto3 Junior World Championship 2026 di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Hasil tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah pada Race 1 Ramadhipa finis di posisi ke-10. Dari dua balapan di Valencia, pembalap berusia 16 tahun ini mengumpulkan total 16 poin, sekaligus mempertahankan posisinya di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 80 poin.

Yang menarik, performa tersebut diraih setelah Ramadhipa harus memulai kedua balapan dari posisi ke-12. Sebelumnya, ia memang tampil impresif dengan menjadi pembalap tercepat pada sesi Free Practice, tetapi insiden terjatuh ketika kualifikasi membuatnya kehilangan posisi start ideal.

Start dari P12, Ramadhipa Terus Merangsek

Pada Race 1 yang berlangsung Minggu (6/9/2026), Ramadhipa harus bekerja ekstra keras sejak awal balapan. Start yang kurang optimal membuatnya turun ke posisi ke-13 pada lap pertama.

Meski demikian, rider Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut tidak kehilangan ritme. Perlahan, Ramadhipa mulai memangkas jarak dengan rombongan di depannya dan meningkatkan race pace ketika balapan memasuki sepertiga akhir.

Upaya tersebut membawanya kembali masuk ke posisi 10 besar. Ramadhipa akhirnya menyelesaikan Race 1 di posisi ke-10 dan membawa pulang enam poin.

Race 2 Lebih Agresif, Tembus Enam Besar

Performa Ramadhipa meningkat pada Race 2. Start yang lebih baik membuatnya mampu langsung bertahan di rombongan depan dan menjaga kontak dengan para rival.

Dalam empat lap pertama, Ramadhipa sudah melakukan beberapa manuver overtake dan berhasil naik ke posisi kedelapan. Pace motornya semakin kompetitif seiring berjalannya balapan.

Memasuki lap-lap berikutnya, Ramadhipa terus merangsek hingga akhirnya menembus enam besar. Bahkan, ia mampu menjaga jarak dengan lima pembalap di grup terdepan hingga lap terakhir.

Hasil akhirnya, Ramadhipa finis di posisi keenam. Bukan sekadar tambahan poin, hasil tersebut juga menjadi finis terbaik pembalap Honda pada balapan tersebut.

Cetak Fastest Lap Pertama di Moto3 Junior

Salah satu catatan penting dari penampilan Ramadhipa di Valencia adalah keberhasilannya mencatatkan fastest lap pertama di Moto3 Junior World Championship.

Ramadhipa membukukan waktu 1 menit 38,797 detik. Catatan tersebut menjadi indikator positif terhadap peningkatan race pace sekaligus kemampuan pembalap muda Indonesia tersebut dalam menjaga performa motor sepanjang balapan.

“Race 1 cukup sulit karena start saya kurang baik, tetapi saya terus berusaha mengejar grup depan. Di race 2, start saya jauh lebih baik dan bisa bersaing di grup depan. Pace kami cukup kompetitif dan saya senang bisa mencatatkan fastest lap,” ujar Ramadhipa.

Ia menyadari masih terdapat beberapa aspek yang harus diperbaiki sebelum menghadapi seri-seri berikutnya.

“Kami masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki dan saya akan terus berjuang untuk meraih hasil terbaik hingga akhir musim,” lanjutnya.

Tetap di Lima Besar Klasemen

Tambahan 16 poin dari Valencia membuat Ramadhipa tetap berada di posisi kelima klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026 dengan total 80 poin.

Posisinya cukup kompetitif karena hanya terpaut 21 poin dari pembalap yang berada di posisi ketiga dan keempat. Dengan masih adanya beberapa balapan tersisa, peluang Ramadhipa untuk memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai konsistensi dan kemampuan Ramadhipa dalam melakukan recovery menjadi bagian penting dari proses pengembangan kariernya di level internasional.

“Ramadhipa kembali menunjukkan semangat juang dan perkembangan positif dalam menghadapi persaingan yang ketat. Kemampuannya memperbaiki posisi hingga bersaing di grup depan menjadi modal penting untuk terus berkembang dan menjadi pembalap kencang bersama Honda dan bisa membanggakan Indonesia,” ujar Andy.

Jadwal Padat Menanti Ramadhipa

Perjalanan Ramadhipa di musim 2026 belum selesai. Setelah Valencia, pembalap muda Indonesia tersebut masih akan menghadapi jadwal yang cukup padat.

Ia dijadwalkan kembali turun di Red Bull MotoGP Rookies Cup pada seri Misano dan Red Bull Ring. Setelah itu, Ramadhipa akan kembali fokus ke Moto3 Junior World Championship pada putaran keenam yang berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol, 25–27 September 2026.

Dengan modal finis keenam, fastest lap pertama, dan posisi lima besar klasemen, Ramadhipa kini memiliki tantangan berikutnya: menjaga konsistensi sekaligus terus meningkatkan race pace untuk mengejar posisi lebih tinggi di sisa musim.

Dari P12 menuju P6. Taring Kiandra Ramadhipa di Valencia belum habis.

Continue Reading

Motor

ZXMoto Siapkan Mesin V5 Supercharged 1.000 cc, Tenaga Diklaim Tembus 253 Hp!

Published

on

By

CHINA – ZXMoto kembali mencuri perhatian dunia roda dua dengan proyek mesin yang tergolong ekstrem. Pabrikan asal China yang didirikan Zhang Xue tersebut dikabarkan tengah mengembangkan mesin V5 berkapasitas sekitar 1.000 cc yang dibekali teknologi supercharger, dengan output yang diproyeksikan mencapai 253 hp.

Jika rencana tersebut terealisasi, ZXMoto akan menjadi salah satu pabrikan yang menawarkan konfigurasi mesin sangat unik di segmen superbike. Bukan hanya mengandalkan lima silinder dalam konfigurasi V, mesin ini juga menggabungkan forced induction melalui supercharger untuk mendongkrak suplai udara ke ruang bakar.

Proyek tersebut diproyeksikan mulai digunakan pada produk ZXMoto sekitar 2028. Menariknya, motor yang menjadi basis mesin ini disebut tetap dirancang untuk mendapatkan homologasi jalan raya, bukan semata-mata sebagai mesin khusus lintasan.

V5 Supercharged dengan Layout Tak Biasa

Gambar awal mesin V5 ZXMoto mulai beredar dan memperlihatkan konstruksi yang cukup menarik. Dari konfigurasi yang terlihat, terdapat lima silinder yang disusun dalam format V, dengan tiga silinder mengarah ke bagian depan dan dua silinder lainnya berada di sisi belakang.

Sudut V yang digunakan belum dapat dipastikan dari gambar tersebut. Namun, konfigurasi lima silinder ini langsung mengingatkan pada salah satu mesin paling ikonik dalam sejarah MotoGP era empat tak, yakni Honda RC211V.

RC211V menggunakan mesin V5 berkapasitas 990 cc dan menjadi salah satu motor legendaris pada era awal MotoGP empat tak. Mesin tersebut juga memiliki sejarah panjang bersama Honda dan pembalap seperti Valentino Rossi.

Bedanya, ZXMoto membawa pendekatan yang jauh lebih modern dengan mengombinasikan konfigurasi V5 dan supercharger.

253 Hp pada 13.500 Rpm

Di atas kertas, spesifikasi mesin V5 ZXMoto ini terdengar sangat agresif. Informasi yang beredar menyebut mesin berkapasitas sekitar 1.000 cc tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 253 hp pada 13.500 rpm.

Torsinya juga diklaim mencapai 137,5 Nm, sementara bobot mesin berada di kisaran 55 kg.

Kombinasi tersebut membuat proyek ZXMoto semakin menarik. Mesin lima silinder secara karakter memiliki potensi menghasilkan power delivery dan karakter suara yang berbeda dibanding konfigurasi empat silinder konvensional, sementara supercharger memungkinkan suplai udara ke mesin ditingkatkan secara paksa.

Namun, angka tenaga dan torsi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari ZXMoto ketika mesin maupun motor produksinya diperkenalkan secara lengkap.

Superbike ZXMoto 1000 RR Disiapkan?

Mesin V5 ini diproyeksikan menjadi basis superbike generasi berikutnya. Mengikuti pola penamaan produk ZXMoto, motor tersebut diperkirakan menggunakan nama ZXMoto 1000 RR.

Target performanya juga tidak main-main. Motor ini dikabarkan memiliki target kecepatan maksimum sekitar 310 km/jam, sementara statusnya tetap diarahkan untuk penggunaan legal di jalan raya.

Jika benar masuk produksi, ZXMoto 1000 RR akan berhadapan dengan superbike berperforma tinggi dari berbagai pabrikan yang sudah lebih dahulu bermain di kelas 1.000 cc.

Tidak berhenti di versi jalan raya, ZXMoto juga disebut sedang mempertimbangkan versi yang lebih ekstrem untuk kebutuhan balap dengan nama ZXMoto 1000 RR-R.

Varian tersebut diproyeksikan mendapatkan performa lebih tinggi serta kemampuan yang lebih berorientasi pada sirkuit.

Terinspirasi RC211V, Tapi Lebih Modern

Penggunaan mesin V5 tentu membuat proyek ZXMoto memiliki daya tarik tersendiri. Konfigurasi tersebut bukan sesuatu yang umum digunakan pada motor produksi modern.

Referensi paling dekat adalah Honda RC211V. Motor balap Honda tersebut menggunakan mesin V5 990 cc dan menjadi salah satu ikon MotoGP generasi awal empat tak.

Namun, ZXMoto tidak sekadar menghidupkan kembali formula V5. Pabrikan China ini menambahkan supercharger sebagai sistem induksi paksa yang bekerja bersama sistem injeksi bahan bakar.

Secara teknis, supercharger memanfaatkan tenaga mekanis mesin untuk memampatkan udara sebelum masuk ke ruang bakar. Dengan suplai udara yang lebih besar, mesin memiliki potensi menghasilkan tenaga lebih tinggi dibanding mesin naturally aspirated dengan kapasitas yang sama.

Tantangannya tentu bukan hanya mengejar angka horsepower. ZXMoto juga harus memastikan temperatur, pendinginan, durability, respons throttle, konsumsi bahan bakar, emisi, serta karakter power delivery tetap dapat dikendalikan.

Menuju Panggung WorldSBK?

Pengembangan superbike V5 ini juga disebut sejalan dengan ambisi Zhang Xue untuk membawa ZXMoto semakin jauh di dunia balap internasional.

Setelah memasuki World Supersport (WorldSSP), ZXMoto dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah berikutnya menuju World Superbike (WorldSBK).

Jika proyek tersebut terealisasi, mesin V5 supercharged dapat menjadi senjata penting untuk membangun identitas ZXMoto di kelas superbike.

Saat ini, berbagai detail seperti bobot motor final, sistem elektronik, gearbox, sasis, aerodinamika, serta spesifikasi final mesin masih menunggu pengumuman resmi.

Namun satu hal sudah cukup jelas: ZXMoto sedang menyiapkan sesuatu yang tidak biasa.

Mesin V5 1.000 cc supercharged dengan klaim 253 hp bukan sekadar proyek untuk mengejar angka tenaga. Jika benar-benar masuk produksi dan kompetisi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu langkah paling berani pabrikan China dalam memasuki era baru superbike performa tinggi.

Continue Reading

Trending