Motor
Membedah Sensasi “Dua Klik” Tuas Rem Skutik Honda 160 cc, Ternyata Ada Hubungannya dengan Safety
Pernah merasa tuas rem kiri pada skutik Honda 160 cc seperti memiliki dua tahapan klik saat ditarik? Sensasi tersebut bisa terasa pada beberapa model seperti Honda ADV 160, PCX 160, Stylo 160 hingga Vario 160.
Bagi sebagian pengguna, bunyi atau rasa “klik” tersebut mungkin dianggap sebagai hal biasa dari mekanisme tuas rem. Namun jika dilihat dari sisi engineering, area tuas rem pada skutik modern bukan hanya berkaitan dengan sistem pengereman. Di baliknya terdapat komponen elektrikal yang terhubung dengan stop lamp dan sistem pengaman starter.
Menariknya, katalog suku cadang Honda memang menunjukkan keberadaan stop switch pada sistem rem sejumlah model 160 cc. Pada PCX 160, misalnya, terdapat komponen switch assy. rear stop pada sistem tuas/rem belakang, sementara bagian front brake juga memiliki front stop switch.
Klik di Tuas Rem, Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Ketika tuas rem ditarik, gerak mekanis tuas tidak hanya menghasilkan tekanan pada sistem rem. Gerakan tersebut juga dapat mengoperasikan brake/stop switch, yaitu saklar yang berfungsi mendeteksi posisi tuas rem.
Sinyal dari saklar tersebut digunakan oleh sistem elektrikal motor, salah satunya untuk mengaktifkan lampu rem belakang.
Artinya, ketika pengendara mulai menarik tuas rem, ada dua pekerjaan yang berlangsung hampir bersamaan: sistem hidraulis atau mekanis mulai bekerja untuk menghasilkan pengereman, sementara sistem elektrikal mendeteksi bahwa rem sedang dioperasikan.
Inilah alasan mengapa area tuas rem pada motor modern memiliki komponen elektrikal yang cukup penting meskipun bentuknya terlihat sederhana.
Kenapa Motor Matic Perlu Mendeteksi Tuas Rem Saat Starter?
Nah, bagian ini yang menarik.
Pada skutik modern, pengendara umumnya perlu menarik salah satu tuas rem sebelum menekan tombol starter. Tujuannya adalah sebagai starter safety interlock.
Secara sederhana, sistem memastikan kondisi pengereman terdeteksi sebelum motor mendapatkan izin untuk menjalankan starter elektrik.
Jadi, ketika motor sedang dalam kondisi diam, pengendara tidak cukup hanya menekan tombol starter. Sistem elektrikal juga membutuhkan input dari rangkaian rem.
Pada sistem Honda, pemeriksaan rangkaian starter memang berkaitan dengan brake light switch, starter switch, serta jalur menuju ECM pada sistem tertentu. Artinya, brake switch bukan sekadar komponen untuk menyalakan lampu rem, tetapi juga menjadi bagian dari logika keselamatan sistem starter.
Lalu, Apakah “Klik Pertama” dan “Klik Kedua” Pasti Dua Microswitch?
Ini bagian yang perlu diluruskan.
Sensasi dua klik tidak sebaiknya langsung disimpulkan sebagai dua microswitch terpisah tanpa melihat desain dan part number spesifik dari model yang digunakan.
Katalog komponen Honda menunjukkan adanya stop switch pada area sistem rem, tetapi rasa dua tahap pada tuas bisa dipengaruhi oleh gerakan tuas, mekanisme aktuator saklar, titik kontak switch, serta mekanisme hidraulis/mekanis rem.
Dengan kata lain, pengendara memang bisa merasakan dua tahapan gerakan atau bunyi klik, tetapi penyebab teknisnya harus dilihat berdasarkan konstruksi masing-masing model.
Ini penting karena ADV 160, PCX 160, Vario 160, maupun model Honda 160 cc lainnya tidak selalu memiliki konfigurasi komponen yang identik.
Fungsi Stop Switch Lebih Penting dari yang Terlihat
Stop switch pada sistem rem mempunyai peran penting dalam keselamatan dan kontrol elektrikal motor.
1. Mengaktifkan Lampu Rem
Ketika rem dioperasikan, switch memberikan sinyal agar stop lamp menyala.
Fungsinya sederhana tetapi sangat penting: memberikan peringatan visual kepada kendaraan yang berada di belakang bahwa motor sedang melakukan pengereman.
2. Menjadi Bagian dari Starter Interlock
Input dari sistem rem juga dapat menjadi salah satu syarat agar starter elektrik dapat bekerja.
Dengan mekanisme ini, motor tidak langsung menjalankan starter hanya karena tombol starter ditekan. Sistem terlebih dahulu memastikan input rem terpenuhi.
3. Menghubungkan Sistem Mekanis dan Elektrikal
Inilah salah satu contoh menarik bagaimana motor modern bekerja.
Tuas rem secara fisik mengendalikan sistem pengereman, tetapi pada saat yang sama gerakannya juga diterjemahkan menjadi sinyal elektrikal.
Satu gerakan tangan pengendara akhirnya bisa melibatkan sistem mekanis, hidraulis, lampu, switch, starter, hingga modul kontrol elektronik.
Jangan Abaikan Kalau Sensasi Klik Berubah
Nah, bagi pemilik skutik, perubahan karakter tuas rem justru perlu diperhatikan.
Jika sebelumnya tuas terasa normal kemudian tiba-tiba:
- klik terasa hilang,
- stop lamp tidak menyala,
- starter tidak merespons meski rem sudah ditarik,
- tuas terasa terlalu longgar,
- atau lampu rem terus menyala,
jangan langsung menganggapnya sebagai masalah sepele.
Stop switch, dudukan switch, kabel, konektor, maupun mekanisme tuas perlu diperiksa.
Karena pada motor modern, satu komponen kecil dapat memiliki fungsi yang berkaitan dengan penerangan sekaligus sistem keselamatan elektrikal.
Detail Kecil, Engineering Besar
Sensasi “dua klik” pada tuas rem mungkin terlihat sebagai detail kecil. Namun dari perspektif otomotif, area tersebut memperlihatkan bagaimana sistem mekanis dan elektrikal bekerja secara terintegrasi pada skutik modern.
Tuas rem bukan hanya alat untuk menggerakkan kampas rem. Di balik gerakannya terdapat sistem deteksi yang membantu mengendalikan lampu rem dan menjadi bagian dari logika pengaman starter.
Jadi, kalau nanti merasakan “klik” pada tuas rem skutik Honda 160 cc, jangan langsung menganggapnya sekadar bunyi mekanis.
Bisa jadi, di balik gerakan kecil tersebut terdapat rangkaian safety system yang sedang bekerja.
Dan seperti biasa dalam dunia otomotif, semakin modern sebuah motor, semakin banyak fungsi yang tersembunyi di balik komponen yang terlihat sederhana.
Event
KUSTOMFEST 2026 “High Octane”, Ratusan Motor dan Mobil Kustom Siap Unjuk Karya
Ajang kustom kulture terbesar yang menjadi salah satu agenda penting bagi pelaku industri kreatif otomotif Indonesia, KUSTOMFEST 2026, kembali digelar pada 10–11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Memasuki tahun ke-15, perhelatan kali ini mengusung tema “High Octane”, sebuah gambaran tentang energi, kreativitas, dan semangat untuk terus mengakselerasi perkembangan industri kustom Tanah Air.

Tema tersebut juga menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi para pelaku industri kustom, mulai dari kondisi ekonomi hingga perubahan tren dan persaingan produk komponen buatan massal. Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menilai industri kustom Indonesia membutuhkan dorongan baru berupa gagasan, perspektif, serta strategi agar para builder dan pelaku usaha tetap mampu menghasilkan karya dan menjaga keberlangsungan bisnisnya.
Menurut Lulut, KUSTOMFEST tidak hanya berfungsi sebagai ajang memamerkan hasil modifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mencari peluang baru. Produk buatan industri rumahan serta UMKM Indonesia, termasuk komponen, suku cadang, dan apparel, telah menjangkau pasar kustom di berbagai negara. Melalui KUSTOMFEST, potensi tersebut diharapkan terus berkembang dan mendapat akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show Jadi Program Utama
Dua program utama yang kembali menjadi sorotan adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Ratusan sepeda motor dan mobil dari berbagai daerah akan mengikuti proses kurasi dan scrutineering sebelum ditampilkan kepada pengunjung dan dinilai oleh juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menampilkan karya dengan karakter, detail pengerjaan, serta konsep modifikasi yang menonjol.
Selain dua program tersebut, KUSTOMFEST 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang mencerminkan luasnya ekosistem kustom kulture. Pengunjung dapat menjumpai Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint, Kustom Journey by Rollie Monkie, Kustom Bicycle, Miss Kustomfest Pin-Up Kontest, Krospit Kontest, Booth Tenants, Junkyard Festival, FXR Paradise, SR Panic, dan All 3 Wheeler.
Sejumlah program baru turut memperkaya agenda tahun ini. FXR Paradise menjadi ruang berkumpul bagi pemilik Harley-Davidson FXR untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Sementara itu, SR Panic, yang dibawa 2Persenter dari Jepang, mempertemukan para pemilik Yamaha SR. Program All 3 Wheeler juga menghadirkan beragam kreasi kendaraan roda tiga, sedangkan Northy dan KUSTOMFEST menghadirkan COMMON GROUND Collective sebagai ruang kolaborasi komunitas, seniman, dan brand.
Flat Track Race Hadir dengan Coaching Clinic Internasional
Area outdoor JEC kembali menjadi arena penyelenggaraan Flat Track Race. Tahun ini, KUSTOMFEST menghadirkan Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles dan Mr. Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan untuk mengisi coaching clinic. Materi yang diberikan mencakup persiapan motor hingga teknik berkendara di lintasan flat track.
Kelas yang dipertandingkan meliputi Horizontal Engine Cub di bawah 150 cc, Vertical Engine di bawah 150 cc dan kelas 151–250 cc, kelas FFA dua-tak dan empat-tak, serta Star Racer. Kehadiran program ini memberikan ruang bagi penggemar balap untuk melihat sisi lain dunia kustom, ketika pengembangan motor dan kemampuan pengendara bertemu di lintasan.

Selain balap, program OVERLAND RIDE mengajak peserta menjelajahi rute Yogyakarta melalui kombinasi jalan raya dan medan off-road. Aktivitas tersebut menambah pilihan bagi pengunjung dan komunitas yang ingin menikmati pengalaman berkendara di luar area pameran.
KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK Bawa Karya Lokal ke Jepang
Upaya memperkenalkan karya builder Indonesia ke dunia internasional kembali dilakukan melalui program KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK. Sejumlah karya terbaik peserta KUSTOMFEST 2026 berkesempatan tampil di 34th Yokohama Hot Rod Custom Show 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Yokohama, Jepang.
KUSTOMFEST juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah tamu dan juri internasional, di antaranya Yuichi Yoshizawa dari Custom Works Zon, Makoto Watanabe dari Chopper Journal, The Nash dari Burnout Mag, Takashi “Gussan” Yamaguchi dari 2Persenter, Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles, Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan, serta Matt Talajowski dari Sugarbaby Cycles, pemenang Best of Show Born Free Show 2026.
Beberapa builder internasional yang dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di KUSTOMFEST antara lain Suraphorn Phongsawat dari EasyRider Revival Pornstersomc, Risei K dari Shonan Style 12QROSSOVER (TQ), Takuya Okobu dari Vida Motorcycle Japan, dan Minoru Watanabe dari Fatech Power. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi pelaku kustom lokal untuk bertukar wawasan dengan builder dari negara lain.
Kustom Kulture, Kepedulian Sosial, dan Hiburan
KUSTOMFEST 2026 juga membawa misi sosial melalui kolaborasi dengan Baznas dan Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk dampak kebakaran hutan terhadap kehidupan masyarakat. Dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KUSTOMFEST bersama Pemerintah Kota Yogyakarta turut menggelar Ride For YK, sebuah program untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui renovasi rumah tinggal.
“Kita tidak sekadar merayakan Lebaran Kustom dan mengajak untuk berakselerasi tinggi untuk para pelaku di industri kustom, namun juga melihat lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk tetangga terdekat, warga Yogyakarta membutuhkan kepedulian kita,” ujar Lulut Wahyudi.
Suasana acara juga akan diramaikan penampilan musik dari Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam, D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai. Berbagai program tersebut membuat KUSTOMFEST bukan hanya menjadi tempat melihat kendaraan kustom, tetapi juga ruang pertemuan bagi musik, seni, komunitas, dan industri kreatif.
Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta sejumlah brand dan pelaku industri otomotif.
Tiket KUSTOMFEST 2026 Dibanderol Rp130 Ribu per Hari
Bagi pengunjung yang ingin hadir, tiket KUSTOMFEST 2026 tersedia secara online maupun langsung di lokasi atau on the spot. Harga tiket dewasa ditetapkan sebesar Rp130.000 per hari, sedangkan tiket anak-anak dibanderol Rp70.000.
Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan undian untuk mengikuti perjalanan ke Jepang dan menyaksikan 34th Yokohama Hot Rod Custom Show pada 6 Desember 2026. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan tiket dan undian dapat dipastikan melalui kanal resmi penyelenggara.
Memasuki usia ke-15, KUSTOMFEST kembali membawa pesan bahwa perkembangan kustom kulture tidak hanya bertumpu pada karya kendaraan, tetapi juga pada kreativitas, kolaborasi, keberlanjutan usaha, dan kepedulian sosial. Lewat tema “High Octane”, ajang ini mengajak pelaku industri kustom Indonesia untuk terus menjaga semangat berkarya sekaligus memperluas jangkauan ke panggung global.
Motor
KTM SX-E 2.12 2027, Motor Cross Listrik Anak Berbobot Cuma 29 Kg
KTM memperluas jajaran motor motocross listrik untuk pengendara muda melalui kehadiran KTM SX-E 2.12 model 2027. Motor ini diposisikan di antara SX-E 2 dan SX-E 3, dengan fokus pada pengendara pemula yang membutuhkan dimensi lebih tinggi tanpa mengorbankan kemudahan pengendalian.
Sebagai motor off-road listrik berukuran ringkas, SX-E 2.12 membawa sejumlah pembaruan pada sektor roda, suspensi, dan ergonomi. Menariknya, peningkatan dimensi tersebut tetap mempertahankan bobot motor di angka 29 kg.

Roda 12 Inci dan Suspensi WP
Salah satu pembeda utama KTM SX-E 2.12 dibandingkan SX-E 2 terletak pada penggunaan roda depan berukuran 12 inci, meningkat dari 10 inci pada model yang lebih kecil.
Perubahan ini dipadukan dengan suspensi yang lebih panjang untuk meningkatkan tinggi motor dan jarak bebas ke tanah. Rangka bagian tengahnya menggunakan konstruksi ekstrusi aluminium yang dikembangkan dari platform SX-E 2.
Pada bagian depan, KTM memasang garpu hidraulis WP dengan jarak main suspensi 90 mm. Sementara itu, suspensi belakang menggunakan monoshock hidraulis berdiameter 34 mm dengan pengaturan preload dan jarak main hingga 70 mm.
Kombinasi roda dan suspensi tersebut dirancang untuk menyesuaikan ergonomi motor dengan pengendara yang membutuhkan posisi berkendara lebih tinggi. Tinggi joknya meningkat hingga 66 mm dibandingkan SX-E 2, yang memiliki tinggi jok maksimum 500 mm.

Meski dimensi motor bertambah, bobotnya tetap 29 kg. Hal ini menjadi salah satu aspek penting untuk motor pemula, karena bobot yang ringan dapat membantu pengendara muda mengendalikan dan memindahkan motor dengan lebih mudah.
Motor Listrik 1,8 kW dengan Torsi 50 Nm
KTM SX-E 2.12 menggunakan penggerak listrik tipe hub motor yang menghasilkan tenaga 1,8 kW dan torsi maksimum 50 Nm.
Karena motor listrik terintegrasi pada bagian roda, sistem ini tidak membutuhkan rangkaian rantai dan sproket seperti motor konvensional. Konstruksi tersebut membantu mengurangi jumlah komponen bergerak yang memerlukan perawatan sekaligus menghilangkan risiko kontak dengan rantai penggerak.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 9,4 Ah dengan perlindungan terhadap air berstandar IP65. Karakter penggerak listrik juga membuat motor ini beroperasi lebih senyap dibandingkan motocross bermesin pembakaran internal.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung proses belajar pengendara muda, terutama saat mulai mengenal kontrol gas, keseimbangan, dan karakter berkendara di area off-road yang sesuai.
Pengisian Baterai Sekitar 60 Menit
Untuk pengisian daya, KTM menyediakan pengisi daya eksternal dengan kapasitas hingga 500 W yang dapat dihubungkan ke sumber listrik 110 volt maupun 230 volt.
Menurut informasi spesifikasi yang tersedia, pengisian baterai hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Waktu aktual dapat bergantung pada kondisi baterai dan proses pengisian.
Namun, informasi mengenai jarak tempuh maupun durasi berkendara dalam sekali pengisian belum disebutkan dalam data spesifikasi yang menjadi acuan artikel ini. Karena itu, kedua aspek tersebut masih perlu dikonfirmasi untuk mengetahui kemampuan motor dalam penggunaan nyata.
Fitur Keselamatan untuk Rider Muda
Sebagai motor yang ditujukan untuk pengendara pemula, KTM SX-E 2.12 dilengkapi sejumlah fitur keselamatan.
Salah satunya adalah sensor rollover yang memutus tenaga secara otomatis ketika motor terjatuh. Terdapat pula wrist lanyard key yang terhubung dengan sistem pemutus mesin. Jika pengendara terpisah dari motor, sistem ini membantu menghentikan penggerak.
Panel multifungsi pada setang dilengkapi lampu indikator untuk menunjukkan mode berkendara yang sedang dipilih. Fitur tersebut membantu orang tua atau pendamping memantau pengaturan motor sebelum digunakan.
Meski dilengkapi perangkat keselamatan, penggunaan motor tetap perlu didampingi orang dewasa, dengan perlengkapan pelindung yang sesuai dan area latihan yang aman.
Alternatif Motor Cross Listrik untuk Generasi Baru
Melalui SX-E 2.12 model 2027, KTM memperluas pilihan motor listrik off-road untuk pengendara muda dengan kebutuhan ergonomi berbeda.
Roda 12 inci, suspensi WP, bobot 29 kg, serta penggerak listrik 1,8 kW menjadi kombinasi utama yang ditawarkan. Kehadiran sensor rollover dan wrist lanyard key juga memperlihatkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam proses belajar berkendara.
KTM SX-E 2.12 disebut tersedia melalui dealer resmi KTM, meskipun ketersediaan dan waktu distribusinya dapat berbeda di setiap negara. Informasi mengenai harga serta jadwal pemasaran di Indonesia belum tercantum dalam data yang tersedia.
Motor
Triumph Speed Twin 1200 TFC Masuk Indonesia, Cuma 750 Unit di Dunia
Triumph Motorcycles Indonesia menghadirkan salah satu model modern classic paling eksklusifnya, Speed Twin 1200 TFC. Mengusung label Triumph Factory Custom (TFC), motor ini merupakan versi factory custom dengan berbagai komponen premium dan hanya diproduksi sebanyak 750 unit untuk pasar global.
Setiap unit Triumph Speed Twin 1200 TFC memiliki nomor produksi individual serta dilengkapi Certificate of Authenticity. Kehadirannya juga menambah daftar model yang menggunakan emblem TFC, setelah Thruxton TFC, Rocket 3 TFC, serta dua edisi Bobber TFC.
Mesin Bonneville 1.200 cc, Tenaga 105 PS

Dari sektor mesin, Speed Twin 1200 TFC tetap mengandalkan konfigurasi khas Bonneville twin-cylinder berkapasitas 1.200 cc dengan crankshaft 270 derajat.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 105 PS dan torsi 112 Nm. Karakter powertrain ini dirancang tetap mempertahankan karakter modern classic Triumph, tetapi mendapatkan dukungan komponen dan perangkat premium untuk menunjang performa maupun handling.
Salah satu peningkatan penting hadir pada sistem suspensi. Triumph membekali Speed Twin 1200 TFC dengan suspensi Öhlins fully adjustable, sehingga pengendara dapat melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan karakter berkendara.

Sektor pengereman juga menggunakan perangkat kelas atas. Bagian depan mengandalkan kaliper Brembo Stylema yang dipadukan dengan Brembo radial master cylinder serta adjustable MCS lever.
Akrapovič Titanium dan Carbon Fibre
Tidak hanya sektor performa, Triumph juga memberikan perhatian besar pada detail material dan sistem pembuangan.
Speed Twin 1200 TFC menggunakan sepasang knalpot Akrapovič berbahan titanium. Beberapa bagian bodinya juga menggunakan material carbon fibre untuk memperkuat karakter premium sekaligus sporty.
Secara visual, motor ini hadir dengan kombinasi warna Obsidian Gold, aksen emas, dan detail khusus TFC. Tampilan tersebut membuatnya berbeda dari Speed Twin 1200 versi standar.
Karakter sporty semakin diperkuat melalui penggunaan clip-on handlebars dan rearset foot controls. Konfigurasi ini membuat posisi berkendara lebih agresif dibandingkan konsep modern classic pada umumnya.
Hanya 1 Unit untuk Indonesia
Director Triumph Motorcycles Indonesia, Joe Frans, menyebut Speed Twin 1200 TFC sebagai perpaduan antara performa, craftsmanship, dan eksklusivitas.
Dengan produksi global yang hanya mencapai 750 unit, setiap detail pada motor ini memang dirancang untuk memberikan karakter yang berbeda, mulai dari suspensi Öhlins, rem Brembo Stylema, knalpot titanium Akrapovič hingga penggunaan carbon fibre.
Di Indonesia, Triumph Speed Twin 1200 TFC dipasarkan dengan harga Rp999 juta on the road (OTR), termasuk PPH DKI Jakarta.
Menariknya, Triumph Motorcycles Indonesia hanya berhasil mendapatkan satu unit untuk pasar Indonesia. Unit tersebut hadir dengan nomor produksi individual dan menurut pihak Triumph Indonesia sudah dibeli oleh seorang enthusiast Triumph.
Kehadiran Speed Twin 1200 TFC membuat model ini bukan sekadar motor modern classic berperforma tinggi. Dengan jumlah produksi terbatas, spesifikasi premium, serta hanya satu unit yang masuk ke Indonesia, motor ini juga menjadi koleksi eksklusif bagi penggemar dan kolektor Triumph.

-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
