Motor
Membedah Sensasi “Dua Klik” Tuas Rem Skutik Honda 160 cc, Ternyata Ada Hubungannya dengan Safety
Pernah merasa tuas rem kiri pada skutik Honda 160 cc seperti memiliki dua tahapan klik saat ditarik? Sensasi tersebut bisa terasa pada beberapa model seperti Honda ADV 160, PCX 160, Stylo 160 hingga Vario 160.
Bagi sebagian pengguna, bunyi atau rasa “klik” tersebut mungkin dianggap sebagai hal biasa dari mekanisme tuas rem. Namun jika dilihat dari sisi engineering, area tuas rem pada skutik modern bukan hanya berkaitan dengan sistem pengereman. Di baliknya terdapat komponen elektrikal yang terhubung dengan stop lamp dan sistem pengaman starter.
Menariknya, katalog suku cadang Honda memang menunjukkan keberadaan stop switch pada sistem rem sejumlah model 160 cc. Pada PCX 160, misalnya, terdapat komponen switch assy. rear stop pada sistem tuas/rem belakang, sementara bagian front brake juga memiliki front stop switch.
Klik di Tuas Rem, Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Ketika tuas rem ditarik, gerak mekanis tuas tidak hanya menghasilkan tekanan pada sistem rem. Gerakan tersebut juga dapat mengoperasikan brake/stop switch, yaitu saklar yang berfungsi mendeteksi posisi tuas rem.
Sinyal dari saklar tersebut digunakan oleh sistem elektrikal motor, salah satunya untuk mengaktifkan lampu rem belakang.
Artinya, ketika pengendara mulai menarik tuas rem, ada dua pekerjaan yang berlangsung hampir bersamaan: sistem hidraulis atau mekanis mulai bekerja untuk menghasilkan pengereman, sementara sistem elektrikal mendeteksi bahwa rem sedang dioperasikan.
Inilah alasan mengapa area tuas rem pada motor modern memiliki komponen elektrikal yang cukup penting meskipun bentuknya terlihat sederhana.
Kenapa Motor Matic Perlu Mendeteksi Tuas Rem Saat Starter?
Nah, bagian ini yang menarik.
Pada skutik modern, pengendara umumnya perlu menarik salah satu tuas rem sebelum menekan tombol starter. Tujuannya adalah sebagai starter safety interlock.
Secara sederhana, sistem memastikan kondisi pengereman terdeteksi sebelum motor mendapatkan izin untuk menjalankan starter elektrik.
Jadi, ketika motor sedang dalam kondisi diam, pengendara tidak cukup hanya menekan tombol starter. Sistem elektrikal juga membutuhkan input dari rangkaian rem.
Pada sistem Honda, pemeriksaan rangkaian starter memang berkaitan dengan brake light switch, starter switch, serta jalur menuju ECM pada sistem tertentu. Artinya, brake switch bukan sekadar komponen untuk menyalakan lampu rem, tetapi juga menjadi bagian dari logika keselamatan sistem starter.
Lalu, Apakah “Klik Pertama” dan “Klik Kedua” Pasti Dua Microswitch?
Ini bagian yang perlu diluruskan.
Sensasi dua klik tidak sebaiknya langsung disimpulkan sebagai dua microswitch terpisah tanpa melihat desain dan part number spesifik dari model yang digunakan.
Katalog komponen Honda menunjukkan adanya stop switch pada area sistem rem, tetapi rasa dua tahap pada tuas bisa dipengaruhi oleh gerakan tuas, mekanisme aktuator saklar, titik kontak switch, serta mekanisme hidraulis/mekanis rem.
Dengan kata lain, pengendara memang bisa merasakan dua tahapan gerakan atau bunyi klik, tetapi penyebab teknisnya harus dilihat berdasarkan konstruksi masing-masing model.
Ini penting karena ADV 160, PCX 160, Vario 160, maupun model Honda 160 cc lainnya tidak selalu memiliki konfigurasi komponen yang identik.
Fungsi Stop Switch Lebih Penting dari yang Terlihat
Stop switch pada sistem rem mempunyai peran penting dalam keselamatan dan kontrol elektrikal motor.
1. Mengaktifkan Lampu Rem
Ketika rem dioperasikan, switch memberikan sinyal agar stop lamp menyala.
Fungsinya sederhana tetapi sangat penting: memberikan peringatan visual kepada kendaraan yang berada di belakang bahwa motor sedang melakukan pengereman.
2. Menjadi Bagian dari Starter Interlock
Input dari sistem rem juga dapat menjadi salah satu syarat agar starter elektrik dapat bekerja.
Dengan mekanisme ini, motor tidak langsung menjalankan starter hanya karena tombol starter ditekan. Sistem terlebih dahulu memastikan input rem terpenuhi.
3. Menghubungkan Sistem Mekanis dan Elektrikal
Inilah salah satu contoh menarik bagaimana motor modern bekerja.
Tuas rem secara fisik mengendalikan sistem pengereman, tetapi pada saat yang sama gerakannya juga diterjemahkan menjadi sinyal elektrikal.
Satu gerakan tangan pengendara akhirnya bisa melibatkan sistem mekanis, hidraulis, lampu, switch, starter, hingga modul kontrol elektronik.
Jangan Abaikan Kalau Sensasi Klik Berubah
Nah, bagi pemilik skutik, perubahan karakter tuas rem justru perlu diperhatikan.
Jika sebelumnya tuas terasa normal kemudian tiba-tiba:
- klik terasa hilang,
- stop lamp tidak menyala,
- starter tidak merespons meski rem sudah ditarik,
- tuas terasa terlalu longgar,
- atau lampu rem terus menyala,
jangan langsung menganggapnya sebagai masalah sepele.
Stop switch, dudukan switch, kabel, konektor, maupun mekanisme tuas perlu diperiksa.
Karena pada motor modern, satu komponen kecil dapat memiliki fungsi yang berkaitan dengan penerangan sekaligus sistem keselamatan elektrikal.
Detail Kecil, Engineering Besar
Sensasi “dua klik” pada tuas rem mungkin terlihat sebagai detail kecil. Namun dari perspektif otomotif, area tersebut memperlihatkan bagaimana sistem mekanis dan elektrikal bekerja secara terintegrasi pada skutik modern.
Tuas rem bukan hanya alat untuk menggerakkan kampas rem. Di balik gerakannya terdapat sistem deteksi yang membantu mengendalikan lampu rem dan menjadi bagian dari logika pengaman starter.
Jadi, kalau nanti merasakan “klik” pada tuas rem skutik Honda 160 cc, jangan langsung menganggapnya sekadar bunyi mekanis.
Bisa jadi, di balik gerakan kecil tersebut terdapat rangkaian safety system yang sedang bekerja.
Dan seperti biasa dalam dunia otomotif, semakin modern sebuah motor, semakin banyak fungsi yang tersembunyi di balik komponen yang terlihat sederhana.
Motor
FUBORU Racing Part Luncurkan Gasket Metal Foam di Final Superprix 2026 Sirkuit Mijen Semarang
SEMARANG – FUBORU Racing Part akan merilis produk terbaru dari lini Racing Series, yaitu gasket berbahan metal foam, pada ajang Final Superprix 2026. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 24 [bulan] 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang.
Pemilihan Final Superprix 2026 sebagai panggung rilis dinilai tepat. Ajang ini mempertemukan para pembalap dan tuner dengan kebutuhan komponen yang andal, sehingga produk Racing Series bisa langsung diperkenalkan kepada target pasarnya.
Gasket Metal Foam untuk Kebutuhan Racing
Gasket Racing Series ini menggunakan material metal foam, yaitu logam berstruktur seluler berpori yang dikenal ringan namun kuat. Karakter material tersebut membuatnya mampu menahan panas tinggi serta meredam tekanan dan getaran, kondisi yang lazim dihadapi komponen penyegel pada mesin yang dipacu di sirkuit.

Dengan material ini, FUBORU memposisikan produknya sebagai alternatif dari gasket konvensional bagi pengguna yang menginginkan ketahanan lebih dalam pemakaian intensif.
Keunggulan yang Ditawarkan
- Tahan panas tinggi, sesuai kebutuhan mesin balap dan modifikasi.
- Daya redam yang baik terhadap getaran dan tekanan.
- Bobot ringan, sejalan dengan kebutuhan komponen racing.
- Struktur kuat untuk membantu menjaga kerapatan sambungan.
Hadir Langsung di Sirkuit
Selama dua hari penyelenggaraan Final Superprix 2026, pengunjung, pembalap, dan para tuner berkesempatan melihat langsung produk ini di [lokasi booth/area FUBORU]. Tim FUBORU juga akan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi dan penggunaan gasket Racing Series.
“Kami memilih Final Superprix 2026 karena di sinilah produk racing diuji dan dinilai langsung oleh para pelakunya. Gasket metal foam ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen FUBORU di dunia balap.”
— [TERRENCE,FUBORU Racing Part]
Electric Vehicle
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Andalkan Baterai 72V 80Ah
Yadea GT80 menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan kemampuan jarak tempuh panjang. Model ini diklaim mampu melaju hingga 190 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan dukungan kombinasi baterai berkapasitas total 72V 80Ah dan motor listrik yang menghasilkan daya puncak 5.000 watt.
Selain mengunggulkan daya jelajah, Yadea GT80 juga dibekali kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 90 km/jam. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas dengan jarak perjalanan lebih jauh, tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian ulang baterai.
Meski demikian, klaim jarak tempuh maksimal perlu dilihat berdasarkan metode pengujiannya. Yadea GT80 memiliki konfigurasi baterai standar dan opsi baterai tambahan yang menghasilkan kapasitas berbeda, sehingga jarak tempuhnya juga tidak sama.
Baterai 72V 80Ah, Jarak Tempuh Diklaim 190 Km
Yadea GT80 menggunakan baterai standar berkapasitas 72V 50Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer. Bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia opsi baterai tambahan berkapasitas 30Ah.
Ketika baterai tambahan tersebut digunakan, kapasitas total meningkat menjadi 72V 80Ah. Dalam konfigurasi ini, jarak tempuh Yadea GT80 diklaim mencapai 190 kilometer berdasarkan pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC).
WMTC merupakan metode pengujian terstandar untuk mengevaluasi konsumsi energi dan karakteristik kendaraan dalam kondisi pengujian tertentu. Karena itu, hasil pengujian tidak selalu sama dengan jarak yang bisa dicapai ketika motor digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan, kecepatan berkendara, bobot pengendara, cuaca, tekanan ban, serta pola akselerasi dan pengereman dapat memengaruhi konsumsi energi. Dengan demikian, angka 190 kilometer sebaiknya dipahami sebagai klaim berdasarkan pengujian terstandar, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.
Motor Listrik 5.000 Watt, Kecepatan Maksimal 90 Km/Jam
Untuk sektor penggerak, Yadea GT80 mengandalkan motor listrik dengan daya puncak 5.000 watt atau setara 5 kW. Tenaga tersebut mendukung kemampuan motor mencapai kecepatan maksimum yang diklaim hingga 90 km/jam.

Perpaduan daya motor dan kapasitas baterai menjadi bagian penting dalam menentukan karakter berkendara serta kebutuhan energi. Namun, daya puncak tidak secara langsung menunjukkan konsumsi energi aktual, karena pemakaian listrik juga dipengaruhi kecepatan, beban, dan kondisi perjalanan.
Pada sektor pengereman, GT80 menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang. Sistem tersebut dipadukan dengan Combi Brake System (CBS), yang membantu mendistribusikan pengereman antara roda sesuai mekanisme sistemnya.
Untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan berkendara, motor ini juga dilengkapi suspensi hidraulis di bagian depan maupun belakang.
Dimensi Bodi dan Ukuran Ban
Yadea GT80 memiliki dimensi panjang 1.966 mm, lebar 713 mm, dan tinggi 1.333 mm. Ukuran tersebut memberikan gambaran mengenai proporsi bodi motor untuk kebutuhan mobilitas harian.
Pada bagian kaki-kaki, GT80 menggunakan ban depan berukuran 100/90-12 dan ban belakang 120/80-12. Kombinasi ukuran ban tersebut menjadi bagian dari konfigurasi roda yang mendukung karakter berkendara motor listrik ini.
Berikut rangkuman spesifikasi Yadea GT80 berdasarkan informasi yang tersedia:
- Baterai standar: 72V 50Ah
- Baterai tambahan: 30Ah
- Kapasitas total dengan baterai tambahan: 72V 80Ah
- Klaim jarak tempuh baterai standar: hingga 120 km
- Klaim jarak tempuh maksimal: hingga 190 km berdasarkan WMTC
- Daya puncak motor listrik: 5.000 watt
- Kecepatan maksimum: hingga 90 km/jam
- Rem depan dan belakang: cakram
- Sistem pengereman: Combi Brake System (CBS)
- Suspensi depan dan belakang: hidraulis
- Ban depan: 100/90-12
- Ban belakang: 120/80-12
- Dimensi panjang × lebar × tinggi: 1.966 × 713 × 1.333 mm
Siap Menghadapi Tantangan Jarak Tempuh 180 Km Lebih
Yadea GT80 juga disiapkan untuk mengikuti tantangan bertajuk “Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge”. Program ini akan menguji kemampuan motor dalam menempuh perjalanan nyata dengan satu kali pengisian daya.

Pengujian tersebut menarik karena dapat memberikan gambaran mengenai performa jarak tempuh di luar kondisi laboratorium atau pengujian terstandar. Hasilnya juga dapat menjadi bahan perbandingan antara klaim jarak tempuh berdasarkan WMTC dan kemampuan motor ketika digunakan di jalan.
Pada akhirnya, daya jelajah aktual Yadea GT80 baru dapat dinilai secara lebih menyeluruh setelah hasil pengujian perjalanan nyata tersedia. Dengan baterai hingga 80Ah, daya puncak 5.000 watt, dan kecepatan maksimum yang diklaim 90 km/jam, GT80 menawarkan kombinasi spesifikasi yang berfokus pada mobilitas jarak jauh.
Motor
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Meluncur di Indonesia, Hanya Ada 17 Unit
Royal Enfield menghadirkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun untuk pasar Indonesia. Mengusung jumlah produksi yang sangat terbatas, motor edisi spesial ini dialokasikan hanya sebanyak 17 unit untuk Indonesia, dari total 125 unit yang disiapkan untuk setiap wilayah utama dunia.
Model ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Royal Enfield sejak 1901. Melalui edisi khusus tersebut, pabrikan asal Inggris yang kini berbasis di India itu memadukan desain klasik khas keluarga Classic dengan sentuhan visual eksklusif yang terinspirasi dari sejarah awal merek.
Di Indonesia, Royal Enfield Hypershift Classic 650 ditawarkan dengan harga Rp268.000.000. Konsumen yang berminat dapat mendaftarkan minat pembelian mulai 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB hingga 27 Oktober 2026 melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia.
Finishing Hypershift Berubah Warna
Daya tarik utama Hypershift Classic 650 terletak pada lapisan finishing khusus yang diaplikasikan pada bodinya. Dengan dasar warna kuningan, lapisan Hypershift dapat menampilkan pantulan warna merah, hijau, hingga emas, bergantung pada kondisi pencahayaan dan sudut pandang.

Konsep visual ini menjadi penghormatan terhadap sejarah Royal Enfield yang dimulai pada 1901. Efek perubahan warna memberikan karakter berbeda dibandingkan Classic 650 standar, sekaligus memperkuat kesan eksklusif pada motor edisi peringatan ini.
Meski mendapat sentuhan khusus, identitas desain Classic tetap dipertahankan. Bentuk tangki bahan bakar teardrop dan rumah lampu depan bergaya nacelle tetap menjadi elemen utama yang menghadirkan nuansa motor klasik.
Royal Enfield juga menyematkan emblem emas peringatan 125 tahun, emblem khusus pada panel samping, serta pinstripe yang dikerjakan dengan tangan atau hand-painted. Detail tersebut menambah karakter kolektor pada motor yang dipasarkan dalam jumlah terbatas ini.
Tetap Mengandalkan Mesin 650 Twin
Dari sisi mekanis, Hypershift Classic 650 tetap menggunakan platform mesin Royal Enfield 650 Twin dengan konfigurasi dua silinder. Platform tersebut mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri keluarga motor Royal Enfield bermesin 650 cc.
Dengan demikian, pembeda utama edisi peringatan ini terletak pada tampilan, detail eksklusif, dan jumlah unit yang terbatas, bukan pada perubahan platform mesin yang disebutkan dalam informasi peluncurannya.
Kombinasi desain retro, finishing Hypershift, dan detail peringatan 125 tahun menjadikan model ini menyasar penggemar motor klasik yang mencari produk dengan nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Harga Rp268 Juta, Pendaftaran Minat Dibuka
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp268.000.000. Jumlahnya dibatasi hanya 17 unit, sehingga konsumen perlu memperhatikan periode pendaftaran minat pembelian yang telah ditentukan.

Pendaftaran dibuka pada 16 Oktober 2026 mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Konsumen dapat menyampaikan minat melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia di https://www.royalenfield.com/id/id/home/.
Dengan kuota yang terbatas, Hypershift Classic 650 menjadi salah satu model spesial Royal Enfield yang membawa identitas sejarah merek ke dalam format motor klasik modern. Perpaduan desain ikonik dan finishing yang berubah warna menjadi ciri utama edisi peringatan 125 tahun ini.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
