Connect with us

Motor Balap

Ketua Tim Evan Bros Apresiasi Adaptasi Aldi Satya di Sirkuit Andalucia!

Published

on

Tim papan atas Evan Bros Yamaha memulai langkah besar mereka untuk musim balap WorldSSP 2025 dengan sesi tes perdana di sirkuit Andalucia, Almeria. Dua pembalap anyar mereka, Aldi Satya Mahendra asal Indonesia dan Can Oncu dari Turki, menunjukkan performa yang menjanjikan dalam adaptasi dengan senjata baru mereka, Yamaha R9.

💨 Oncu menggempur trek dengan 130 putaran, sementara Aldi melahap 100 lap penuh determinasi. Kedua rider muda ini terus mencatat progres signifikan, baik dalam lap time maupun feel berkendara, menunjukkan bahwa transisi mereka ke kelas Supersport berjalan mulus.

Fabio Evangelista, Team Principal Evan Bros Yamaha, tak ragu memberikan pujian:
“Sesi tes ini sangat positif. Meski kami tidak bisa membandingkan catatan waktu dengan pembalap lain karena ini bukan trek reguler, performa Aldi dan Can mendekati capaian rider kami sebelumnya. Mengingat usia muda mereka, terutama Aldi yang baru naik dari kelas 300, ini pertanda baik.”

🚀 Evan Bros, tim yang sudah langganan mendominasi World Supersport, kini menghadapi tantangan baru dengan Yamaha R9 menggantikan R6. Namun, mereka yakin langkah besar ini adalah awal dari kesuksesan berikutnya.

Selanjutnya, tim akan menuju Phillip Island, Australia, untuk seri pembuka WorldSSP 2025. Akankah Aldi menciptakan kejutan di debutnya? Stay tuned untuk aksi penuh sensasi di lintasan!

Motor

Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa

Published

on

By

Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.

Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.

Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.

Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.

Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.

Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.

Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.

Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.

Continue Reading

Motor Balap

Klasemen Sementara WorldSBK 2026: Bulega Tancap Gas Sejak Awal Musim

Published

on

By

Gelaran pembuka WorldSBK 2026 langsung menyajikan tensi tinggi. Balapan di Phillip Island Circuit, Minggu (22/2), menjadi panggung unjuk kekuatan bagi Nicolo Bulega yang tampil tanpa celah dan sukses mengunci puncak klasemen sementara.

Membela Aruba.it Racing Ducati, Bulega menunjukkan dominasi mutlak dengan menyapu bersih seluruh sesi balap di seri Australia—Race 1, Superpole Race, hingga Race 2. Torehan sempurna itu mengantarkannya mengoleksi 62 poin, sekaligus menciptakan jarak aman dari para rival sejak awal musim.

Di belakangnya, Axel Bassani dari tim bimota by Kawasaki Racing Team menempati posisi kedua dengan raihan 42 poin, sementara Yari Montella (Barni Spark Racing Team) menguntit di peringkat ketiga dengan 26 poin. Persaingan papan tengah pun tak kalah panas, dengan Lorenzo Baldassarri dan Alvaro Bautista masih berada dalam rentang poin yang sangat memungkinkan terjadinya pergeseran posisi pada seri berikutnya.

Klasemen Sementara Pembalap WorldSBK 2026

  • Nicolo Bulega – 62
  • Axel Bassani – 42
  • Yari Montella – 26
  • Lorenzo Baldassarri – 25
  • Alvaro Bautista – 19
  • Iker Lecuona – 19
  • Miguel Oliveira – 17
  • Tarran Mackenzie – 17
  • Alex Lowes – 16
  • Sam Lowes – 16
  • Danilo Petrucci – 16
  • Garrett Gerloff – 15
  • Andrea Locatelli – 14
  • Alberto Surra – 11
  • Tetsuta Nagashima – 7
  • Remy Gardner – 3
  • Stefano Manzi – 2
  • Ryan Vickers – 1
  • Bahattin Sofuoglu – 1

Hasil seri perdana ini menjadi sinyal kuat dominasi Ducati di awal musim, namun jarak poin yang masih terbuka lebar memastikan perebutan gelar WorldSBK 2026 bakal berlangsung sengit hingga akhir kalender. Musim baru baru saja dimulai, dan drama besar sudah menunggu di tikungan berikutnya. 🏁🔥

Continue Reading

Moto GP

Aprilia Tunjukkan Taring di Tes Resmi Buriram, Ducati Dapat Tekanan Serius

Published

on

By

Sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Buriram, Thailand, menghadirkan kejutan besar. Dominasi yang selama ini identik dengan Ducati mulai mendapat ancaman nyata setelah Aprilia tampil luar biasa dan menguasai papan waktu.

Sorotan utama tertuju pada Marco Bezzecchi yang mencatatkan waktu tercepat. Performa impresif itu diperkuat oleh rider muda sensasional Ai Ogura, yang hanya terpaut tipis di belakangnya. Dua motor RS-GP berada di puncak, menegaskan bahwa Aprilia bukan sekadar kuda hitam, melainkan penantang serius musim ini.

Padahal sehari sebelumnya, Ducati masih menunjukkan kekuatan melalui Alex Marquez. Namun, hasil terbaru ini memberi sinyal kuat bahwa peta persaingan mulai bergeser.

Nama besar Marc Marquez, yang kini menjadi tumpuan Ducati bersama Francesco Bagnaia, belum sepenuhnya bersinar. Marc harus menghadapi sesi sulit setelah terjatuh beberapa kali, dan finis di posisi ketiga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sang juara dunia masih berjuang menemukan rasa terbaiknya usai cedera musim lalu.

Di kubu pabrikan lain, KTM menunjukkan progres lewat Pedro Acosta sebagai rider tercepat mereka, sementara Honda mulai menampakkan perbaikan meski belum menembus barisan depan. Yamaha justru terlihat masih berkutat dengan adaptasi mesin baru, terlihat dari ekspresi frustrasi beberapa ridernya yang kesulitan menggali potensi maksimal motor.

Tes Buriram ini menjadi alarm dini jelang musim berjalan. Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi, Ducati tak lagi sendirian di puncak, dan pabrikan lain perlahan mendekat. Jika tren ini berlanjut, MotoGP musim depan berpotensi menjadi salah satu yang paling panas dan tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Trending