Connect with us

Electric Vehicle

Chery e-Vo REEV Debut di Beijing, Motor Hybrid Futuristik dengan Teknologi Range Extender

Published

on

Chery resmi membuat kejutan di ajang Beijing Auto Show 2026 dengan memperkenalkan motor konsep futuristik bernama e-Vo REEV. Ini menjadi langkah perdana pabrikan otomotif asal China tersebut untuk masuk ke pasar roda dua, sekaligus membawa pendekatan berbeda di era elektrifikasi.

Berbeda dari motor listrik konvensional, Chery e-Vo REEV mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Sistem ini membuat roda belakang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin berkapasitas kecil hanya berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

Konsep ini mirip seperti extender pada mobil listrik modern, di mana mesin pembakaran internal tidak terhubung langsung ke roda, melainkan menjaga suplai energi agar baterai tetap terisi selama perjalanan.

Desain Cyber-Cruiser Futuristik

Secara desain, e-Vo REEV tampil agresif dengan gaya Cyber-Cruiser. Siluet bodinya dibuat tajam dan muscular dengan sentuhan industrial yang cukup kuat.

Bagian depan dibekali lampu LED minimalis bergaya horizontal, sementara pelek alloy multi-spoke memberikan kesan modern dan ringan. Posisi riding dibuat lebih santai dengan footstep agak maju, memberikan ergonomi khas cruiser modern.

Motor konsep ini juga sudah dibekali:

  • ABS dual-channel
  • Suspensi modern
  • Rem cakram depan-belakang
  • Layar TFT full digital resolusi tinggi

Solusi Range Anxiety Motor Listrik?

Hal paling menarik tentu ada di teknologi REEV yang dibawa Chery.

Saat daya baterai mulai menipis, mesin bensin internal otomatis bekerja sebagai generator untuk mengisi ulang energi baterai. Dengan konsep ini, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada charging station karena tetap bisa mengisi bensin di SPBU.

Pendekatan ini menjadi solusi menarik untuk masalah klasik motor listrik: range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.

Jika teknologi ini benar-benar masuk tahap produksi, e-Vo REEV bisa membuka kategori baru di industri roda dua: motor hybrid listrik dengan generator bensin.

Fitur ADAS di Motor

Tak hanya bicara elektrifikasi, Chery juga menyematkan fitur teknologi tinggi pada e-Vo REEV.

Motor ini dibekali sistem ADAS level menengah, termasuk:

  • Blind spot warning dengan getaran pada setang
  • Monitoring aliran energi real-time
  • Interface digital modern

Langkah ini menunjukkan bahwa Chery tidak hanya ingin membuat motor listrik biasa, tetapi juga membawa pendekatan kendaraan roda dua yang lebih connected dan intelligent.

Meski masih berstatus konsep, kehadiran Chery e-Vo REEV menunjukkan keseriusan Chery dalam merambah segmen roda dua dengan inovasi yang cukup berbeda dari kompetitor.

Jika diproduksi massal, motor ini bisa menjadi salah satu konsep paling menarik di era elektrifikasi roda dua.

Electric Vehicle

Freelander 8 Debut: SUV Elektrifikasi dengan DNA Off-Road Asli Kolaborasi Chery x JLR

Published

on

By

Kolaborasi antara Chery dan Jaguar Land Rover akhirnya melahirkan SUV tangguh bernama Freelander 8. Model ini resmi debut di China sebagai kendaraan energi baru (NEV) yang menggabungkan kemampuan off-road serius dengan teknologi elektrifikasi modern.

Sebelum diperkenalkan ke publik, Freelander 8 telah menjalani pengujian ekstrem di lebih dari 20 jenis medan berbeda. SUV ini juga dibekali sistem cerdas yang mampu membaca kondisi jalan dan menyesuaikan strategi berkendara secara real-time hanya dalam hitungan milidetik. Ini menjadi bukti bahwa DNA off-road bukan sekadar gimmick, melainkan benar-benar dikembangkan secara fungsional.

Untuk menunjang performa di medan berat, Freelander 8 dilengkapi fitur off-road kelas atas seperti front mechanical differential lock, rear limited-slip differential, virtual center lock, serta suspensi udara dual-chamber. Kombinasi ini memberikan traksi maksimal dan stabilitas tinggi saat melibas berbagai kondisi ekstrem, mulai dari lumpur hingga jalur berbatu.

Masuk ke dimensi, SUV ini tergolong full-size dengan panjang sekitar 5,1 meter dan konfigurasi tiga baris kursi yang luas. Platform yang digunakan juga fleksibel karena mendukung berbagai sistem penggerak, mulai dari BEV (listrik murni), PHEV (plug-in hybrid), hingga EREV (range extender), menjadikannya sangat adaptif terhadap kebutuhan pasar global.

Di sektor elektrifikasi, Freelander 8 mengusung arsitektur 800V yang memungkinkan pengisian daya super cepat hingga ratusan kW. Baterainya dikembangkan bersama CATL dan mendukung fast charging hingga 350 kW, sehingga waktu pengisian menjadi jauh lebih efisien.

Tak hanya itu, dari sisi teknologi kabin, SUV ini sudah menggunakan chipset terbaru dari Qualcomm dengan peningkatan performa CPU dan GPU hingga tiga kali lipat. Sistem ini juga mendukung fitur berbasis AI yang lebih canggih untuk meningkatkan pengalaman berkendara.

Meski sudah diperkenalkan, detail lengkap terkait spesifikasi powertrain masih belum diungkap. Namun dengan kombinasi teknologi, platform fleksibel, dan kemampuan off-road yang serius, Freelander 8 berpotensi menjadi pemain kuat di segmen SUV elektrifikasi global.

Continue Reading

Electric Vehicle

Nissan Terrano Bangkit Lagi! Kini Jadi SUV PHEV Tangguh di Beijing Auto Show 2026

Published

on

By

Kembalinya nama legendaris Nissan Terrano menjadi salah satu kejutan besar di ajang Beijing Auto Show 2026. SUV yang identik dengan karakter off-road ini lahir kembali dalam bentuk konsep modern dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Pabrikan asal Jepang, Nissan Motor Corporation, menjadikan peluncuran ini sebagai langkah strategis untuk menggabungkan warisan kendaraan petualang dengan teknologi elektrifikasi masa kini. Versi produksi dari model ini dijadwalkan meluncur sekitar satu tahun ke depan dan difokuskan untuk pasar China, yang saat ini menjadi pusat inovasi kendaraan listrik dan hybrid dunia.

Kehadiran Terrano generasi terbaru ini sekaligus menandai transformasi SUV klasik menjadi kendaraan modern yang lebih efisien, bertenaga, dan tetap tangguh di berbagai medan.


Desain Off-Road Klasik dengan Sentuhan Modern

Secara tampilan, Nissan Terrano PHEV Concept masih mempertahankan DNA khas SUV petualang.

Karakter desain utama:

  • Bodi kotak dengan ground clearance tinggi
  • Bumper dengan sudut approach dan departure besar
  • Ban khusus medan berat (mud-terrain)
  • Roof rack dan lampu tambahan
  • Ban serep di pintu belakang
  • Tow hook berwarna kontras

Desain tersebut menegaskan bahwa Terrano terbaru tidak hanya fokus pada efisiensi energi, tetapi juga tetap dirancang untuk kebutuhan off-road dan aktivitas outdoor.


Performa Hybrid Tangguh: Tenaga Besar dan Torsi Instan

Secara teknis, Nissan Terrano PHEV Concept diproyeksikan menggunakan sistem penggerak hybrid modern yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Perkiraan spesifikasi performa:

  • Mesin: 1.500 cc turbo
  • Sistem: Plug-in Hybrid (PHEV)
  • Tenaga: ±416 PS (sekitar 414 hp)
  • Torsi: hingga 800 Nm
  • Jarak tempuh listrik: hingga 135 km (CLTC)

Jika spesifikasi tersebut diterapkan pada model produksi, SUV ini berpotensi menjadi salah satu kendaraan plug-in hybrid paling bertenaga di kelasnya, sekaligus tetap efisien untuk penggunaan harian.


Siap Tantang SUV Off-Road Modern di Pasar Global

Dengan spesifikasi dan karakter tersebut, Nissan Terrano PHEV Concept diproyeksikan akan bersaing langsung dengan SUV off-road modern seperti:

  • Jetour G700
  • GWM Tank 700

Langkah ini menunjukkan bahwa Nissan Motor Corporation tidak hanya fokus pada elektrifikasi, tetapi juga ingin mempertahankan identitas mereka sebagai produsen kendaraan petualang yang tangguh.

Kebangkitan Terrano juga menjadi simbol transformasi kendaraan legendaris menuju era elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter off-road yang sudah melekat selama puluhan tahun.

Continue Reading

Electric Vehicle

Hyundai Ioniq V Resmi Debut di Beijing, Senjata Baru untuk Rebut Pasar Mobil Listrik China

Published

on

By

Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, mulai membuka babak baru di pasar kendaraan listrik China dengan meluncurkan Hyundai Ioniq V pada ajang Beijing Auto Show 2026.

Model ini dikembangkan khusus untuk konsumen di Negeri Tirai Bambu melalui kolaborasi strategis dengan Beijing Automotive Group atau BAIC. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Hyundai untuk kembali bersaing di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

Dengan jarak tempuh lebih dari 600 kilometer, teknologi kabin digital modern, dan dukungan sistem bantuan mengemudi berbasis kecerdasan buatan, Ioniq V diproyeksikan menjadi salah satu model kunci dalam ekspansi Hyundai di China.


Dimensi Besar dan Jarak Tempuh Kompetitif

Secara dimensi, Hyundai Ioniq V masuk kategori kendaraan listrik keluarga berukuran besar.

Spesifikasi dimensi utama:

  • Panjang: 4.900 mm
  • Lebar: 1.890 mm
  • Wheelbase: 2.900 mm
  • Jarak tempuh: lebih dari 600 km (standar CLTC)

Angka jarak tempuh tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen China, yang dikenal sangat mempertimbangkan efisiensi dan jarak tempuh kendaraan listrik dalam penggunaan harian.


Interior Digital dengan Teknologi Premium

Masuk ke kabin, Hyundai Ioniq V menawarkan pengalaman berkendara modern melalui teknologi digital berstandar tinggi.

Fitur interior utama:

  • Layar panorama ultra-tipis 27 inci resolusi 4K
  • Horizon Head-Up Display
  • Sistem audio Dolby Atmos 8 speaker
  • Antarmuka infotainment berbasis AI

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen kendaraan listrik modern yang semakin digital.


Didukung Teknologi AI dan Baterai dari CATL

Dari sisi teknologi, Hyundai membekali Hyundai Ioniq V dengan sistem pintar berbasis kecerdasan buatan.

Komponen teknologi utama:

  • Chipset Qualcomm Snapdragon 8295
  • Sistem bantuan mengemudi dari Momenta
  • Baterai dari CATL

Meski kapasitas baterai belum diumumkan secara resmi, penggunaan baterai dari CATL menunjukkan fokus Hyundai pada teknologi baterai berperforma tinggi yang sudah terbukti di pasar global.


Strategi Besar Hyundai: 20 Model Baru dalam 5 Tahun

Peluncuran Hyundai Ioniq V menjadi langkah awal dari strategi jangka panjang Hyundai di China.

Target ambisius Hyundai:

  • Meluncurkan 20 model baru dalam 5 tahun
  • Fokus pada EV dan extended-range EV
  • Target penjualan 500.000 unit per tahun pada 2030

Langkah ini menunjukkan keseriusan Hyundai untuk kembali memperkuat posisi mereka setelah sebelumnya menghadapi persaingan ketat dari merek lokal di segmen kendaraan listrik.

Continue Reading

Trending