Motor Balap
Wawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
Kabar besar datang dari dunia balap motor nasional! Anindyayodha Akpol 2015 Racing Team asal Nabire, Papua Tengah, kembali diperkuat oleh Wawan Wello untuk musim ini. Konfirmasi tersebut datang langsung dari Bertu Haridyka, sang pemilik tim, yang menyatakan bahwa mereka siap bertarung di ajang LFN HP969 dan Yamaha Cup Race.

“Masih Wanwel, Wanwel, dan Wanwel! Yang penting owner happy, pembalap happy, dan mekanik happy!” ujar sang bos besar dalam percakapan eksklusif via DM Instagram.
Penandatanganan kontrak dilakukan secara tertutup di sebuah restoran, dengan nilai yang dirahasiakan. Namun, melihat kiprah Wawan Wello sebagai salah satu pembalap papan atas Indonesia, bisa dipastikan kontraknya bernilai fantastis!
💥 Performa Menggila di Musim Lalu!
Musim lalu, Wawan Wello bersama Anindyayodha Akpol 2015 Racing Team menunjukkan performa luar biasa di ajang seperti LFN HP969 dan Sulawesi Cup Race. Puncaknya, di Grand Final SCR Puncak Mario Sidrap, Wawan tampil ganas di kelas Bebek 2 Tak Underbone & MP1, sukses meraih podium pertama berkat setup mesin dari Aan Kate & Imam Suneo.
Di musim ini, Kate Montormaboer kembali dipercaya sebagai tuner utama untuk memastikan performa motor tetap optimal. Akankah Wawan Wello kembali mendominasi musim ini? Kita nantikan aksinya di lintasan!
🔥 Wawan Wello is Back! Gaspol 38!
Motor
M. Zidane Perkuat Ducati MX Team Indonesia di FMSCT Thailand Motocross 2026
Perubahan strategi dilakukan oleh Ducati MX Team Indonesia menjelang lanjutan ajang FMSCT Thailand Motocross Championship 2026. Tim memutuskan merotasi susunan pembalap setelah salah satu andalannya, Diva Ismayana, mengalami cedera bahu serius pada putaran pertama yang berlangsung pada 15 Januari 2026.

Cedera tersebut membuat Diva harus menjalani prosedur operasi dan kini fokus menjalani program pemulihan serta fisioterapi secara bertahap sebelum kembali menggeber motor di lintasan.
Alih-alih memaksakan sang pembalap untuk segera kembali bertanding, tim memilih langkah yang lebih bijak dengan memprioritaskan proses pemulihan jangka panjang. Pendekatan ini mencerminkan standar profesional dalam dunia balap modern, di mana keselamatan serta keberlanjutan karier pembalap menjadi prioritas utama.
Untuk menjaga performa tim tetap kompetitif di ajang motocross internasional tersebut, Ducati MX Team Indonesia resmi menunjuk Mohammad Zidane Alnesa Pratama sebagai pengganti sementara Diva Ismayana.
Crosser muda asal Blitar, Jawa Timur itu dikenal memiliki karakter balap yang agresif dan penuh determinasi. Dengan pengalaman kompetitif yang dimilikinya, Zidane dinilai mampu menghadapi tantangan lintasan dan atmosfer persaingan di kejuaraan motocross Asia.
Zidane pun mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk memperkuat tim tersebut.
Menurutnya, kesempatan bergabung dengan Ducati MX Team Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia berkomitmen untuk segera beradaptasi dengan tim, membangun kerja sama yang solid, serta memberikan performa maksimal di setiap kesempatan.

Zidane juga memiliki target pribadi yang cukup jelas di ajang ini. Ia berharap dapat terus berkembang bersama tim, menjaga konsistensi performa, serta membangun chemistry yang kuat dengan seluruh kru.
“Setiap seri adalah proses belajar dan peningkatan bagi saya, baik secara teknik, fisik, maupun mental. Target saya tentu bisa tampil kompetitif di setiap sesi dan berusaha meraih podium untuk tim,” ujarnya.
Sementara itu, pembalap Ducati MX Team Indonesia lainnya, Hilman Maksum, akan difokuskan menjalani program persiapan khusus untuk menghadapi Kejurnas Motocross Indonesia 2026 yang dijadwalkan mulai pada 11–12 April 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan performa Hilman tetap optimal di kalender balap nasional sekaligus menjaga kondisi fisik dan teknisnya sepanjang musim kompetisi.
Manajer tim Johny Pranata menilai Zidane sebagai salah satu pembalap muda dengan potensi besar. Ia bahkan telah mengenal karakter dan etos kerja Zidane sejak ajang PON 2024 di Medan, ketika keduanya berada dalam satu tim kontingen Jawa Timur.
Menurut Johny, Zidane merupakan pembalap pekerja keras yang memiliki mental kompetitif tinggi serta disiplin yang sesuai dengan karakter tim.
Di sisi lain, Team Principal sekaligus pemilik tim Jimmy Budhijanto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar Ducati MX Team Indonesia untuk membawa pembalap Tanah Air bersaing di panggung internasional.
Baginya, membangun pembalap kelas dunia tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, pembinaan yang tepat, serta konsistensi dalam setiap kesempatan balapan.
Sementara itu, kabar baik datang dari proses pemulihan Diva Ismayana. Kondisi sang pembalap dilaporkan menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani program rehabilitasi yang difokuskan pada pemulihan mobilitas bahu serta penguatan otot penopang sebelum kembali menjalani latihan dengan motor Ducati Desmo450 MX.
Dengan formasi baru ini, Ducati MX Team Indonesia tetap menargetkan konsistensi performa di setiap putaran sekaligus membangun fondasi kuat bagi perkembangan tim sepanjang musim 2026.
Tim dijadwalkan kembali bertarung pada putaran 4 dan 5 FMSCT Thailand Motocross 2026 yang akan digelar pada 21–22 Maret 2026 di Mar Khanom Motocross Track, Thailand.
Bagi Ducati MX Team Indonesia, langkah ini bukan sekadar pergantian pembalap. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang untuk membawa talenta Indonesia bersinar di panggung motocross internasional.
Moto GP
Motor Langsung Nyetel! Veda Ega Tembus Q2 di Moto3 Thailand 2026
Sorotan publik langsung tertuju pada Veda Ega Pratama yang mencuri perhatian di hari pertama Moto3 Thailand 2026. Pembalap rookie asal Indonesia itu tampil tenang dan meyakinkan, memastikan tiket otomatis ke Q2 usai menuntaskan sesi latihan dengan hasil solid—peringkat keenam di FP1 dan posisi delapan pada sesi sore.

Penampilan tersebut menegaskan potensi besar yang telah ia perlihatkan sejak rangkaian tes pramusim. Kecepatan alami, rasa percaya diri, serta kemampuan membaca lintasan membuat Veda tampil matang, seolah bukan sedang menjalani akhir pekan Grand Prix perdananya.
“Seharian ini perasaan saya sangat positif. Motor terasa nyaman dan gaya berkendara saya juga menyatu, jadi saya menikmati hari pertama di akhir pekan balap pertama saya,” ujar Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia. Meski puas, ia tetap realistis. “Ini memang awal yang bagus, tapi masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk sesi berikutnya dan balapan.”
Pembalap muda itu menegaskan fokusnya tetap pada proses. Targetnya sederhana namun krusial: terus bekerja, mencoba setelan terbaik, dan tampil maksimal di kualifikasi. Lolos langsung ke Q2 memberinya suntikan kepercayaan diri, namun Veda menyadari akhir pekan masih panjang dan penuh tantangan.

Di sisi lain garasi, rookie lainnya Zen Mitani menjalani hari yang lebih berat. Ia menutup sesi Jumat di posisi ke-26 setelah sebelumnya berada di urutan ke-24 pada latihan pagi. Meski hasil belum memuaskan, progres tetap menjadi fokus utama.
“Hari ini cukup sulit. Feeling di atas motor meningkat setiap sesi, tapi catatan waktu belum ikut membaik. Itu yang harus kami cari penyebabnya,” ungkap Zen. Ia menyoroti minimnya rasa percaya diri di beberapa tikungan sebagai pekerjaan rumah utama yang kini sedang dibenahi bersama tim mekanik.
Dengan kualifikasi yang menanti, kedua pembalap dan kru kini memusatkan perhatian pada detail-detail kecil yang bisa menjadi pembeda. Tujuannya jelas: memperkuat performa, mengunci posisi start ideal, dan menatap balapan hari Minggu dengan keyakinan penuh.
Moto GP
Veda Ega Menggila di FP1 Moto3 Thailand! Sempat Posisi 2, Finis Enam Besar
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membuka akhir pekan balap Moto3 Thailand dengan performa menjanjikan. Pada sesi latihan bebas pertama (FP1) yang digelar Jumat (27/2), Veda Ega sukses menembus enam besar, menunjukkan adaptasi cepat dan kepercayaan diri tinggi di lintasan Buriram.
Sesi FP1 sempat berjalan menantang bagi Veda Ega. Saat waktu tersisa 15 menit, ia masih berada di posisi ke-10 dengan selisih 0,791 detik dari Maximo Quiles yang saat itu memimpin catatan waktu. Namun, kerja keras dan keberanian membuka gas di sektor-sektor krusial mengubah segalanya.

Memasuki lima menit terakhir, Veda Ega tampil agresif. Ia melesat ke posisi kedua dan hanya terpaut 0,064 detik dari Alvaro Carpe, memantik optimisme besar di kubu Indonesia. Sayangnya, persaingan ketat di menit-menit akhir membuat posisi terus berubah.
Tekanan meningkat ketika Adrian Fernandez dan David Almansa masuk ke dua besar, dengan Fernandez akhirnya keluar sebagai yang tercepat lewat catatan waktu 1 menit 41,202 detik. Veda Ega sempat turun ke posisi kelima sebelum kembali tergeser ke urutan keenam akibat laju cepat Joel Kelso dan Guido Pini.

Meski harus puas di posisi keenam, hasil FP1 ini menjadi sinyal positif bagi Veda Ega. Selisih waktu yang ketat menunjukkan dirinya mampu bersaing langsung dengan barisan depan, sekaligus membuka peluang besar untuk tampil lebih tajam di sesi berikutnya.
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor7 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Event2 years ago
Prestasi Gemilang: Ebon Raih Gelar Terbaik FFA 2 Tak 402 M Dragbike IDW Racertees Ekitoyama 2024
