Moto GP
Marc Marquez Pasang Badan untuk Ducati: “Kesalahan Ada di Saya, Bukan Motornya”
Pembalap Marc Márquez menunjukkan sikap profesional setelah insiden yang membuatnya gagal finis pada seri Spanish Grand Prix 2026 di Circuito de Jerez-Ángel Nieto.
Alih-alih menyalahkan faktor teknis atau performa motor, rider dari tim Ducati Lenovo Team itu justru secara terbuka mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya murni akibat kesalahan pribadi saat mengendalikan motor di awal balapan.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang sempat beredar mengenai kemungkinan gangguan elektronik pada motor Ducati Desmosedici GP26 yang sebelumnya juga dikaitkan dengan kegagalan finis rekan setimnya.

Awal Balapan Kuat, Hentikan Rekor Bezzecchi
Sebelum insiden terjadi, Marc Márquez sebenarnya tampil sangat kompetitif. Ia memulai balapan dari pole position dan langsung memimpin sejak lap pertama.
Catatan menarik muncul ketika Marc berhasil menghentikan rekor dominasi milik Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing, yang sebelumnya mencatat 121 lap berturut-turut memimpin balapan.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa secara pace awal dan performa motor, Marc masih memiliki kecepatan yang sangat kompetitif di level tertinggi.
Namun memasuki lap kedua, situasi berubah cepat ketika ia kehilangan grip ban depan dan mengalami low-side saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pengakuan Terbuka: Kesalahan Murni dari Rider
Dalam pernyataannya kepada media, Marc Márquez secara jujur mengakui bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam gaya berkendara dan pengendalian motor.
Ia menegaskan bahwa motor tetap kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan.
Sikap ini menunjukkan mentalitas pembalap berpengalaman yang memahami bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga oleh adaptasi dan feeling terhadap motor.
Marc bahkan menyebut target realistisnya pada balapan tersebut sebenarnya berada di posisi tiga atau empat, mengingat performa sang adik, Álex Márquez, yang tampil sangat kuat sepanjang akhir pekan.
Tantangan Utama: Ergonomi dan Front-End Feeling

Meski kondisi fisiknya dikabarkan sudah membaik setelah cedera bahu pada musim sebelumnya, Marc Márquez mengakui masih ada pekerjaan rumah dari sisi teknis.
Fokus utama saat ini adalah:
Adaptasi Ergonomi
Posisi duduk di motor GP26 belum terasa se-natural musim sebelumnya.
Front-End Feeling
Marc masih mencari keseimbangan antara kecepatan dan rasa percaya diri terhadap grip ban depan.
Konsistensi Tanpa Risiko Berlebih
Tujuannya adalah mempertahankan performa tinggi tanpa meningkatkan risiko crash.
Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada tenaga mesin, tetapi pada distribusi bobot dan ergonomi motor yang mempengaruhi kepercayaan diri rider saat memasuki tikungan cepat.
Periode Sulit Ducati, Tapi Potensi Tetap Besar
Tim Ducati Lenovo Team saat ini memang sedang menghadapi fase yang cukup menantang setelah beberapa seri tanpa podium, termasuk kegagalan finis yang dialami Francesco Bagnaia akibat masalah teknis.
Meski demikian, kemenangan pembalap lain dari keluarga Ducati membuktikan bahwa performa motor tetap kompetitif di grid MotoGP.
Marc sendiri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menemukan kembali kenyamanan berkendara, terutama pada sesi tes berikutnya yang akan menjadi momen penting untuk memperbaiki setup motor.
Jika adaptasi tersebut berhasil, konsistensi performa Marc diperkirakan akan kembali menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya.

Moto GP
Veda Ega Pratama Siap Hadapi Moto3 Mandalika 2026, Ingin Tampil Maksimal di Depan Publik Sendiri
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap menghadapi momen penting dalam perjalanan kariernya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Bersama Honda Team Asia, Veda akan tampil di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada Grand Prix Indonesia yang menjadi balapan Kejuaraan Dunia pertamanya di hadapan publik Tanah Air.
Moto3 Indonesia merupakan putaran ke-17 kalender Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Menghadapi balapan kandang, pembalap bernomor 9 tersebut datang dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah berhasil finis di posisi ke-11 pada Grand Prix Jepang. Hasil itu memberinya tambahan poin sekaligus menjadi modal untuk melanjutkan perkembangan positif pada musim debutnya.

Meski akan mendapat dukungan besar dari penggemar Indonesia, Veda menegaskan keinginannya untuk menikmati setiap momen dan tetap fokus pada pekerjaan bersama tim. Baginya, tampil di Mandalika bukan sekadar kesempatan membalap di negara sendiri, tetapi juga peluang untuk menunjukkan perkembangan performa di level tertinggi balap motor dunia.
Balapan Kandang Pertama Jadi Momen Spesial
Veda mengakui bahwa Grand Prix Indonesia memiliki arti tersendiri. Setelah menantikan kesempatan ini dalam waktu lama, ia kini berpeluang menjalani balapan Kejuaraan Dunia di depan para pendukungnya sendiri.
“Datang ke Mandalika untuk Grand Prix kandang saya adalah perasaan yang sangat istimewa. Saya telah menunggu momen ini sejak lama, dan sekarang akhirnya tiba, saya benar-benar ingin menikmati setiap momen tetapi juga memberikan semua yang saya miliki di lintasan,” ujar Veda dalam rilis resmi.
Dukungan suporter diperkirakan menjadi salah satu sumber motivasi bagi pembalap Honda Team Asia tersebut. Namun, Veda juga menyadari pentingnya menjaga konsentrasi agar antusiasme balapan kandang tidak mengganggu persiapan teknis dan strategi di lintasan.
Modal Poin dari Jepang Jadi Bekal ke Mandalika
Hasil finis ke-11 di Jepang menjadi perkembangan positif bagi Veda. Tambahan poin tersebut memberikan dorongan untuk melanjutkan progresnya sebagai rookie di kelas Moto3, yang menuntut konsistensi, kemampuan membaca situasi balapan, serta pengambilan keputusan dalam persaingan antarpembalap.
Veda menilai masih ada potensi yang dapat dikembangkan bersama tim. Balapan di Mandalika pun menjadi kesempatan untuk mengukur kemajuan tersebut, terlebih ia akan tampil di depan penggemar yang telah memberikan dukungan sejak awal kariernya.
“Setelah Jepang, di mana kami berhasil finis di posisi ke-11 dan meraih beberapa poin, saya merasa termotivasi untuk terus maju. Kami tahu masih ada potensi yang bisa ditunjukkan, dan sekarang kami memiliki kesempatan untuk melakukannya di depan pendukung di negara asal saya,” kata Veda.
Ia juga ingin membalas dukungan penggemar melalui penampilan yang maksimal sepanjang akhir pekan. Meski demikian, target hasil akhirnya tetap harus diperjuangkan melalui performa di lintasan, mulai dari sesi latihan hingga balapan utama.
Fokus dari FP1 hingga Balapan Utama
Menghadapi rangkaian Moto3 Indonesia, Veda bertekad menjaga fokus sejak sesi latihan bebas pertama atau FP1 pada Jumat. Persiapan sejak awal akhir pekan akan menjadi bagian penting untuk memahami kondisi lintasan, mengevaluasi setelan motor, serta mencari ritme yang kompetitif.

“Saya akan berusaha untuk mengesampingkan semua tekanan, fokus pada pekerjaan saya, dan berjuang sekeras mungkin dari FP1 hingga balapan. Saya ingin menikmati Grand Prix ini, memberikan segalanya untuk tim saya dan untuk semua orang yang mendukung saya, dan semoga kita bisa meraih hasil yang membuat seluruh Indonesia bangga,” tutupnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Veda ingin menjalani balapan kandangnya dengan menempatkan proses dan konsistensi sebagai prioritas. Dukungan publik tentu menjadi dorongan tambahan, tetapi hasil di lintasan tetap ditentukan oleh kombinasi performa pembalap, kesiapan motor, strategi tim, dan persaingan selama balapan.
Zen Mitani Berusaha Bangkit Bersama Honda Team Asia
Di sisi lain garasi Honda Team Asia, rookie asal Jepang, Zen Mitani, juga berusaha memperbaiki performanya setelah menjalani akhir pekan yang sulit di Grand Prix Jepang. Mitani menyelesaikan balapan tersebut di posisi ke-21 setelah melakukan kesalahan saat berlomba.
Pengalamannya di Sirkuit Mandalika dari ajang junior dapat menjadi bekal untuk menghadapi putaran Indonesia. Pengetahuan terhadap karakter lintasan diharapkan membantunya menjalani sesi latihan dan membangun kecepatan secara bertahap.
Bagi Honda Team Asia, putaran Mandalika menjadi kesempatan bagi kedua pembalap untuk melanjutkan proses pengembangan sepanjang musim. Veda membawa motivasi dari hasil positif di Jepang, sedangkan Mitani berupaya bangkit setelah hasil yang belum sesuai harapan.
Bagi Veda sendiri, Moto3 Indonesia 2026 akan menjadi salah satu momen penting dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia. Dengan fokus pada pekerjaan bersama tim dan dukungan publik Indonesia, ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik serta membawa kebanggaan bagi para penggemar balap motor Tanah Air.
Moto GP
Enea Bastianini Pakai Helm Spesial di MotoGP Mandalika 2026, Usung Komodo dan Warna Kain Ulos
Kehadiran pembalap MotoGP di Sirkuit Mandalika, Indonesia, tak hanya menarik perhatian lewat persaingan di lintasan, tetapi juga melalui perlengkapan balap yang mereka gunakan. Pada gelaran MotoGP Indonesia 2026, Enea Bastianini kembali mendapatkan helm dengan grafis spesial dari KYT Helmet, yang mengangkat komodo sebagai ikon utama dengan sentuhan warna terinspirasi kain tradisional Indonesia.
Pembalap yang identik dengan julukan “The Beast” ini kembali mempertahankan konsep komodo seperti pada edisi sebelumnya. Pemilihan reptil endemik Indonesia tersebut selaras dengan karakter yang ingin ditampilkan Bastianini, yakni sosok kuat dan agresif. Komodo menjadi elemen visual utama yang memberikan identitas tersendiri pada helm spesialnya di Mandalika.
Warna Kain Ulos Jadi Pembeda dari Edisi Sebelumnya
Meski mempertahankan konsep grafis komodo, helm spesial Bastianini tahun ini hadir dengan perpaduan warna yang berbeda. KYT mengaplikasikan kombinasi dark purple, sage green, purple, serta ivory atau krem untuk menciptakan tampilan yang khas.
Palet warna tersebut terinspirasi dari kain ulos yang berasal dari Sumatera Utara. Sentuhan budaya ini memberikan karakter visual berbeda pada helm balap Bastianini, sekaligus menghadirkan unsur kekayaan budaya Indonesia dalam desain perlengkapan balap di ajang internasional.
Warna ungu juga memiliki makna personal bagi Bastianini karena merupakan warna favoritnya. Perpaduan inspirasi budaya lokal dengan preferensi sang pembalap membuat desain helm ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga membawa unsur personal di balik tampilannya.
Komodo, Batik Kawung, dan Nomor Balap 23
Selain ilustrasi komodo, KYT turut menyematkan elemen pendukung berupa motif batik kawung. Motif tradisional tersebut melengkapi konsep desain yang menggabungkan karakter balap modern dengan unsur budaya Indonesia.
Nomor balap 23 dan logo KYT juga menjadi bagian dari grafis helm. Kehadiran elemen-elemen ini mempertegas identitas Bastianini sebagai pembalap sekaligus menjaga ciri khas desain yang digunakan pada perlengkapan balapnya.
Penggabungan komodo, batik kawung, serta palet warna yang terinspirasi kain ulos membuat helm ini memiliki konsep visual yang berakar pada budaya Indonesia. Pendekatan tersebut juga menjadi cara untuk menghadirkan elemen lokal dalam salah satu perlengkapan yang paling mudah dikenali dari seorang pembalap MotoGP.
KYT Berkolaborasi dengan Desainer Italia
Dalam proses pengembangan desain, KYT bekerja sama dengan Starline Designer, studio desain yang berbasis di Italia. Kolaborasi ini menghadirkan grafis khusus yang disesuaikan dengan konsep Bastianini untuk seri MotoGP Indonesia.
Helm spesial tersebut memperlihatkan bagaimana desain perlengkapan balap dapat menjadi medium untuk menyampaikan karakter pembalap sekaligus mengangkat inspirasi budaya dari negara tempat balapan berlangsung.
Dengan tetap mempertahankan ikon komodo dan menghadirkan warna yang terinspirasi kain ulos, KYT memberikan sentuhan berbeda pada helm Enea Bastianini untuk MotoGP Mandalika 2026. Perpaduan identitas “The Beast”, nomor balap 23, dan elemen budaya Indonesia menjadikan desain ini salah satu detail menarik di luar persaingan di lintasan.
Moto GP
Toprak Razgatlıoğlu Pukau Pelajar SMAN 3 Mataram dengan Freestyle Yamaha R15
Jelang menghadapi MotoGP Mandalika 2026, Toprak Razgatlıoğlu kembali menyapa masyarakat Indonesia melalui agenda Meet and Greet bersama pelajar di SMAN 3 Mataram.
Kunjungan tersebut menjadi agenda sekolah kedua Toprak di Indonesia pada tahun ini. Sebelumnya, pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP tersebut juga sempat mengunjungi SMK Negeri 39 Jakarta Pusat.
Kehadiran Toprak di Mataram terasa semakin spesial karena akhir pekan ini dirinya akan menjalani debut balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Sebelumnya, pembalap asal Turki tersebut sudah memiliki pengalaman di lintasan Mandalika melalui ajang WorldSBK.
Toprak Cicipi Ketoprak Lagi
Dalam kegiatan bersama para siswa, Toprak kembali mencicipi salah satu kuliner Indonesia, yaitu ketoprak. Makanan tersebut bukan hal baru bagi Toprak karena sebelumnya ia juga pernah mencicipinya saat berada di Lombok.
Momen tersebut menjadi bagian menarik dari agenda Meet and Greet yang mempertemukan Toprak secara langsung dengan ratusan siswa dan siswi SMAN 3 Mataram.

Selain berbagi pengalaman mengenai dunia balap, Toprak juga mendapatkan sambutan meriah dari para pelajar yang memberikan dukungan menjelang balapan MotoGP Mandalika.
Freestyle Yamaha R15 Bikin Suasana Makin Meriah
Tidak hanya sesi ngobrol dan interaksi dengan siswa, Toprak juga menunjukkan aksi freestyle riding menggunakan Yamaha R15.
Aksi tersebut langsung menarik perhatian para pelajar dan membuat suasana Meet and Greet semakin meriah. Kesempatan melihat langsung aksi seorang pembalap MotoGP di atas motor sport Yamaha menjadi pengalaman berbeda bagi para siswa.
Toprak pun mengaku menikmati kegiatan tersebut. Menurutnya, sambutan hangat dari masyarakat Indonesia selalu memberikan energi positif ketika MotoGP digelar di Indonesia.
“Saya ingat ke Jakarta mengunjungi sekolah dan disambut sangat ramah, semua bergembira bersama. Sekarang di sini, Mataram, acara juga menyenangkan, senang bisa berbagi pengalaman balapan dan bertemu anak-anak sekolah,” ujar Toprak.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para pelajar menjelang balapan di Mandalika.
“Mereka menyemangati saya untuk race di Mandalika weekend ini, terima kasih untuk supportnya. Selalu penuh dengan energi positif saat seri MotoGP di Indonesia,” lanjutnya.
Jadi Bagian dari Road to MotoGP Mandalika
Kegiatan Meet and Greet ini juga menjadi bagian dari aktivitas menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026. Kehadiran Toprak di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi kesempatan bagi pelajar untuk bertemu langsung dengan pembalap MotoGP, tetapi juga mengenal lebih dekat perjalanan karier seorang rider profesional.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan menjelang seri Mandalika.
Menurutnya, kisah perjalanan karier Toprak diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus mengejar cita-cita.
Bagi Toprak sendiri, agenda di Mataram menjadi salah satu momen penting sebelum menjalani balapan MotoGP pertamanya di Mandalika. Dengan pengalaman sebelumnya di WorldSBK, kini Toprak akan membawa pengalaman tersebut ke level MotoGP dan menghadapi karakter lintasan yang sudah tidak asing baginya.
Dukungan publik Indonesia pun menjadi energi tambahan bagi Toprak dan tim Prima Pramac Yamaha MotoGP menjelang akhir pekan balap di Mandalika.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
