Connect with us

Uncategorized

Reli Dakar 2026 Etape 2: Daniel Sanders Tegaskan Dominasi KTM

Published

on

Persaingan Reli Dakar 2026 mulai memperlihatkan arah kekuatan. Memasuki Etape 2, Daniel Sanders tampil impresif dan langsung mengukuhkan diri sebagai ujung tombak dominasi Red Bull KTM Factory Racing. Hanya dalam tiga etape, pereli asal Australia itu sudah mampu menunjukkan konsistensi dan ketenangan yang menjadi ciri khas juara.

Kemenangan di Etape 2 bukan sekadar hasil manis, tetapi juga memiliki nilai historis bagi Sanders. Catatan tersebut menjadi kemenangan etape ke-10 sepanjang kariernya di Dakar, sekaligus menempatkannya sebagai pereli ke-22 dalam sejarah ajang reli paling ekstrem di dunia ini yang mampu menembus dua digit kemenangan etape.

Seperti etape sebelumnya, strategi KTM kembali berjalan rapi. Sanders dan rekan setimnya, Edgar Canet, memainkan peran penting dalam perburuan bonus waktu pembuka jalan. Canet yang memulai etape sebagai pembuka lintasan—berkat kemenangan di Prolog dan Stage 1—sempat memimpin hingga 100 kilometer pertama. Namun, insiden kecil dan kesalahan navigasi membuat ritmenya sedikit terganggu, memberi celah bagi Sanders untuk mengambil alih kendali lomba.

Setelah berada di depan, kedua pereli KTM ini bekerja sama dengan cerdas untuk memaksimalkan keuntungan. Canet mengamankan bonus waktu sebesar 5 menit 42 detik, sementara Sanders meraih tambahan 4 menit 4 detik. Hasilnya, Sanders menuntaskan Etape 2 dengan keunggulan 1 menit 35 detik atas Canet dan resmi naik ke puncak klasemen umum.

Di sisi lain, pereli Monster Energy Honda HRC, Ricky Brabec, sebenarnya mencatatkan waktu lintasan yang sangat kompetitif. Namun, akumulasi bonus waktu yang diraih kubu KTM membuat juara Dakar sebelumnya itu harus puas finis di posisi ketiga pada etape ini.

Dengan performa solid dan strategi tim yang matang, KTM semakin menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama di Dakar 2026. Sementara itu, persaingan dengan Honda dipastikan masih akan terus memanas seiring semakin beratnya medan dan panjangnya etape yang harus ditaklukkan.

Uncategorized

SYM DRGBT 2026 Resmi Hadir, Skutik Maxi Taiwan Makin Pintar dan Penuh Karakter

Published

on

By

SYM kembali menaikkan standar skutik maxi lewat kehadiran DRGBT 2026, model terbaru yang tak sekadar tampil segar, tetapi juga membawa lompatan besar pada sisi teknologi keselamatan dan performa. Skuter sporty asal Taiwan ini kini tampil sebagai salah satu produk paling advance di kelas 150 cc.

Nama DRGBT sendiri sudah lama identik dengan performa dan desain agresif. Mengusung bahasa desain Art-Fusion yang terinspirasi dari siluet bio-naga, DRGBT tampil berotot dengan postur tajam dan aura sport yang kuat. Mesin berpendingin cairan menjadi jantung pacunya, sementara pencapaian Red Dot Design Award 2024 pada generasi sebelumnya menjadi bukti keseriusan SYM dalam menghadirkan skutik berkelas dunia.

Memasuki model tahun 2026, SYM menaruh fokus besar pada faktor keselamatan. DRGBT terbaru kini mencatat sejarah sebagai satu-satunya skuter di Taiwan yang mengombinasikan ABS dan Cornering Traction Control System (TCS). Sistem ini bekerja memantau kondisi motor secara real-time, memastikan distribusi pengereman dan tenaga tetap stabil meski motor sedang dalam kondisi miring. Teknologi yang biasanya hanya ditemui pada motor berkapasitas besar, kini hadir di skutik 150 cc.

Sektor pengereman pun ikut diperbarui. DRGBT 2026 kini menggunakan floating disc di roda depan dan belakang, dengan diameter cakram depan diperbesar menjadi 268 mm. Hasilnya, performa pengereman diklaim meningkat hingga 15 persen, menghadirkan rasa tuas rem yang lebih presisi dan meyakinkan, terutama saat situasi darurat.

Soal performa, karakter sporty tetap menjadi DNA utama. Mesin 158 cc berpendingin cairan mampu menghasilkan tenaga 15,7 hp dan torsi puncak 15,1 Nm. Dukungan teknologi Hyper-SVIS dan ZRSG 3.0 membuat respons gas terasa lebih padat sejak putaran bawah, dengan akselerasi yang halus namun agresif di kecepatan menengah hingga tinggi. Bahkan, dalam tes akselerasi 0–100 meter, DRGBT 2026 diklaim unggul hingga tiga panjang motor dibanding generasi sebelumnya.

Tampilan visual juga mendapat sentuhan baru. Warna Lava Black hadir memperkuat kesan garang sekaligus elegan, dipadukan desain lampu sein belakang dengan efek mengalir yang membuat tampilannya semakin futuristis dan mudah dikenali saat malam hari.

Khusus varian Keyless Cornering, SYM menyematkan fitur start darurat berbasis sentuhan, solusi praktis ketika baterai remote keyless berada dalam kondisi lemah.

Di pasar domestik Taiwan, SYM DRGBT 2026 dipasarkan mulai NT$120.000 atau sekitar Rp64 jutaan untuk versi TCS. Sementara varian tertinggi Keyless Cornering dibanderol NT$124.000 atau setara Rp66 jutaan—harga yang sepadan dengan teknologi dan karakter yang ditawarkan.

Continue Reading

Uncategorized

Bukan Motor Biasa! Tromox M05 Buktikan Motor Listrik Bisa Stylish dan Aman

Published

on

By

Tromox M05 hadir sebagai interpretasi scrambler listrik yang dirancang khusus untuk ritme kota yang santai dan modern. Motor ini tak sekadar mengandalkan tampilan, tetapi juga menawarkan kemudahan berkendara yang ramah bagi pemula, sekaligus relevan dengan gaya hidup urban yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan.

Secara visual, Tromox M05 tampil menawan dengan desain ringkas dan karakter scrambler yang kuat, membuatnya cocok untuk rolling city tanpa ribet. Pengoperasiannya sederhana, minim getaran, dan terasa intuitif—sebuah kombinasi yang pas untuk mobilitas harian di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.

Motor listrik ini dibekali penggerak brushless berdaya 3 kW yang terpasang di roda belakang. Kecepatan puncaknya berada di rentang 45 km/jam hingga 70 km/jam, bergantung pada varian yang dipilih. Sumber tenaganya berasal dari baterai LFP berkapasitas 2,3 kWh yang bersifat swappable, memungkinkan proses pengisian lebih praktis dengan jarak tempuh mencapai sekitar 80 km dalam kondisi ideal.

Keunggulan lain Tromox M05 terletak pada bobotnya yang sangat ringan. Dengan berat hanya 88 kg, motor ini bahkan lebih enteng dibanding Honda BeAT, namun tetap sanggup menahan beban hingga 150 kg—memberikan rasa percaya diri saat dikendarai di berbagai situasi.

Menariknya, meski bermain di segmen motor listrik berperforma moderat, Tromox M05 sudah dibekali fitur keselamatan yang tergolong canggih. Mulai dari sistem ABS, kontrol traksi elektrik (E-TCS), hingga sensor Blind Spot Assist, semuanya dirancang untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan saat berkendara di lingkungan perkotaan.

Tromox M05 membuktikan bahwa motor listrik bukan hanya soal ramah lingkungan, tetapi juga bisa tampil stylish, ringan, dan cerdas untuk kebutuhan mobilitas harian.

Continue Reading

Moto GP

Rahasia Akselerasi Brutal MotoGP: BBM Beroktan Tinggi Jadi Kunci

Published

on

By

Kecepatan motor MotoGP yang terasa “secepat kilat” bukan hanya soal skill pembalap atau kecanggihan mesin. Di balik performa ekstrem itu, ada peran krusial dari bahan bakar khusus yang diatur ketat oleh regulasi kejuaraan.

Sebagai ajang balap motor paling prestisius di dunia, MotoGP menerapkan sejumlah aturan teknis yang wajib dipatuhi semua tim, termasuk soal pemilihan Bahan Bakar Minyak (BBM). Berbeda jauh dari motor harian, bahan bakar yang digunakan motor MotoGP memiliki Research Octane Number (RON) sangat tinggi, demi menopang mesin berkompresi ekstrem.

Saat ini, MotoGP juga sedang berada dalam fase transisi menuju bahan bakar ramah lingkungan. Sejak musim 2024, setiap pabrikan diwajibkan menggunakan sustainable fuel dengan kandungan minimal 40 persen. Angka tersebut bukan akhir, karena regulasi baru pada MotoGP 2027 menargetkan penggunaan 100 persen bahan bakar berkelanjutan.

Soal performa, bahan bakar MotoGP memiliki RON mencapai 102, jauh di atas BBM komersial. Nilai oktan tinggi ini memungkinkan pembakaran lebih stabil pada mesin berputaran tinggi, sekaligus memaksimalkan tenaga tanpa risiko detonasi.

Menariknya, MotoGP tidak membatasi merek bahan bakar. Setiap pabrikan bebas memilih vendor sesuai kebutuhan teknis mereka. Ducati, misalnya, telah lama menjalin kerja sama dengan Shell, sementara banyak tim lain mempercayakan pasokan bahan bakarnya pada Elf dari TotalEnergies. Berbeda dengan isu ban yang kerap menuai kontroversi, bahan bakar nyaris tak pernah menjadi sumber masalah besar di lintasan.

Namun, bukan hanya kualitas BBM yang diatur. Jumlah bahan bakar juga dibatasi ketat. Untuk balapan utama, setiap motor hanya diperbolehkan membawa 22 liter, sedangkan untuk sprint race dibatasi 12 liter. Perbedaan ini memaksa tim dan pembalap melakukan penyesuaian besar terhadap setelan motor dan gaya balap.

Tak jarang, tim menggunakan tangki khusus saat sprint race untuk meminimalkan perbedaan karakter motor. Meski begitu, beberapa pembalap masih kesulitan beradaptasi. Francesco “Pecco” Bagnaia, misalnya, pernah mengeluhkan performanya yang kurang kompetitif di sprint akibat perbedaan tangki dan distribusi bahan bakar.

Saat sesi latihan dan kualifikasi, situasinya berbeda. Motor biasanya diisi bahan bakar seminimal mungkin agar bobot lebih ringan dan performa maksimal bisa dicapai saat time attack.

Menariknya lagi, regulasi juga mengatur suhu bahan bakar. Tim diperbolehkan menurunkan suhu BBM hingga 15 derajat Celcius di bawah suhu lingkungan, agar volume bahan bakar lebih optimal saat balapan dimulai dalam kondisi suhu lintasan yang lebih panas. Namun pengawasan ketat diberlakukan, menyusul upaya beberapa tim di masa lalu yang mencoba mengakali pendinginan bahan bakar demi keuntungan volume ekstra.

Semua detail ini membuktikan bahwa di MotoGP, kecepatan bukan sekadar gas diputar penuh, melainkan hasil dari perpaduan presisi teknis, regulasi ketat, dan inovasi tanpa henti.

Continue Reading

Trending