Uncategorized
Mick Doohan Soroti Performa Ducati di Awal Musim MotoGP 2026, Sebut Ada Kejanggalan
Legenda balap dunia Mick Doohan, yang dikenal sebagai lima kali juara dunia kelas 500cc, turut angkat bicara mengenai dinamika persaingan MotoGP musim 2026 yang sejauh ini justru didominasi oleh Aprilia.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Doohan mengaku cukup terkejut melihat performa Ducati yang dinilai belum tampil konsisten di awal musim. Padahal dalam beberapa musim terakhir, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut dikenal sebagai kekuatan dominan di grid MotoGP.
Menurut Doohan, performa Ducati saat ini terasa sulit dipahami dan menunjukkan beberapa hal yang ia anggap sebagai “kejanggalan”, terutama jika dibandingkan dengan standar performa mereka sebelumnya.

Dominasi Aprilia Jadi Sorotan Awal Musim
Pada awal musim MotoGP 2026, performa kompetitif yang ditunjukkan Aprilia menjadi salah satu kejutan terbesar di paddock. Tim dan pembalap mereka mampu tampil stabil sejak seri pembuka, bahkan mengungguli beberapa rival kuat yang sebelumnya mendominasi.
Situasi ini membuat banyak pengamat, termasuk Mick Doohan, mulai mempertanyakan perubahan keseimbangan kekuatan antar pabrikan di musim ini.
Meski demikian, Doohan menegaskan bahwa musim balap masih panjang dan dinamika persaingan bisa berubah sewaktu-waktu.
Doohan: Masih Terlalu Dini Menentukan Arah Perebutan Gelar
Dalam pandangannya, Doohan menilai bahwa terlalu cepat untuk menarik kesimpulan mengenai siapa yang akan menjadi kandidat juara dunia musim ini.
Ia menekankan bahwa awal musim sering kali dipenuhi faktor adaptasi, pengembangan motor, serta penyesuaian strategi tim yang bisa berdampak pada performa di lintasan.
Namun, satu hal yang menurutnya cukup mencolok adalah inkonsistensi performa Ducati yang sebelumnya dikenal sangat kuat dalam hal kecepatan dan stabilitas balap.
Performa Ducati Dinilai Tidak Sesuai Ekspektasi
Sebagai salah satu pabrikan paling sukses dalam beberapa musim terakhir, Ducati biasanya tampil dominan sejak awal musim. Oleh karena itu, penurunan performa yang terjadi saat ini menjadi perhatian khusus bagi banyak pihak di dunia balap.
Doohan menyebut bahwa kondisi ini terasa tidak biasa dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat maupun penggemar MotoGP.
Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa Ducati memiliki kapasitas teknis dan sumber daya yang cukup untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas dalam beberapa seri ke depan.
Uncategorized
Java Race Championship 2026 Round 2 Siap Panaskan Sirkuit GBT Surabaya
SURABAYA – Ajang balap motor Java Race Championship 2026 bersiap melanjutkan persaingan ke putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur. Setelah membuka musim di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 18–19 April 2026, seri lanjutan ini menjadi kesempatan bagi para pembalap untuk kembali bersaing memperebutkan hasil terbaik.
Putaran pertama menghadirkan sejumlah kejutan dengan munculnya nama-nama baru di podium. Hasil tersebut membuat persaingan menuju Round 2 menarik untuk dinantikan, terutama bagi pembalap yang ingin menjaga konsistensi performa maupun mereka yang berambisi memperbaiki hasil dari seri pembuka.
Digelar di Surabaya, Java Race Championship 2026 Round 2 diperkirakan kembali menyuguhkan persaingan kompetitif di lintasan. Karakter sirkuit yang memadukan sektor cepat dan teknikal akan menuntut pembalap untuk menjaga ritme, menentukan racing line secara tepat, serta mengoptimalkan akselerasi saat keluar dari tikungan.
Round 2 Jadi Kesempatan Memburu Hasil Maksimal
Bagi para peserta, putaran kedua menjadi momentum penting untuk melanjutkan tren positif dari seri sebelumnya. Pembalap yang berhasil naik podium di Semarang akan berupaya mempertahankan performa, sementara peserta lainnya memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki pencapaian.
Dalam balap motor, hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh kecepatan di lintasan lurus. Konsistensi waktu putaran, kemampuan mengendalikan motor saat memasuki tikungan, pengereman, serta pemilihan racing line turut berperan dalam menentukan posisi saat balapan berlangsung.
Dengan karakter lintasan GBT yang disebut memiliki kombinasi sektor cepat dan teknikal, kesiapan motor, strategi balap, dan kemampuan membaca situasi di lintasan berpotensi menjadi faktor penting sepanjang akhir pekan perlombaan.
Dragon Event Organizer Kembali Hadirkan Java Race Championship
Java Race Championship 2026 dipromotori oleh Dragon Event Organizer. Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda balap motor yang menarik perhatian komunitas road race, baik dari kalangan pembalap, tim, maupun penggemar yang ingin menyaksikan persaingan antarrider dari berbagai daerah.
Kehadiran berbagai peserta dengan latar belakang dan pengalaman berbeda turut memberikan warna tersendiri dalam kompetisi. Persaingan di setiap kelas nantinya akan menjadi bagian yang dinantikan, terutama untuk melihat siapa yang mampu menunjukkan performa konsisten pada putaran kedua.
Informasi mengenai daftar pembalap, kelas yang dipertandingkan, dan jadwal lengkap setiap sesi dapat dipantau melalui kanal resmi penyelenggara menjelang pelaksanaan acara.
Bisa Ditonton Lewat Live Streaming
Bagi penggemar balap motor yang tidak dapat datang langsung ke Sirkuit Gelora Bung Tomo, jalannya Java Race Championship 2026 Round 2 dijadwalkan dapat diikuti melalui siaran langsung di kanal YouTube Dragon Event Organizer.
Kehadiran live streaming memberikan alternatif bagi penonton dari luar Surabaya untuk tetap mengikuti perkembangan balapan tanpa harus hadir di tribun sirkuit. Informasi mengenai tautan siaran dan jadwal tayang dapat diperiksa melalui kanal resmi penyelenggara.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan pada 25–26 Juli 2026, Java Race Championship 2026 Round 2 siap melanjutkan persaingan road race di Surabaya. Perhatian kini tertuju pada para pembalap yang akan turun di lintasan GBT dan peluang mereka untuk mencatatkan hasil terbaik pada seri lanjutan ini.
Moto GP
Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026
Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026
Home race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi momen penting bagi dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Menghadapi balapan di hadapan publik sendiri, keduanya memilih tidak menyiapkan strategi khusus. Fokus utama justru diarahkan pada pencarian setting motor terbaik sejak sesi latihan.
Hal tersebut disampaikan Veda dan Mario saat ditemui dalam agenda bersama Astra Honda Motor di Menteng, Jakarta, Senin (5/10). Bagi Veda, dua sesi latihan pada Jumat menjadi kesempatan penting untuk menemukan setelan motor yang paling sesuai dengan karakter Sirkuit Mandalika sebelum memasuki sesi kualifikasi.

“Strategi khusus tidak ada. Seperti balapan-balapan sebelumnya, hari Jumat ada dua sesi latihan,” ujar Veda.
Pembalap muda Indonesia tersebut menilai posisi start akan menjadi salah satu faktor penting. Dalam beberapa balapan sebelumnya, Veda mengaku harus memulai race dari posisi yang kurang ideal. Karena itu, ia ingin memaksimalkan sesi latihan untuk mendapatkan feeling dan setting motor yang lebih baik sehingga bisa mengejar posisi start yang kompetitif.
“Saya harap minggu ini saya bisa mendapatkan setting terbaik pada hari Jumat. Jadi, hari Sabtu dan Minggu tinggal kualifikasi untuk mencari waktu terbaik dan posisi start yang bagus,” kata Veda.
Dengan posisi start yang lebih baik, Veda berharap bisa langsung menekan sejak lap awal dan menjaga peluang untuk bersaing di grup depan hingga akhir balapan.
Sementara itu, Mario Suryo Aji mengatakan persiapan menghadapi MotoGP Mandalika 2026 tidak mengalami perubahan besar dibandingkan seri sebelumnya. Alokasi ban dan setup motor yang digunakan tim pada dasarnya masih berada dalam pendekatan yang sama.
“Untuk alokasi ban dan semua setup motor, pada dasarnya kami tidak banyak melakukan perubahan, hampir sama seperti sebelumnya. Jadi, strateginya mungkin sama seperti balapan-balapan sebelumnya,” ujar Mario.
Mario juga melihat adanya keuntungan dari pengalaman mereka memahami karakter Sirkuit Mandalika. Pengetahuan mengenai layout lintasan, karakter tikungan, serta kebutuhan motor di setiap sektor dapat menjadi modal penting untuk menghadapi rangkaian sesi practice dan qualifying.
“Mungkin kami berdua sedikit lebih mengetahui karakter sirkuit dibandingkan pembalap lain karena mendapat keuntungan dari latihan kemarin,” kata Mario.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil kompetitif sejak sesi latihan hingga kualifikasi. Dengan posisi start yang lebih baik, peluang untuk bergerak ke depan saat balapan Minggu juga semakin terbuka.
Menghadapi home race dengan dukungan langsung dari publik Indonesia, Veda memilih untuk tidak menetapkan target yang terlalu tinggi. Ia berharap dapat mencatat hasil yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya, tetapi tidak ingin menjadikan ekspektasi podium atau kemenangan sebagai tekanan tambahan.
“Targetnya kalau bisa lebih baik dari race sebelumnya,” ujar Veda.

Veda memahami bahwa masyarakat Indonesia tentu berharap dirinya dan Mario mampu meraih podium, bahkan kemenangan. Namun, menurutnya, ekspektasi tersebut lebih baik dijadikan motivasi daripada beban.
“Yang penting saya enjoy saja minggu ini dan finis, itu yang paling penting,” lanjut Veda.
Bagi Veda, menikmati setiap sesi dan menjalankan pekerjaan secara maksimal sejak hari pertama menjadi kunci menghadapi home race. Hasil akhir memang menjadi tujuan, tetapi proses mendapatkan setting motor, meningkatkan performa, dan menemukan ritme balapan juga tidak kalah penting.
“Menikmati setiap sesi, bekerja dari hari pertama, kemudian memberikan hasil di hari Minggu. Apa pun hasilnya, kami mencoba memberikan yang terbaik. Syukur bisa top 10, syukur bisa podium,” tutup Veda.
Dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman terhadap karakter Mandalika, Veda Ega dan Mario Aji kini bersiap memaksimalkan seluruh rangkaian akhir pekan MotoGP Indonesia 2026. Publik Indonesia tentu akan menantikan sejauh mana dua pembalap tuan rumah tersebut mampu menunjukkan performa terbaik di depan pendukungnya sendiri.
Motor Balap
Bintang Pranata Sukma Dapat Wildcard MotoJunior di Misano, Bawa Nama Indonesia ke Eropa
Talenta muda Indonesia, Bintang Pranata Sukma, mendapatkan kesempatan untuk mencicipi persaingan balap motor junior di Eropa. Pembalap muda tersebut dijadwalkan tampil sebagai wildcard di ajang MotoJunior yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang akan bergabung dengan Leopard Junior Team. Program ini turut mendapatkan dukungan dari NitiRacing dan menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman kompetisi internasional kepada pembalap muda Indonesia.
Tampil di Misano menjadi kesempatan penting bagi Bintang untuk merasakan langsung atmosfer balap junior Eropa. Selain berhadapan dengan pembalap dari berbagai negara, ia juga akan beradaptasi dengan lingkungan tim dan karakter kompetisi yang berbeda dari balapan yang selama ini dijalaninya di Indonesia.
Gabung Leopard Junior Team sebagai Wildcard
Bintang mendapatkan peluang tampil di MotoJunior melalui hubungan antara Astra Honda dan Donny dari DRS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sekaligus pencarian talenta muda Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang ke level internasional.
Sebagai pembalap wildcard, Bintang akan memperkuat Leopard Junior Team di Misano. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam kompetisi balap motor junior di Eropa sehingga kesempatan ini menjadi ruang bagi Bintang untuk mendapatkan pengalaman teknis dan balap secara langsung.
Bagi pembalap muda, pengalaman seperti ini tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir balapan. Adaptasi terhadap karakter sirkuit, setting motor, metode kerja tim, hingga persaingan dengan pembalap dari negara lain menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.

Misano sendiri merupakan salah satu sirkuit yang memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat. Beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus menjaga konsistensi selama sesi latihan hingga balapan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bintang.
Mendapat Dukungan NitiRacing
Program Bintang di Misano juga mendapatkan dukungan dari NitiRacing. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keberangkatan dan keikutsertaan Bintang di ajang MotoJunior.
Kesempatan tampil di Eropa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai standar kompetisi balap junior. Mulai dari persiapan sebelum balapan, komunikasi dengan kru, proses setup motor, hingga bagaimana pembalap mengelola tekanan selama akhir pekan balap.
Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi Bintang dalam mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan langkah berikutnya di karier balapnya.
Masih Menunggu Persetujuan Visa
Meski kesempatan wildcard sudah didapatkan, Bintang masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum bertolak ke Italia.
Salah satu tahapan yang masih ditunggu adalah persetujuan visa. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, Bintang akan berangkat menuju Misano untuk menjalani pengalaman balap internasional bersama Leopard Junior Team.
Kehadiran Bintang di MotoJunior juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pembalap muda Indonesia menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Wildcard di Misano memang bukan garis akhir. Justru, kesempatan ini dapat menjadi ruang bagi Bintang untuk mengukur kemampuan, belajar dari lingkungan balap Eropa, serta mengumpulkan pengalaman yang dibutuhkan untuk perkembangan kariernya.

Kini, perhatian tertuju pada proses keberangkatan Bintang Pranata Sukma menuju Misano. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, talenta muda Indonesia tersebut akan segera mendapatkan kesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi balap junior Eropa.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
